Tampilkan postingan dengan label TAZKIYATUN - NUFUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAZKIYATUN - NUFUS. Tampilkan semua postingan

SELEMBAR DAUN MENUTUP ISI DUNIA

Unknown | 19.15 | 0 comments

_*Renungan*_

*SELEMBAR DAUN MENUTUP ISI DUNIA*

*Sudah Digunung , Pantai Kau Rindukan.*
*Tiba Dipantai , Gunung Yang Kau Inginkan.*

*Saat Kemarau , Kau Tanya Kapan Hujan............?*
*Diberi Hujan , Kemarau Kau Tanyakan.........?*

*Sudah Tenang Dirumah , Kepingin Pergi.*
*Begitu Pergi , Kau Ingin Ke Rumah Kembali.*

*Sudah Dapat Ketenangan , Keramaian Kau Cari.*
*Keramaian Kau Temukan , Ketenangan Kau Rindui.*
*Apa Sebenarnya Yang Kau Cari.....?*

*Belum Berkeluarga , Mencari Istri /Suami.*
*Sudah Berkeluarga , Mengeluh Anak Belum Diberi.*
*Dapat Anak , Mengeluh Lagi Kurang Rezeki.*

*Ternyata Sesuatu Tampak Indah Karena Belum Kita Miliki.*

*Kapankah Kebahagiaan Akan Didapatkan.......?*
*Kalau Yang Belum Ada Selalu Kita Pikirkan..........?*
*Sedang Apa Yang Diberi Allah Kita Abaikan.*
*Bukankah Telah Banyak Yang Kau Dapatkan..........?*

*Jadilah Pribadi Yang Selalu Bersyukur….......!*
*Karena Bersyukur Akan Membuatmu Selalu Berkelimpahan…......!*

*Mungkinkah Selembar Daun Bisa Menutupi Bumi............?*
*Sedang Kau Tak Bisa Menutup Telapak Tanganmu Sendiri.*
*Tetapi Saat Selembar Daun Kecil Menempel Di Mata , Maka Bumi Yang Luas Seperti Tertutup Semua…........*

*Begitu Juga Ketika Hatimu Ditutupi Keburukan.*
*Seolah-olah Yang Tak Cocok Denganmu Selalu Kejelekan.*
*Seluruh Bumi Seolah Tak Ada Kebaikan.*
*Padahal Letaknya Cuma Dalam Hatimu Yang Tertutup.*

*Jangan Tutup Matamu Dengan Daun Kecil.*
*Jangan Tutup Hatimu Dengan Kotoran Secuil….*

*Syukurilah Nikmat Allah Meski Kelihatannya Kecil.*
*Terus Berteguh Dalam Iman , Maka Kelak Kau Akan Berhasil.*
*Belajarlah Bersyukur dan Berterimakasih Kepada Allah Sebagai Modal Untuk Memuliakan-Nya.*

*Bila Buruk Hatimu , Buruk Pula Budi Pekertimu.......…!*
*Bila Tertutup Hatimu , Tertutuplah Segala Sesuatu.......!*

_*Karena " HIDUP " Adalah Waktu Yang Dipinjamkan. Dan " HARTA " Adalah Barang Yang Dipercayakan.*_

*_Kenapa Kita Selalu Melihat Ke Atas , dan Tidak Pernah Melihat Ke Bawah............?_*
*_Kenapa Saat Kita Susah Kita Menyalahkan Tuhan , Tetapi Ketika Saat Senang Kita Lupa Pada Tuhan..............?_*
*Kenapa Kita Selalu Komplain , Tapi Tidak Pernah Bersyukur..........?*

_*Jawabannya Terdapat Dalam Hatimu.*_

*Kadang-kadang Kita Selalu Inginkan Apa Yang Kita Lihat Orang Lain Dapatkan.*
*Tapi , Kita Lupa Bahwa Kita Sudah Memiliki Apa Yang Allah Berikan.*
*Di Balik Kekurangan Terdapat Kelebihan.*

*Maka Bersyukurlah Selalu*

ORANG SOMBONG TIDAK AKAN MEMBACA INI

Unknown | 08.40 | 0 comments

Kisah yang diceritakan oleh seorang Hamba ALLAH tentang mimpi Seorang Wali di Pekuburan. Di dalam mimpi, wali itu melihat roh ahli-ahli kubur sedang mengais-ngais rumput seperti mencari sesuatu.

Tetiba beliau terlihat ada seorang roh ahli kubur yg sudah berusia tua duduk istirahat di atas kuburnya sendiri.
Beliau memutuskan untuk bertanya kepada roh orang tua tersebut.

Wali :
Paman, kenapa paman sedang duduk istirahat dengan tenang, sedangkan ramai ahli kubur yg lain sedang mengais-gais rumput di situ?

Roh Org tua:
Jikalau kau mau tahu jawabannya,
esok kau pergi ke pasar dan cari penjual daging yg masih muda di situ. Penjual daging itu adalah anakku sendiri.

Wali tersebut lalu beranjak dari situ dan terjaga dari mimpinya.

Keesokan harinya.
Wali itu mencari penjual daging yang masih muda tersebut di pasar.
Setelah ketemu beliau hanya memperhatikan dari jauh kelakuan penjual daging tersebut.

Selepas penjual daging tersebut menjual dagingnya, dia sambung membaca Al Qur'an.
Wali tadi terkejut lalu mengambil keputusan untuk menjumpai pemuda tersebut.

Wali:
Assalammualaikum anak muda, saya ada beberapa pertanyaan untuk anak muda.

Penjual daging:
Waalaikumsalam, ya boleh. Apakah pertanyaan itu?

Wali:
Adakah kamu mempunyai seorang ahli keluarga yang meninggal dunia yang di kubur di kampung ini?

Penjual daging:
Ya ada. Itu adalah Ayahku.

Wali:
Aku ada melihat Roh ayahmu dalam mimpiku. Beliau tenang disana.
Apa yg kau lakukan untuk ayahmu wahai anak muda?

Penjual daging:
Aku membaca Al-Qur'an dan aku berdoa kepada Allah...
Jika bacaanku itu terdapat pahalanya, aku sedekahkannya untuk ayahku.

* Iktibar dari Kisah ini
Kenapa Roh ahli kubur yang lain sedang mengais-gais rumput di situ?

*Jawabannya,
Mereka sedang mencari percikan-percikan doa yang didoakan oleh orang ramai dan lafaz  "Ala kulli muslimin wal muslimat, wal mukminin wal mukminat".

Mengapa roh orang tua itu hanya duduk istirahat, adalah karena doa anaknya yang selalu dikhususkan untuknya.

Pesan:
Perbanyaklah berdoa untuk kedua orang tua dan saudara kita yang sudah tiada untuk kesenangan mereka di alam barzakh.
Doa seorang anak akan terus sampai kepada ibu bapaknya, terutama anak laki-laki yang mana syurganya di bawah ridho ibunya....

Kemudian laksanakan 7 Sunnah Nabi Muhammad SAW :

Pertama:
Solat Tahajjud.
Karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada sholat tahajjudnya.
Doanya pasti akan mudah terkabul dan membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT

Kedua:
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari.
Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, kita membaca  Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh penahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.

Ketiga:
Pergilah ke masjid (Khususnya di waktu subuh).
Sebelum melangkahkan kaki kemanapun, langkahkan kaki ke masjid dahulu, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah SWT .

Keempat:
Jaga sholat dhuha.
Karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha.
Yakinlah, kekuatan sholat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.

Kelima:
Jaga sedekah setiap hari.
Allah menyukai orang yang suka bersedekah dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat-lipat ganda.

Keenam:
Selalu Jaga wudhu.
Karena Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu.
Kata khalifah Ali bin Abu Thalib,
“Orang yang selalu berwudhu, ia akan senantiasa merasa selalu dalam keadaan sholat walaupun ia belum sholat dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa yaitu
*Ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT*"

Ketujuh:
Amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MEMBACANYA.

Semoga bermanfaat. Aamiin...

Iman Bisa Bertambah dan Berkurang

Unknown | 16.35 | 0 comments
Permasalahan iman merupakan permasalahan terpenting seorang muslim, sebab iman menentukan nasib seorang didunia dan akherat. Bahkan kebaikan dunia dan akherat bersandar kepada iman yang benar. Dengan iman seseorang akan mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan akherat serta keselamatan dari segala keburukan dan adzab Allah. Dengan iman seseorang akan mendapatkan pahala besar yang menjadi sebab masuk ke dalam surga dan selamat dari neraka. Lebih dari itu semua, mendapatkan keridhoan Allah Yang Maha kuasa sehingga  Dia tidak akan murka kepadanya dan dapat merasakan kelezatan melihat wajah Allah diakherat nanti. Dengan demikian permasalahan ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari kita semua.

PERJALANAN SEMENTARA KITA

Unknown | 00.38 | 0 comments
      Dunia dengan segala keindahannya memang tidak sembarangan orang mampu menghindarinya. Dunia begitu mempesona sehingga mudah sekali membuat orang berubah. Yang biasanya baik bisa menjadi jahat. Dan yang biasanya jahat bisa juga berubah menjadi sangat baik. Dunia itu bisa menjadi indah bukanlah dunia itu sendiri indah. Tapi dunia itu indah karena manusia yang didalamnya membuat sesuatu itu menjadi indah. Dari pria tampan, wanita yang cantik, anak-anak yang cerdas, uang di rekening bank, emas, perak, perkebunan yang berhektar-hektar, mobil mewah, rumah besar dan hal-hal indah lainnya. Mungkin jika tidak ada manusia, semua hal-hal itu hanya barang rongsokan belaka.
      Hidup di dunia merupakan perjalanan sementara, sebelum akhirnya semua akan tiba di penghujung batas tujuan, akhirat. Alquran menyatakan, ''Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main, dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan.'' (QS Al-Ankabut [29]: 64).

    Al-quran juga memberikan perumpamaan kehidupan dunia seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan terlihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur (QS Al-Hadid [57]: 20).

     Terlalu banyak manusia yang silau oleh kemilau dunia, mengejar sesuatu yang seharusnya tidak dikejar. Saling menyikut dan menjatuhkan dengan menghalalkan segala cara, demi meraih tahta jabatan, dan harta kekayaan. Padahal, semua itu hanyalah sementara, tidak setia, dan akan terpisah darinya saat kematian datang menjemput.
      Pesona dunia kerap membuat seseorang lupa akan hakikat hidup di dunia. Sehingga, menjadikannya lalai dalam melakukan tugas dan kewajiban sebagai seorang hamba, yaitu beribadah kepada Allah SWT. Padahal, kehidupan dunia tak lebih hanya permainan dan senda gurau belaka (QS Muhammad [47]: 36).
Tak heran bila kemudian Rasulullah SAW selalu mengingatkan umatnya untuk menyikapi hidup di dunia ini sebagai ladang berbekal, dan sebaik-baiknya bekal adalah takwa kepada Allah SWT. (QS Al-Baqarah [2]: 197).
      Oleh karena itu, Ibnu Umar RA mengambil wasiat dari Rasulullah untuk menggunakan setiap kesempatan guna berbekal. ''Jika kamu berada di masa sore, jangan menunggu waktu pagi. Dan jika kamu berada di waktu pagi, jangan menunggu masa sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.'' (HR. Bukhari).
      Menjadikan hidup di dunia hanya sebagai ladang berbekal akan menimbulkan perasaan bahwa hakikat diri adalah asing di dunia dan tidak mungkin menetap selamanya. Diri tidak lagi terpikat pada segala sesuatu yang menggoda di tempat persinggahan sementaranya itu. Hatinya hanya terpaut pada tujuan yang akan menjadi tempat kembalinya kelak. Bahkan, dia akan menganggap dirinya seperti 'musafir' yang ingin terus melanjutkan perjalanan hingga batas akhir tujuan, yaitu kehidupan abadi di akhirat.
     Memahami kehidupan di dunia ini layaknya musafir, telah diajarkan oleh Rasulullah melalui sabdanya, ''Aku tidak memiliki kecenderungan (kecintaan) terhadap dunia. Keberadaanku di dalam dunia seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkan pohon tersebut.'' (HR. Tirmidzi).
     Oleh karena itu, wajib bagi seorang Mukmin untuk bersegera melakukan kebaikan sebelum dia tidak mampu lagi untuk melakukannya, baik karena menderita sakit atau karena kematian yang menjemput.
Dan di saat manusia terhalang untuk melakukan amal kebaikan, maka yang tersisa hanyalah penyesalan dan kesedihan. Dia hanya bisa berandai untuk kembali sehat atau hidup lagi, padahal harapan itu sia-sia belaka.
Firman-Nya: ''Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka (orang-orang kafir), dia berkata, 'Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan'. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding hingga hari mereka dibangkitkan. (QS Al-Mukminun [23]: 99-100).
Peringatan dari Allah :
     “Hai orang-orang yang beriman, janganlah engkau dilalaikan oleh harta dan anak-anakmu untuk berdzikir kepada Allah”
(QS. Al Munafiqun: 9)
     “Dunia ini terlaknat dan isinya penterlaknat pula, kecuali yang berdzikir kepada Allah serta mengikuti dzikir tadi, juga orang yang berilmu agama serta orang yang menuntut ilmu agama tadi terbebas dari laknat”
(HR Turmidzi)
     Untuk itu janganlah kita mencintai dunia ini secara berlebihan, tapi cintailah yang memberi dunia itu, karena kepada-Nya-lah kita akan kembali.
     “Pada suatu hari dimana harta dan anak-anak tidak berguna lagi kecuali bagi orang-orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang bersih dan didekatkan surga bagi mereka yang bertaqwa”
(QS. Asy Syu’ara: 88-90)

Hari Ini Milik Anda

Unknown | 09.31 | 3comments

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.
       Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dllahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan. Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian,
kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu', bacaan al-Qur'an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.
       Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-
banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada- Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.
{Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah
kamu termasuk orang yang bersyukur.}
(QS. Al-A'raf: 144) 
Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian
     Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda):Bila hari ini anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah besok nasi basi yang telah anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan anda?
     Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi? Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.
Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, "Hanya hari ini aku   berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku."
Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, akan melaksanakan sholat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunnah nafilah, berpegang teguh pada Al-Qur’an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.
Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub,     riya', dan buruk sangka.
         Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil,
dan berbakti kepada orang tua. Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, "Wahai
masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."
         "Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum
diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan."
"Hari ini milik Anda", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan". Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.
 Referensi : Laa Tahzaan




HARGA SEBUAH IMPIAN

Unknown | 19.36 | 0 comments
Mempunyai impian atau target hidup merupakan keinginan setiap manusia.Sukses dalam karirny, Sukses dalam bidang yang ditekuni. Sekarang tinggal kita sebagai pelaku atau sang pemilik impian nan indah tersebut.
Apa impianmu sudah diraih ? pertanyaan terbesar sepanjang hidup kita. Tiada kata pasrah dalam mengejar ataupun menjemput impiannya Tidak ada yang bilang bahwa mewujudkan impian itu mudah. Walaupun tidak harus selalu semua hal dibuat susah. Tapi umumnya, perjalanannya berliku, berbatu, terjal, berkerikil.

 Kita sering membaca buku-buku motivasi, self help books. Semua memberikan tips-tips dan berbagai pengertian untuk membuat kita termotivasi maupun terinspirasi. Manusia membutuhkan pasokan motivasi dan inspirasi yang luar biasa untuk bisa terus berproses dalam mewujudkan impiannya.


Tak jarang impian yang menjadi pilihan hidup kita hanya dipandang sebelah mata oleh lingkungan kita, oleh teman, keluarga, atau bahkan orang tua kita sendiri. Bahkan, sangat mungkin impian kita tidak ada harganya dimata orang lain.    

Tidak jarang juga yang diantara kita melepaskan impiannya, karena tidak disertai support dari lingkungan, fasilitas, serta strategi dalam mencapainya. Dan mungkin saja, kita tidak memiliki spiritualitas yang cukup untuk kuat mengalami terpaan hidup. Banyak hal yang membuat seseorang mundur dalam mencapai impiannya agar menjadi kenyataan, setiap orang mempunyai tantangan yang berbeda.

“ Hanya sekarang inilah kita bisa bertindak, dan hanya sekarang inilah kita bisa membuat arti dalam kehidupan kita.” -------->>>>>>

Sering kali karena begitu kita menginginkan impian ini menjadi kenyataan, kita jadi lupa berproses. Berpikir bahwa usaha kita sudah maksimal dan lupa ada kekuatan Tuhan yang menentukan perputaran jalannya kehidupan yang akan menentukan juga kapan kita akan berhasil, kita ingin impian tersebut secepatnya jadi kenyataan.

Serta merta, kita ingin menjadi produk instant. Ya kalau jadinya instant, selesainya juga cenderung instant. Umumnya begitu.

Kenyataannya adalah semua orang berhasil di dunia, memiliki perjuangan yang luar biasa dalam mewujudkannya. Tidak jarang mereka frustrasi, tidak jarang mereka menangis, tidak jarang mereka merasa seperti sampah, kesepian, terpuruk dan buntu. Tidak jarang karena idenya, mereka dianggap tidak umum, minoritas, alien dan tidak dimengerti masyarakat atau bahkan keluarga. Tidak jarang mereka di ejek orang-orang terdekatnya dari lingkungan pergaulan hingga ke keluarga, di caci maki, dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitarnya. Seringkali, mereka memperjuangkan impiannya dengan mengorbankan berbagai hal dalam kehidupannya, tidak hanya masa kecil, tapi materi dan energi yang luar biasa tanpa
mengenal waktu.

Di banyak saat mereka akrab dengan rasa sakit karena kekecewaan bahkan hingga sakit secara fisik karena mewujudkan impian juga membutuhkan banyak aspek fisik yang luar biasa besar. Bagaimanapun juga, rasa sakit, adalah bagian dari pertumbuhan. Orang-orang yang berani mengikuti panggilan hati untuk mewujudkan impian, seringkali menemui dirinya terposisikan menjadi berbeda dan harus keluar dari standarisasi dalam masyarakat, karena mewujudkan apapun selalu ada konsekuensi dan resiko tertentu.

Begitu banyak kesuksesan orang lain yang terlihat di mata kita melalui berbagai media, namun begitu sedikit yang tertuang di media tentang betapa setiap manusia sukses atau manusia yang memberi arti dalam kehidupan, harus berproses dalam rasa sakitnya mereka masing-masing dalam jangka waktu yang lama, dalam tantangan yang bertubi-tubi, kekecewaan yang menyayat, rasa frustrasi yang mendera di setiap kali kegagalan dalam berbagai usaha menuju keberhasilan. Media, tidak bisa meliput berprosesnya seseorang dalam dimensi waktu, jadi kita tidak merasakan lamanya perjalanan waktu dalam berprosesnya seseorang. Media juga tidak bisa meliput seratus persen kedalaman gejolak berprosesnya jiwa dan rasa seseorang dalam mewujudkan cita-citanya.

Oleh karenanya berbagai cerita di media apapun tentang bagaimana seseorang yang berhasil mewujudkan impian berrposes dari segi waktu, materi, tenaga, mental, jiwa dan rasa, tidak bisa kita rasakan dan hayati sepenuhnya seratus persen. Namun, setidaknya itu cukup memberikan kita ide atau gambaran tentang apa saja yang di butuhkan untuk menjadi manusia yang berhasil. Pada kenyataannya, pada saat kita jalani perjalanan berprosesnya kita untuk mewujudkan impian kita, semua tentu terasa jauh lebih berat dari apa yang kita baca, tonton atau dengar dari media. Karena yang kita jalani ada sepenuhnya dimensi waktu, rasa dan jiwa yang utuh dan penuh. Nyata senyata-nyatanya.

Pahamilah bahwa hidup adalah mengenai proses. Dan secantik apapun impian kita, ingatlah untuk lebih banyak berkonsentrasi terhadap langkah apa saja yang bisa kita kerjakan sekarang untuk mewujudkan cita-cita kita. Apa yang kita lakukan sekarang, jauh lebih penting di banding terlalu berkonsentrasi untuk berimajinasi terhadap masa depan nantinya. Terlalu berpikir ke masa depan terkadang membuat kita lupa untuk melakukan apa-apa saja yang bisa kita lakukan sekarang.

Hanya sekarang inilah kita bisa bertindak, dan hanya sekarang inilah kita bisa membuat arti dalam kehidupan kita. Perubahan dalam hidup hanya bisa dimulai sekarang, dan sekarang ini saat satu-satunya untuk membuat cita-cita kita tercapai.

Berproses untuk mewujudkan sebuah impian, selalu ada harganya. Terimalah proses sebagai bagian kehidupan yang alami, walaupun ada bagian yang menyakitkan sekalipun.

Bersiaplah jika kita mempunyai impian yang ingin diwujudkan menjadi nyata. Ambilah semua konsekuensinya dan jalanilah semua prosesnya. Semua hal dalam hidup ada harganya. Di suatu saat nanti, semua proses itu akan terbayar. Jika Tuhan mengijinkan.

MAN JADDA WA JADA

"SIAPA YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH DIA AKAN MENDAPATKAN APA YANG DIINGINKANNYA".

EMPAT RACUN HATI

Unknown | 18.21 | 0 comments
Sesuatu yang paling mulia pada diri manusia adalah hatinya. Peran hati terhadap seluruh anggota badan ibarat raja terhadap para prajuritnya. Semua bekerja atas dasar perintahnya dan tunduk kepadanya. Di kemudian hari hati akan ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.

Rasulullah Shallallahu  SAW bersabda : Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati.(HR Bukhari dan Muslim)
Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu berkata: Hati adalah raja anggota tubuh, dan anggota tubuh adalah para prajuritnya. Apabila raja baik maka baik pulalah para prajuritnya dan apabila raja busuk maka busuk pulalah para prajuritnya..........

Menghitung Harga Nafas Kita

Unknown | 09.18 | 0 comments
Sekali bernafas, manusia memerlukan 0,5 liter udara. Pernahkah kita merenungkan, minimal merasakan rasa syukur?
Bernafas, mungkin sudah dianggap biasa dan tak lagi menarik dibahas oleh sebagian orang. Pasalnya, sejak bangun tidur sampai terlelap, manusia tak lepas dari kegiatan mengambil udara di alam bebas ini. Namun, pernahkah Anda memperhatikan bagaimana nikmat Allah ini sebenarnya bernilai miliaran rupiah? Tak perlu menghitung kegiatan bernafas secara keseluruhan yang melibatkan berbagai organ tubuh, cukup kiranya menjumlah rupiah dari setiap udara yang dihirup.

Sekali bernafas, umumnya manusia memerlukan 0,5 liter udara. Bila perorang bernafas 20 kali setiap menitnya, berarti udara yang dibutuhkan sebanyak 10 liter. Dalam sehari, setiap orang memerlukan 14.400 liter udara..............>

Jauhkan Rumahmu Menjadi Nerakamu

Unknown | 10.59 | 0 comments
RUMAH dalam istilah bahasa Arab disebut ‘sakan’. Tempat yang menenangkan pikiran dan hati penghuninya. Tempat untuk membaringkan badan, dari kepenatan kehidupan. Tempat untuk mengurai kerumitan kehidupan yang dihadapi di luar. Tempat berlabuh secara lahir dan batin. Tempat untuk beristirahat, menyusun kekuatan baru. Bukan sebatas adress (alamat resmi) atau home (tempat tinggal atau tempat perlindungan).

Ketundukan Alam Kepada Kita Tidak Gratis

Unknown | 10.42 | 0 comments
SESUNGGUHNYA kehadiran manusia di muka bumi ini di samping sebagai abdullah, pula sebagai khalifatullah (mandataris Allah SWT). Tugas pertama menegakkan nilai-nilai agama (iqamatud din). Tugas ini jika berjalan dengan baik, berefek pada kehidupan yang berkualitas secara lahir dan batin, dalam skala kehidupan individu (hayatan thayyibah), keluarga (sakinah, mawaddah wa rahmah), masyarakat (qaryah mubarakah), negara (baladan amina), dan kumpulan beberapa negara (global state) (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

Wahai Pemuda, Jangan Layu Sebelum Berbuah!

Unknown | 19.09 | 0 comments
Sering di usia produktif, dorongan kuat untuk beramal saleh berbanding lurus dengan dorongan melanggar

SEMUA manusia di dunia ini secara fisik tunduk kepada fenomena penciptaan-Nya. Ia akan meniti fase shobi (bayi), thifl (balita), murahiq (pemuda), kuhulah (dewasa), dan syaikh (tua). Makhluk-makhluk-Nya itu selalu bertasbih kepada Allah Swt dengan bahasanya sendiri. Tetapi, usia paling menentukan arah kehidupan seseorang adalah fase murahaqa (puber) dan kuhulah (produktif) antara usia  15-35 tahun.
Ada sebuah ungkapan ahli hikmah: “Siapa yang tumbuh, berkembang pada masa mudanya di atas, akhlak, orientasi (ittijah), kepribadian (syakhshiyyah), karakter, bakat (syakilah) khusus, maka rambutnya akan memutih (al masyiibu) dalam keadaan ia memiliki tradisi (daabu), akhlak seperti itu.”

Disiplin dalam Islam Membawa Kebahagiaan Sejati

Unknown | 21.36 | 0 comments

Ternyata ia salah sangka, agama yang awalnya dikira ajaran teror, ternyata adalah jalan menuju Sang Pencipta yang sejak kecil ia cari dan yakini.
Dawood Kinney adalah seorang pria dari keluarga Katolik. Sejak kecil ia meyakini adanya Tuhan, tapi ketika dewasa dan melewati titik rendah dalam hidupnya, gereja Katolik justru menolaknya kembali. Berikut kisah perjalanannya mencari Tuhan.

Mengenang lagi masa kecil dulu, saya selalu terkagum-kagum dengan alam semesta tempat kita hidup ini; bagaimana semuanya berjalan dengan sangat sempurna. Saya sering berbaring di  halaman rumput depan rumah. Memandang bintang-bintang, membayangkan betapa besarnya luas alam ini. Saya juga selalu terpesona melihat tubuh manusia yang bisa bekerja sendiri. Detak jantung, paru-paru mengembang dan mengempis tanpa bantuan saya sama sekali. Dan sejak dulu pula, saya telah merasa bahwa ada "pencipta" dari semuanya ini.

Menerangi Kegelapan Hati

Unknown | 23.41 | 0 comments

Cahaya itu merupakan kunci menuju bagian pengetahuan yang lebih besar. Cahaya itu sendiri bukanlah ungkapan kebenaran. Kebenaran itu harus dicari, tetapi kini ia telah menemukan keterbatasan akalSeorang profesor, yang sedang naik daun namanya, tiba-tiba dilanda kekalutan batin dan keresahan jiwa. Ia merasa ada yang kurang dalam dirinya, sekalipun berlebihan dalam aspek karir dan income.
Tak urung, ia memutuskan untuk meninggalkan karirnya yang cemerlang di Universitas Nidzamiyah dan memburu kebutuhan lain yang dirindukannya – jawaban yang tuntas atas keresahan dan keguncangan batinnya -. Ia  jatuh sakit, mulutnya membisu, tetapi pikirannya terus bergejolak dan bergolak. Ia menyedekahkan seluruh hartanya, kecuali sedikit saja untuk keperluannya dan keluarganya. Baghdad, kota yang memberikan keharuman namanya, ia tinggalkan. Ia mengasingkan diri untuk menjawab pertanyaan besar yang sedang merisaukan hatinya – cara apakah yang dapat ditempuh hingga sampai kepada pengetahuan yang benar (al-Haqiqah al-Muthlaqah)?.

Kasus Century dan Keteladan Gubernur Said bin Amir

Unknown | 06.46 | 0 comments
Sulit rasanya negeri ini akan makmur bila para pemimpinnya mulai dari atas hingga ke bawah masih tamak terhadap harta .
Kasus Bank Century sekali lagi membuka mata kita bahwa negeri ini telah kacau pengaturan ekonominya. Kerakusan harta seolah-olah menjadi biasa bila yang bertindak adalah para pejabat tinggi di negeri ini. Para wakil rakyat yang mengusutnya pun sebenarnya bukan orang-orang yang bersih. Dibanding dengan kinerjanya yang ‘berjamaah’, gaji 60 juta per bulan untuk para anggota DPR sebenarnya mengusik nurani kita.

Pandai-pandai Menata Niat

Unknown | 06.35 | 0 comments
Niat inilah yang akan membawa konsekuensi pada diterima atau tidaknya suatu ibadah yang kita lakukan kepada Allah SWT.
Dahulu ada seseorang dari Bani Israil yang alim dan rajin beribadah kepada Allah SWT. Suatu ketika ia didatangi sekelompok orang. Mereka berkata, ”Di daerah ini ada suatu kaum yang tidak menyembah Allah, tapi menyembah pohon.” Mendengar hal itu ia segera mengambil kampak dan bergegas untuk menebang pohon itu.

Melihat gelagat tersebut, iblis mulai beraksi dan berusaha menghalangi niat orang alim itu. Ia mengecohnya dengan menyamar sebagai orang tua renta yang tak berdaya. Didatanginya orang itu setelah ia tiba di lokasi pohon yang dimaksud.

Dunia dan akhirat seperti istri muda dan istri tua

Unknown | 15.08 | 0 comments
Bismilllahirrahmaanirrahiim


Seorang ahli hikmah berkata: “Dunia dan akhirat seperti istri muda dan istri tua, jika kita lebih mencintai istri muda, maka istri tua akan membenci kita”

Allah subhanahu wa ta’ala bercerita tentang kisah pecinta dunia dan pecinta akhirat:
Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia:”Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”(Al-Qashash: 79,80)

Kalau kita tawarkan kepada anak umur 2 tahunan untuk memilih es krim atau uang 1 juta, hampir dapat dipastikan anak tersebut akan memilih es krim, mengapa demikian? padahal uang 1 juta jauh lebih berharga dari es krim!? Hal itu karena anak kecil tidak mempunyai ilmu sehingga tidak dapat mengerti keutamaan dari uang 1 juta dibanding sekedar es krim. Ahli dunia mencurahkan seluruh potensinya, waktunya, tenaganya, seluruh daya upanya dikerahkan untuk mendapatkan sekadar “es krim”. Dan akhirat itu tidaklah sebanding dengan sekedar uang 1 juta, “Wal aakhiratu khoiru wa abqaa”(Al-A’laa: 17), “Sedangkan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal”
Allah subhanahu wa ta’ala berpesan:

Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (Al Kahfi: 28)

Zainuddin: Masyarakat Muslim Masih Dihinggapi Penyakit Dunia

Unknown | 13.26 | 3comments

Dai kondang KH Zainuddin MZ dan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Dr Ali Mustafa Yaqub, MA mengajak masyarakat muslim mengisi Tahun Baru Hijriyah dengan kegiatan yang bermanfaat bagi kebangkitan umat. Selama ini masyarakat muslim dihinggapi penyakit cinta dunia sehingga takut menghadapi kematian

Padahal hijrah salah satunya menuju kehidupan yang kekal di alam akhirat harus melalui proses kematian. Hakikat kehidupan manusia adalah hijrah, dari kehidupan sebelumnya menuju kehidupan kelak di alam akhirat yang kekal dan abadi.
Hijrah, hijrah, dan hijrah, kata Zainuddin sambil menambahkan kehidupan sebelum di dunia ini ada alam ruh ada alam rahim kemudian hijrah ke dunia. Setelah menjalani kehidupan di dunia ini hijrah ke alam akhirat.
Untuk itu masyarakat muslim tidak harus gamang menghadapi kehidupan akhirat melalui proses hijrah yang namanya kematian. Hal itu menjadi keharusan setelah manusia menjalani kehidupan di dunia yang fana ini.
Perayaan Tahun Baru Islam dilakukan dengan kesederhanaan, namun hal itu jangan sampai mengurangi makna yang dikandung dalam semangat hijrah. Perayaan malam Tahun Baru Islam 1431 Hijriyah berlangsung semarak, aman, tertib, dan lancar. Ribuan umat Islam menyambut Tahun Baru Islam diantaranya diisi dengan kegiatan membaca Surat Yasin, zikir serta dilanjutkan dengan membaca doa akhir tahun dan awal tahun.
                                                                              Read More

FATAMORGANA KEHIDUPAN

Unknown | 19.44 | 1comments

Allah SWT tidaklah menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Nya  ( Q.S Adz-Dzariyat : 56 )
Dan kesempatan hidup yang diberikan-Nya, hanya dalam rentang waktu singkat, yang semestinya digunakan untuk berbuat amal shaleh dan kebajikan.
Hidup di dunia merupakan perjalanan  sementara, sebelum akhirnya semua akan tiba di penghujung batas tujuan, akherat.  Al-Qur’an menyatakan, “ Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main, dan sesungguhnya akherat itulah  yang sebenar-benarnya kehidupan.” ( Q.S Al-Ankabut: 64 ).

Tiga Pertanyaan Membuat Dunia Binggung

Unknown | 19.05 | 2comments

Tiga Pertanyaan Membuat Dunia Binggung
Di suatu perguruan, ada serang pemuda bertanya kepada guru agamanya. Dan terjadilah dialog khusus antara murid dan guru agama ;
pemuda : saya mempunyai tiga pertanyaan, yaitu :
  1. Apakah Allah benar-benar ada ?

    Kalau ada, perlihatkan bentuk-Nya kepada saya !

  2. Apakah Qadha' dan Qadar ?
  3. Apabila syetan diciptakan dari api, mengapa akhirnya dia dilemparkan ke dalam api ? Apa gunanya api dilemparkan ke dalam api ?

Kekayaan Yang Tiada Tanding

Unknown | 20.22 | 0 comments
Kekayaan yang Tiada Habis, Inginkah Engkau memilikinya?
(Faktor pendukung untuk memiliki sikap qona’ah)

“Ketika seorang mukmin memahami nilai dunia dan hakikat kehidupan di dunia; ketika hati seorang mukmin digenangi oleh keimanan dan makrifat tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala, nama-nama, dan sifat-sifat-Nya; maka ketika itu; dari pemahaman dan keimanan itu, akan lahirlah karakter mental yang sungguh berharga, yaitu qona’ah. Itulah sebuah harta kekayaan yang tidak ada habisnya.” Demikian yang disampaikan oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsari dalam bukunya “Qona’ah, Kekayaan Tiada Habisnya.”
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INSAN KAMIL - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger