Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy

Saydina Selian | 05.33 | 1comments
Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. 

Orang itu Ialu berkata: “Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.” Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?” “Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.
 
Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya. “Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita.

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa
Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata: “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang Arab badwi itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?” Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu.

‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!’
Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di syurga nanti!” Betapa sukanya orang Arab badwi itu, mendengar berita tersebut. la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

(muhsyafiqhan.wordpress.com)

Kekuatan Maaf Rasulullah SAW

Saydina Selian | 05.09 | 1comments
Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu.

Dengan semangat meluap-luap ia mencari majlis Rasulullah, langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. yang melihat gelagat buruk pada penampilannya menghadang. Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?” Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, “Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”.
 
Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan perlawanan. Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya kemudian dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah. Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik, kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?”.

Para sahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Nabi. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Rasulullah. Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!” Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali
pengikat orang itu”. Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah. Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa-Llah (Tiada ilah selain Allah).” Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”.

Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.” Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!” Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.”
Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keridhaan Allah Robbul Alamin.”
Pada suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, tiada seorang pun di muka bumi yang lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah.”

Sahabat………..
Apakah kita pengikut ajaran beliau?
Tetapi sejauh mana kita bisa memaafkan kesalahan orang? Seberapa besar kita
mencintai sesama? kalau tidak, kita perlu menanyakan kembali ikrar kita yang pernah
kita ucapkan sebagai tanda kita pengikut beliau…
Sungguh, beliau adalah contoh yang sempurna sebagai seorang manusia biasa. beliau
adalah Nabi terbesar, beliau juga adalah Suami yang sempurna, Bapak yang sempurna,
pimpinan yang sempurna, teman dan sahabat yang sempurna, tetangga yang
sempurna. maka tidak salah kalau Allah mengatakan bahwa Beliau adalah teladan
yang sempurna.

Semoga Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada beliau, junjungan dan teladan
kita yang oleh Allah telah diciptakan sebagai contoh manusia yang sempurna.
Salam ’alaika ya Rasulullah………

Neraka Jahannam

Saydina Selian | 05.05 | 1comments
gambaran-nerakaDikisahkan dalam sebuah hadits bahwa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula menyala. Ia memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu terdapat 70.000 gunung. Pada setiap gunung terdapat 70.000 lereng dari api dan pada setiap lereng terdapat 70.000 belahan tanah yang terdiri dari api. Pada setiap belahan terdapat 70.000 lembah dari api.
Dikisahkan dalam hadits tersebut bahwa pada setiap lembah itu terdapat 70.000 gudang dari api. Pada setiap gudang terdapat 70.000 kamar dari api, pada setiap kamar terdapat 70.000 ular dan 70.000 kala.
Dan setiap kala mempunyai 70.000 ekor dan setiap ekor memiliki 70.000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut mempunyai 70.000 macam bisa.
Dalam hadits yang sama menerangkan bahwa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam. Pada saat pintu neraka Jahannam itu terbuka, maka keluarlah gumpalan asap mengepung mereka (bangsa jin dan manusia) dari kiri.
Kemudian datang gumpalan asap mengepung di hadapan mereka, serta di atas kepala dan di belakang. Setelah diselimuti oleh asap, mereka pun bergetar kemudian berlutut dan berteriak-teriak :
“Wahai Tuhan Kami, selamatkanlah !”
Rasulullah SAW, bersabda : “Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70.000 kendali. Pada setiap kendali itu ditarik oleh 70.000 malaikat, sedankgan malaikat penjaga neraka itu besarnya telah diterangkan oleh Allah SWT, dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang bermaksud :
“Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras”
Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun. Setiap malaikat mempunyai kekuatan apabila memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka hancur leburlah gunung tersebut.
Dan dengan sekali pukulan saja ia dapat membenankan 70.000 ke dalam neraka Jahannam.
Naudzubillahi min dzalik, semoga kita di lindungi dan dijauhkan dari Azab neraka yang pedih oleh Allah SWT……
Aamiin………
(muhsyafiqhan.wordpress.com)

Orang Pertama Yang dihukum di Akhirat

Saydina Selian | 04.59 | 1comments
Rasulullah saw, bersabda :
“Pada hari kiamat Allah akan menghukum semua makhluk dan semua makhluk bertekuk lutut.”
Pada hari itu orang yang pertama sekali akan dipanggil ialah orang yang mengerti Al-Qur’an, kedua orang yang mati fisabilillah dan ketiga ialah orang kaya.
Allah Swt, bertanya kepada orang yang mengerti Al-Qur’an: ” Bukankah Aku telah mengajar kepadamu apa yang Aku turunkan kepada utusan-Ku?”
Orang itu menjawab : ” Benar Ya Tuhanku. Aku telah mempelajarinya di waktu malam dan mengerjakannya di waktu siang.”
Allah berfirman : “Dusta ! Kamu hanya mau digelar sebagai Qari dan Qari’ah, malaikat juga berkata demikian.”
Datang orang kedua, lalu Allah bertanya : “Kenapa kamu terbunuh?”
Jawab orang itu : “Aku telah berperang untuk menegakkan Agama-Mu.”
Allah berfirman : ” Dusta ! Kamu hanya ingin disebut sebagai pahlawan yang gagah berani dan kamu telah mendapat gelaran tersebut, malaikat juga berkata demikian.”
Kemudian datang orang ketiga pula : “Apa kamu buat terhadap harta yang Aku berikan kepadamu?”
Jawab orang itu : “Aku gunakan untuk membantu kaum keluargaku dan juga untuk bersedekah.”
Allah berfirman : “Dusta ! Kamu hanya ingin disebut sebagai dermawan dan kamu telah dikenali, malaikat juga berkata demikian,”
Rasulullah saw, bersabda : “Ketiga-tiga orang inilah yang pertama dibakar dalam api neraka.”

Nabi Idris AS Menikam Mata Iblis

Saydina Selian | 04.57 | 1comments
Dalam sebuah kitab diterangkan : Bahwa pada suatu hari ketika Nabi Idris AS, duduk menjahit bajunya.
Tiba-tiba berdiri di hadapan pintu rumahnya seorang lelaki yang tidak dikenali dan ditangannya terdapat sebiji telur.
Lelaki itu berkata : “Wahai Nabi Idris! Dapatkah Tuhanmu memasukkan dunia ini ke dalam telur yang sedang aku pegang ?
Apabila Nabi Idris mendengar ucapan lelaki itu, tahulah ia bahwa yang sedang berbicara dengannya itu adalah iblis.
Nabi Idris : “Datanglah kepadaku dan tanyalah apa yang ingin kau ketahui.
Setelah iblis mendekat, maka Nabi Idris berkata : “Tuhanku dapat memasukkan dunia ini ke dalam apa saja. Jangankan ke dalam telur yang kau pegang itu, bahkan DIA dapat memasukkan dunia ini ke dalam lubang jarum yang aku pegang.”
Setelah menjawab pertanyaan iblis, secepat kilat Nabi Idris menusuk matanya dengan jarum.
Iblis menjerit kesakitan, ia tidak menduga apabila Nabi Idris dapat mengalahkan kelicikannya. Ia pun segera lari meninggalkan Nabi Idris yang telah membutakan sebelah matanya.
Sejak itu iblis buta sebelah matanya, sampai tiba saat kebangkitan junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.

Tempat Tinggal Ruh

Saydina Selian | 04.55 | 1comments
Abu Bakar ra, telah ditanya tentang ke mana ruh pergi setelah keluar dari jasad ?
Ia menjawab, bahwa ruh pergi ke tujuh tempat :
1. Ruh para Nabi dan Utusan menuju surga Adn.
2 Ruh para ulama menuju ke surga Firdaus.
3. Ruh para mereka yang berbahagia menuju ke surga illiyyina.
4. Ruh para syuhada berterbangan seperti burung di surga sekehendak mereka.
5. Ruh orang mukmin yang berdosa digantung di udara, tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Ruh anak-anak orang beriman akan berada di gunung dari minyak kisik.
7. Ruh orang-orang kafir berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat.
Rasulullah SAW bersabda : “Tiga kelompok manusia yang akan berjabat tangan dengan para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya ialah” :
1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan shalat malam dalam bulan Ramadhan.
3. Orang yang puasa di hari Arafah.

Si Kecil Yang Takut Neraka

Saydina Selian | 04.54 | 2comments
Dalam sebuah riwayat, dahulu ada seorang lelaki tua berjalan-jalan di tepi sungai. Di sana ia melihat seorang anak kecil sedang mengambil air wudhu sambil menangis.
Orang tua itu segera menghampiri dan bertanya : “Wahai anak kecil kenapa engkau menangis ?”
Anak kecil : “Wahai bapak, ketika saya membaca Al-Qur’an sampai kepada ayat yang berbunyi : Yaa ayyuhalladziina aamanuu quu anfusakum (Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu).
Maka saya menangis karena takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.”
Orang tua : “Wahai anak, jangan takut, sesungguhnya engkau terpelihara dan tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.”
Anak kecil : “Wahai bapak, bapak adalah orang yang berakal. Tidaklah melihat orang menyalakan api, maka yang pertama kali dimasukkan adalah ranting-ranting kayu yang kecil setelah itu yang besar.
Jadi saya yang kecil ini akan dibakar terlebih dahulu sebelum orang dewasa.”
Orang tua itu meneteskan air mata dan berkata : “Ternyata anak kecil ini lebih takut neraka daripada orang dewasa, maka bagaimana keadaanku nanti ?

Istri Yang Taat Kepada Suami

Saydina Selian | 04.51 | 1comments
Pada jaman Rasulullah SAW, ada sepasang suami istri. Ketika sang suami hendak berangkat untuk berperang, ia berpesan kepada istrinya :
“Wahai istriku, janganlah sekali-kali engkau meninggalkan rumah ini, sampai aku kembali pulang.”
Secara kebetulan, ayahnya sang istri menderita sakit. Maka wanita itu meminta tolong kepada seorang laki-laki untuk menemui Rasulullah SAW.
Rasulullah bersabda kepada laki-laki itu : “Agar dia mentaati suaminya”
Wanita itu mengutus seseorang tidak hanya sekali, namun tetap memperoleh jawaban yang sama.
Akhirnya ia harus mentaati suaminya dan tidak berani keluar rumah.
Ketika ayahnya meninggal dunia, wanita itu tetap tidak meninggalkan rumah. Sehingga ia tidak dapat melihat mayat ayahnya, namun wanita itu tetap bersabar dan menunggu suaminya pulang.
Atas kejadian itu maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW, :
“Sesungguhnya Allah SWT, telah mengampuni dosa wanita itu disebabkan ketaatannya kepada suami.”

(muhsyafiqhan.wordpress.com)

Pemerintah Yang Bertanggung Jawab

Saydina Selian | 04.50 | 1comments
Umar Ibnu Khattab ra, dialah khalifah yang menjunjung tinggi keadilan serta mendalamnya rasa peri kemanusiaan.
Dialah penguasa yang pernah memerintah sebagian dari bumi Allah SWT, yang terbentang dari Mesir hingga ke perbatasan India.
Pada suatu hari khalifah bertemu dengan orang tua yang telah bongkok, jalannya bertongkat dan sangat susah untuk mengatur langkah.
Orang tua tersebut menadahkan tanggannya sambil meminta sedekah. Khalifah bertanya : “Mengapa sampai begini keadaanmu wahai orang tua ?”
Orang tua : “Saya mengumpulkan uang untuk membayar jizyah, tuan.”
Dari jawaban itu Umar mengetahui, bahwa ia bukanlah orang yang beragama Islam tetapi ahli kitab.
Khalifah : “Tidak, mulai hari ini kau harus berhenti dari meminta-minta.”
Baginda berkata kepada pengiringnya : “Masa mudanya telah digunakan untuk memikul tanggung jawab. Setelah tua kita biarkan saja, ini tidak adil.
Mulai hari ini hapuslah dari daftar nama orang yang membayar jizyah dan masukkan ke dalam daftar orang tua yang berhak menerima bantuan dari Baitul Mal setiap bulan.”

(muhsyafiqhan.wordpress.com)

1 KALI MENINGGALKAN SHOLAT = 28.800.000 HARI DI NERAKA

Saydina Selian | 07.09 | 2comments
Dalam suatu hadits dikatakan: Rasulullah saw. bersabda” Barang siapa meninggalkan sholat hingga lewat waktunya, lalu ia mengqadhanya, maka ia akan disiksa di neraka selama satu huqub. Satu huqup sama dengan delapan puluh tahun dan satu tahun terdiri dari 360 hari, dan ukuran sehari (di akhirat) adalah seribu tahun (di dunia) (dari hitungan ini satu huqup sama dengan 28.800.000 tahun.” (Majaalisil-abraar)

Dari segi bahasa, huqub artinya waktu yang sangat panjang. Tetapi menurut kebanyakan hadits, huqub artinya masa di atas delapan puluh tahun. Demikian perhitungan yang di tulis dalam Durrul-Mantsur berdasarkan beberapa riwayat. Ali r.a. pernah bertanya kepada Hilal Hijri rah.a., “Berapa lamakah satu huqub itu?”Hilal Hijri rah.. menjawab, “satu huqub adalah delapan puluh tahun, dan setahun itu dua belas bulan, dan setiap bulannya terdiri dari tiga puluh hari, dan setiap harinya sama dengan seribu tahun.”

Abdullah bin Mas’ud r.a meriwayatkan dengan shahih bahwa satu huqub adalah delapan puluh tahun. Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw bersabda, “satu huqup adalah delapan puluh tahun, dan satu tahun terdiri dari 360 hari, dan satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun perhitungan di dunia ini.” Juga diriwayatkan oleh Abdullah bin Uma r.huma, ia berkata, “Hendaknya seseorang tidak merasa tenang bahwa sengan adanya iman, suatu saat psti keluar dari neraka. Memang, setelh di bakar 28.800.000 tahun ia akan keluar, dengan catatan, tidak ada hal lain yang membuatnya tinggal lebih lama di neraka. Masih banyak lagi tentang riwayat satu huqub tesebut. Mungkin bergantung pada keadaan orangnya, bisa berkurang atau bertambah.”

Dalam Qurratul-’Uyuun, Abu Laits Samarqandi rah.a menyebutkan sebuh hadits Nabi saw. bahwa barang siapa sengaja meninggalkan sholat fardhu, walaupun hanya satu sholat, maka akan tertulis namanya di pintu neraka yang harus ia masuki. Dari Ibnu Abbas r.huma, Rasulullah pernah berdo’a, “Ya Allah, jangan jadikan salah seorang di antara kami termasuk dalam golongan orang-orang yang sengsara dan celaka.” Lalu beliau bertanya, “Tahukah kamu, siapakah orang yang sengsara dan celaka itu?” Jawab para sahabat r.hum, “Engkau lebih tahu Yaa Rasulullah.” sabda beliau,” orang yang sengsara ialah orang yang meninggalkan sholatnya. Di dalam Islam, mereka tidak akan mendapatkan apa pun.”

Disebutkan dalam hadits yang lain, “Barang siapa meninggalkan sholat tanpa alasan syar’i, maka pada Hari kiamat Allah tidak akan mempedulikannya, bahkan Allah akan menyiksanya dengan adzab yang sangat pedih.”

Hadits lainnya juga menyebutkan.” Ada sepuluh orang yang akan di siksa sangat keras, di antaranya adalah orang yang meninggalkn sholat. Tangan mereka akan di belenggu, mulut mereka dikunci, dan para malaikat terus-menerus memukuli mereka dari depan dan dari belakang. Surga berkata kepada mereka, ‘ Kamu tidak memiliki hubungan apapun denganku. Aku bukan untuk orang sepertimu dan kamu bukan untukku.’ Jahannam berkata, ‘ Mari, kemari, mendekatlah kepadaku, kamu untukku, dan aku untukmu.’ Dalam hadits lain diriwayatkanbahwa di nerak terdapat suatu lembah yang bernama Lam-lam. Didalamnya ada seekor ular yang sangat besar, sebesar leher unta, dan panjangnya seperti sebulan perjalanan. Ular itu diciptakan untuk menyiksa orang-orang yang meninggalkan sholat. Hadits lain menyebutkan bahwa di neraka ada sebuah lembah bernama ,Jubbul-Hazan di dalamnya ada rumah-rumah kalajengking. Seekor kalajengking lebih besar daripada keledai. Dan kalajengking itu di ciptakan untuk menyiksa orang-orang yang meninggalkan sholat. Memang, Allah swt. dengan mudah akan mengampuni dosa hamba-nya, tetapi siapakah yang dapat menjamin bahwa Allah swt. akan mengampuni kita??

Di dalam Az-Zawajir, Inbu Hajar rah.a menulis, ” Seorang wanita meninggal dunia, lalu saudara lak-lakinya ikut dalam pengebimiannya. Ketika penguburan, dompetnya terjatuh dan masuk ke dalam liang kubur. Saat itu ia tidak memperhatikannya, tetapij kemudian ia teringat. Diam-diam, ia pergi ke kubur saudara perempuannya itu untuk mengambil dompetnya. Baru saja kubur itu di buka, terlihat kobaran api memenuhi kubur itu. Lalun ia mengadukan kepada ibunya sambil menangis dan meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut, “Mengapa hal itu terjadi?” Jawab ibunya, “Saudara perempuanmu selalu malas mengerjakan sholat dan selalu mengqadha sholatnya.

” Semoga Allah swt. menjaga kita dari perbuatan tersebut. Amiiiin.

***

(Cantumkan jika ada doa khusus untuk ibu dan juga doa yang lainnya, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INSAN KAMIL - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger