Tampilkan postingan dengan label HIKMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIKMAH. Tampilkan semua postingan

ORANG SOMBONG TIDAK AKAN MEMBACA INI

Unknown | 08.40 | 0 comments

Kisah yang diceritakan oleh seorang Hamba ALLAH tentang mimpi Seorang Wali di Pekuburan. Di dalam mimpi, wali itu melihat roh ahli-ahli kubur sedang mengais-ngais rumput seperti mencari sesuatu.

Tetiba beliau terlihat ada seorang roh ahli kubur yg sudah berusia tua duduk istirahat di atas kuburnya sendiri.
Beliau memutuskan untuk bertanya kepada roh orang tua tersebut.

Wali :
Paman, kenapa paman sedang duduk istirahat dengan tenang, sedangkan ramai ahli kubur yg lain sedang mengais-gais rumput di situ?

Roh Org tua:
Jikalau kau mau tahu jawabannya,
esok kau pergi ke pasar dan cari penjual daging yg masih muda di situ. Penjual daging itu adalah anakku sendiri.

Wali tersebut lalu beranjak dari situ dan terjaga dari mimpinya.

Keesokan harinya.
Wali itu mencari penjual daging yang masih muda tersebut di pasar.
Setelah ketemu beliau hanya memperhatikan dari jauh kelakuan penjual daging tersebut.

Selepas penjual daging tersebut menjual dagingnya, dia sambung membaca Al Qur'an.
Wali tadi terkejut lalu mengambil keputusan untuk menjumpai pemuda tersebut.

Wali:
Assalammualaikum anak muda, saya ada beberapa pertanyaan untuk anak muda.

Penjual daging:
Waalaikumsalam, ya boleh. Apakah pertanyaan itu?

Wali:
Adakah kamu mempunyai seorang ahli keluarga yang meninggal dunia yang di kubur di kampung ini?

Penjual daging:
Ya ada. Itu adalah Ayahku.

Wali:
Aku ada melihat Roh ayahmu dalam mimpiku. Beliau tenang disana.
Apa yg kau lakukan untuk ayahmu wahai anak muda?

Penjual daging:
Aku membaca Al-Qur'an dan aku berdoa kepada Allah...
Jika bacaanku itu terdapat pahalanya, aku sedekahkannya untuk ayahku.

* Iktibar dari Kisah ini
Kenapa Roh ahli kubur yang lain sedang mengais-gais rumput di situ?

*Jawabannya,
Mereka sedang mencari percikan-percikan doa yang didoakan oleh orang ramai dan lafaz  "Ala kulli muslimin wal muslimat, wal mukminin wal mukminat".

Mengapa roh orang tua itu hanya duduk istirahat, adalah karena doa anaknya yang selalu dikhususkan untuknya.

Pesan:
Perbanyaklah berdoa untuk kedua orang tua dan saudara kita yang sudah tiada untuk kesenangan mereka di alam barzakh.
Doa seorang anak akan terus sampai kepada ibu bapaknya, terutama anak laki-laki yang mana syurganya di bawah ridho ibunya....

Kemudian laksanakan 7 Sunnah Nabi Muhammad SAW :

Pertama:
Solat Tahajjud.
Karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada sholat tahajjudnya.
Doanya pasti akan mudah terkabul dan membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT

Kedua:
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari.
Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, kita membaca  Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh penahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.

Ketiga:
Pergilah ke masjid (Khususnya di waktu subuh).
Sebelum melangkahkan kaki kemanapun, langkahkan kaki ke masjid dahulu, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah SWT .

Keempat:
Jaga sholat dhuha.
Karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha.
Yakinlah, kekuatan sholat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.

Kelima:
Jaga sedekah setiap hari.
Allah menyukai orang yang suka bersedekah dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat-lipat ganda.

Keenam:
Selalu Jaga wudhu.
Karena Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu.
Kata khalifah Ali bin Abu Thalib,
“Orang yang selalu berwudhu, ia akan senantiasa merasa selalu dalam keadaan sholat walaupun ia belum sholat dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa yaitu
*Ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT*"

Ketujuh:
Amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MEMBACANYA.

Semoga bermanfaat. Aamiin...

Perumpamaan Dunia Bagaikan Air

Unknown | 15.41 | 0 comments

“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, Maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [QS Al-Kahfi : 45]
Bagi kebanyakan orang, dunia memang tempat yang sangat mengasyikkan. Semua yang ada di dalamnya begitu menggiurkan. Baik berupa harta, tahta, maupun para wanita yang cantik jelita. Tapi, jika kita hanya memperhatikan keindahan dunia, maka diri kita akan terlena. Apa maksudnya?
Dunia ini hanyalah sementara. Kita hidup di muka bumi bagaimana orang yang sedang berkelana. Lalu, kemana tujuan utama kita? Ialah akhirat, tempat yang paling kekal nan abadi. Jadi, berhati-hatilah terhadap godaan dunia. Sebab, perhiasan dunia hanya tipuan belaka, yang hanya akan melengahkan kita dari mengingat Allah SWT.
Ibnu Mas'ud RA berkata, “Barangsiapa menginginkan akhirat maka ia akan mengorbankan dunianya. Barangsiapa menginginkan dunia, ia akan mengorbankan akhiratnya. Wahai kaum, korbankanlah yang fana untuk akhirat nan abadi,” (Siyar A'lam An-Nubala', I: 496).
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Kahfi ayat 45 diatas bahwa Allah memerintahkan kepada para Rasul, untuk membuat perumpamaan bagi manusia -terutama mereka yang sombong- tentang sifat dunia yang telah menipu mereka, bagaimana keindahannya dan cepat musnahnya. ia ibarat air yang diturunkan Allah dari langit, lalu dengan air itu tumbuhlah berbagai tumbuhan dengan izin Allah, lantas ia pun menghijau dan tak lama sesudah itu ia berubah menjadi tumbuhan kering pecah-pecah yang ditiup angin dari segala arah.

Imam Al-Qurtubi menjelaskan kenapa Allah menyerupakan dunia dengan air, setidaknya ada empat perkara yang menyebabkan dunia diserupakan dengan air.

1. Kerena air tidak setia pada satu tempat Seperti halnya harta, tahta, wanita dll yang merupakan kenikmatan dunia tidak akan pernah kita miliki selamanya, walaupun kita menggenggam dunia bahkan sampai kita gigitpun dunia itu pasti tetap akan terlepas, dunia tidak akan terus bersama kita, dunia pasti akan meninggalkan kita. Maka dari itu jangan pernah kita setia kepada dunia karena dunia tidak akan setia kepada kita, karena penipu yang paling ulung itu adalah dunia. Seperti contoh ketika kita memiliki harta yang banyak, jabatan yang tinggi, dan istri yang cantik, disaat kita menemui sakaratul maut kita tidak akan sanggup membawa mereka, yang kita bawa hanyalah amal sholeh kita, maka jangan tertipu dengan dunia yang fana ini.

2. Karena air cepat menguap
Kenapa cepat menguap?, misalnya air hujan turun kemudian air itu tergenang di sebuah danau kemudian menguap, menjadi awan dan menjadi rintik hujan kembali. Begitulah dunia, bagaimanapun dunia cepat sekali tidak berharga, dunia akan menjadi tidak ternilai dimata kita jika kita berhadapan dengan kematian, kita lebih memikirkan kematian yang lebih penting itu dibandingkan dunia kita. Atau saat kita sedang sakit keras, kita pasti tidak pernah peduli dengan harta, jabatan yang kita miliki, kita lebih memikirkan bagaimana nasib kita di akhirat atau bagaimana caranya agar bisa sembuh bahkan sampai kita rela mengorbankan harta yang kita miliki. Begitulah dunia, maka jangan tertipu dengan nilai-nilai dunia.

Bersambung.......

Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy

Unknown | 05.33 | 0 comments
Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. 

Orang itu Ialu berkata: “Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.” Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?” “Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.
 
Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya. “Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita.

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa
Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata: “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang Arab badwi itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?” Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu.

‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!’
Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di syurga nanti!” Betapa sukanya orang Arab badwi itu, mendengar berita tersebut. la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

(muhsyafiqhan.wordpress.com)

Kekuatan Maaf Rasulullah SAW

Unknown | 05.09 | 0 comments
Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu.

Dengan semangat meluap-luap ia mencari majlis Rasulullah, langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. yang melihat gelagat buruk pada penampilannya menghadang. Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?” Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, “Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”.
 
Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan perlawanan. Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya kemudian dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah. Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik, kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?”.

Para sahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Nabi. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Rasulullah. Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!” Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali
pengikat orang itu”. Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah. Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa-Llah (Tiada ilah selain Allah).” Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”.

Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.” Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!” Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.”
Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keridhaan Allah Robbul Alamin.”
Pada suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, tiada seorang pun di muka bumi yang lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah.”

Sahabat………..
Apakah kita pengikut ajaran beliau?
Tetapi sejauh mana kita bisa memaafkan kesalahan orang? Seberapa besar kita
mencintai sesama? kalau tidak, kita perlu menanyakan kembali ikrar kita yang pernah
kita ucapkan sebagai tanda kita pengikut beliau…
Sungguh, beliau adalah contoh yang sempurna sebagai seorang manusia biasa. beliau
adalah Nabi terbesar, beliau juga adalah Suami yang sempurna, Bapak yang sempurna,
pimpinan yang sempurna, teman dan sahabat yang sempurna, tetangga yang
sempurna. maka tidak salah kalau Allah mengatakan bahwa Beliau adalah teladan
yang sempurna.

Semoga Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada beliau, junjungan dan teladan
kita yang oleh Allah telah diciptakan sebagai contoh manusia yang sempurna.
Salam ’alaika ya Rasulullah………

Neraka Jahannam

Unknown | 05.05 | 0 comments
gambaran-nerakaDikisahkan dalam sebuah hadits bahwa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula menyala. Ia memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu terdapat 70.000 gunung. Pada setiap gunung terdapat 70.000 lereng dari api dan pada setiap lereng terdapat 70.000 belahan tanah yang terdiri dari api. Pada setiap belahan terdapat 70.000 lembah dari api.
Dikisahkan dalam hadits tersebut bahwa pada setiap lembah itu terdapat 70.000 gudang dari api. Pada setiap gudang terdapat 70.000 kamar dari api, pada setiap kamar terdapat 70.000 ular dan 70.000 kala.
Dan setiap kala mempunyai 70.000 ekor dan setiap ekor memiliki 70.000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut mempunyai 70.000 macam bisa.
Dalam hadits yang sama menerangkan bahwa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam. Pada saat pintu neraka Jahannam itu terbuka, maka keluarlah gumpalan asap mengepung mereka (bangsa jin dan manusia) dari kiri.
Kemudian datang gumpalan asap mengepung di hadapan mereka, serta di atas kepala dan di belakang. Setelah diselimuti oleh asap, mereka pun bergetar kemudian berlutut dan berteriak-teriak :
“Wahai Tuhan Kami, selamatkanlah !”
Rasulullah SAW, bersabda : “Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70.000 kendali. Pada setiap kendali itu ditarik oleh 70.000 malaikat, sedankgan malaikat penjaga neraka itu besarnya telah diterangkan oleh Allah SWT, dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang bermaksud :
“Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras”
Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun. Setiap malaikat mempunyai kekuatan apabila memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka hancur leburlah gunung tersebut.
Dan dengan sekali pukulan saja ia dapat membenankan 70.000 ke dalam neraka Jahannam.
Naudzubillahi min dzalik, semoga kita di lindungi dan dijauhkan dari Azab neraka yang pedih oleh Allah SWT……
Aamiin………
(muhsyafiqhan.wordpress.com)

Orang Pertama Yang dihukum di Akhirat

Unknown | 04.59 | 0 comments
Rasulullah saw, bersabda :
“Pada hari kiamat Allah akan menghukum semua makhluk dan semua makhluk bertekuk lutut.”
Pada hari itu orang yang pertama sekali akan dipanggil ialah orang yang mengerti Al-Qur’an, kedua orang yang mati fisabilillah dan ketiga ialah orang kaya.
Allah Swt, bertanya kepada orang yang mengerti Al-Qur’an: ” Bukankah Aku telah mengajar kepadamu apa yang Aku turunkan kepada utusan-Ku?”
Orang itu menjawab : ” Benar Ya Tuhanku. Aku telah mempelajarinya di waktu malam dan mengerjakannya di waktu siang.”
Allah berfirman : “Dusta ! Kamu hanya mau digelar sebagai Qari dan Qari’ah, malaikat juga berkata demikian.”
Datang orang kedua, lalu Allah bertanya : “Kenapa kamu terbunuh?”
Jawab orang itu : “Aku telah berperang untuk menegakkan Agama-Mu.”
Allah berfirman : ” Dusta ! Kamu hanya ingin disebut sebagai pahlawan yang gagah berani dan kamu telah mendapat gelaran tersebut, malaikat juga berkata demikian.”
Kemudian datang orang ketiga pula : “Apa kamu buat terhadap harta yang Aku berikan kepadamu?”
Jawab orang itu : “Aku gunakan untuk membantu kaum keluargaku dan juga untuk bersedekah.”
Allah berfirman : “Dusta ! Kamu hanya ingin disebut sebagai dermawan dan kamu telah dikenali, malaikat juga berkata demikian,”
Rasulullah saw, bersabda : “Ketiga-tiga orang inilah yang pertama dibakar dalam api neraka.”

Nabi Idris AS Menikam Mata Iblis

Unknown | 04.57 | 0 comments
Dalam sebuah kitab diterangkan : Bahwa pada suatu hari ketika Nabi Idris AS, duduk menjahit bajunya.
Tiba-tiba berdiri di hadapan pintu rumahnya seorang lelaki yang tidak dikenali dan ditangannya terdapat sebiji telur.
Lelaki itu berkata : “Wahai Nabi Idris! Dapatkah Tuhanmu memasukkan dunia ini ke dalam telur yang sedang aku pegang ?
Apabila Nabi Idris mendengar ucapan lelaki itu, tahulah ia bahwa yang sedang berbicara dengannya itu adalah iblis.
Nabi Idris : “Datanglah kepadaku dan tanyalah apa yang ingin kau ketahui.
Setelah iblis mendekat, maka Nabi Idris berkata : “Tuhanku dapat memasukkan dunia ini ke dalam apa saja. Jangankan ke dalam telur yang kau pegang itu, bahkan DIA dapat memasukkan dunia ini ke dalam lubang jarum yang aku pegang.”
Setelah menjawab pertanyaan iblis, secepat kilat Nabi Idris menusuk matanya dengan jarum.
Iblis menjerit kesakitan, ia tidak menduga apabila Nabi Idris dapat mengalahkan kelicikannya. Ia pun segera lari meninggalkan Nabi Idris yang telah membutakan sebelah matanya.
Sejak itu iblis buta sebelah matanya, sampai tiba saat kebangkitan junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.

Tempat Tinggal Ruh

Unknown | 04.55 | 0 comments
Abu Bakar ra, telah ditanya tentang ke mana ruh pergi setelah keluar dari jasad ?
Ia menjawab, bahwa ruh pergi ke tujuh tempat :
1. Ruh para Nabi dan Utusan menuju surga Adn.
2 Ruh para ulama menuju ke surga Firdaus.
3. Ruh para mereka yang berbahagia menuju ke surga illiyyina.
4. Ruh para syuhada berterbangan seperti burung di surga sekehendak mereka.
5. Ruh orang mukmin yang berdosa digantung di udara, tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Ruh anak-anak orang beriman akan berada di gunung dari minyak kisik.
7. Ruh orang-orang kafir berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat.
Rasulullah SAW bersabda : “Tiga kelompok manusia yang akan berjabat tangan dengan para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya ialah” :
1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan shalat malam dalam bulan Ramadhan.
3. Orang yang puasa di hari Arafah.

Si Kecil Yang Takut Neraka

Unknown | 04.54 | 1comments
Dalam sebuah riwayat, dahulu ada seorang lelaki tua berjalan-jalan di tepi sungai. Di sana ia melihat seorang anak kecil sedang mengambil air wudhu sambil menangis.
Orang tua itu segera menghampiri dan bertanya : “Wahai anak kecil kenapa engkau menangis ?”
Anak kecil : “Wahai bapak, ketika saya membaca Al-Qur’an sampai kepada ayat yang berbunyi : Yaa ayyuhalladziina aamanuu quu anfusakum (Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu).
Maka saya menangis karena takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.”
Orang tua : “Wahai anak, jangan takut, sesungguhnya engkau terpelihara dan tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.”
Anak kecil : “Wahai bapak, bapak adalah orang yang berakal. Tidaklah melihat orang menyalakan api, maka yang pertama kali dimasukkan adalah ranting-ranting kayu yang kecil setelah itu yang besar.
Jadi saya yang kecil ini akan dibakar terlebih dahulu sebelum orang dewasa.”
Orang tua itu meneteskan air mata dan berkata : “Ternyata anak kecil ini lebih takut neraka daripada orang dewasa, maka bagaimana keadaanku nanti ?

Istri Yang Taat Kepada Suami

Unknown | 04.51 | 0 comments
Pada jaman Rasulullah SAW, ada sepasang suami istri. Ketika sang suami hendak berangkat untuk berperang, ia berpesan kepada istrinya :
“Wahai istriku, janganlah sekali-kali engkau meninggalkan rumah ini, sampai aku kembali pulang.”
Secara kebetulan, ayahnya sang istri menderita sakit. Maka wanita itu meminta tolong kepada seorang laki-laki untuk menemui Rasulullah SAW.
Rasulullah bersabda kepada laki-laki itu : “Agar dia mentaati suaminya”
Wanita itu mengutus seseorang tidak hanya sekali, namun tetap memperoleh jawaban yang sama.
Akhirnya ia harus mentaati suaminya dan tidak berani keluar rumah.
Ketika ayahnya meninggal dunia, wanita itu tetap tidak meninggalkan rumah. Sehingga ia tidak dapat melihat mayat ayahnya, namun wanita itu tetap bersabar dan menunggu suaminya pulang.
Atas kejadian itu maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW, :
“Sesungguhnya Allah SWT, telah mengampuni dosa wanita itu disebabkan ketaatannya kepada suami.”

(muhsyafiqhan.wordpress.com)

Pemerintah Yang Bertanggung Jawab

Unknown | 04.50 | 0 comments
Umar Ibnu Khattab ra, dialah khalifah yang menjunjung tinggi keadilan serta mendalamnya rasa peri kemanusiaan.
Dialah penguasa yang pernah memerintah sebagian dari bumi Allah SWT, yang terbentang dari Mesir hingga ke perbatasan India.
Pada suatu hari khalifah bertemu dengan orang tua yang telah bongkok, jalannya bertongkat dan sangat susah untuk mengatur langkah.
Orang tua tersebut menadahkan tanggannya sambil meminta sedekah. Khalifah bertanya : “Mengapa sampai begini keadaanmu wahai orang tua ?”
Orang tua : “Saya mengumpulkan uang untuk membayar jizyah, tuan.”
Dari jawaban itu Umar mengetahui, bahwa ia bukanlah orang yang beragama Islam tetapi ahli kitab.
Khalifah : “Tidak, mulai hari ini kau harus berhenti dari meminta-minta.”
Baginda berkata kepada pengiringnya : “Masa mudanya telah digunakan untuk memikul tanggung jawab. Setelah tua kita biarkan saja, ini tidak adil.
Mulai hari ini hapuslah dari daftar nama orang yang membayar jizyah dan masukkan ke dalam daftar orang tua yang berhak menerima bantuan dari Baitul Mal setiap bulan.”

(muhsyafiqhan.wordpress.com)

1 KALI MENINGGALKAN SHOLAT = 28.800.000 HARI DI NERAKA

Unknown | 07.09 | 1comments
Dalam suatu hadits dikatakan: Rasulullah saw. bersabda” Barang siapa meninggalkan sholat hingga lewat waktunya, lalu ia mengqadhanya, maka ia akan disiksa di neraka selama satu huqub. Satu huqup sama dengan delapan puluh tahun dan satu tahun terdiri dari 360 hari, dan ukuran sehari (di akhirat) adalah seribu tahun (di dunia) (dari hitungan ini satu huqup sama dengan 28.800.000 tahun.” (Majaalisil-abraar)

Dari segi bahasa, huqub artinya waktu yang sangat panjang. Tetapi menurut kebanyakan hadits, huqub artinya masa di atas delapan puluh tahun. Demikian perhitungan yang di tulis dalam Durrul-Mantsur berdasarkan beberapa riwayat. Ali r.a. pernah bertanya kepada Hilal Hijri rah.a., “Berapa lamakah satu huqub itu?”Hilal Hijri rah.. menjawab, “satu huqub adalah delapan puluh tahun, dan setahun itu dua belas bulan, dan setiap bulannya terdiri dari tiga puluh hari, dan setiap harinya sama dengan seribu tahun.”

Abdullah bin Mas’ud r.a meriwayatkan dengan shahih bahwa satu huqub adalah delapan puluh tahun. Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw bersabda, “satu huqup adalah delapan puluh tahun, dan satu tahun terdiri dari 360 hari, dan satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun perhitungan di dunia ini.” Juga diriwayatkan oleh Abdullah bin Uma r.huma, ia berkata, “Hendaknya seseorang tidak merasa tenang bahwa sengan adanya iman, suatu saat psti keluar dari neraka. Memang, setelh di bakar 28.800.000 tahun ia akan keluar, dengan catatan, tidak ada hal lain yang membuatnya tinggal lebih lama di neraka. Masih banyak lagi tentang riwayat satu huqub tesebut. Mungkin bergantung pada keadaan orangnya, bisa berkurang atau bertambah.”

Dalam Qurratul-’Uyuun, Abu Laits Samarqandi rah.a menyebutkan sebuh hadits Nabi saw. bahwa barang siapa sengaja meninggalkan sholat fardhu, walaupun hanya satu sholat, maka akan tertulis namanya di pintu neraka yang harus ia masuki. Dari Ibnu Abbas r.huma, Rasulullah pernah berdo’a, “Ya Allah, jangan jadikan salah seorang di antara kami termasuk dalam golongan orang-orang yang sengsara dan celaka.” Lalu beliau bertanya, “Tahukah kamu, siapakah orang yang sengsara dan celaka itu?” Jawab para sahabat r.hum, “Engkau lebih tahu Yaa Rasulullah.” sabda beliau,” orang yang sengsara ialah orang yang meninggalkan sholatnya. Di dalam Islam, mereka tidak akan mendapatkan apa pun.”

Disebutkan dalam hadits yang lain, “Barang siapa meninggalkan sholat tanpa alasan syar’i, maka pada Hari kiamat Allah tidak akan mempedulikannya, bahkan Allah akan menyiksanya dengan adzab yang sangat pedih.”

Hadits lainnya juga menyebutkan.” Ada sepuluh orang yang akan di siksa sangat keras, di antaranya adalah orang yang meninggalkn sholat. Tangan mereka akan di belenggu, mulut mereka dikunci, dan para malaikat terus-menerus memukuli mereka dari depan dan dari belakang. Surga berkata kepada mereka, ‘ Kamu tidak memiliki hubungan apapun denganku. Aku bukan untuk orang sepertimu dan kamu bukan untukku.’ Jahannam berkata, ‘ Mari, kemari, mendekatlah kepadaku, kamu untukku, dan aku untukmu.’ Dalam hadits lain diriwayatkanbahwa di nerak terdapat suatu lembah yang bernama Lam-lam. Didalamnya ada seekor ular yang sangat besar, sebesar leher unta, dan panjangnya seperti sebulan perjalanan. Ular itu diciptakan untuk menyiksa orang-orang yang meninggalkan sholat. Hadits lain menyebutkan bahwa di neraka ada sebuah lembah bernama ,Jubbul-Hazan di dalamnya ada rumah-rumah kalajengking. Seekor kalajengking lebih besar daripada keledai. Dan kalajengking itu di ciptakan untuk menyiksa orang-orang yang meninggalkan sholat. Memang, Allah swt. dengan mudah akan mengampuni dosa hamba-nya, tetapi siapakah yang dapat menjamin bahwa Allah swt. akan mengampuni kita??

Di dalam Az-Zawajir, Inbu Hajar rah.a menulis, ” Seorang wanita meninggal dunia, lalu saudara lak-lakinya ikut dalam pengebimiannya. Ketika penguburan, dompetnya terjatuh dan masuk ke dalam liang kubur. Saat itu ia tidak memperhatikannya, tetapij kemudian ia teringat. Diam-diam, ia pergi ke kubur saudara perempuannya itu untuk mengambil dompetnya. Baru saja kubur itu di buka, terlihat kobaran api memenuhi kubur itu. Lalun ia mengadukan kepada ibunya sambil menangis dan meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut, “Mengapa hal itu terjadi?” Jawab ibunya, “Saudara perempuanmu selalu malas mengerjakan sholat dan selalu mengqadha sholatnya.

” Semoga Allah swt. menjaga kita dari perbuatan tersebut. Amiiiin.

***

(Cantumkan jika ada doa khusus untuk ibu dan juga doa yang lainnya, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin


Ternyata GMT Bukan Di Greenwich, Tapi Di Ka’bah

Unknown | 06.22 | 0 comments
Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan travel ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata: “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?”

Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi di balik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’bah, maka seakan-akan diri kita di charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’bah) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, "Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam." (Jami Al-Tirmidzi Al-Hajj 877)

Subhanallah...

Semoga Kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah dan semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati Kita yang telah lama terkunci. Aamiin.

(Cantumkan jika ada doa khusus untuk ibu dan juga doa yang lainnya,agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin.


... PINANGAN SAHABAT NABI DITOLAK GADIS ...

Unknown | 06.20 | 0 comments
Secercah kisah keteladanan dari sosok Abu Darda’ dan Salman Al Farisi, yang membuat kita terpesona karenanya. Di antaranya seperti disebutkan oleh syekh Hasan Zakaria Falaifil, berikut petikannya,

Salman Al Farisi pernah mengutus Abu Darda’ untuk meminang seorang gadis muslimah untuknya.

Sesampainya di tempat yang dituju, Abu Darda’ menyebutkan beberapa keutamaan Salman kepada orang tua si gadis; prestasinya yang gemilang di dalam Islam, ia lebih dulu memeluk Islam daripada dirinya, idenya yang brillian untuk membuat parit di perang Khandaq dan lain sebagainya. Lalu Ia mengutarakan maksud kedatangannya, yaitu; mempersunting sang puteri untuk Salman.

Mereka berkata, “Kami tidak akan menikahkan Salman dengan puteri kami. Sebab kami akan menikahkannya denganmu.” Saat itu pula keduanya dinikahkan.

Setelah bertemu Salman beberapa hari berikutnya Abu Darda’ berkata, “Aku riskan dan malu untuk menyampaikan berita ini kepadamu.”
“Berita apa itu?,” kata Salman.
Lalu Abu Darda’ menceritakan peristiwa yang dia alami.

Apakah Salman Al Farisi marah dan kecewa dengan Abu Darda’ dan memvonis bahwa ia telah mengkhianati dirinya? Atau ia memutus persaudaraan Islam yang telah diikat oleh Nabi saw terhadap keduanya?. Tidak, itulah jawabannya.

Salman berkata, “Semestinya aku yang harus merasa malu kepadamu. Karena aku menginginkan seorang gadis menjadi pendamping hidupku sementara Allah Swt telah menetapkannya untukmu.”

Allahu Akbar! Teramat bening dan putih hatimu wahai Salman, sahabat Nabi pilihan. Walaupun engkau adalah ajnabi, non Arab. Tapi engkau menjadi cermin bagi semua.

Itulah kisah ‘salamatus shadr’ lapang dada, yang semestinya dimiliki oleh setiap muslim.
Lapang dada merupakan tingkat terendah dari ukhuwah imaniyah. Artinya, persaudaraan iman hanya menjadi fatamorgana belaka jika tiada lapang dada dalam hidup kita.

Dunia yang luas terasa sempit, pengap, menyesakkan hati jika dada kita sempit. Jadi kitalah yang dapat menciptakan ketenangan, kedamaian, keluasan, kelapangan hati dan ketenteraman jiwa. Lapang dada, itulah kuncinya.


(``°•♥•°``) Dalam Diam Aku Mencintaimu Karena-Nya (``°•♥•°``)

Unknown | 09.36 | 0 comments
Diam, itulah caraku mencintaimu karenaNya..
Mengharap kesucian agar hatiku dan hatimu tak terbersit oleh nafsu..


◆◆ Diam, itulah caraku mencintaimu karenaNya..
Mengharap ketaqwaan agar fitrah itu tidak membuat Rabb-ku cemburu padaku..


◆◆ Diam, adalah caraku mencintaimu karenaNya..
Mengharap syafa'at agar selamat di dunia dan di akhirat..


◆◆ Diam, adalah caraku mencintaimu karenaNya..
Mengharap keridhaanNya agar Allah tidak membenci perilaku kita..


◆◆ Diam, adalah caraku mencintaimu karenaNya..
Mengharap keikhlasan agar Allah berikan balasan yg indah bagi para pemelihara kesucian.


★ Aku tidak marah, aku tidak cemburu karena
Kau bukan hakku, kadang memang kelemahanku sebagai manusia biasa..


★ Ada sedikit cinta dihatiku untukmu yg ingin agar kau tahu..
Jadi biarkan cinta ini kupendam dalam hatiku..


● Bila ada siraman RidhaNya kita bersama
Dan bila tidak, aku yakin ada bibit yg lebih baik dariNya..


◇◇ Jadi walaupun aku cinta, aku putuskan untuk diam,
Biarkan Allah Yang Maha Kuasa yg mengaturNya..


☆ Ya Allah, hati ini hanya cukup untuk satu CINTA
Jika kami tak dapat mengisinya dengan CINTA kepadaMu.
Kemanakah wajah kami hendak kami sembunyikan dariMu..


◆◆ Dan suatu saat jika Engkau kehendaki semuanya
Akan kembali kepadaMu.. Ku pasrahkan segala kehidupan hamba..


Aamiin Ya Rabbal'aalamiin


https://www.facebook.com/DzikirCinta?fref=ts

Mau di JAMIN masuk SURGA oleh RASULULLAH ?

Unknown | 09.33 | 0 comments
Mari kita renungkan sejenak nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini:

“Jaminlah untukku enam hal darimu, maka aku jamin surga untukmu.”

1. Benar dalam bicara.
2. Menepati janji kepada Allah, seperti shalat, zakat, puasa dan lain-lain, serta janji pada manusia, seperti nazar, sumpah, dan sebagainya.
3. Tunaikan amanah.
4. Tutup aurat dan jaga kemaluanmu.
5. Tahan matamu dari yang haram (pornografi).
6. Jaga tangan, seperti memukul bukan hak, menerima atau memberi yang haram, menyentuh yang bukan mahramnya.
(HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Baihaqi)

“Allahumma ya Allah tanamkan di hati kami kekuatan dan keindahan iman, hiasilah hidup kami dengan kenikmatan ibadah dan kemuliaan akhlak, serta selamatkan kami dari semua fitnah dan keinginan maksiat.”

Aamiin Yaa Mujibas Saailin

... NA'UDZUBILLAH ..! JANGAN SAMPAI KITA SEPERTI INI ..!! ...

Unknown | 12.54 | 0 comments
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Inilah sosok seaorang lelaki yang tidak punya pendirian, sehingga dapat diombang ambingkan sikap istrinya. Permasalahannya sepele , gara - gara sampah sehingga ia dan istrinya bertengkar dengan ibunya. Akhirnya ia menjadi anak durhaka.

sebelum menikah, ia - lelaki ini- bekerja berwira swasta. ia tergolong pemuda yang sukses dibandingkan teman-temannya. sebenarnya ia tidak begitu kikir terhadap keluarganya. Namun setelah menikah perubahannya begitu drastis.

Ia jarang menjenguk orang tuanya meskipun jarak antara rumah orang tua -dengan rumah kontrakannya tidak terlalu jauh . sang ibu merasa kangen dan sering kali menangis karena merasa kehilangan anaknya.

Setelah setahun menjalani rumah tangga, ia menyatakan keinginannya untuk membuat rumah di desa dekat orang tuanya sendiri. Kebetulan ada sepetak tanah kosong di sampinng rumah orang tuanya. Dengan senang hati ibunya mempersilahkan itu ditempati bangunan rumah sang anak.

Mulanya sang ibu merasa senang karena bisa berdekatan dengan anaknya. Namun semakin lama semakin makan hati. Seringkali timbul permasalahan kecil yang akhirnya menjadi besar. Permasalahan itu dipicu oleh sang menantu. Ternyata wanita yang dinikahi lelaki tersebut tidak seperti yang dibayangkan keluarganya. Tampaklah sikapnya yang kikir dan jahat.

Suatu ketika, terjadilah perang mulut antara menantu dan ibu mertua. Anehnya sang anak lelakinya tidak mendamaikan namun justru membela istrinya. sang ibu menangis sambil mengelus dada.

Anak lelakinya bersama istri mendamprat sang ibu dengan sangat keterlaluan.sampai pada puncaknya. sang Ibu tidak bisa menahan kemarahannya. Ia terlanjur mengutuk,'' jadi hanya itu balasanmu ? Kau kubesarkan dengan jerih payah. Hingga akhirnya kau menikah. Tetapi ternyata kau dan istrimu bersikap kurang ajar, menyakiti Ibu. Itukah balasanmu?!

Apakah Ibu minta balas budi ? Aku lahir bukan kehendakku sendiri. Ibu membesarkan aku juga bukan karena permintaanku, melainkan kewajibanmu. Tak pantaslah engkau Ibu mengungkit - ungkit sepeti itu ! bantah sang anak.

Ibunya semakin tersinggung ,''Jadi hanya itu balasanmu kepada Ibu. Mentang - mentang sekarang engkau hidup berkecukupan. tetapi ingatlah,Nak ! ALLAH tidak meridhai hidupmu. jika kalian bersikap begitu kepada ibu. semoga ALLAH mencabut rejekimu.....! kata sang ibu.

Kata - kata itu sebenarnya merupakan sebuah Doa yang dibalut oleh Air mata .. Kata - kata ibu mengandung Kekeramatan yang luar biasa .. Apalagi, Doa seorang yang di dzalimi itu didengar oleh ALLAH TA'ALA.

.... NA'UDZUBILLAH ...

Semenjak saat itu sang Anak - termasuk istri dan anak anaknya - memutus hubungan dengan sang Ibu. meskipun Hidup ditempat yang berdampingan, namun mereka tak mau bertegur sapa.

Perlahan - lahan hidupnya mulai susah. Hingga akhirnya sang anak menjadi tukang mencari katak. hasilnya tidak bisa dibuat menutupi kebutuhan sehari - hari.

Sampai akhirnya sang ibu meninggal Dunia. sang anak tidak mau menjenguknya padahal paman dan bibinya menyarankan agar dirinya memohon maaf kepada Ibu Namun mereka menolak.

Setelah ibu meninggal Dunia ,keadaannya semakin sulit. Makan saja diberi tetangga. Penderitaan bertubi - tubi silih berganti ..

SUBHANALLAH - ASTAGHFIRULLAH ..

Wallahu a'lam bishshawab, ..
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah 


sumber  : https://www.facebook.com/DzikirCinta?fref=ts

Azab Bagi Kaum Wanita Di Neraka

Unknown | 12.40 | 0 comments
Saudaraku kaum muslimin dan muslimat,ini renungan khususnya untuk para wanita.

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala dia datang bersama Fatimah.

Lalu keduanya bertanya.“Mengapa Engkau menangis ya.Rasulullah…?”beliau menjawab, "Pada malam aku di isra'-kan,aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan.

Itulah sebabnya mengapa aku menangis.Karena,menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya."

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya."Aku lihat ada perempuan di gantung rambutnya,otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya,tangannya diikat ke belakang dan timah cair di tuangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya,diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri,di bawahnya dinyalakan api neraka.

Dan aku lihat perempuan yang bermuka hitam,memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta,dimasukkan ke dalam peti yang terbuat dari api neraka,otaknya keluar dari lubang hidung,badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,ribuan kesengsaraan di hadapinya.

Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing,sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi saw. Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan,"Mengapa mereka disiksa seperti itu?"

Rasulullah menjawab: "Wahai putriku,Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan mahramnya.

Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya adalah perempuan yang tidak taat kepada suaminya,keluar rumah tanpa izin suaminya dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk pria yang bukan mahramnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong sendiri dengan gunting api neraka karena memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya di lihat laki-laki yang bukan mahramnya.

Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena dia meninggalkan shalat dan tidak mau mandi junub.

Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pembohong.

Perempuan yang menyerupai anjing adalah
perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.

"Mendengar itu,Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

Ya ALLAH..
Jauhkanlah kami dari Azab Neraka-Mu.

.... 3 PASANG MATA YANG TIDAK AKAN MENANGIS DI HARI KIAMAT ....

Unknown | 12.39 | 0 comments
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Semua kaum Muslim berkeyakinan bahwa dunia dan kehidupan ini akan berakhir. Akan datang suatu saat ketika manusia berkumpul di pengadilan Allah Swt. Al-Qur’an menceritakan berkali-kali tentang peristiwa Hari Kiamat ini, seperti yang disebutkan dalam surah Al- Ghasyiyah ayat 1-16.

Dalam surah itu, digambarkan bahwa tidak semua wajah ketakutan. Ada wajah-wajah yang pada hari itu cerah ceria. Mereka merasa bahagia dikarenakan perilakunya di dunia. Dia ditempatkan pada surga yang tinggi. Itulah kelompok orang yang di Hari Kiamat memperoleh kebahagiaan.

Tentang wajah-wajah yang tampak ceria dan gembira di Hari Kiamat, Rasulullah pernah bersabda, ..

"Semua mata akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga hal. Pertama, mata yang menangis karena takut kepada Allah Swt. Kedua, mata yang dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan Allah. Ketiga, mata yang tidak tidur karena mempertahankan agama Allah."

Mari kita melihat diri kita, apakah mata kita termasuk mata yang menangis di Hari Kiamat?

Dahulu, dalam suatu riwayat, ada seorang yang kerjanya hanya mengejar-ngejar hawa nafsu, bergumul dan berkelana di tempat-tempat maksiat, dan pulang larut malam.Dari tempat itu, dia pulang dalam keadaan sempoyongan. Di tengah jalan, di sebuah rumah, lelaki itu mendengar sayup-sayup seseorang membaca Al-Quran.

Ayat yang dibaca itu berbunyi: "Belum datangkah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kenudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang yang fasik (Qs 57: 16).

Sepulangnya dia di rumah, sebelum tidur, lelaki itu mengulangi lagi bacaan itu di dalam hatinya. Kemudian tanpa terasa air mata mengalir di pipinya. Si pemuda merasakan ketakutan yang luar biasa. Bergetar hatinya di hadapan Allah karena perbuatan maksiat yang pemah dia lakukan.

Kemudian ia mengubah cara hidupnya. Ia mengisi hidupnya dengan mencari ilmu, beramal mulia dan beribadah kepada Allah Swt. sehingga di abad kesebelas Hijri dia menjadi seorang ulama besar, seorang bintang di dunia tasawuf.

Orang ini bernama Fudhail bin Iyadh. Dia kembali ke jalan yang benar karena mengalirkan air mata penyesalan atas kesalahannya di masa lalu lantaran takut kepada Allah Swt.

Berbahagialah orang-orang yang pernah bersalah dalam hidupnya kemudian menyesali kesalahannya dengan cara membasahi matanya dengan air mata penyesalan. Mata seperti itu insya Allah termasuk mata yang tidak menangis di Hari Kiamat.

Kedua, mata yang dipalingkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah. Seperti telah kita ketahui bahwa Rasulullah pernah bercerita tentang orang-orang yang akan dilindungi di Hari Kiamat ketika orang-orang lain tidak mendapatkan perlindungan.

Dari ketujuh orang itu salah satu di antaranya adalah seseorang yang diajak melakukan maksiat oleh perempuan, tetapi dia menolak ajakan itu dengan mengatakan, "Aku takut kepada Allah".

Nabi Yusuf as. mewakili kisah ini. Ketika dia menolak ajakan kemaksiatan majikannya. Mata beliau termasuk mata yang tidak akan menangis di Hari Kiamat, lantaran matanya dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah Swt.

Kemudian mata yang ketiga adalah mata yang tidak tidur karena membela agama Allah. Seperti mata pejuang Islam yang selalu mempertahahkan keutuhan agamanya, dan menegakkan tonggak Islam.

Itulah tiga pasang mata yang tidak akan menangis di Hari Kiamat, yang dilukiskan oleh Al-Quran sebagai wajah-wajah yang berbahagia di Hari Kiamat nanti. Wallahualam bissawab[]

(Jalaluddin Rakhmat, Renungan-Renungan Sufistik: Membuka Tirai Kegaiban, Bandung, Mizan, 1995, h. 165-167)

Wallahu a'lam bishshawab, ..
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah ...

Menjadi Bidadari yang Didambakan

Unknown | 10.38 | 0 comments
Menjadi bidadari bagi suami di dunia dan akhirat, adalah cita-cita tertinggi seorang muslimah sebagai istri.
Mengapa tidak cukup menjadi bidadari di dunia saja? Toh, Allah sudah menjanjikan bidadari-bidadari di syurga bagi para suami (muslimin) yang shaleh. Justru itulah sebabnya. Tidak cemburukah para istri jika perannya digantikan oleh wanita-wanita lain yang kebetulan seorang bidadari? Oleh karenanya, adalah sebuah dambaan bagi seorang istri untuk menjadi ratu bidadari bagi suaminya kelak di syurga. Karena istri atau wanita pendamping suami ketika hidup di dunia lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan bidadari-bidadari syurga, karena ibadahnya kepada Allah.
Wanita dunia menjalankan sholat, shaum, dan semua amaliah ibadah lainnya, sedang bidadari syurga tidak. Al-Qur’an maupun Hadits Rasulullah SAW banyak menyebutkan tentang sosok bidadari syurga. Teramat banyak ilustrasi indah yang dinyatakan untuk menggambarkan bidadari syurga. Istri-istri yang disediakan oleh Allah tersebut, yang dinyatakan berjumlah ‘72’, adalah wanita abadi dan suci, cantik jelita nan lembut gemulai… tiap kali berkumpul bersama mereka tidak ada kata bosan dan jenuh. Jika bidadari menampakkan wajahnya, terpancarlah keindahan antara langit dan bumi. Bidadari yang sempurna, indah perangai, indah segala. Mereka tidak pernah disentuh oleh penghuni-penghuni syurga selain suaminya. Ketika sang mukmin masuk syurga bidadari akan menyambutnya dengan pelukan hangat dan erat dengan jari dan telapak tangan yang lembut dan indah. Mereka selalu bernyanyi riang gembira, tiada sedih tiada duka, mereka menyanyikan kidung-kidung, tasbih, tahmid, serta pujian kepada Allah. Jika bidadari syurga ke bumi niscaya wanginya akan memenuhi seluruh bumi… Subhanallaah..
Adalah tugas besar dan berat bagi seorang istri untuk menjadi bidadari di antara bidadari lain bagi suaminya. Karena hanya seorang istri yang shalihahlah yang kelak
dapat menjadi ratunya bidadari syurga. Dengan kata lain, seorang istri haruslah masuk syurga, sehingga bisa mendampingi suaminya. Disebutkan: Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah bersabda: “Jika perempuan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya
dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk syurga.”
(HR. Al-Bazaar). Tapi bukan sebatas itu, banyak hal lain yang harus diperhatikan dan diutamakan untuk dilaksanakan bagi seorang istri agar dapat mendampingi suami di syurga, yakni:

  1. Senantiasa taat pada Rabb-nya. Segala ketentuan dan ketetapan Rabb-nya diterima dengan tulus
    ikhlas, tiada rasa berat di hati. Oleh karenanya, seorang wanita jika ingin menjadi bidadari dunia akhirat hendaknya bisa memingit dirinya dari segala macam perbuatan maksiat
    dan durhaka.
  2. Membantu suami taat pada Rabb-nya. “Harta yang utama adalah lisan yang senantiasa berdzikir, hati yang senantiasa bersyukur dan istri beriman yang membantu suami
    dalam menegakkan bangunan imannya”
    . (Hr. Ibnu Majah dan Tirmidzi, hasan).

  1. Yang termasuk ciri istri yang shalehah yang akan menjadi ratunya bidadari di syurga nanti adalah yang taat kepada suaminya bahkan dikatakan tidak dianggap taat kepada Allah jika tidak mau taat kepada suaminya dalam hal yang ma’ruf.

  1. Bersikap sebagaimana istri yang shalihah terhadap suami, yang diwujudkan dengan sikap a.l:
    menghargai suami, selalu bersikap lembut dan sopan di hadapan suami, menampakkan pandangan yang teduh dan tenang, senantiasa bertutur lembut dan manis, selalu
    berkata yang baik, merdu dan riang kepada suami, menghiburnya setiap saat, selalu berhias dan menjaga kecantikan dirinya untuk suami, dlsb.

5.                  Telah banyak keterangan sebagai panduan bagi seorang istri dalam bersikap kepada suami. “Sebaik-baik wanita adalah yang jika engkau melihatnya, akan membahagiakan dirimu, jika engkau memerintahnya akan mentaatimu, dan jika engkau tidak berada di sampingnya ia akan menjaga hartamu dan dirinya sendiri.” (HR. Ibnu Jarir dan Nasa’I dari Abu Hurairah ra. Hadits Hasan). Ali bin Abi Thalib berkata tentang istrinya (Fathimah ra.): “Ketika aku memandangnya, hilanglah kesusahan dan kesedihanku.” “Hak suami terhadap istrinya adalah sekalipun seandainya terdapat luka pada kulitnya kemudian istri menjilatinya selama itu dapat memenuhi hak-hak suaminya makalakukan.” (HR. Hakim dari Abu Sa’id Al-Khudri ra., hadits Shahih). “Janganlah seorang perempuan menyakiti suaminya di dunia, kalau tidak, maka bidadari-bidadari istrinya di syurga akan berkata kepadanya: “Janganlah kamu menyakitinya, sesungguhnya ia adalah tamu bagimu yang
sebentar lagi akan meniggalkanmu untuk berkumpul bersama kami.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi dari Mu’adz bin Jabal ra. Hadits shahih). Khadijah adalah teladan istri yang baik yang
mampu menentramkan hati suami yang sedang gelisah,
tatkala Rasulullah saw menerima wahyu pertama. Dengan
tutur kata yang begitu lembut dan menyentuh hati,
memberikan kesejukan pada hati sang suami.

Seorang isteri hendaklah selalu menyambut dengan
sikap penuh kehangatan ketika suami memasuki rumahnya
karena inilah sambutan bidadari syurga. Dia melayani dan
membahagiakan suaminya selama di sisinya. Ia sadar telah
ditakdirkan Allah sebagai pendamping sekaligus pelayan
bagi suaminya.


Dari semua keterangan di atas menunjukkan betapa besarnya
hak suami terhadap istri. Istri yang shaleh tentu harus
paham akan hal ini. Oleh karena itu, para istri hendaknya
senantiasa berhati-hati dalam bersikap kepada suami,
karena jika salah melangkah bisa membawa ke neraka dan
sebaliknya jika benar bisa menghantarkan ke syurga dengan
rahmat Allah.

Imam Ahmad dalam musnadnya meriwayatkan hadits dari
Hushain bin Mihshan ra., dia bercerita, bibiku bercerita:
Aku pernah datang memenuhi Rasulullah saw untuk suatu
keperluan. Lalu beliau berkata, “Apakah kamu sudah
menikah?” Bibiku menjawab, “Ya. Bagaimana sikap dan
tindakanmu selama ini terhadapnya? Tanya Rasulullah lebih
lanjut. Ia pun menjawab, “Aku senantiasa melayani kecuali
bila aku tidak sanggup melakukannya. Beliau bersabda,
“Coba renungkan kembali, bagaimana sikapmu terhadapnya.
Sesungguhnya dia dapat menjadi sebab surgamu atau
nerakamu”.


Sesungguhnya kebahagiaan yang selalu didambakan oleh
setiap insan adalah kebahagiaan di dunia maupun di
akhirat. Kebahagiaan keduanya tak mungkin dapat diraih
oleh seseorang melainkan dengan kefaqihan dalam agama yang
lurus. Apabila sebuah keluarga difaqihkan tentang agama
oleh Allah, maka itulah karunia yang besar yang akan
menghantarkan dirinya ke syurga kelak. Oleh karena itu,
istri yang baik akan senantiasa memperdalam pengetahuannya
tentang dien Islam. Lalu menghidupkan nilai-nilai islami
ini dalam kehidupan rumah tangganya bersama sang suami.
Karena tujuan wanita menjalin kehidupan rumah tangga
adalah dalam rangka memelihara diri dan menyempurnakan
setengah dien yang lain serta dalam rangka regenerasi
mujahid yang ‘aliman shalihan. Insya Allah… **_am

“Ya Allah, berkahilah aku terhadap keluargaku, dan
berkahilah mereka terhadapku. Ya Allah, satukanlah kami
dengan kebajikan, dan pisahkanlah kami dengan kebajikan
jika Engkau memisahkan kami.”

(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INSAN KAMIL - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger