Home » » Ketika Bidadari Turun ke Bumi

Ketika Bidadari Turun ke Bumi

Saydina Selian | 11.01 | 0 comments

Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
mengisahkan tentang bidadari-bidadari surga. Bidadari-bidadari itu
adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan
dilihat, dan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita,
kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan
cinta dan umurnya sebaya. Siapakah yang orang yang beruntung
mendapatkannya? Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena
berjihad di jalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas membela agama
Allah.

Sebagian kita mungkin berfikir, kapan kita berjumpa dengan
bidadari-bidadari itu, apakah ia akan kita miliki, adakah ia sedikit
diantara mereka mendiami bumi sekarang ini?

Bidadari-bidadari itu telah turun ke bumi. Semenjak Islam mulai bangkit
lagi di bumi ini. Bidadari-bidadari itu menghias diri setiap hari. Dia
berwujud manusia yang berhati lembut, menyenangkan dipandang mata,
menyejukkan dilihat, menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita
sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Seperti apakah bidadari bumi
itu? Bisakah kita mengikuti langkahnya, apakah dia anak, adik, keponakan
perempuan atau apakah ia istri dan ibu kita, atau ia hanya berupa angan
yang sebenarnya bisa kita realisasikan, tapi syetan kuat menahan?

Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Setiap perempuan
bisa menjadi bidadari bumi, seperti apakah ciri-cirinya?

1. Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa
    menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syariat Allah.
2. Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam
    mengatur seluruh aspek kehidupannya.
3. Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi perketi yang mulia.
    Tidak hobi berdusta, bergunjing dan ria.
4. Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa
    mendoakan orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi
    keduanya.
5. Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya, mendidik
    anak-anaknya dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangakan,
    bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada didekatnya.
    Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi. Ia melayani suaminya dengan
    baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi
    suaminya untuk berjuang membela agama Allah.
6. Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu, bersikap sederhana.
    Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti
    belajar untuk bekal hidupnya.
7. Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdianya kepada masyarakat dan
    agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan
    dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan
    dengan hartanya. "Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik
    perhiasan adalah wanita sholehah". (HR Muslim)

Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholehah yang keberadaan dirinya
lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini. Ya Allah jadikanlah
aku, ibuku, kakak dan adiku serta perempuan-perempuan di sekelilingku
menjadi bidadari bumi. Agar kelak di syurga kami tidak canggung lagi.
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INSAN KAMIL - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger