Home » » Mencetak Keluarga Yang Inovatif

Mencetak Keluarga Yang Inovatif

Saydina Selian | 16.32 | 0 comments
Mencetak Keluarga Yang Inovatif

Tak cukup menjadi keluarga biasa. Kita harus menjadi keluarga luar biasa yang siap menjawab tantangan zaman.

Fenomena kecelakaan pesawat terbang milik tentara RI beberapa waktu lalu menjadi sebuah ironi sekaligus kekonyolan yang mengelitik. Bagaimana mungkin, sebuah neraga dapat mempertahankan kedaulatannya, jika alat- alat utama sistem pertahanannya sudah habis lansia dan tak aman digunakan ?
Namun demikian, mari sejenak kita memikirkan perintah Allah SWT dalam
Surat Al- Anfal ayat 60 :

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).




Dalam ayat di atas, sebagai Muslim kita diperintahkan untuk selalu siaga penuh menghalau musuh yang datang mengganggu kedaulatan dalam segala bidang.

Umat Mandiri
Sayangnya, umat kini masih banyak yang tak bergerak mempersiapkan ” kuda-kuda perang ” mereka. Banyak alasan yang dikemukan untuk bela diri. Mulai ketidaksiapan sumber daya, hingga tidak bersatunya secara mendunia umat ini.
Kita tentu tidak dapat berlindung pada kekuatan yang berasal dari musuh Islam untuk melindungi hak-hak seorang Muslim.
Hal menarik telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.ketika beliau dan umat Islam menjalani masa pemboikotan. Masa-masa pemboikotan inilah yang kemudian mengajarkan kepada umat untuk senantiasa mandiri tanpa bergantung pada kekuatan lain selain kekuatan sendiri. Termasuk dalam hal pertahanan diri, dan mencukupi segala kebutuhan dengan sumber daya yang dimiliki.
Kesadaran untuk mandiri dan membangun kekuatan sendiri ini, seharusnya juga tertanam kuat pada umat generasi ini. Tidak selamanya kita bergantung kepada fasilitas yang diciptakan olek pihak yang tak selamanya bersahabat. Bukanlah tidak pernah ada jaminan bahwa selamanya kita akan berdamai dengan berdamai dengan negara tersebut ? Bila suatu saat perang di maklumkan atas kedua negara , bukankah ”rahasia” persenjataan kita sudah ada di tangan mereka ?
Generasi ini harus belajar untuk menguasai teknologi dan mandiri menciptakannya. Semangat dan kesungguhan inilah yang harus dimulai dari elemen terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga.

Pendidikan para penemu

Sudah saatnya, kita mengajarkan pada anak-anak untuk menjadi penemu dan ’pencipta’. Menjadi orang kelak yang menciptakan pesawat tempur, tak sekedar menjadi pilot pesawat tempur. Apalagi hanya sebatas mengagumi kegagahan Sang pilot yang berlaga di film-film barat. Mengajarkan kepada anak-anak kita untuk bercita-cita menjadi Genenur baitul maal bukan sekedar menjadi pegawai bank.
Tak ada salahnya bila kita mencontoh yang telah dilakukan Jepang dalam membangun negerinya. Sebelum tahun 1968, Jepang adalah negeri yang tertinggal dan tak diperhitungkan di pentas dunia .Namun, tiga puluh tahun setelah Restorasi Meiji bergulir di tahun tersebut., Jepang telah berubah menjadi negara adidaya yang ditakuti.
Kunci dari perubahan besar-besaran yang dilakukan oleh bangsa ini adalah pendidikan.Yaitu mengubah sistem pendidikan tradisional ( yang kerap dilakukan di kuil-kuil ) dengan sistem pendidikan modern , program wajib belajar, pengiriman mahasiswa Jepang ke luar negeri, serta peningkatan anggaran sektor pendidikan secara signifikan.Selain itu, Jepang mendorong rakyatnya untuk bersahabat dengan buku.

Sebagai keluarga muslim, sangat penting untuk meningkatkan kualitas anak-anak yang kita miliki. Pendidikan mereka adalah investasi penting yang wajib kita lakukan saat ini. Kualitas pendidikan inilah yang harus diperhatikan setelah masalah aqidah.
Allah SWT pun menantang umatnya untuk memecahkan rahasia dibalik setiap penciptaan-Nya yang begitu sempurna. Dia membekali manusia untuk menjawab tantangan ini dengan hati, mata, dan telinga. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam surat An-Nahl ayat 78 :

78. dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

Oleh karena itu, selayaknya pendidikan yang kita berikan adalah pendidikan yang mengacu anak-anak kita menemukan dan mengembangkan rahasia yang tersimpan di balik penciptaan Allah SWT. Semangat untuk menjadi penemu dan berinovasi inilah yang begitu penting untuk dipupuk di dalam keluarga.

Mewujudkan mimpi
keluarga kita harus menjadi keluarga yang harus akan hal-hal yang baru.Tak betah diam manakala tak diam tak bisa memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Juga bersemangat untuk menjadi keluarga yang luar biasa bukan menjadi yang biasa-biasa saja.
Merangsang setiap aggota keluarga untuk menjadi akan hal penemu memang bukan perkara yang mudah. Namun , hal ini dapat dirangsang dengan membiarkan ide-ide liar anak-anak dan pasangan kita bermekaran. Walau mungkin, dalam sesaat kita sempat menganggap hal tersebut hanya mimpi dan tak masuk akal, mari saling mendukung untuk membuatnya menjadi nyata. Karena, banyak teknologi yang kini sangat bermanfaat berasal dari mimpi yang tak masuk akal .
Mengasah akal untuk berjalan di tempat yang terasa ”tak mungkin ” akan membuat kita mendalami hal yang belum terjamah. Hal yang belum terjamah inilah yang membuat seseorang akan merasa tertantang dan berusaha untuk menaklukannya. Sehingga, ia akan terbiasa untuk menemukan dan menciptakan hal-hal yang baru. Semangat inilah yang mendorong dunia Barat dan bangsa Jepang menjadi bangsa-bangsa yang menguasai peradaban modern.

Kita harus menanamkan dalam diri dan keluarga, bahwa Allah SWT tidak pernah menyuruh hamba-Nya menjadi orang-orang biasa. Sebaliknya, Allah memasak target bagi hamba-Nya agar benar-benar menjadi orang-orang luar biasa. Sebagaimana yang telah Allah nyata di dalam surat Ali Imran ayat 110 :

(kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.)

Orang-orang luar biasa inilah yang mampu mempersiapkan kuda-kuda perang tangguh yang akan menggentarkan nyali musuh.

Mulia saat ini, kita harus membiasakan anak-anak kita membaca ayat-ayat Allah yang bertebaran dalam kehidupan dengan lafazh keluarbiasaan yang telah Allah ciptakan dalam mata,telinga,hati,dan akal. Sehingga, setiap anak kelak akan bercita-cita menjadi ” Pembuat Burung Ababil ” yang memporak-porandakan pasukan Abrahah. Burung Ababil tersebut mereka buat dalam bentuk pesawat tempur yang kelak menghancurkan pasukan Abrahah modern dan sekutunya.
Tak hanya burung Ababil pelumat pasukan musuh, kita pun melihat anak-anak yang terdidik dalam keluarbiasaan ini menjelma menjadi Avicena muda, Imam Ghazali yang diteladani seluruh ekonom besar dunia,bakna panglima perang sehebat Thariq bin ziyad .Sungguh, mereka adalah sosok-sosok luar biasa yang piawai dalam cara yang bukan biasa-biasa saja. Kelak, dengan semat inilah, Islam akan kembali menjelma menjadi raksasa yang menguasai dunia.
Amien.......
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INSAN KAMIL - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger