<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672</id><updated>2012-01-29T08:29:17.430+07:00</updated><category term='IPTEK'/><category term='VISIONER'/><category term='HIKMAH'/><category term='SEMANGAT BERJUANG DAN BELAJAR'/><category term='CYBER IT'/><category term='RAMADHAN'/><category term='MUNAKAHAT'/><category term='TAZKIYATUN - NUFUS'/><category term='PENDIDIKAN'/><category term='KELUARGA'/><category term='DAKWAH'/><category term='TARBIYAH'/><title type='text'>INSAN KAMIL</title><subtitle type='html'>"KALAU ANDA LUNAK TERHADAP DIRI SENDIRI 
KEHIDUPAN AKAN KERAS TERHADAP ANDA
TETAPI
KALAU ANDA KERAS TERHADAP DIRI SENDIRI
KEHIDUPAN AKAN LUNAK KEPADA ANDA “</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>109</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-864942910526027840</id><published>2012-01-29T08:29:00.001+07:00</published><updated>2012-01-29T08:29:17.450+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>Bermimpilah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kNqKm_tasiQ/TySgymvg1_I/AAAAAAAAAeY/Gc_E75w4IA0/s1600/dream-work-pray2.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-kNqKm_tasiQ/TySgymvg1_I/AAAAAAAAAeY/Gc_E75w4IA0/s200/dream-work-pray2.gif" width="120" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lho, memangnya gimana sih kok disuruh bermimpi? Bukankah mimpi itu kembangnya tidur? Bukankah kita harus realistis? Atau istilah Arab-nya waqi’iyyin, kenapa kok malah disuruh bermimpi? Bukankah mimpi itu ahlam (bentuk jama’ dari hulm, yang artinya mimpi di siang bolong)? Dan bukankah mimpi itu terjadi karena kebanyakan tidur? Tentunya yang saya maksud dengan mimpi itu bukan sekedar sesuatu yang kita lihat karena kebanyakan tidur. Bukan pula mimpi yang terjadi karena terbawa-bawa oleh nafsu syahwat menjelang tidur. Bukan pula karena kita dikejar-kejar oleh suatu atau berbagai persoalan duniawi, karenanya kita melihatnya di dalam mimpi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, yang saya maksud dengan mimpi di sini adalah suatu gagasan besar, cita-cita agung, angan-angan mulia yang luhur, yang karena besarnya gagasan itu, atau karena agungnya cita-cita itu, atau karena luhurnya angan-angan itu, lalu banyak orang-orang yang tidak berilmu, atau berilmu, tapi ilmunya cethek alias dangkal, atau oleh orang-orang yang obsesinya rendah dan murah, kita dituduh sebagai kaum utopis, kaum pemimpi, lebih parah lagi kita dituduh sebagai pemimpi di siang bolong, atau istilah Al Qur’an-nya Adh-ghatsu ahlaam (hidupnya dibuai oleh mimpi-mimpi, QS Yusuf [12]: 44, Al Anbiya’ [21]: 5). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu pertemuan, ada seorang syekh mengatakan: “La budda lil qaa-idi an yakuuna lahu ahlam, wa illa la yashluh an yakuuna qaa-idan”. Maksudnya: Seorang pemimpin harus mempunyai banyak mimpi, jika tidak, dia tidak layak menjadi pemimpin. Mendengar pernyataan seperti itu, saya terperanjat dan kaget, lhoo kok begitu? Akan tetapi, sebelum saya mengingkari pernyataannya itu, saya mencoba mereview apa-apa yang pernah saya ketahui tentang mimpi, ternyata, banyak juga dalil atau argumentasi yang bisa saya kemukakan untuk membenarkan pernyataan syekh tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Nabi Yusuf as pada waktu kecil telah bermimpi melihat sebelas bintang, satu matahari dan satu bulan bersujud kepadanya, dan ternyata mimpi itu kemudian menjadi kenyataan.(QS Yusuf [12]: 100). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Nabi Yusuf as membuat strategi, mengorganisir dan menjalankan program penyelamatan negeri Mesir dan sekitarnya dari bahaya kelaparan juga berangkat dari mimpi sang raja yang dia ta’wil-kan (sesuai dengan ilmu yang Allah swt berikan kepadanya) menjadi “sebuah manajemen strategis” yang sangat luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: mukaddimah dari turunnya wahyu kepada nabi Muhammad saw adalah ar-ru’yah ash-shadiqah (mimpi yang benar), yang menurut riwayat ummul mukminin ‘Aisyah ra (sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari): “beliau tidak melihat satu mimpipun kecuali seperti merekahnya fajar di pagi hari”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Salah seorang ulama’, pemikir, da’i dan mujaddid Islam yang bernama Hasan Al Banna, selalu mengingatkan murid-muridnya akan adanya satu kaidah sosiologi yang mengatakan bahwa: haqaa-iqul yaumi ahlaamul amsi, wa ahlaamul yaumi haqaa-iqul ghadi (kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaidah ini terus menerus dia doktrinkan kepada murid-muridnya, tentunya dengan berbagai argumentasi qur’an dan sunnah yang dia tetapkan sebagai rujukan utama gerakannya, sehingga, gerakan yang dia bangun itupun –menurut sumber majalah Al Mujtama’- sekarang telah tersebar ke lebih dari tujuh puluh negara di dunia, dimana gerakan seperti yang dia bangun itu, pada saat itu banyak yang menilainya sebagai gerakan kaum utopis, gerakan untuk merubah sesuatu yang hil dan mustahal, namun sedikit demi sedikit, hal-hal yang tadinya dianggap mimpi di siang bolong itupun berubah menjadi kenyataan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu argumentasi yang dikemukakan oleh Hasan Al Banna adalah kisah pembebasan Bani Israil dari keterbudakan rezim Fir’aun di Mesir. Bagaimana suatu bangsa yang sudah terbudak sedemikian rupa, pada akhirnya mampu melepaskan dirinya dari keterbudakan yang begitu dahsyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku yang dimulyakan Allah … &lt;br /&gt;Dunia sekarang telah dipenuhi oleh berbagai ketidak adilan, kezhaliman, kerusakan dan pertikaian. Dalam skala lokal saja, tanda-tanda semakin menjauhnya agenda reformasi yang pada awalnya diusung oleh para mahasiswa itu, bukannya semakin mendekat kepada kenyataan, justru bayang-bayang semakin menjauhnya cita-cita itu senantiasa tampak di depan mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, kita tidak boleh berputus asa, kita harus senantiasa optimis, bahwa malam tidak akan selamanya malam, ia pasti akan berganti dengan merekahnya fajar, bukan fajar kadzib (fajar dusta, fajar yang setelah terang benderang gelap lagi), tapi fajar shadiq, fajar yang benar, fajar yang berlanjut dengan munculnya surya, munculnya mentari yang menyinari berbagai permukaan bumi, dan secara perlahan mengusir kegelapan malam yang tadinya begitu menyelimuti. Kita harus tetap tegar, tabah dan tsabat dalam mengusung cita-cita besar kita, cita-cita liyuzh-hirahu ‘alad-diini kullihi (QS At-Taubah [9]: 33, Al Fath [48]: 28, dan Ash-Shaff [61]: 9), cita-cita hatta la takuuna fitnatun wa yakuunad-diinu (kulluhu) lillah (QS Al Baqarah [2]: 193, Al Anfal [8]: 39), dan cita-cita khaira ummatin ukhrijat linnaas (QS Ali Imran [3]: 110). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, banyak kalangan menilai bahwa cita-cita seperti itu hanyalah mimpi belaka, namun, berbagai argumentasi di atas, kiranya sanggup untuk membuat kita tidak tertipu oleh penilaian banyak kalangan itu, anggaplah hal itu hanyalah sebuah laumata laa-im (celaan orang yang mencela), yang harus kita sikapi dengan la yakhafuuna (tidak takut), sebagaimana disebutkan dalam QS Al Maidah [5]: 54, kita harus tetap tsabat agar kita menjadi representasi dari fasaufa ya’tillahu biqaumin, representasi dari qaum yang disebutkan dalam ayat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka merealisasikan mimpi kita yang besar itu, kita harus melakukan langkah-langkah binaa-ur rijaal (pembinaan tokoh-tokoh masa depan), sebab hanya dengan langkah seperti inilah, setapak demi setapak mimpi itu semakin dekat kepada kenyataan. Sebagai penutup dari taujih ini, marilah kita simak kisah tentang dialog antara Umar bin Al Khaththab ra dengan beberapa orang di zamannya. Umar bin Al Khaththab berkata: “Berangan-anganlah!”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka salah seorang diantara yang hadir berkata: “Saya berangan-angan kalau saja saya mempunyai banyak uang (dinar dan dirham), lalu saya belanjakan untuk memerdekakan budak dalam rangka meraih ridha Allah”. Seorang lainnya menyahut: “Kalau saya, berangan-angan memiliki banyak harta, lalu saya belanjakan fi sabilillah”. Yang lainnya lagi menyahut: “Kalau saya, mengangankan mempunyai kekuatan tubuh yang prima, lalu saya abdikan diri saya untuk memberi minum air zamzam kepada jama’ah haji satu persatu”.Setelah Umar bin Al Khaththab mendengarkan mereka, iapun berkata: “Kalau saya, berangan-angan kalau saja di dalam rumah ini ada Rijaal (tokoh) seperti Abu Ubaidah bin Al Jarrah, Umair bin Sa’ad dan semacamnya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dialog tentang mimpi ini, kita dapat mengetahui betapa urgen dan pentingnya binaur-rijal itu.Semoga Allah swt memberikan kekuatan kepada kita untuk mampu mewujudkan mimpi indah kita, amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-864942910526027840?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/864942910526027840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2012/01/bermimpilah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/864942910526027840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/864942910526027840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2012/01/bermimpilah.html' title='Bermimpilah'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kNqKm_tasiQ/TySgymvg1_I/AAAAAAAAAeY/Gc_E75w4IA0/s72-c/dream-work-pray2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-1654684906231403681</id><published>2012-01-21T21:02:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T21:02:06.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><title type='text'>Lima 'Jangan' Dalam Hadapi Masalah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-mQZhPp2GzAs/TxrFR6y6N6I/AAAAAAAAAeQ/LZmU4tm9_Wo/s1600/intisari.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-mQZhPp2GzAs/TxrFR6y6N6I/AAAAAAAAAeQ/LZmU4tm9_Wo/s200/intisari.jpg" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi pertolongan dari tempat yang tak terduga, danbarangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya akan diucukupi segala kebutuhannya (QS Ath-Thalaq: 2-3)&lt;br /&gt;Fitnah, musibah, kekurangan harta, penyakit, penghinaan, adalah sebagian masalah yang akan selalu menghampiri kita. Ke mana pun kita pergi dan di mana pun kita berada, ia akan selalu turut serta. Masalahnya, bagaimana sikap kita terhadap masalah tersebut? Inilah yang akan menentukan sukses tidaknya hidup kita; bahagia atau nestapanya perasaan kita. Kenyataan pun memperlihatkan, ada yang hancur oleh masalah; namun tak sedikit yang melejit menjadi manusia terhormat, berkah dari masalah yang menimpa. Karena itu, kita harus memiliki pemahaman bahwa masalah yang menimpa bukan sebagai beban apalagi bencana, namun anggaplah sebagai karunia untuk meningkatkan ilmu, amal, wawasan, ganjaran, dan kemuliaan di sisi Allah. &lt;br /&gt;Bukankah selama bertahun-tahun sekolah, kita harus menghadapi berbagai macam ujian hingga akhirnya kita lulus dan dihormati sebagai orang berpendidikan? Kuncinya, bila ingin mendapatkan nilai terbaik, kita harus mempersiapkan diri dengan belajar dan berlatih terus menerus. Setelah itu hadapi ujian dengan niat dan cara terbaik agar lulus dengan nilai terbaik. Nah, ketika dihadapkan pada sebuah masalah, sikap seperti apa yang harus kita ambil? Kuncinya adalah 5 "Jangan" yang akan membantu mengatasinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan panik&lt;br /&gt;Saat tertimpa suatu masalah, langkah pertama yang harus kita ambil adalah jangan panik. Kepanikan hanya akan menambah masalah daripada menyelesaikan masalah. Maka latih diri dan keluarga untuk tenang dan tidak panik menghadapi situasi segawat apapun.&lt;br /&gt;2. Jangan emosional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terpancing untuk marah dan bertindak emosional ketika kita dihadapkan pada suatu masalah. Marah hanya akan memuaskan nafsu, sedangkan nafsu yang tidak terkendali bukan jalan meraih kebenaran dan kemuliaan hidup. Bukan tidak boleh kita bertindak, yang tidak tidak boleh adalah bertindak secara emosional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan tergesa-gesa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergesa-gesa itu berasal dari setan. Tindakan tergesa-gesa hanya akan menuai penyesalan. Maka kendalikan diri, jangan ingin cepat-cepat menyelesaikan suatu aktivitas tanpa perhitungan matang. Saat kita dihadapkan pada masalah yang rumit, segera petakan masalah tersebut, kumpulkan informasi secara BAL (benar, akurat, dan lengkap). Setelah informasi terkumpul baru kita membuat keputusan dan segera bertindak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan larut mendramatisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian penderitaan yang dialami adalah hasil dramatisasi pikiran kita sendiri. Akibatnya persoalan jadi tampak gawat, darurat, dan mencekam. Padahal boleh jadi setelah dijalani, masalah tersebut tidak segawat dan semencekam yang diperkirakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan putus asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah akan membuat kita terpuruk dan menjadi hina, bila kita putus asa menghadapinya. Putus asa terlarang bagi seorang Muslim. Putus asa lahir dari lemahnya ilmu dan keyakinan pada Allah SWT. Ingatlah, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Dalam QS Al-Insyirah ayat 5-6 diungkapkan bahwa satu kesulitan selalu diapit oleh dua kemudahan. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan . &lt;br /&gt;Saudaraku, sekali lagi, kita tidak mungkin lepas dari masalah. Maka, amalkan prinsip "LIMA JANGAN" saat masalah menimpa. Lalu terima dan hadapi masalah ersebut dengan lapang dada, setelah itu jalani sebagai sebuah proses pembelajaran, kemudian hayati ikmah di balik masalah itu, hingga akhirnya kita bisa menikmatinya sebagai karunia dari Allah SWT. Wallahu a flam. &lt;br /&gt;( KH Abdullah Gymnastiar )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-1654684906231403681?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/1654684906231403681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2012/01/lima-jangan-dalam-hadapi-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/1654684906231403681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/1654684906231403681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2012/01/lima-jangan-dalam-hadapi-masalah.html' title='Lima &apos;Jangan&apos; Dalam Hadapi Masalah'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-mQZhPp2GzAs/TxrFR6y6N6I/AAAAAAAAAeQ/LZmU4tm9_Wo/s72-c/intisari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-249756160488589304</id><published>2012-01-18T10:41:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T10:47:30.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEMANGAT BERJUANG DAN BELAJAR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DAKWAH'/><title type='text'>Cermin Masa Lalu</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PyY5ADMgtTo/TxY_Rcvjb-I/AAAAAAAAAdY/4gNCjC7RNaw/s1600/masa-lalu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://4.bp.blogspot.com/-PyY5ADMgtTo/TxY_Rcvjb-I/AAAAAAAAAdY/4gNCjC7RNaw/s200/masa-lalu.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Di masakecil, saat pertama menyentuh benda bernama sepeda, kaki ini gemetar. Gemuruhdi dada tak tertahankan sementara kedua tangan mencengkeram erat stang sepeda,padahal belum juga terkayuh pedal di kaki. Kedua mata menatap tajam menunggulengang sepanjang jalan tertatap di depan, sebelum kayuhan pertama diayunkan.Satu kayuhan pun terayun, dan... lutut memar, lengan berdarah, ditambah keningsedikit benjol beradu kuat dengan aspal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Menyerah? tentu tidak. Meski harus kembali terluka, menambah benjolan di sisilain kening, atau menutup luka kemarin dengan luka yang baru, semangat takpernah luntur demi bisa berdiri di atas sepeda roda dua. Esok hari, tambah lagiluka baru, atau luka yang sama bertambah parah, tetap saja terus berusahamengayuh sepeda. Tiga kayuhan pertama, jatuh. Esok mendapat tujuh kayuhan,kemudian jatuh. Sebelas kayuhan, jatuh lagi dan seterusnya entah sudah keberaparatus kali aspal jalan depan rumah itu bersahabat dengan lutut, lengan, keningini. Hingga akhirnya jalan lurus, jalan terjal, mendaki dan turunan, hinggaberlubang pun mampu dilewati dengan lincah, cepat dan yang penting, tidak lagijatuh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Menanjak remaja, sepeda motor pun dijajal. Tak peduli meski orang tua belumsanggup membelikannya, yang penting bisa dulu. Kali pertama menunggang kudabesi itu, ladang orang pun menjadi tempat pendaratan terbaik. Luka lama kembaliterbuka, namun itu tak menyurutkan semangat. Malu rasanya tak mampu mengendaraimotor layaknya semua teman lelaki di kampung. Bermodal semangat dan kepercayaandiri, ditambah sedikit gengsi kelelakian, melajulah motor tanpa lagi tersurukdi kebun singkong, tak lagi terparkir di tempat yang salah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu, jatuh bangun pernah dialami. Sakit, luka, menangis,berdarah-darah menjadi sahabat sehari-hari. Tapi sakit, luka, air mata dandarah yang pernah menetes itu menjadi saksi bahwa semangat diri tak pernahpadam untuk meraih keberhasilan. Tak hanya semangat, cita-cita untuk sekadarbisa melenggang mulus di atas sepeda atau motor yang begitu kuat, membuat dirirela jatuh bangun dan terluka. Sebuah pengorbanan yang harus dibayar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu, kegagalan demi kegagalan pernah sangat rekat dengan diri ini.Pernah juga beberapa kesuksesan menjadi bagian kehidupan, gerimis hati ini saatmenjalaninya. Jutaan jalan berlubang pernah terlalui, beberapa kali terjerembabdi dalamnya. Jalan gelap begitu sering harus ditapaki, tak jarang menemui jalanbuntu. Tak terbilang peluh saat mendaki, sementara senang tak terkira ketikamendapati jalan menurun. Yang membuat diri tak percaya, sungguh semuanya pernahdilalui. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Di masa silam, ada banyak sahabat baru berdatangan dan mengiringi hari-haripenuh kehangatan. Tak berbeda masanya, beberapa sahabat pernah pulameninggalkan diri, menjauh dan tak lagi pernah tahu gerangan dirinya. Piluketika harus berpisah, haru saat berjumpa kembali. Begitu banyak cinta bersemi,meski di waktu yang sama ada pula yang menabur benci pada diri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih sama-sama di bangku pendidikan, bersama sahabat mengukir mimpi.Melukis masa depan, membayangkan akan menjadi apa diri ini kelak, usia berapamenikah, seperti apa pasangan hidup nanti, berapa banyak anak yang dihasilkan,apa jenis kendaraan yang diinginkan, rumah sebesar apa yang didambakan, berapabanyak yang diinginkan saat kali pertama gajian, dan apa yang ingin dibelidengan gaji pertama itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu, mimpi terlewati, ada yang terwujud, tak sedikit yang menguapbersama awan di langit. Lukisan masa depan semakin buram, tak lagi jernihseperti saat pertama ditorehkan di atas kanvas harapan. Ada yang menyesalilangkah tak tepat yang pernah ditempuh, ada yang mensyukuri karena takselamanya apa yang dianggap benar, benar pula menurut Sang Maha Berkehendak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Kita memang tak pernah bisa tahu yang akan terjadi besok, tetapi kita pernahpunya masa lalu yang telah banyak memberi pengajaran. Kita pernah jatuh,terpuruk, sedih, bahagia, manis, pahit, terbang, menangis, tertawa, sendiri,bersama, di masa lalu. Sedangkan masa depan, kita hanya bisa mengukirnya didalam bingkai mimpi, hanya bisa mengira, merencana dan merekayasa. Justrukarena itulah, kita mesti belajar dari masa lalu. Karena masa lalu telah pernahmengajarkan semuanya. Bercermin dari masa lalu, agar rencana dan rekayasa untukmimpi masa datang lebih mendekati kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-249756160488589304?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/249756160488589304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2012/01/cermin-masa-lalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/249756160488589304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/249756160488589304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2012/01/cermin-masa-lalu.html' title='Cermin Masa Lalu'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-PyY5ADMgtTo/TxY_Rcvjb-I/AAAAAAAAAdY/4gNCjC7RNaw/s72-c/masa-lalu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-4279677000540728848</id><published>2012-01-14T16:35:00.000+07:00</published><updated>2012-01-14T16:35:19.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAZKIYATUN - NUFUS'/><title type='text'>Iman Bisa Bertambah dan Berkurang</title><content type='html'>Permasalahan iman merupakan permasalahan terpenting seorang muslim, sebab iman menentukan nasib seorang didunia dan akherat. Bahkan kebaikan dunia dan akherat bersandar kepada iman yang benar. Dengan iman seseorang akan mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan akherat serta keselamatan dari segala keburukan dan adzab Allah. Dengan iman seseorang akan mendapatkan pahala besar yang menjadi sebab masuk ke dalam surga dan selamat dari neraka. Lebih dari itu semua, mendapatkan keridhoan Allah Yang Maha kuasa sehingga&amp;nbsp; Dia tidak akan murka kepadanya dan dapat merasakan kelezatan melihat wajah Allah diakherat nanti. Dengan demikian permasalahan ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari kita semua.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qayyim &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;menuturkan, “Hasil usaha jiwa dan qolbu (hati) yang terbaik dan penyebab seorang hamba mendapatkan ketinggian di dunia dan akherat adalah ilmu dan iman. Oleh karena itu Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; menggabung keduanya dalam firmanNya,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit.”&lt;/i&gt; (QS ar-Ruum: 56)&lt;br /&gt;Dan firman Allah &lt;i&gt;Ta’aa&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;”&lt;/i&gt; (QS al-Mujaadilah: 11).&lt;br /&gt;Mereka inilah inti dan pilihan dari yang ada dan mereka adalah orang yang berhak mendapatkan martabat tinggi. Namun kebanyakan manusia keliru dalam (memahami) hakekat ilmu dan iman ini, sehingga setiap kelompok menganggap ilmu dan iman yang dimilikinyalah satu-satunya yang dapat mengantarkannya kepada kebahagiaan, padahal tidak demikian. Kebanyakan mereka tidak memiliki iman yang menyelamatkan dan ilmu yang mengangkat (kepada ketinggian derajat), bahkan mereka telah menutup untuk diri mereka sendiri jalan ilmu dan iman yang diajarkan oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan menjadi dakwah beliau kepada umat. Sedangkan yang berada di atas iman dan ilmu (yang benar) adalah beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan para sahabatnya setelah beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka di atas manhaj dan petunjuk mereka….”.&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikian bila kita melihat kepada pemahaman kaum muslimin saja tentang iman didapatkan banyak kekeliruan dan penyimpangan. Sebagai contoh banyak dikalangan kaum muslimin ketika berbuat dosa masih mengatakan, “&lt;i&gt;Yang penting kan hatinya&lt;/i&gt;”. Ini semua tentunya membutuhkan pelurusan dan pencerahan bagaimana sesungguhnya konsep iman yang benar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Makna Iman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab, ada yang mengartikan kata iman dengan “&lt;i&gt;tashd&lt;/i&gt;&lt;i&gt;î&lt;/i&gt;&lt;i&gt;q” &lt;/i&gt;(membenarkan); &lt;i&gt;t&lt;/i&gt;&lt;i&gt;h&lt;/i&gt;&lt;i&gt;uma’n&lt;/i&gt;&lt;i&gt;î&lt;/i&gt;&lt;i&gt;nah&lt;/i&gt; (ketentraman); dan &lt;i&gt;iqr&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;r&lt;/i&gt; (pengakuan). Makna ketiga inilah yang paling tepat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Telah diketahui bahwa iman adalah &lt;i&gt;iqr&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;r&lt;/i&gt; (pengakuan), tidak semata-mata &lt;i&gt;tashd&lt;/i&gt;&lt;i&gt;î&lt;/i&gt;&lt;i&gt;q&lt;/i&gt; (membenarkan). Dan &lt;i&gt;iqr&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;r&lt;/i&gt; (pengakuan) itu mencakup perkataan hati, yaitu &lt;i&gt;tashd&lt;/i&gt;&lt;i&gt;î&lt;/i&gt;&lt;i&gt;q&lt;/i&gt; (membenarkan), dan perbuatan hati, yaitu &lt;i&gt;inqiy&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;d&lt;/i&gt; (ketundukan hati)”.&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, iman adalah &lt;i&gt;iqr&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;r&lt;/i&gt; (pengakuan) hati yang mencakup:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Keyakinan hati, yaitu membenarkan terhadap berita.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perkataan hati, yaitu      ketundukan terhadap perintah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Yaitu: keyakinan yang disertai dengan kecintaan dan ketundukan terhadap semua yang dibawa oleh Nabi Mu&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;ammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;dari Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; .&lt;br /&gt;Adapun secara &lt;i&gt;syar’i&lt;/i&gt; (agama), iman yang sempurna mencakup &lt;i&gt;qaul&lt;/i&gt; (perkataan) dan &lt;i&gt;amal&lt;/i&gt; (perbuatan). Syaikul Islam Ibnu Taimiyah &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;berkata, “Dan di antara prinsip Ahlus sunnah wal jamâ’ah, &lt;i&gt;ad-d&lt;/i&gt;&lt;i&gt;î&lt;/i&gt;&lt;i&gt;n&lt;/i&gt; (agama/amalan) dan &lt;i&gt;al-im&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;n&lt;/i&gt; adalah perkataan dan perbuatan, perkataan hati dan lisan, perbuatan hati, lisan dan anggota badan”.&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Dalil Bagian-Bagian Iman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari perkataan Syaikhul Islam di atas, nampak bahwa iman menurut Ahlus sunnah wal jamâ’ah&amp;nbsp; mencakup lima perkara, yaitu [1] perkataan hati, [2] perkataan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;lisan, [3] perbuatan hati, [4] perbuatan lisan dan [5] perbuatan anggota badan.&lt;br /&gt;Banyak dalil yang menunjukkan masuknya lima perkara di atas dalam kategori iman, di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;: Perkataan hati, yaitu pembenaran dan keyakinan hati. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang hanya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;mereka tidak ragu-ragu&lt;/span&gt;, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar&lt;/i&gt;.” (QS al-&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;H&lt;/span&gt;ujurât: 15)&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;: Perkataan lisan, yaitu mengucapkan syahadat &lt;i&gt;L&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt; il&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ha illall&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;h&lt;/i&gt; dan syahadat &lt;i&gt;Mu&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;ammad Rasulull&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;h&lt;/i&gt; dengan lisan dan mengakui kandungan syahadatain tersebut. Di antara dalil hal ini adalah sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوْا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ وَيُقِيْمُوْا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوْا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوْا ذَلِكَ عَصَمُوْا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ اْلإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Aku diperintah (oleh All&lt;/i&gt;&lt;i&gt;a&lt;/i&gt;&lt;i&gt;h) untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah dan Mu&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;ammad adalah utusan Allah, dan sampai mereka menegakkan shalat, serta membayar zakat. Jika mereka telah melakukan itu, maka mereka telah&amp;nbsp; mencegah darah dan harta mereka dariku kecuali dengan hak Islam, dan perhitungan mereka pada tanggungan Allah&lt;/i&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits lain disebutkan dengan lafazh,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوْا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ &lt;b&gt;…&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Aku diperintah (oleh Allah) untuk memerangi manusia sampai &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;mereka mengatakan “L&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;â&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; il&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;â&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;ha illall&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;â&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;”….&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn5"&gt;&lt;b&gt;[5]&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Perbuatan hati, yaitu gerakan dan kehendak hati, seperti ikhlas, tawakal, mencintai Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; , mencintai apa yang dicintai oleh Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; , &lt;i&gt;raj&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;’&lt;/i&gt; (berharap rahmat/ampunan Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;), takut kepada siksa Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; , ketundukan hati kepada Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;, dan lain-lain yang mengikutinya. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;hati mereka gemetar&lt;/span&gt;, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabbnya mereka &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;bertawakkal&lt;/span&gt;”&lt;/i&gt; (QS al-Anfâl: 2). Dan dalil-dalil lainnya yang menunjukkan amalan-amalan hati termasuk iman.&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;: Perbuatan lisan/lidah, yaitu amalan yang tidak dilakukan kecuali dengan lidah. Seperti membaca al-Qur’ân, dzikir kepada Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;, doa, &lt;i&gt;istighf&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;r&lt;/i&gt;, dan lainnya. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Dan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;bacakanlah&lt;/span&gt; apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (al-Qur’&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;n). Tidak ada (seorang pun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya&lt;/i&gt;.” (QS al-Kahfi: 27). Dan dalil-dalil lainnya yang menunjukkan amalan-amalan lisan termasuk iman.&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;: Perbuatan anggota badan, yaitu amalan yang tidak dilakukan kecuali dengan anggota badan. Seperti: berdiri shalat, rukû’, sujud, haji, puasa, jihad, membuang barang mengganggu dari jalan, dan lain-lain. Allah &lt;i&gt;Ta’ala &lt;/i&gt;berfirman,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah, sujudlah, sembahlah Rabbmu dan berbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan&lt;/i&gt;.” (QS al-&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;H&lt;/span&gt;ajj: 77)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Rukun-Rukun Iman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya iman memiliki bagian-bagian yang harus ada, yang disebut dengan rukun-rukun (tiang; tonggak) iman. Ahlus sunnah wal jamâ’ah meyakini bahwa rukun iman ada enam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata pada permulaan kitab beliau, &lt;i&gt;‘Aq&lt;/i&gt;&lt;i&gt;î&lt;/i&gt;&lt;i&gt;dah al-W&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;sithiyah’&lt;/i&gt;, “Ini adalah &lt;i&gt;aq&lt;/i&gt;&lt;i&gt;î&lt;/i&gt;&lt;i&gt;dah Firqah an-N&lt;/i&gt;&lt;i&gt;â&lt;/i&gt;&lt;i&gt;jiyah al-Mansh&lt;/i&gt;&lt;i&gt;û&lt;/i&gt;&lt;i&gt;rah&lt;/i&gt; (golongan yang selamat, yang ditolong) sampai hari kiamat, Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Yaitu: beriman kepada Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, kebangkitan setelah kematian, dan beriman kepada qadar, yang baik dan yang buruk”.&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalil rukun iman yang enam ini adalah sabda Nabi Mu&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;ammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;kepada malaikat Jibrîl &lt;i&gt;‘alaihis salam&lt;/i&gt;, ketika menjelaskan tentang iman,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada qadar, yang baik dan yang buruk.&lt;/i&gt;”&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rukun iman ini wajib diyakini oleh setiap Mukmin. Barangsiapa mengingkari salah satunya, maka dia &lt;b&gt;kafir&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Syaikh Mu&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;ammad Khalîl Harrâs berkata, “Enam perkara ini adalah rukun-rukun iman. Iman seseorang tidak sempurna kecuali jika dia beriman kepada semuanya dengan bentuk yang benar sebagaimana ditunjukkan oleh al-Kitab dan Sunnah. Barangsiapa mengingkari sesuatu darinya, atau beriman kepadanya dengan bentuk yang tidak benar, maka dia telah kafir.” &lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Iman Bertambah dan Berkurang&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah dimaklumi banyak terdapat nash-nash al-Qur`an dan as-Sunnah yang menjelaskan pertambahan iman dan pengurangannya. Menjelaskan pemilik iman yang bertingkat-tingkat sebagiannya lebih sempurna imannya dari yang lainnya. Ada di antara mereka yang disebut &lt;i&gt;assaabiq bil khoiraat&lt;/i&gt; (terdepan dalam kebaikan)&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;, &lt;i&gt;al-Muqtashid &lt;/i&gt; (pertengahan)&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt; dan &lt;i&gt;zholim linafsihi&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(menzholimi diri sendiri). Ada juga &lt;i&gt;al-Muhsin&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;al-Mukmin&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;al-Muslim&lt;/i&gt;. Semua ini menunjukkan mereka tidak berada dalam satu martabat. Ini menandakan bahwa iman itu bisa bertambah dan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Bukti dari Al Qur’an dan As Sunnah Bahwa Iman Bisa Bertambah dan Berkurang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;: Firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; ,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung&lt;/i&gt;“.” (QS Alimron: 173).&lt;br /&gt;Para ulama Ahlus Sunnah menjadikan ayat ini sebagai dasar adanya pertambahan dan pengurangan iman, sebagaimana pernah ditanyakan&amp;nbsp; kepada imam Sufyaan bin ‘Uyainah &lt;i&gt;rahimahullah, &lt;/i&gt;“Apakah iman itu bertambah atau berkurang?” Beliau &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;menjawab, “Tidakkah kalian mendengar firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;فَزَادَهُمْ إِيمَانًا&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Maka perkataan itu menambah keimanan mereka&lt;/i&gt;”. (QS Alimron: 173) dan firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;وَزِدْنَاهُمْ هُدًى&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk&lt;/i&gt;”.(QS al-Kahfi: 13) dan beberapa ayat lainnya”. Ada yang bertanya, “&lt;i&gt;Bagaimana &lt;/i&gt;&lt;i&gt;iman bisa dikatakan &lt;/i&gt;&lt;i&gt;berkurang&lt;/i&gt;&lt;i&gt;?&lt;/i&gt;” Beliau &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; menjawab, “Jika sesuatu bisa bertambah, pasti ia juga bisa berkurang”.&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;: Firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ مَرَدًّا&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya&lt;/i&gt;.” (QS Maryam: 76).&lt;br /&gt;Syeikh Abdurrahman as-Sa’di menjelaskan tafsir ayat ini dengan menyatakan, “Terdapat dalil yang menunjukkan pertambahan iman dan pengurangannya, sebagaimana pendapat para as-Salaf ash-Shaalih. Hal ini dikuatkan juga dengan firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آَمَنُوا إِيمَانًا&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya&lt;/i&gt;&lt;i&gt;.”&lt;/i&gt; (QS al-Mudatstsir: 31) dan firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya).” (QS al-Anfaal:8/2)&lt;br /&gt;Juga dikuatkan dengan kenyataan bahwa iman itu adalah perkataan qolbu (hati) dan lisan, amalan qolbu, lisan dan anggota tubuh. Juga kaum mukminin sangat bertingkat-tingkat dalam hal ini.&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl"&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Sabda Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan mukmin dan tidaklah minum minuman keras ketika minumnya dalam keadaan mukmin serta tidaklah mencuri ketika mencuri dalam keadaan mukmin&lt;/i&gt;”.&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ishaaq bin Ibraahim an-Naisaaburi berkata, “Abu Abdillah (Imam Ahmad) pernah ditanya tentang iman dan berkurangnya iman. Beliau &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; menjawab, “Dalil mengenai berkurangnya iman terdapat pada sabda Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam, &lt;/i&gt;“Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan mukmin dan tidaklah mencuri dalam keadaan mukmin.” &lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn14"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;: Sabda Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Iman itu lebih dari tujuh puluh atau lebih dari enampuluh. Yang paling utama adalah perkataan: “Laa Ilaaha Illa Allah” dan yang terendah adalah membersihkan gangguan dari jalanan dan rasa malu adalah satu cabang dari iman&lt;/i&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn15"&gt;[15]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang mulia ini menjelaskan bahwa iman memiliki cabang-cabang, ada yang tertinggi dan ada yang terendah . Cabang-cabang iman ini bertingkat-tingkat dan tidak berada dalam satu derajat dalam keutamaannya, bahkan sebagiannya lebih utama dari lainnya. Oleh karena itu Imam At-Tirmidzi memuat bab dalam sunannya: “Bab Kesempurnaan, bertambah dan berkurangnya iman”.&lt;br /&gt;Syeikh Abdurrahman as-Sa’di &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; ketika menjelaskan hadits di atas menyatakan, &amp;nbsp;Ini jelas sekali menunjukkan iman itu bertambah dan berkurang sesuai dengan pertambahan aturan syariat dan cabang-cabang iman serta amalan hamba tersebut atau tidak mengamalkannya. Sudah dimaklumi bersama bahwa manusia sangat bertingkat-tingkat dalam hal ini. Siapa yang berpendapat bahwa iman itu tidak bertambah dan berkurang, sungguh ia telah menyelisihi realita yang nyata di samping menyelisihi nash-nash syariat sebagaimana telah diketahui.&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn16"&gt;[16]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Pendapat Ulama Salaf Bahwa Iman Bisa Bertambah dan Berkurang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pendapat dan atsar as-Salaf ash-Shaalih sangat banyak sekali dalam menetapkan keyakinan bahwa iman itu bertambah dan berkurang, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;: Dari kalangan sahabat&amp;nbsp; Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, di antaranya :&lt;br /&gt;Satu ketika Kholifah ar-Rsyid Umar bin al-Khathaab &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;pernah berkata kepada para sahabatnya,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;هَلُمُّوْا نَزْدَادُ إِيْمَانًا&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Marilah kita menambah iman kita&lt;/i&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn17"&gt;[17]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;berkata,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;الإِيْمِانُ يَزْدَادُ وَ يَنْقُصُ&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Iman itu bertambah dan berkurang.&lt;/i&gt;”&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn18"&gt;[18]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;: Dari kalangan Tabi’in, di antaranya:&lt;br /&gt;Abu al-Hajjaaj Mujaahid bin Jabr al-Makki (wafat tahun 104 H) menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;الإِيْمِانُ قَوْل وَ عَمَلٌ يَزِيْدُ وَ يَنْقُصُ&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Iman itu adalah perkataan dan perbuatan&lt;/i&gt;&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;&lt;i&gt;bertambah dan berkurang&lt;/i&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn19"&gt;[19]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Abu Syibl ‘Alqamah bin Qais an-Nakhaa’i (wafat setelah tahun 60 H) berkata kepada para sahabatnya,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;امْشُوْا بِنَا نَزْدَدُ إِيْمَانًا&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Mari kita berangkat untuk &lt;/i&gt;&lt;i&gt;menambah iman&lt;/i&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn20"&gt;[20]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Kalangan tabi’ut Tabi’in, di antaranya:&lt;br /&gt;Abdurrahman bin ‘Amru al-‘Auzaa’i (wafat tahun 157 H) menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;الإِيْمِانُ قَوْل وَ عَمَلٌ يَزِيْدُ وَ يَنْقُصُ فَمَنْ زَعَمَ أَنَّ الإِيْمِانَ لاَ يَزِيْدُ وَ لاَ يَنْقُصُ فَاحْذَرُوْه فَإِنَّهُ مُبْتَدِعٌ&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Iman adalah perkataan dan perbuatan&lt;/i&gt;&lt;i&gt;,&lt;/i&gt;&lt;i&gt; bertambah dan berkurang. Siapa yang meyakini iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang maka berhati-hatilah terhadapnya karena ia adalah seorang ahli bid’ah.&lt;/i&gt;”&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn21"&gt;[21]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga ditanya tentang iman, “&lt;i&gt;A&lt;/i&gt;&lt;i&gt;pakah &lt;/i&gt;&lt;i&gt;bisa &lt;/i&gt;&lt;i&gt;bertambah&lt;/i&gt;&lt;i&gt;?&lt;/i&gt;” Beliau&amp;nbsp; menjawab, “&lt;i&gt;Iya&lt;/i&gt;&lt;i&gt;,&lt;/i&gt;&lt;i&gt; hingga menjadi seperti gunung.&lt;/i&gt;” Beliau ditanya lagi, “&lt;i&gt;A&lt;/i&gt;&lt;i&gt;pakah &lt;/i&gt;&lt;i&gt;bisa &lt;/i&gt;&lt;i&gt;berkurang?&lt;/i&gt;” Beliau &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; menjawab, “&lt;i&gt;I&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ya,&lt;/i&gt;&lt;i&gt; hingga tidak &lt;/i&gt;&lt;i&gt;ter&lt;/i&gt;&lt;i&gt;sisa sedikitpun darinya&lt;/i&gt;”.&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn22"&gt;[22]&lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Empat imam madzhab (&lt;i&gt;Aimmah arba’ah&lt;/i&gt;), di antaranya:&lt;br /&gt;Muhammad bin Idris asy-Syaafi’i &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;الإِيْمِانُ قَوْل وَ عَمَلٌ يَزِيْدُ وَ يَنْقُصُ&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Iman itu adalah perkataan dan perbuatan bertambah dan berkurang&lt;/i&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;”&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn23"&gt;[23]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ahmad bin Hambal &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;menyatakan, “Iman itu sebagiannya lebih unggul dari yang lainnya, bertambah dan berkurang. Bertambahnya iman adalah dengan beramal. Sedangkan berkurangnya iman dengan tidak beramal. Dan perkataan adalah yang mengakuinya.”&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftn24"&gt;[24]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pernyataan dan pendapat para ulama ahlus sunnah seluruhnya, sebagaimana dijelaskan syeikh Islam Ibnu Taimiyah &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dalam pernyataan beliau, “&lt;i&gt;Para Salaf telah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;berijma’ (bersepakat)&lt;/span&gt; bahwa iman adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang&lt;/i&gt;”.&lt;br /&gt;-bersambung insya Allah pada pembahasan “&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;”-&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penulis: &lt;a href="http://ustadzkholid.com/"&gt;Ustadz Kholid Syamhudi, Lc&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Artikel &lt;a href="http://www.muslim.or.id/"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr size="1" /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; al-Fawaaid hal. 191. &lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Majmû’ Fatâwa&lt;/i&gt; 7/638&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Syar&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt; Aqîdah Wâsithiyah&lt;/i&gt;, hlm. 231, karya Syaikh Mu&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;ammad Khalîl Harrâs, takhrîj: ‘Alwi bin Abdul Qadir as-Saqqâf&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; HR. al-Bukhâri, no: 25, dari `Abdullâh bin Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; HR. al-Bukhâri, no: 392, dari Anas bin Mâlik &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Syar&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt; Aqîdah Wâsithiyah&lt;/i&gt;, hlm: 60-61, karya Syaikh Mu&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;ammad Khalîl Harrâs, &lt;i&gt;takhrîj&lt;/i&gt;: ‘Alwi bin Abdul Qadir as-Saqqâf&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; HR. al-Bukhâri, no.50; Muslim, no. 9.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Syar&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt; Aqîdah Wâsithiyah&lt;/i&gt;, hlm: 61-62, karya Syaikh Mu&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;h&lt;/span&gt;ammad Khalîl Harrâs, &lt;i&gt;takhrîj&lt;/i&gt;: ‘Alwi bin Abdul Qadir as-Saqqâf&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; &lt;i&gt;As saabiq bil khoiraat&lt;/i&gt; adalah yang mengerjakan amalan wajib dan melengkapi dengan amalan sunnah, menjauhi yang haram dan juga yang makruh. Lihat keterangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitan Al Furqon. (ed)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Al Muqtashid&lt;/i&gt; adalah yang hanya mencukupkan diri dengan mengerjakan yang wajib dan menjauhi yang haram. (ed)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt; Diriwayatkan kisah ini oleh al-Aajuriy dalam kitab asy-Syari’at hlm 117&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt; Tafsir as-Sa’di 5/33&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Muttafaqun ‘Alaihi&lt;/i&gt;, Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref14"&gt;[14]&lt;/a&gt; Diriwayatkan oleh al-Kholaal dalam kitab as-Sunnah no. 1045&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref15"&gt;[15]&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Muttafaqun ‘alaihi&lt;/i&gt;, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref16"&gt;[16]&lt;/a&gt; At-Taudhih wa al-Bayaan Lisyajarat al-Imaan hlm 14.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref17"&gt;[17]&lt;/a&gt; Diriwayatkan ibnu Abi Syaibah dalam al- Mushannaf 11/26 dengan sanad shahih&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref18"&gt;[18]&lt;/a&gt; Diriwayatkan Abdullah bin Ahmad dalam kitab as-Sunnah 1/314&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref19"&gt;[19]&lt;/a&gt; Diriwayatkan Abdullah bin Ahmad dalam kitab as-Sunnah 1/335&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref20"&gt;[20]&lt;/a&gt; Diriwayatkan ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf 11/25 dan dinilai hasan oleh al-Albani dalam komentar beliau terhadap kitab al-Iman karya ibnu Abi Syaibah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref21"&gt;[21]&lt;/a&gt; Diriwayatkan al-Aajuuri dalam kitab asy-Syari’at hlm 117.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref22"&gt;[22]&lt;/a&gt; Diriwayatkan al-Laalakai dalam Ushul I’tiqaad 5/959.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref23"&gt;[23]&lt;/a&gt; Diriwayatkan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah 10/115&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#_ftnref24"&gt;[24]&lt;/a&gt; Diriwayatkan al-Khalaal dalam kitab as-Sunnah 2/678&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-4279677000540728848?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/4279677000540728848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2012/01/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4279677000540728848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4279677000540728848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2012/01/iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html' title='Iman Bisa Bertambah dan Berkurang'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-2904681102502734694</id><published>2011-11-25T10:11:00.001+07:00</published><updated>2012-01-14T16:29:49.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEMANGAT BERJUANG DAN BELAJAR'/><title type='text'>6 Hak seorang muslim dari muslim lainnya</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-UWC7OuufYJU/Ts8I7X0wtkI/AAAAAAAAAck/_rqBca3vxbQ/s1600/thIslamPeace.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://1.bp.blogspot.com/-UWC7OuufYJU/Ts8I7X0wtkI/AAAAAAAAAck/_rqBca3vxbQ/s200/thIslamPeace.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: #4b4b4b; font-size: 9pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/topics.php?op=viewtopic&amp;amp;topic=38"&gt;&lt;img align="left" alt="Kaderisasi" border="0" height="1" hspace="4" src="file:///C:/Users/AGARAM%7E1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" width="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #4b4b4b; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: dimgrey; font-size: 9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: dimgrey; font-size: 9pt;"&gt;Islam datang untukmempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkanbangunan yang tunggal dan menghindari factor-faktor yang dapat menimbulkanperpecahan, kelemahan, sebab-sebab kegagalan dan kekalahan. Sehingga merekayang bersatu itu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niatsucinya &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: #4b4b4b; font-size: 9pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 10pt;"&gt;Apabila engkau menjumpainya engkau berikan salam     kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 10pt;"&gt;Apabila ia mengundangmu engkau memperkenankan     undangannya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 10pt;"&gt;Apabila ia meminta nasehat, engkau menasehatinya.     &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 10pt;"&gt;Apabila ia bersin dan memuji Allah, hendaklah     engkau mentasymitkannya (berdoa untuknya). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 10pt;"&gt;Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 10pt;"&gt;Apabila ia mati hendaklah engkau antarkan     jenazahnya. (HR.Muslim dan Tirmizi). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="bab"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengucapkan Salam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Islam datanguntuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkanbangunan yang tunggal dan menghindari factor-faktor yang dapat menimbulkanperpecahan, kelemahan, sebab-sebab kegagalan dan kekalahan. Sehingga merekayang bersatu itu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niatsucinya . Oleh karena itu awal pertemuan dengan sesama muslim agar hati merekaterikat satu dengan yang lainnya hingga timbulnya rasa saling menyinta dimulaidengan mengucapkan dan menyebarkan salam : Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuhu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;SabdaRasulullah SAW:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"DemiDzat yang diriku dalam genggamanNya, mereka tidak masuk surga sehingga merekaberiman, dan mereka tidak beriman sehingga mereka saling menyinta. Maukah kamuaku tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu saling menyinta?Sebarkan salam di kalangan kamu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Salam yangmerupakan alat penghormatan kaum muslimin lebih menegaskan bahwa agama merekaadalah agama damai dan aman, serta mereka adalah penganut salam (perdamaian)dan pencinta damai. Dalam hadis Rasulullah saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“SesungguhnyaAllah menjadikan salam sebagai penghormatan bagi umat kami dan jaminan keamananuntuk kaum zimmah kami.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan seseorangtidak layak memulai pembicaraan kepada sesamanya sebelum ia memulainya denganucapan salam, karena salam adalah ungkapan rasa aman dan tidak ada pembicaraansebelum adanya rasa aman. Rasulullah saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Ucapkansalam sebelum memulai berbicara.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="bab"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Memenuhi Undangan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seorangmuslim yang mengundang saudaranya, maka ia berhak didatangi, oleh karena itukewajiban yang diundang adalah mendatangi undangan tersebut sebagai mana sabdaRasulullah saw :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Penuhilahundangan ini jika kamu diundang."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Undangan yangdiberikan dari sesama muslim menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besarkepada saudaranya yang diundang tersebut sehingga bagi yang tidak memenuhiundangan tentu saja menyebabkan kekecewaan. Mengabaikan undangan disamakan denganpembangkangan kepada Allah dan Rasul, begitu juga sebaliknya saat seseorangyang datang tanpa diundang diumpamakan seperti pencuri, karena kedatangannyatidak diinginkan oleh yang mengundang seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Barangsiapadiundang kemudian dia tidak memenuhi undangan tersebut, maka ia telahmembangkang pada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa masuk tanpa diundang,maka ia masuk sebagai pencuri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="bab"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Memberi Nasehat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Memberinasehat kepada sudara muslim yang memintanya hendaklah dipenuhi. Karena nasehatini dapat mendorong saudaranya kearah kebaikan. Nasehat yang tulus akanberbekas dan berpengaruh sehingga dapat masuk kedalam relung hati yang terbukauntuk menerimanya. Bagi yang menasehati saudaranya, hendaknya ia mengerjakanapa yang diucapkan, mengamalkan apa yang dinasehatkan, sebab nasehat yang tidakdiamalkan dan tidak dijiwai tidak akan berbekas pada jiwa yang dinasehati. Dansesungguhnya agama ini adalah nasehat sebagaimana sabda Rasulullah saw :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Agama itunasehat” Kami bertanya kepada beliau, “Nasehat kepada siapa ?” Beliau menjawab: “Terhadap Allah, Quran, RasulNya, pemimpin-pemimpin dan seluruh kaumMuslimin”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="bab"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mendoakannya ketika bersin&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mendoakansaudara yang bersin merupakan wujud perhatian dan kasih sayang terhadap saudaranya,sebab tatkala saudaranya itu bersin dan mengucapkan pujian kepada penciptanya :“Alhamdulillah”, serta merta ia yang mendengarkannya menanggapi denganmengucapkan “Yarhamukallah” (Semoga Allah memberimu Rahmat), ia merupakanucapan simpati dan doa atas kondisi saudaranya yang senantiasa memuji Allahdalam setiap keadaan khususnya saat ia bersin. Maka mendoakan dengan Rahmatlayak diberikan pada saudaranya yang telah memuji Allah tersebut. Saatmendapatkan doa Rahmat, maka saudaranya itu hendaknya juga membalas doa bagiyang telah mendoakannya dengan mengucapkan : Yahdini wayahdikumullah wa yuslihbalakum” (Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;memperbaiki keadaanmu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Doa tersebutcerminan telah terjalinnya ikatan hati antara sesama muslim yang senantiasamenghendaki kebaikan bagi saudaranya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="bab"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="bab"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menjenguknya ketika sakit&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Merupakankewajiban umat Islam untuk mengunjungi saudaranya yang sakit. Hal ini dapatmeringankan beban derita sisakit yang merana sendirian dan merasa terasing.Kedatangannya hendaknya dapat meringankan beban sisakit dan dapat menghiburnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Abu Hurairahra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“SesungguhnyaAllah berfirman pada hari kiamat : “Wahai bani Adam, Aku sakit dan kamu tidakmenjengukKu. “Ia berkata : “Wahai Rabbku, bagaimana bisa aku menjengukMu sedangEngkau adalah Tuhan sekalian Alam ?” Allah menjawab “Tidakkah kamu mengetahuibahwa seorang hambaKu fulan sakit dan kamu tidak menjenguknya ? Tidakkah kamumengetahui bahwa andaikata kamu menjenguknya, kamu mendapatiKu di sisinya ?(HR.Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Rasulullahsaw memberikan motivasi kepada umatnya agar menjenguk orang sakit denganmenempatkannya di antara buah-buahan surga, sabda Rasulullah saw :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sesungguhnyaseorang muslim apabila menjenguk saudaranya sesama muslim, maka ia tetap beradadi antara buah-buahan surga yang siap dipetik, sampai akhirnya ia kembali(HR.Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sangat indahsekali ajaran Islam, setiap kebaikan yang dilakukan untuk orang lain tidakluput balasannya di sisi Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="bab"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengiringi jenazahnya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Persaudaraansejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikutberta’ziyah dan mengiringi jenazahnya dan menyaksikan jasad saudaranyadimasukkan kedalam liang lahat, iringan terakhir di dunia dan kelak akanberjumpa di surganya Insya Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Allah swt bahkan akan memberikan pakaiankehormatan bagi mu’min yang berta’ziyah kepada saudaranya sebagaimana yangdiriwayatkan Ibnu Majah dari Amr bin Haram : Tiadalah di antara mu’minberta’ziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah, kecuali Allah mengenakanpakaian kehormatan pada hari kamat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-2904681102502734694?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/2904681102502734694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/11/6-hak-seorang-muslim-dari-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/2904681102502734694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/2904681102502734694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/11/6-hak-seorang-muslim-dari-muslim.html' title='6 Hak seorang muslim dari muslim lainnya'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UWC7OuufYJU/Ts8I7X0wtkI/AAAAAAAAAck/_rqBca3vxbQ/s72-c/thIslamPeace.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-766935634876126889</id><published>2011-09-24T17:26:00.001+07:00</published><updated>2011-09-24T17:26:28.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KELUARGA'/><title type='text'>Bahtera Keluarga Muslim</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-P-ve7_irHGQ/Tn2wMzaKN4I/AAAAAAAAAZs/WuS9_6_xKEA/s1600/sakinah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-P-ve7_irHGQ/Tn2wMzaKN4I/AAAAAAAAAZs/WuS9_6_xKEA/s200/sakinah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="footer"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="page number"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;	mso-para-margin:0in;	mso-para-margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: green; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-weight: bold; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Rasulullah saw pernah bersabda kepadaAbu Dzar : „Perkokohlah bahteramu karena samudra ini amat dalam. Perbanyaklahbekalmu karena perjalanan ini amat panjang. Ikhlaskanlah amalmu karenapencatatmu sungguh amat jeli"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Amal ibadah mempunyai 3 syarat yang harus dipenuhi, yaitu : 1.Lillah : hanya karena Allah swt 2. Billah : bersama Allah swt, artinyamengikuti apa yang perintah Allah swt 3. Illallaah : tujuan akhir hanya mencarikeridhaan Allah swt &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Membangun sebuah rumah tangga muslim juga merupakan ibadah yangharus memenuhi ketiga syarat tersebut. Dasar membangun rumah tangga adalahkeikhlasan karena perintah Allah swt dan mengikuti sunnah Rasulullah saw, bukanhanya ingin mendapatkan pasangan hidup. Dalam pelaksanaannya pun seperti apayang dicontohkan Rasulullah saw, bukan dengan cara-cara lain yang dilarang.Sedangkan tujuan akhir dari pembentukannya adalah hanya untuk mencari keridhaanAllah swt, bukan kedudukan, harta atau keridhaan manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Hadits Rasulullah saw diatas telah mensinyalir, bahwa samudra yangakan diarungi oleh bahtera rumah tangga amatlah dalam dan perjalanannya punamat panjang. Karena itulah perlu adanya usaha ekstra, baik dalammempersiapkan, memasuki gerbangnya dan berjalan diatas keagungan nilainya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bagaimana Memperkokoh Bahtera ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Kehidupan sebuah rumah tangga dapat diumpamakan sebagai sebuahbahtera. Keselamatan bahtera itu sangat tergantung dari kewaspadaan parapenumpang diatasnya. Rasulullah saw memberikan gambaran bagaimana seharusnyahidup bersama dalam berrumah tangga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: green; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Rasulullah saw bersabda :„Perumpamaan orang-orang yang menjaga batas-batas Allah swt dengan mereka yangmelanggarnya, bagaikan satu kaum yang menaiki sebuah bahtera. Sebagian mendapattempat di atas dan sebagian lagi di bawah. Mereka yang di bawah jika ingin air(terpaksa) melewati orang-orang yang di atas, lalu berkata, „Seandainya kitalubangi (bahtera ini) untuk mendapatkan air, tentu kita tidak lagi menggangguorang-orang yang di atas." Jika orang yang diatas membiarkan keinginan merekayang di bawah, tentu semua akan binasa. Jika mereka menghalanginya, mereka akanselamat dan selamatlah semuanya." (HR Bukhari dan Tarmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dalam mengarungi samudra kehidupan kadang bahtera itu miring kekiri dan ke kanan. Satu saat tenang, dan di saat lain dihempas gelombang. Untukitulah sejak awal bahtera harus dipersiapkan dan diperkuat di segala sisinya.Caranya ialah dengan selalu menjaga langkah agar tidak keluar dari tujuanasasinya serta selalu menjaga keutuhan dan kesejahteraan keluarga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Musthafa Masyur mengungkapkan bahwa kesejahteraan keluargabukanlah terletak pada aspek fisik materi, tapi keterikatan anggota keluargadengan aqidah, ibadah, akhlaq dan pergaulan Islam, hingga seluruh kehidupanterwarnai dengan identitas Islam secara utuh. Bagaimana kehidupan yang islami,dapat kita lihat dari suri tauladan kita Rasulullah saw. Karena Allah swtsendiri telah menyatakan dalam Al-Qur'an : &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: green; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladanyang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS.33:21)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Kita mencontoh bagaimana Beliau shalat dan beribadah, makan,minum, tidur, menjalin sillaturrahmi dengan para shahabatnya, dsb. Selain ituada 3 hal penting yang harus diperhatikan dan dipersiapkan oleh pasangan baru,yaitu : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;1. Rumahku surgaku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Yaitu keluarga sakinah yang didalamnya terdapat ketentraman danketenangan, baik bagi suami, istri ataupun anak-anak. Dimana masing-masingberusaha melakukan perannya dengan sebaik mungkin dan saling meringankan bebansatu sama lain (bukan membebani). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;2. Rumah adalah madrasah kecil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Yaitu adanya proses belajar mengajar. Semua anggota keluargasaling mengisi dan memperbaiki kekurangan dan kelemahan yang ada, bukan hanyasekedar memaklumi. Faktor penunjang yang penting demi lancarnya proses belajarmengajar ini adalah komunikasi dan sikap keterbukaan sesama anggota keluarga,saling menasehati dan rela untuk dinasehati serta berjalannya fungsi salingmembantu antara suami istri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;3. Hiasi rumah dengan shalat, salam, doa dan tilawah Al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ibadah-ibadah tersebut akan lebih terasa indah dan nikmat jikadilakukan secara berjamaah. Hal inilah yang akan memberikan suasana islami yangsegar di dalam rumah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bagaimana Memperbanyak Bekal ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ilmu dan harta adalah dua bekal yang harus dipersiapkan sebelumseseorang memasuki gerbang pernikahan. Bekal ilmu untuk persiapan mental danbekal harta untuk persiapan fisik. Mengapa harus dipersiapkan sebelumnya ?Jodoh adalah ketentuan Allah swt yang kita tidak tahu kapan datangnya. Jikakedua bekal tersebut sudah dipersiapkan dengan baik sebelumnya, maka seseorangtidak akan menjadi „kelabakan" ketika jodoh tiba di depan mata. Tanpapersiapan yang baik atau bahkan tanpa bekal sama sekali hanya akan menimbulkankesulitan kelak dalam kehidupan rumah tangga. Namun dalam hal harta, bukansedikit atau banyaknya penghasilan yang didapatkan, tetapi nilai usaha danbarokah (kebaikan) yang ada di dalamnya. Dalam hal ini Allah swt berfirman :&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: green; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, danorang-orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jikamereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 24:32)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Hindarilah rasa ketakutan yang berlebihan (takut akan kemiskinandan kekurangan), karena itu adalah godaan syetan yang hanya akan menimbulkankeputusasaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dan sebagai muslimah, sebaiknya membekali diri dengan pendidikanketrampilan untuk dapat menyempurnakan kewajibannya dalam rumah tangga.Misalnya ilmu tentang berrumah tangga, mengurus anak, tata boga, tata busana,bagaimana mengelola ekonomi rumah tangga, perpustakaan rumah dsb. Tujuan daripembekalan ilmu tersebut adalah agar kelak ia tidak canggung dalam menjalankanfungsinya sebagai istri bagi suaminya dan sebagai ibu bagi anak-anaknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bagaimana Mengihklaskan Amal ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dengan selalu mengingat,menjaga dan memelihara tujuan pembentukanrumah tangga, yaitu mencari ridho Allah swt, akan menghasilkan keikhlasan dalamberamal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dasar dalam membangun rumah tangga adalah karena takwa kepadaAllah swt, yaitu adanya muroqobatullah (kesertaan Allah swt dalam setiap geraklangkah), mengutamakan keridhaan Allah swt, menjauhi kebencianNya sertakomitmen terhadap pengarahan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah saw serta adanyakeyakinan bahwa berrumah tangga adalah ibadah guna mendekatkan diri kepadaAllah swt. Takwa inilah yang akan menghasilkan kebahagiaan dalam keluargadimana masing-masing anggota dalam keluarga berusaha menjalankan tugas dankewajibannya untuk menggapai ridha Allah swt. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="color: black; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dan yang terakhir, kebahagiaan keluarga hanyalah bagi mereka yangmendasarkan kehidupan keluarganya pada ibadah karena Allah swt. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;)|(&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-766935634876126889?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/766935634876126889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/09/bahtera-keluarga-muslim.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/766935634876126889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/766935634876126889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/09/bahtera-keluarga-muslim.html' title='Bahtera Keluarga Muslim'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-P-ve7_irHGQ/Tn2wMzaKN4I/AAAAAAAAAZs/WuS9_6_xKEA/s72-c/sakinah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-3751319813198391238</id><published>2011-09-24T17:07:00.000+07:00</published><updated>2011-09-24T17:12:26.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KELUARGA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>Anak dan Masa Depan Ummat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-SVC1_KEYYLc/Tn2s-jlA2PI/AAAAAAAAAZo/TQ2Lu_4wtJk/s1600/MempersiapkanMasaDepanAnak.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-SVC1_KEYYLc/Tn2s-jlA2PI/AAAAAAAAAZo/TQ2Lu_4wtJk/s200/MempersiapkanMasaDepanAnak.JPG" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #383838; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #1d1d1d;"&gt;Anak adalah harapan di masa yang akan datang. Kalimat iniseringkali kita dengar dan amat lengket di benak kita. Tak ada yang memungkiriucapan itu, karena memang ia sebuah kenyataan bukan hanya sekedar ungkapanperumpamaan, benar-benar terjadi bukan sebatas khayalan belaka. Karenanya sudahsemestinya memberikan perhatian khusus dalam hal mendidiknya sehingga kelakmereka menjadi para pengaman dan pelopor masa depan umat Islam. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #383838;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan pertama yang berperan penting menjaga keberadaan anak adalahkeluarganya sebagai lembaga pendidikan yang paling dominan secara mutlak lalukemudian kedua orangtuanya dengan sifat-sifat yang lebih khusus. Sesungguhnyaanak itu adalah amanat bagi kedua orangtuanya. Di saat hatinya masih bersih, putih,sebening kaca jika dibiasakan dengan kebaikan dan diajari hal itu maka ia punakan tumbuh menjadi seorang yang baik, bahagia di dunia dan akhirat. Sebaliknyajika dibiasakan dengan kejelekan dan hal-hal yang buruk serta ditelantarkanbagaikan binatang, maka akan tumbuh menjadi seorang yang berkepribadian rusakdan hancur. Kerugian mana yang lebih besar yang akan dipikul kedua orangtua danumat umumnya apabila meremehkan pendidikan anak-anaknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah, "Bila terlihat kerusakan pada dirianak-anak, mayoritas penyebabnya adalah bersumber dari orangtuanya." MakaAllah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita dengan firmanNya, &lt;i&gt;"Haiorang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yangbahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yangkasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yangdiperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yangdiperintahkan."&lt;/i&gt; (QS At Tahrim: 6). Berkata Amirul Mukminin AliRadiyallahu ‘anhu, "Ajarilah diri-diri kalian dan keluarga-keluarga kaliankebaikan dan bimbinglah mereka.". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, &lt;i&gt;"Setiap di antara kalian adalah pemimpindan akan dipertanggungjawabkan, seorang imam adalah pemimpin akan dipintapertanggungjawabannya, seorang laki-laki pemimpin atas keluarganya dan akandipinta pertanggungjawabannya, seorang wanita pemimpin dalam rumah suaminya dania bertanggungjawab, dan seorang budak adalah pemimpin dalam hal harta tuannyadan ia bertanggungjawab. Ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akandipinta pertanggungjawabannya."&lt;/i&gt; (HR Bukhari dan Muslim darisahabat Abdullah ibnu Umar Radiyallahu ‘anhu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sahabat Anas bin Malik, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, &lt;i&gt;"SesungguhnyaAllah Ta'ala akan mempertanyakan pada setiap pemimpin atas apa yangdipimpinnya, apakah ia menjaganya ataukah menyia-nyiakannya? Hingga seseorangakan bertanya kepada keluarganya."&lt;/i&gt; (HR Ibnu Hibban, Ibnu Adydalam Al Kamil, dan Abu Nu'aim dalam Al Hilyah dan dishohihkan oleh Al Hafizhdalam Al Fath 13/113). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam bersabda, &lt;i&gt;"Bertaqwalah kalian kepada Allah danberbuat adillah terhadap anak-anakmu."&lt;/i&gt; Sikap adil dan kasihsayang terhadap anak adalah dengan mengajari mereka kebaikan, para orangtuamenjadikan dirinya sebagai madrasah bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga, terlebih khusus kedua orangtua dan siapa saja yang mendudukikedudukan mereka adalah unsur-unsur yang paling berpengaruh penting dalammembangun sebuah lingkungan yang mempengaruhi kepribadian sang anak danmenanamkan tekad yang kuat dalam hatinya sejak usia dini. Seperti Zubair binAwam misalnya. Ia adalah salah seorang dari pasukan berkudanya RasulullahShalallahu ‘alaihi wassalam yang dinyatakan oleh Umar ibnul Khattab, "Satuorang Zubair menandingi seribu orang laki-laki." Ia seorang pemuda yangkokoh aqidahnya, terpuji akhlaqnya, tumbuh di bawah binaan ibunya Shofiyahbinti Abdul Mutholib, bibinya Rasulullah dan saudara perempuannya Hamzah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Tholib sejak kecil menemani Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalambahkan dipilih menjadi menantunya. Ia tumbuh sebagai seorang pemuda sosokteladan bagi para pemuda seusianya di bawah didikan ibunya Fathimah binti Asaddan yang menjadi mertuanya Khodijah binti Khuwailid. Begitu pula denganAbdullah bin Ja'far, seorang bangsawan Arab yang terkenal kebaikannya, di bawahbimbingan ibunya Asma binti Umais. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua mana yang tidak gembira jika anaknya tumbuh seperti Umar ibnu AbdulAziz. Pada usianya yang masih kecil ia menangis, kemudian ibunya bertanya,"Apa yang membuatmu menangis?" Ia menjawab, "Aku ingatmati." - waktu itu ia telah menghafal Al Qur'an - ibunya pun menangismendengar penuturannya. Berkat didikan dan penjagaan ibunya yang sholihahSufyan Ats Tsauri menjadi ulama besar, amirul mukminin dalam hal hadits. Saatia masih kecil ibunya berkata padanya, "Carilah ilmu, aku akan memenuhikebutuhanmu dengan hasil tenunanku." Subhanallah! Anak-anak kita rinduakan ucapan dan kasih sayang seorang ibu yang seperti ini, seorang ibu yangpandangannya jauh ke depan. Seorang ibu yang super arif dan bijaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca -semoga dirahmati Allah- lihatlah bagaimana para pendahulu kitayang shalih, mereka mengerahkan segala usaha dan waktunya dalam rangkamentarbiyah anak-anaknya yang kelak menjadi penentu baik buruknya masa depanumat. Jangan sampai seorang pun di antara kita berprasangka mencontoh parapendahulu yang shalih adalah berarti kembali ke belakang, kembali ke zamanbaheula (istilah orang Sunda). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat orang-orang berlomba-lomba meraih gengsi modernisasi, ketahuilah bahwamencontoh sebaik-baik umat yang dikeluarkan ke tengah-tengah manusia adalahberarti satu kemajuan yang pesat, teknologi canggih dalam membangun aqidah yangbenar, memperbaiki moral yang bejat serta membendung semaraknya &lt;i&gt;freechildren&lt;/i&gt;, sehingga menghantarkan kepada apa yang telah diraih olehgenerasi yang mulia yang tiada tandingannya. Meniti jalannya mereka dalamrangka mentarbiyah/mendidik anak berarti tengah mempersiapkan konsep perbaikanumat di masa yang akan datang, dimana tidak akan pernah menjadi baik generasiakhir umat ini kecuali dengan apa yang menjadikan baik generasi umat pertama.Allah berfirman, &lt;i&gt;"Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadakamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu, makaapakah kamu tiada memahaminya."&lt;/i&gt; (QS Al Anbiyaa: 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian serius dan tarbiyah yang benar kini sangatlah dibutuhkan di zamanyang dipenuhi berbagai fitnah, fitnah syahwat dan syubhat yang terus memburuanak-anak kita dari segala arah dihembuskan oleh da'i-da'i sesat yang berada dipintu-pintu neraka jahanam. Allah berfirman, &lt;i&gt;"... sedang orang-orang yang mengikutihawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (darikebenaran)."&lt;/i&gt; (QS An Nisaa: 27). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah apa yang dikatakan dalam sebuah syair:&lt;br /&gt;Siapa menggembala kambing di tempat rawan binatang buas&lt;br /&gt;Kemudian lalai darinya, singa akan merebut gembalaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca -semoga dirahmati Allah- Islam sebagai agama yang universal tentutidaklah mengesampingkan tarbiyah anak, bahkan tarbiyah anak adalah sorotanutama dalam Islam sebab Islam adalah agama tarbiyah. Dengan posisi tarbiyahanak yang demikian pentingnya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikanwasiat Luqman, seorang hamba yang shalih, kepada anaknya sebagai acuan bagipara murabbi / pendidik, begitu pula dengan sosok pribadi Muhammad Shalallahu‘alaihi wassalam sebagai seorang rosul sekaligus menjadi imam para murabbidunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian dan kecintaannya terhadap anak-anak sangatlah tinggi, terlihat saatbeliau mengajari Ibnu Abbas di usianya yang muda belia sehingga tampillah IbnuAbbas menjadi sosok pemuda yang berilmu, bertaqwa, dan memiliki keberanian yangluar biasa. Salah satu bentuk kasih sayangnya terhadap anak, beliau selalumencium anak-anak bila berjumpa, sebagaimana dalam Shahih Bukhari dari sahabatAbu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam mencium Hasan ...", juga diriwayatkan oleh Imam Bukhoridalam Shohihnya dari sahabat Aisyah radliyallahu 'anha berkata, "Seorangbadui datang menemui Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam dan berkata: Kalianselalu menciumi anak-anak, sedangkan kami tidak pernah menciuminya." LaluNabi Shalallahu ‘alaihi wassalam berkata, "Kami menginginkan agar Allahmencabut kasih sayang dari hatimu.", tidak ada bahan pengajaran yangpaling baik dan sempurna kecuali yang bersumber dari kitab dan sunnah, karenadisitulah adanya ilmu yang mencakup segala bidang, seperti ungkapan Imam Syafi'i:&lt;br /&gt;Ilmu itu adalah ucapan Allah dan ucapan rasulNya&lt;br /&gt;Sedang selain dari itu adalah bisikan-bisikan syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baik bila penulis uraikan beberapa langkah dasar dalam mendidik anakyang disarikan dari Al Kitab dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt;mengajarkan tauhid kepada anak, mengesakan Allah dalam hal beribadah kepadaNya,menjadikannya lebih mencintai Allah daripada selainNya, tidak ada yangditakutinya kecuali Allah. Ini pendidikan yang paling urgen di atas hal-halpenting lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua:&lt;/b&gt;mengajari mereka shalat dan membiasakannya berjama'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga:&lt;/b&gt;mengajari mereka agar pandai bersyukur kepada Allah, kepada kedua orangtua, dankepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat:&lt;/b&gt;mendidik mereka agar taat kepada kedua orangtua dalam hal yang bukan maksiat,setelah ketaatan kepada Allah dan rosulNya yang mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima:&lt;/b&gt;menumbuhkan pada diri mereka sikap muroqabah merasa selalu diawasi Allah. Tidakmeremehkan kemaksiatan sekecil apapun dan tidak merendahkan kebaikan walausedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam:&lt;/b&gt;memberitahu mereka akan wajibnya mengikuti sabilul mukminin al muwahhidin(jalannya mukminin yang bertauhid), salafush sholih generasi terbaik umat ini,dan memberikan loyalitas kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketujuh:&lt;/b&gt;mengarahkan mereka akan pentingnya ilmu Al Kitab dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedelapan:&lt;/b&gt;menanamkan pada jiwa mereka sikap tawadlu, rendah hati, dan rujulah sertasyaja'ah (kejantanan dan keberanian). Dan masih banyak lagi selain apa yangpenulis uraikan di sini. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita anak-anakyang shalih. &lt;i&gt;Amin ya Mujiibas sailiin&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, &lt;i&gt;"Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhankami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagaipenyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yangbertaqwa."&lt;/i&gt; (QS Al Furqan: 74).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca -semoga dirahmati Allah- begitulah memang seharusnya pendidikananak ini menjadi kewajiban nomor satu bagi para orangtua, menelantarkannyaberarti menelantarkan amanat dan kepercayaan Allah, membiarkannya adalahberarti membiarkan kehancuran anak, orangtuanya, umat, bangsa, dan negara.Sedangkan mendidiknya adalah cahaya masa depan umat yang cerah yang berartijuga mengangkat derajat sang anak dan derajat kedua orangtuanya di surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, &lt;i&gt;"Akan diangkat derajat seorang hamba yangsholih di surga. Lalu ia akan bertanya-tanya: Wahai Rabb apa yang membuatkubegini?" Kemudian dikatakan padanya, "Permohonan ampun anakmuuntukmu."&lt;/i&gt; (HR Ahmad dari sahabat Abu Hurairoh). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, &lt;i&gt;"Dan orang-orang yang beriman dan yang anakcucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu merekadengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka,tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya."&lt;/i&gt; (QSAth Thuur: 21). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah-lah yang memberi taufiq kepada apa yang dicintaiNya dan diridliiNya.Walhamdulillahi robbil 'alamin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-3751319813198391238?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/3751319813198391238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/09/anak-dan-masa-depan-ummat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3751319813198391238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3751319813198391238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/09/anak-dan-masa-depan-ummat.html' title='Anak dan Masa Depan Ummat'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-SVC1_KEYYLc/Tn2s-jlA2PI/AAAAAAAAAZo/TQ2Lu_4wtJk/s72-c/MempersiapkanMasaDepanAnak.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-4166838377807804127</id><published>2011-06-15T14:42:00.001+07:00</published><updated>2011-06-15T14:45:14.243+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUNAKAHAT'/><title type='text'>Mampukah Aku Menjadi Wanita Sholihah?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-mcVdyNNe-lE/TfhiWwFanGI/AAAAAAAAAZI/hm6vaD3qJ98/s1600/wanita_solehah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-mcVdyNNe-lE/TfhiWwFanGI/AAAAAAAAAZI/hm6vaD3qJ98/s200/wanita_solehah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: black;"&gt;The beauty of a woman is not in the clothes she wears, the figure that she carries,or the way she combs her hair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The beauty of a woman must be seen in her eyes,because that is the doorway to her heart, the place where love resides. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The beauty of a woman is not in a facial mole, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But true beauty in a woman is reflected in her soul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is the caring that she lovingly gives, the passion that she shows and the beauty of a woman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With passing years-only grows! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah aku menjadi seperti Siti Khatijah? &lt;br /&gt;Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah &lt;br /&gt;Hartanya diperjuangkan ke jalan fi sabilillah &lt;br /&gt;Penawar hati kekasih Allah &lt;br /&gt;Susah dan senang rela bersama... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah? &lt;br /&gt;Isteri Rasulullah yang bijak &lt;br /&gt;Pendorong kesusahan dan penderitaan &lt;br /&gt;Tiada sukar untuk dilaksanakan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalir air mataku &lt;br /&gt;Melihat pegorbanan puteri solehah Siti Fatimah &lt;br /&gt;Akur dalam setiap perintah &lt;br /&gt;Taat dengan ayahnya, yang sentiasa berjuang &lt;br /&gt;Tiada memiliki harta dunia &lt;br /&gt;Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku marah &lt;br /&gt;Inginku intip serpihan sabar &lt;br /&gt;Dari catatan hidup Siti Sarah.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabah jiwaku &lt;br /&gt;Setabah umi Nabi Ismail &lt;br /&gt;Mengendong bayinya yang masih merah &lt;br /&gt;Mencari air penghilang dahaga &lt;br /&gt;Diterik padang pasir merak &lt;br /&gt;Ditinggalkan suami akur tanpa bantah &lt;br /&gt;Pengharapannya hanya pada Allah &lt;br /&gt;Itulah wanita Siti Hajar.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah aku menjadi wanita solehah? &lt;br /&gt;Mati dalam keunggulan iman &lt;br /&gt;Bersinar indah, harum tersebar &lt;br /&gt;Bagai wanginya pusara Masyitah.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Taken from dakwah.net&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-4166838377807804127?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/4166838377807804127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/06/mampukah-aku-menjadi-wanita-sholihah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4166838377807804127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4166838377807804127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/06/mampukah-aku-menjadi-wanita-sholihah.html' title='Mampukah Aku Menjadi Wanita Sholihah?'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-mcVdyNNe-lE/TfhiWwFanGI/AAAAAAAAAZI/hm6vaD3qJ98/s72-c/wanita_solehah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-8329274386467719147</id><published>2011-06-08T11:06:00.001+07:00</published><updated>2011-06-15T14:38:56.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUNAKAHAT'/><title type='text'>Jika Kau Menjadi Istriku Nanti</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yLflUKj0wK8/Tfhhdc1z19I/AAAAAAAAAZE/JlHAok56vLk/s1600/suami_isteri_solehah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-yLflUKj0wK8/Tfhhdc1z19I/AAAAAAAAAZE/JlHAok56vLk/s200/suami_isteri_solehah.jpg" width="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Jika seorang lelaki ingin menarik hati seorang wanita, biasanya yang ditebarkan adalah berjuta-juta kata&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;puitis bin manis, penuh janji-janji untuk memikat hati,&amp;nbsp; "Jika kau menjadi istriku nanti, percayalah aku satu-satunya yang bisa membahagiakanmu," atau "Jika kau menjadi istriku nanti, hanya dirimu di hatiku" dan "bla...bla...bla..." Sang wanita pun tersipu malu, hidungnya kembang kempis, sambil menundukkan kepala, "Aih...aih..., abang bisa aja." Onde mande, rancak bana !!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah yang biasanya kelu untuk berbicara saat bertemu gebetan, tiba-tiba jadi luwes, kadang dibumbui 'ancaman' hanya karena keinginan untuk mendapatkan doi&lt;br /&gt;seorang. Kalo ada yang coba-coba main mata ama si doi, "Jangan macem-macem lu, gue punya nih!" Amboi...belum dinikahi kok udah ngaku-ngaku miliknya dia ya?&lt;br /&gt;Lha, yang udah nikah aja ngerti kalo pasangannya itu sebenarnya milik Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Emang iya sih, wanita biasanya lebih terpikat dengan lelaki yang bisa menyakinkan dirinya apabila ntar udah menikah bakal selalu sayang hingga ujung waktu, serta&lt;br /&gt;bisa membimbingnya kelak kepada keridhoan Allah SWT.&amp;nbsp; Bukan lelaki yang janji-janji mulu, tanpa berbuat yang nyata, atau lelaki yang gak berani mengajaknya menikah dengan 1001 alasan yang di buat-buat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Kalo lelaki yang datang serta mengucapkan janjinya itu adalah seseorang yang emang kita kenal taat ibadah, akhlak serta budi pekertinya laksana Rasulullah SAW&lt;br /&gt;atau Abi bin Abi Thalib r.a., ini sih gak perlu ditunda jawabannya, cepet-cepet kepala dianggukkan, daripada diambil orang lain, iya gak? &amp;nbsp;Namun realita yang terjadi, terkadang yang datang itu justru tipe seperti Ramli, Si Raja Chatting, atau malah Arjuna, Si Pencari Cinta, yang hanya mengumbar janji-janji palsu, lalu bagaimana sang wanita bisa percaya dan yakin dengan janjinya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Nah...&amp;nbsp; Berarti masalahnya adalah bagaimana cara kita menjelaskan calon pasangan untuk percaya dengan kita?&lt;br /&gt;Pusying... pusying... gimana caranya ya? Ih nyantai aja, semua itu telah diatur dalam syariat Islam kok, karena caranya bisa dengan proses ta'aruf. &amp;nbsp;Apa sih yang harus dilakukan dalam ta'aruf? Apa iya, seperti ucapan janji-janji seperti diatas?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Ta'aruf sering diartikan 'perkenalan', kalau dihubungkan dengan pernikahan maka ta'aruf adalah proses saling mengenal antara calon laki-laki dan perempuan sebelum proses khitbah dan pernikahan.&amp;nbsp; Karena itu perbincangan dalam ta'aruf menjadi sesuatu yang penting sebelum melangkah ke proses berikutnya.&amp;nbsp; Pada tahapan ini setiap calon pasangan dapat saling mengukur diri, cocok gak ya dengan dirinya. Lalu, apa aja sih yang mesti diungkapkan kepada sang calon saat ta'aruf?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;1. Keadaan Keluarga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Jelasin ke calon pasangan tentang anggota keluarga masing-masing, berapa jumlah sodara, anak keberapa, gimana tingkat pendidikan, pekerjaan, dll. &amp;nbsp;Bukan apa-apa, siapa tahu dapat calon suami yang anak tunggal, bokap ama nyokap kaya 7 turunan, sholat dan ibadahnya bagus banget, guanteng abis, lagi kuliah di Jepang (ehm), pokoknya selangit deh! Kalo ketemu tipe begini, sebelum dia atau mediatornya selesai ngomong langsung kasih kode, panggil ortu ke dalam bentar,&lt;br /&gt;lalu bilang "Abi, boljug tuh，kaya' ginian jangan dianggurin nih. Moga-moga gak lama lagi langsung dikhitbah ya Bi, kan bisa diajak ke Jepang!" Lho?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;2. Harapan dan Prinsip Hidup&lt;br /&gt;Warna kehidupan kelak ditentukan dengan visi misi suatu keluarga lho, terutama sang suami karena ia adalah qowwan dalam suatu keluarga. &amp;nbsp;Sebagai pemimpin&lt;br /&gt;ia laksana nahkoda sebuah bahtera, mau jalannya lempeng atau sradak-sruduk, itu adalah kemahirannya dalam memegang kemudi. Karena itu setiap calon pasangan kudu tau harapan dan prinsip hidup masing-masing. Misalnya nih, "Jika kau menjadi istriku nanti, harapanku semoga kita semakin dekat kepada Allah" atau "Jika kau menjadi istriku nanti, mari bersama mewujudkan keluarga sakinah, rahmah, mawaddah." Kalo harapan dan janjinya seperti ini, kudu' diterima tuh, insya Allah janjinya disaksikan Allah SWT dan para malaikat. Jadi kalo suatu saat dia gak nepatin janji, tinggal didoakan, "Ya Allah...&amp;nbsp; suamiku omdo nih, janjinya gak ditepatin, coba deh sekali-kali dianya...," hush...! Gak boleh doakan suami yang gak baik lho, siapa tahu ia-nya khilaf kan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;3. Kesukaan dan Yang Tidak Disukai&lt;br /&gt;Dari awal sebaiknya dijelasin apa yang disukai, atau apa yang kurang disukai, jadinya nanti pada saat telah menjalani kehidupan rumah tangga bisa saling memahami, karena toh udah dijelaskan dari awalnya. Dalam pelayaran bahtera rumah tangga butuh saling pengertian, contoh sederhananya, istri yang suka masakan pedas sekali-kali masaknya jangan terlalu pedas, karena suaminya kurang suka. Suami yang emang hobinya berantakin rumah (karena lama jadi bujangan),&lt;br /&gt;setelah menikah mungkin bisa belajar lebih rapi, dll.&lt;br /&gt;Semua ini menjadi lebih mudah dilakukan karena telah dijelaskan saat ta'aruf. Namun harus diingat, menikah itu bukan untuk merubah pasangan lho, namun juga&lt;br /&gt;lantas bukan bersikap seolah-olah belum menikah.&amp;nbsp; Perubahan sikap dan kepribadian dalam tingkat tertentu wajar aja-kan? Dan juga hendaknya perubahan yang terjadi adalah natural, tidak saling memaksa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;4. Ketakwaan Calon Pasangan&lt;br /&gt;Apa yang terpenting pada saat ta'aruf? Yang mestinya menduduki prioritas tertinggi adalah bagaimana nilai ketakwaan lelaki tersebut. Ketakwaan disini adalah ketaatan kepada Allah SWT lho, bukan nilai 'KETAKutan WAlimahAN' :)&amp;nbsp; Karena apabila seorang lelaki senang, ia akan menghormati istrinya, dan jika ia tidak menyenanginya, ia tidak suka berbuat zalim kepadanya.&lt;br /&gt;Gimana dong caranya untuk melihat lelaki itu bertakwa atau tidak? Tanyakan kepada orang-orang yang dekat dengan dirinya, misalnya kerabat dekat, tetangga&lt;br /&gt;dekat, atau sahabatnya tentang ketaatannya menjalankan ketentuan pokok yang menjadi rukun Iman dan Islam dengan benar. Misalnya tentang sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, atau pula gimana sikapnya kepada tetangga atau orang yang lebih tua, dan lain-lain. Apalagi bila lelaki itu juga rajin melakukan ibadah sunnah, wah...&amp;nbsp; yang begini ini nih, 'calon suami kesayangan Allah dan mertua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Inget lho, ta'aruf hanyalah proses mengenal, belum ada ikatan untuk kelak pasti akan menikah, kecuali kalau&amp;nbsp; sudah masuk proses yang namanya khitbah. Nah kadang jadi 'penyakit' nih, karena alasan "Kan masih mau ta'aruf dulu..." lalu ta'rufnya buanyak buanget, sana-sini dita'arufin. Abis itu jadi bingung sendiri, "Yang mana ya yang mau diajak nikah, kok sana-sini ada kurangnya?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Wah..., kalo nyari yang mulia seperti Khadijah, setaqwa Aisyah atau setabah Fatimah Az-Zahra, pertanyaannya apakah diri ini pun sesempurna Rasulullah SAW atau sesholeh Ali bin Abi Thalib r.a.?&amp;nbsp; Nah lho...!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Apabila hukum pernikahan seorang laki-laki telah masuk kategori wajib, dan segalanya pun telah terencana dengan matang dan baik, maka ingatlah kata-kata bijak, 'jika berani menyelam ke dasar laut mengapa terus bermain di kubangan, kalau siap berperang mengapa Cuma bermimpi menjadi pahlawan?'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Ya akhi wa ukhti fillah,&lt;br /&gt;Semoga antum segera dipertemukan dengan pasangan hidup, dikumpulkan dalam kebaikan, kebahagiaan, kemesraan, canda tawa yang tak putus-putusnya mengisi&lt;br /&gt;rongga kehidupan rumah tangga. Kalaupun nanti ada air mata yang menetes, semoga itu adalah air mata kebahagiaan, tanda kesyukuran kepada Allah SWT karena Ia telah memberikan pasangan hidup yang selalu bersama mengharap keridhoan-Nya, aamiin allahumma aamiin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Barakallahulaka barakallahu'alaika wajama'a bainakuma fii khairin.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;By : &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Abu Aufa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-8329274386467719147?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/8329274386467719147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/06/jika-kau-menjadi-istriku-nanti.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8329274386467719147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8329274386467719147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/06/jika-kau-menjadi-istriku-nanti.html' title='Jika Kau Menjadi Istriku Nanti'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-yLflUKj0wK8/Tfhhdc1z19I/AAAAAAAAAZE/JlHAok56vLk/s72-c/suami_isteri_solehah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-7206955260767230561</id><published>2011-06-08T11:01:00.001+07:00</published><updated>2011-06-15T14:36:22.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUNAKAHAT'/><title type='text'>Ketika Bidadari Turun ke Bumi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-x7laeByN3xM/Tfhgv6ciYqI/AAAAAAAAAZA/E4q_Mm319c0/s1600/Bidadari-bidadari+Surga.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-x7laeByN3xM/Tfhgv6ciYqI/AAAAAAAAAZA/E4q_Mm319c0/s200/Bidadari-bidadari+Surga.jpg" width="132" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt; Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah&lt;br /&gt;mengisahkan tentang bidadari-bidadari surga. Bidadari-bidadari itu&lt;br /&gt;adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan&lt;br /&gt;dilihat, dan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita,&lt;br /&gt;kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan&lt;br /&gt;cinta dan umurnya sebaya. Siapakah yang orang yang beruntung&lt;br /&gt;mendapatkannya? Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena&lt;br /&gt;berjihad di jalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas membela agama&lt;br /&gt;Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kita mungkin berfikir, kapan kita berjumpa dengan&lt;br /&gt;bidadari-bidadari itu, apakah ia akan kita miliki, adakah ia sedikit&lt;br /&gt;diantara mereka mendiami bumi sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari-bidadari itu telah turun ke bumi. Semenjak Islam mulai bangkit&lt;br /&gt;lagi di bumi ini. Bidadari-bidadari itu menghias diri setiap hari. Dia&lt;br /&gt;berwujud manusia yang berhati lembut, menyenangkan dipandang mata,&lt;br /&gt;menyejukkan dilihat, menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita&lt;br /&gt;sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Seperti apakah bidadari bumi&lt;br /&gt;itu? Bisakah kita mengikuti langkahnya, apakah dia anak, adik, keponakan&lt;br /&gt;perempuan atau apakah ia istri dan ibu kita, atau ia hanya berupa angan&lt;br /&gt;yang sebenarnya bisa kita realisasikan, tapi syetan kuat menahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Setiap perempuan&lt;br /&gt;bisa menjadi bidadari bumi, seperti apakah ciri-cirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syariat Allah. &lt;br /&gt;2. Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengatur seluruh aspek kehidupannya.&lt;br /&gt;3. Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi perketi yang mulia.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak hobi berdusta, bergunjing dan ria. &lt;br /&gt;4. Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mendoakan orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; keduanya.&lt;br /&gt;5. Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya, mendidik&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; anak-anaknya dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangakan,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada didekatnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi. Ia melayani suaminya dengan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; suaminya untuk berjuang membela agama Allah. &lt;br /&gt;6. Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu, bersikap sederhana.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; belajar untuk bekal hidupnya.&lt;br /&gt;7. Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdianya kepada masyarakat dan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan hartanya. "Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; perhiasan adalah wanita sholehah". (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholehah yang keberadaan dirinya&lt;br /&gt;lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini. Ya Allah jadikanlah&lt;br /&gt;aku, ibuku, kakak dan adiku serta perempuan-perempuan di sekelilingku&lt;br /&gt;menjadi bidadari bumi. Agar kelak di syurga kami tidak canggung lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-7206955260767230561?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/7206955260767230561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/06/ketika-bidadari-turun-ke-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7206955260767230561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7206955260767230561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/06/ketika-bidadari-turun-ke-bumi.html' title='Ketika Bidadari Turun ke Bumi'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-x7laeByN3xM/Tfhgv6ciYqI/AAAAAAAAAZA/E4q_Mm319c0/s72-c/Bidadari-bidadari+Surga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-8842766460369720370</id><published>2011-06-01T21:22:00.001+07:00</published><updated>2011-06-01T21:49:26.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>Keindahan adalah Bahasa Hati</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 17pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KCIrkPzoQ6o/TeZQH6bWGgI/AAAAAAAAAY4/YYJnjCn0_40/s1600/tulus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://2.bp.blogspot.com/-KCIrkPzoQ6o/TeZQH6bWGgI/AAAAAAAAAY4/YYJnjCn0_40/s200/tulus.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya sering mengamati dalam berbagai acara penyambutan tamu-tamu besar,&amp;nbsp; panitia selalu menampilkan anak-anak kecil dengan membawa kalungan bunga dan cenderamata. Mereka adalah anak-anak pilihan. Mereka adalah anak-anak yang penampilannya sangat indah dan menarik serta santun. Kejadian ini berulangkali dalam setiap acara penyambutan para pemimpin negara, para menteri, duta besar, gubernur, dan yang lainnya, di seluruh penjuru dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yang unik, tatacara ini terus berlangsung sampai sekarang tanpa ada satu pun komentar, baik dengan lisan maupun tulisan. Kebiasaan ini tetap saja berlanjut dan berjalan sesuai perasaan. Tidak perlu ungkapan kata-kata kebahagiaan, kerana kebahagiaan hati sulit diung-kapkan dengan kata-kata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kenyataannya memang penampilan yang menank itu dapat berpengaruh pada hubungan antarpribadi, bahkan hubungan secara umum. Memang, penampilan yang memukau dengan sentuhan sopan santun dan perasaan yang lembut merupakan faktor penggerak dalam memikat hati dan menyentuh perasaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kecantikan dan ketampanan seringkali berpengaruh besar dalam memperoleh kesempatan, sehingga menempat-kan seseorang pada posisi yang strategi. (Walaupun terkadang melupakan kekurangan, bahkan tidak peduli terhadap semua kekurangan yang ada, yaitu bagi mereka yang hanya mengandalkan penampilan fisik belaka). Sebenarnya, yang saya maksud adalah kecantikan dan ketampanan alami yang memancarkan cahaya kebersihan dan kesucian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;Semua hal tersebut banyak berpengaruh pada hati, sehingga orang yang memilikinya selalu disukai dan dihormati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari sinilah Anda dapat menyaksikan bahawa penampilan anak-anak yang telah dianugerahi kenik-matan oleh Allah ini lebih baik daripada lainnya. Bila anak-anak ini dibina dengan pembinaan dan &lt;i&gt;tarbiyah islamiah &lt;/i&gt;yang baik, maka gaung tarbiyah di masa mendatang akan meluas dalam membangkitkan perasaan lewat penampilan ceria dan memukau guna berkhidmah pada dakwah islamiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Islam sebagai agama dakwah bagi seluruh manusia, tidak boleh melupakan sentuhan manis ini dalam rangka menggaet hati seseorang. Sirah Nabi saw. Sarat dengan peristiwa yang menonjolkan sisi ini dalam kehidupan sebahagian sahabat, seperti Mush'ab bin Umair, Ja'far bin Abi Thalib, dan Dihyah Al-Kalby, yakni orangorang yang diutus Rasulullah saw. untuk berdakwah kepada para raja dan ketua negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="http://hikmah.sitesled.com/"&gt;http://hikmah.sitesled.com/&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-8842766460369720370?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/8842766460369720370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/06/keindahan-adalah-bahasa-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8842766460369720370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8842766460369720370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/06/keindahan-adalah-bahasa-hati.html' title='Keindahan adalah Bahasa Hati'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KCIrkPzoQ6o/TeZQH6bWGgI/AAAAAAAAAY4/YYJnjCn0_40/s72-c/tulus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-6833872028320646516</id><published>2011-05-31T13:23:00.000+07:00</published><updated>2011-05-31T13:23:47.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>Untukmu Saudaraku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-EYIT4HJpOZc/TeSDd60ZtrI/AAAAAAAAAYw/vGconAHBAg0/s1600/islam-light.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="http://1.bp.blogspot.com/-EYIT4HJpOZc/TeSDd60ZtrI/AAAAAAAAAYw/vGconAHBAg0/s200/islam-light.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;Individu  adalah komponen terkecil penyusun masyarakat, Dia memegang peranan penting dalam  menentukan perjalanan dan bentuk masyarakat itu sendiri. Oleh kerana itu, yang  menjadi tonggak dalam gerakan kita adalah individu, kemudian keluarga, dan  akhirnya masyarakat. Maka perbaikilah dirimu terlebih dahulu, kemudian serulah  orang lain ke jalan kebaikan. Kerana terwujudnya peribadi-peribadi yang  benar-benar mukmin akan membuka banyak peluang untuk sukses. Inilah  karakteristik Islam yang paling menonjol, iaitu pembentukan peribadi islami  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;{takwin asy-syakhshiyab  al-islamiyyah).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;Walau  jumlah orang yang memusuhi Islam sangat banyak, namun jika kita dapat mengajak  satu orang dari mereka dalam setiap hari agar mahu bergabung dalam dakwah  islamiah, maka perlahan tapi pasti kita telah mengentaskan mereka dari kehinaan  jahiliah menuju kemuliaan di bawah naungan cahaya Islam. Bukankah ini adalah  tujuan dakwah? Bukankah mencari pengikut dengan cara seperti ini adalah tindakan  yang bijaksana dan akan membuahkan hasil yang jelas? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;Tugas  kita adalah meluruskan pendapat umum yang salah terhadap Islam. Jika individu  bisa menjadi baik, maka masyarakat pun akan menjadi baik, dan dengan sendirinya  Islam akan berdiri tegak. Dalam jamaah dakwah islamiah sendiri, kita mengadakan  suatu program yang kita sebut dengan projek &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;al-akh al-wahid, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11.5pt;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;aitu  setiap anggota berjanji dan berusaha untuk mengajak satu orang anggota baru  dalam satu tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;Tidak  seorang pun diperbolehkan menunda-nunda waktu, kerana perputaran waktu adalah  bahagian dan pengubatan dan pembentukan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;(at waqtu juz'un minal 'ilaj wat  takwin). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;Sehari  dalam kehidupan individu adalah setahun dalam kehidupan umat. Umat yang mengerti  betul akan hakikat kehidupan, mereka tidak akan pernah mati. Ini semua akan  bergantung pada para da'i dalam memandang kesucian dan urgensi risalah dakwah  serta bergantung pada pengorbanan para da'i, baik harta, tenaga, mahupun  waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;Yang  perlu diperhatikan oleh para da'i pada masa pembentukan (fase &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;takwiniyab) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;adalah  memberikan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;uswah  hasanah, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;bertujuan  menampilkan di hadapan masyarakat gambaran nyata tentang Islam. Ini harus  dilakukan dengan kemantapan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Garamond-Italic; font-size: 9.5pt;"&gt;Kiat  Memikat Objek Dakwah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;iman,  pemahaman yang universal, dan bertoleransi dalam masalah-rnasalah khilaf dan  furu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;Metode  dakwah haruslah secara &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;tadarruj &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;(bertahap),  sebagaimana firman Allah swt., &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;"Dan berilah peringatan kepada  kerabat-kerabatmu yang terdekat." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;(Asy-Syu'ara:  214)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;"Maka sampaikanlah olehmu secara  terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari  orang-orang musyrik. " &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;(Al-Hijr:  94)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11.5pt;"&gt;"Telah diizinkan (berperang) bagi  orang-orang yang diperangi, kerana sesungguhnya mereka telab dianiaya.  Sesunggubnya Allah benar-benar Maha kuasa menolong mereka itu." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;(Al-Hajj:  39)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: TimesNewRomanPSMT; font-size: 11.5pt;"&gt;Dari  anasir jahiliah, Rasul mencetak pasukan hidayah. Dari anasir hidayah, Rasul  menaklukkan negen-negeri thaghut. Di jalan itulah, Rasul meletakkan sistem  dakwahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;a href="http://hikmah.sitesled.com/" target="_blank"&gt;http://hikmah.sitesled.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-6833872028320646516?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/6833872028320646516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/05/untukmu-saudaraku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/6833872028320646516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/6833872028320646516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/05/untukmu-saudaraku.html' title='Untukmu Saudaraku'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-EYIT4HJpOZc/TeSDd60ZtrI/AAAAAAAAAYw/vGconAHBAg0/s72-c/islam-light.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-5482767802833029237</id><published>2011-05-16T10:24:00.001+07:00</published><updated>2011-05-16T10:31:04.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>.......SAAT NYAWA TERCABUT</title><content type='html'>&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sahabatku, &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sQcjArbUsow/TdCX0xxgKWI/AAAAAAAAAYc/EaGWx3xDUSc/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://4.bp.blogspot.com/-sQcjArbUsow/TdCX0xxgKWI/AAAAAAAAAYc/EaGWx3xDUSc/s200/images.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kehidupan manusia di dunia, tak ubahnya sebuah perjalanan yang pasti ada akhirnya. Dan tahukah sahabat apa yang akan menjadi akhir dari perjalanan kita di dunia ini – untuk selanjutnya memulai sebuah perjalanan baru&amp;nbsp; ke negeri yang masih asing? Itulah kematian. Kematianlah, akhir kisah hidup kita di dunia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lalu, adakah kita siap menjumpainya ketika malaikat pencabut nyawa sudah datang menjemput? Adakah kita siap ketika kain kafan akan membungkus tubuh kita? Adakah kita siap ketika tubuh kita akan diturunkan ke liang lahat? Ketika papan-papan menutup jasad, ketika gumpalan tanah menimbun, apakah kita siap? Ingatlah kita pasti mati. Kita pasti berpisah dengan ibu bapak kita. Merekakah yang akan berpulang lebih dulu? Ataukah malah kita yang mendahului mereka? Kita pasti berpisah dengan istri dan anak-anak. Betapapun kita teramat sayang kepada mereka, Allah pasti membuat kematian yang akan mengakhiri segalanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Kullu nafsin dzaa iqatul maut,” [QS. Ali Imran (3) ; 19) demikian Allah Azza wa Jalla menegaskan. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati! Dan sakaratul maut itu sakit sekali, kambing saja yang tidak mempunyai dosa apapun, ketika disembelih, Allah memperlihatkan kepada kita, betapa sulitnya ia meregang nyawa. Ayam adalah mahluk Allah yang selalu bertasbih, dan karena itu ia bersih dari dosa. Tetapi, ketika disembelih betapa ia menggelepar-gelepar tanda teramat sakitnya melepas nyawa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sahabat, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kita pun demikian halnya. Semakin busuk diri kita ketika hidup, mungkin saat-saat tercerabutnya nyawa dari badan akan merupakan saat-saat yang teramat pahit dan menderita. Tubuh ini laksana dibelit kawat berduri yang menghunjam ke setiap bagian otot, kemudian ditarik, sehingga tercabik-cabik dan tercerabut dari tulang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kita pasti akan meninggalkan segala yang apa kita cintai. Hanya kain kafan yang menemani. Mungkin saat-saat kita meninggal, orang-orang menangis, tapi mungkin juga sebaliknya, menertawakan. Jasad yang terbujur kaku pun dengan tanpa daya diusung orang menuju liang kubur. Ya, disanalah rumah terakhir kita. Tidak ada yang kita bawa. Kita akan dibaringkan menghadap kiblat. Kain kafan dibuka sedikit pada wajah kita agar menyentuh tanah. Papan-papan pun akan mempersempit ruang lahat. Kemudian, pelan-pelan tanah akan menutup dang menghimpit, hingga tak ada sedikit pun ruang yang tersisa. Mungkin yang akan menimbunkan tanah itu justru orang-orang yang paling kita cintai. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Semakin lama semakin gelap dan pekat. Kita tak lagi mempunyai teman, selain amal baik. Harta, pangkat, jabatan, yang mati-matian kita cari sampai tidak ingat shalat, tidak ingat shaum, tidak ingat zakat. Semuanya tidak ada yang mampu menolong kita. Bahkan mungkin tumpukan harta yang kita tinggalkan malah memperberat kita karena dipakai maksiat oleh anak dan keturunan kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sahabat, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saat itulah kita akan mempertanggungjawabkan segala apa yang pernah diperbuat di dunia. “Hai dungu,” demikian mungkin kita disergah. “Mengapa engkau begitu zhalim kepada dirimu sendiri? Kepalamu tidak pernah kau gunakan untuk bersujud. Yang melingkar-lingkar dalam otakmu hanya urusan dunia belaka. Padahal ternyata semua itu tidak bisa kau bawa. Tanganmu berlumur aniaya, sedang berderma menolong sesama tidak pernah ada. Matamu bergelimang maksiat, sedang Al-Qur’an tidak pernah kau singkap dan kau lihat. Di telingamu hanya berdenging musik sia-sia dan kata-kata penuh maksiat, sedang kebenaran tak sedikit pun kau simak meski sesaat. Kenapa keningmu hanya kau dongakkan penuh keangkuhan, tetapi tidak sekalipun kau letakkan di atas sajadah kepasrahan?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Mungkin saat itulah kita melolong-lolong menjerit penuh penyesalan. Ketika itulah akan kita rasakan gemeretaknya tulang-belulang di sekujur tubuh hancur luluh dihimpit oleh kubur yang teramat benci kepada jasad yang sarat bergelimang dosa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sahabat, &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ketahuilah bahwa kematian itu pasti, dan siksa kubur pun pasti bagi orang yang tidak mempersiapkan diri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;(Sumber : Jurnal MQ Vol.I/No.1/Mei 2001)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-5482767802833029237?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/5482767802833029237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/05/saat-nyawa-tercerabut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/5482767802833029237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/5482767802833029237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/05/saat-nyawa-tercerabut.html' title='.......SAAT NYAWA TERCABUT'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sQcjArbUsow/TdCX0xxgKWI/AAAAAAAAAYc/EaGWx3xDUSc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-7722862596988848754</id><published>2011-05-10T13:49:00.001+07:00</published><updated>2011-05-10T14:08:15.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>Kisah 5 Perkara Aneh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kQo9hlGCtsM/Tcjj8XrC5DI/AAAAAAAAAYE/iWQ19_ooBRE/s1600/LOGO+INSAN+KAMIL.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="http://4.bp.blogspot.com/-kQo9hlGCtsM/Tcjj8XrC5DI/AAAAAAAAAYE/iWQ19_ooBRE/s200/LOGO+INSAN+KAMIL.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghadap ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan." Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut. Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku." Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung elang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, yaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, elang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya. Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghirup bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu. Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah menggunjing orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka menggunjing orang lain. Haruslah kita ingat bahawa menggunjing seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Maka berfirman Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang menggunjing tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh karena itu, hendaklah kita jangan menggunjingkan orang walaupun ia benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-7722862596988848754?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/7722862596988848754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/05/kisah-5-perkara-aneh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7722862596988848754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7722862596988848754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/05/kisah-5-perkara-aneh.html' title='Kisah 5 Perkara Aneh'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kQo9hlGCtsM/Tcjj8XrC5DI/AAAAAAAAAYE/iWQ19_ooBRE/s72-c/LOGO+INSAN+KAMIL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-8635889204920193504</id><published>2011-05-05T05:53:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T05:53:54.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>HUKUM NYANYIAN ATAU LAGU</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dy7Q9oZt1mM/TcHYcxjE27I/AAAAAAAAAYA/Qx7Foq8ZJnI/s1600/music.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195" src="http://2.bp.blogspot.com/-dy7Q9oZt1mM/TcHYcxjE27I/AAAAAAAAAYA/Qx7Foq8ZJnI/s200/music.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejauh ini kita melihat dimana-mana musik merupakan suatu hal yang  sangat dekat dengan kehidupan kita, bahkan semua golongan menyukai musik  mulai yang tua sampai..anak-anak..yang menjadi  perbahasannya.."bagaimana hukum lagu, nyanyian dan alat-alat musik dalam  Islam.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya  : Apa hukum menyanyi, apakah haram atau diperbolehkan, walaupun saya  mendengarnya hanya sebatas hiburan saja ? Apa hukum memainkan alat musik rebab  dan lagu-lagu klasik ? Apakah menabuh genderang saat perkawinan diharamkan,  sedangkan saya pernah mendengar bahwa hal itu dibolehkan ? Semoga Allah  memberimu pahala dan mengampuni segala dosamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Sesungguhnya  mendengarkan nyanyian atau lagu hukumnya haram dan merupakan perbuatan mungkar  yang dapat menimbulkan penyakit, kekerasan hati dan dapat membuat kita lalai  dari mengingat Allah serta lalai melaksanakan shalat. Kebanyakan ulama  menafsirkan kata lahwal hadits (ucapan yang tidak berguna) dalam firman Allah  dengan nyanyian atau lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan diantara manusia (ada) orang  yang mempergunakan ucapan yang tidak berguna” [Luqman : 6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin  Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bersumpah bahwa yang dimaksud dengan kata lahwul  hadits adalah nyanyian atau lagu. Jika lagu tersebut diiringi oleh musik rebab,  kecapi, biola, serta gendang, maka kadar keharamannya semakin bertambah.  Sebagian ulama bersepakat bahwa nyanyian yang diiringi oleh alat musik hukumnya  adalah haram, maka wajib untuk dijauhi. Dalam sebuah hadits shahih dari  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau berpendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya :  Sesungguhnya akan ada segolongan orang dari kaumku yang menghalalkan zina, kain  sutera, khamr, dan alat musik” [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan al-hira pada  hadits di atas adalah perbuatan zina, sedangkan yang dimaksud al-ma’azif adalah  segala macam jenis alat musik. Saya menasihati anda semua untuk mendengarkan  lantunan al-Qur’an yang di dalamnya terdapat seruan untuk berjalan di jalan yang  lurus karena hal itu sangat bermanfaat. Berapa banyak orang yang telah dibuat  lalai karena mendengar nyanyian dan alat musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pernikahan, maka  disyariatkan di dalamnya untuk membunyikan alat musik rebana disertai nyanyian  yang biasa dinyanyikan untuk mengumumkan suatu pernikahan, yang didalamnya tidak  ada seruan maupun pujian untuk sesuatu yang diharamkan, yang dikumandangkan pada  malam hari khusus bagi kaum wanita guna mengumumkan pernikahan mereka agar dapat  dibedakan dengan perbuatan zina, sebagaimana yang dibenarkan dalam hadits shahih  dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan genderang dilarang  membunyikannya dalam sebuah pernikahan, cukup hanya dengan memukul rebana saja.  Juga dalam mengumumkan pernikahan maupun melantunkan lagu yang biasa dinyanyikan  untuk mengumumkan pernikahan tidak boleh menggunakan pengeras suara, karena hal  itu dapat menimbulkan fitnah yang besar, akibat-akibat yang buruk, serta dapat  merugikan kaum muslimin. Selain itu, acara nyanyian tersebut tidak boleh  berlama-lama, cukup sekedar dapat menyampaikan pengumuman nikah saja, karena  dengan berlama-lama dalam nyanyian tersebut dapat melewatkan waktu fajar dan  mengurangi waktu tidur. Menggunakan waktu secara berlebihan untuk nyanyian  (dalam pengumuman nikah tersebut) merupakan sesuatu yang dilarang dan merupakan  perbuatan orang-orang munafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Bin Baz, Mjalah Ad-Dakwah, edisi 902,  Syawal 1403H]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi  Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia  Fatwa-Fatwa Terkini-3, Darul Haq]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1] Al-Bukhari  tentang minuman dalam bab ma ja’a fi man yastahillu al-khamr wa yusmmihi bi  ghairai ismih&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Oleh : Syaikh Abdul Aziz  bin Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;amp;article_id=1429&amp;amp;bagian=0"&gt;http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;amp;article_id=1429&amp;amp;bagian=0&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-8635889204920193504?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/8635889204920193504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/05/hukum-nyanyian-atau-lagu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8635889204920193504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8635889204920193504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/05/hukum-nyanyian-atau-lagu.html' title='HUKUM NYANYIAN ATAU LAGU'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dy7Q9oZt1mM/TcHYcxjE27I/AAAAAAAAAYA/Qx7Foq8ZJnI/s72-c/music.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-3655202857597153237</id><published>2011-05-05T05:42:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T05:42:07.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA DAN PAHALANYA</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gpYWg7MOrz4/TcHVyhJFKAI/AAAAAAAAAX8/4R0um6ypPwg/s1600/berbakti.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-gpYWg7MOrz4/TcHVyhJFKAI/AAAAAAAAAX8/4R0um6ypPwg/s1600/berbakti.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;Di Antara Fadhilah (Keutamaan) Berbakti Kepada  Kedua Orang Tua.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama&lt;br /&gt;Bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah  amal yang paling utama. Dengan dasar diantaranya yaitu hadits Nabi Shallallahu  'alaihi wa sallam yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu  Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dari  Abdullah bin Mas'ud katanya, "Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa  sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu  'alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain  disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua,  ketiga jihad di jalan Allah" [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul  Baari 2/9]&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dengan demikian jika ingin kebajikan harus didahulukan  amal-amal yang paling utama di antaranya adalah birrul walidain (berbakti kepada  kedua orang tua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua&lt;br /&gt;Bahwa ridla Allah tergantung kepada keridlaan  orang tua. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad,  Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr  dikatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu 'anhuma  dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ridla Allah  tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada  kemurkaan orang tua" [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu  Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim  (4/151-152)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga&lt;br /&gt;Bahwa berbakti kepada kedua orang tua dapat  menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu dengan cara bertawasul dengan  amal shahih tersebut. Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam  dari Ibnu Umar.&lt;br /&gt;"Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,  "Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada  sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba  sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada  yang lain, 'Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan'. Kemudian mereka  memohon kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar  Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata, "Ya  Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia  sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yang masih kecil. Aku mengembala  kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada  kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk  mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku  dapati kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana  sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun  keduanya masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk  meminta susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada  siapa pun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku.  Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun,  aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu kuberikan  kepada anak-anaku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik  karena Engkau ya Allah, bukakanlah. "Maka batu yang menutupi pintu gua itupun  bergeser" [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473)  (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil  A'mal]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa perbuatan berbakti kepada kedua orang tua  yang pernah kita lakukan, dapat digunakan untuk bertawassul kepada Allah ketika  kita mengalami kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai  kesulitan yang dialami seseorang saat ini diantaranya karena perbuatan durhaka  kepada kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mengetahui, bagaimana beratnya  orang tua kita telah bersusah payah untuk kita, maka perbuatan 'Si Anak' yang  'bergadang' untuk memerah susu tersebut belum sebanding dengan jasa orang tuanya  ketika mengurusnya sewaktu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Si Anak' melakukan pekerjaan tersebut  tiap hari dengan tidak ada perasaan bosan dan lelah atau yang lainnya. Bahkan  ketika kedua orang tuanya sudah tidur, dia rela menunggu keduanya bangun di pagi  hari meskipun anaknya menangis. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kedua orang tua  harus didahulukan daripada kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti  kepada kedua orang tua. Bahkan dalam riwayat yang lain disebutkan berbakti  kepada orang tua harus didahulukan dari pada berbuat baik kepada istri  sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma ketika  diperintahkan oleh bapaknya (Umar bin Khaththab) untuk menceraikan istrinya, ia  bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ceraikan istrimuu" [Hadits Riwayat Abu  Dawud No. 5138, Tirimidzi No. 1189 beliau berkata, "Hadits Hasan  Shahih"]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Abdullah bin Mas'ud yang disampaikan sebelumnya  disebutkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua harus didahulukan daripada  jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besarnya jasa kedua  orang tua kita, sehingga apapun yang kita lakukan untuk berbakti kepada kedua  orang tua tidak akan dapat membalas jasa keduanya. Di dalam hadits yang  diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar  Radhiyallahu 'anhuma melihat seorang menggendong ibunya untuk tawaf di Ka'bah  dan ke mana saja 'Si Ibu' menginginkan, orang tersebut bertanya kepada, "Wahai  Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa  ibuku.?" Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma, "Belum, setetespun engkau  belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu" [Shahih Al Adabul Mufrad  No.9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dengan  beban yang dirasakannya sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika  melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwanya antara hidup dan mati. Ketika kita  lahir, ibu lah yang menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semuanya  dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika  kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita  sakit tidak ada yang bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga  berusaha agar kita segera sembuh dengan membawa ke dokter atau yang lain.  Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar  kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap  anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat&lt;br /&gt;Dengan berbakti kepada kedua orang tua akan diluaskan  rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dalam hadits yang disepakati oleh  Bukhari dan Muslim, dari sahabat Anas Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu  'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa yang suka diluaskan  rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi"  [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu Dawud 1693]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  ayat-ayat Al-Qur'an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam  dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. Dalam silaturahmi, yang harus  didahulukan silaturahmi kepada kedua orang tua sebelum kepada yang lain. Banyak  diantara saudara-saudara kita yang sering ziarah kepada teman-temannya tetapi  kepada orang tuanya sendiri jarang bahkan tidak pernah. Padahal ketika masih  kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah dewasa, seakan-akan dia  tidak pernah berkumpul bahkan tidak kenal dengan kedua orang tuanya. Sesulit  apapun harus tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kepada kedua orang tua.  Karena dengan dekat kepada keduanya insya Allah akan dimudahkan rizki dan  dipanjangkan umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dengan  silaturahmi akan diakhirkannya ajal dan umur seseorang.[1] walaupun masih  terdapat perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun pendapat  yang lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umurnya memang  benar-benar akan dipanjangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima&lt;br /&gt;Manfaat dari berbakti kepada  kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa  Ta'ala. Di dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak  yang durhaka tidak akan masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu  anak yang berbuat baik kepada kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah  Subhanahu wa Ta'ala ke jannah (surga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa-dosa yang Allah Subhanahu wa  Ta'ala segerakan adzabnya di dunia diantaranya adalah berbuat zhalim dan durhaka  kepada kedua orang tua. Dengan demikian jika seorang anak berbuat baik kepada  kedua orang tuanya, Allah Subahanahu wa Ta'ala akan menghindarkannya dari  berbagai malapetaka, dengan izin Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Kitab Birrul  Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin  Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta.]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote  Note.&lt;br /&gt;[1] Riyadlush Shalihin, hadits No. 319&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : Oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir  Jawas &lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;amp;article_id=404&amp;amp;bagian=0"&gt;http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;amp;article_id=404&amp;amp;bagian=0&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-3655202857597153237?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/3655202857597153237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/05/keutamaan-berbakti-kepada-kedua-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3655202857597153237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3655202857597153237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/05/keutamaan-berbakti-kepada-kedua-orang.html' title='KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA DAN PAHALANYA'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gpYWg7MOrz4/TcHVyhJFKAI/AAAAAAAAAX8/4R0um6ypPwg/s72-c/berbakti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-3709591152471655107</id><published>2011-03-25T09:37:00.003+07:00</published><updated>2011-03-25T09:42:15.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEMANGAT BERJUANG DAN BELAJAR'/><title type='text'>MENUNTUT ILMU TIDAK BISA INSTANT</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-94my2YtX1Tw/TYv_9lFc9wI/AAAAAAAAAXw/dPM5q5JL1gQ/s1600/ilmu+3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://lh6.googleusercontent.com/-94my2YtX1Tw/TYv_9lFc9wI/AAAAAAAAAXw/dPM5q5JL1gQ/s200/ilmu+3.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Zaman modern menuntut kita serba cepat. Tak heran jka produk-produk yang menawarkan cara cepat untuk mencapai sesuatu selalu laris. Dari makanan instant hingga cara untuk memahami agama secara instant pun hadir. Promosi yang bom bastis&amp;nbsp; kerap membuat orang tertarik meski mereka buta akan hakikatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Belakangan ini orang banyak tersendak dengan penemuan aktivitas otak tengah. Konon menurut para pengiatnya, jika seseorang mampu mengaktifkan otak tengahnya ia akan melakukan aktivitas dengan lebih cepat. Saking hebatnya, seseorang bisa membaca, memasak, dan mewarnai dengan mata tertutup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bagi para penuntut&amp;nbsp; ilmu tentu saja hal ini akan sangat memudahkannya. Namun tanda tanya besarnya, apakah ilmu yang sangat mulia ini bisa dicapai dengan instant?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Fakta sejarah berkata tidak. sebab, ulama-ulama terdahulu dengan tingkat kecerdasan yang tinggi tidak ada menuntut ilmu secara cepat. Mereka bahkan seumur hidupnya mengabdikan diri untuk menuntut ilmu. Bahkan pisah satu tempat ke tempat yang lain. Menghabiskan umurnya berpuluh tahun untuk menuntut ilmu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dikatakan kepada Imam Ahmad, seorang menuntut ilmu pada guru saja yang memiliki ilmu yang banyak atau dia pergi bertualang menuntut ilmu. Ahmad menjawab, “dia bertualang dan menulis dan mendengar dari para ulama di setiap kota”. Bahkan Musa&amp;nbsp; sendiri yang sudah jadi Nabi berjalan jauh untuk menuntut ilmu.( Fathul Bari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Imam Bukhari membuat bab khusus tentang keluar menuntut ilmu . lalu beliau mencontohkan sahabat Jabir bin Abdullah. Sahabat dari kalangan Anshar ini pernah melakukan perjalanan selama satu bulan untuk mengambil satu Hadits dari Abdullah bin Unais. (Shohih Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan kalau menujuk kepada Al-Qur’an, Allah pun menurunkan Al-Qur’an secara beransur-ansur. Padahal, siapa yang meragukan kecerdesan Nabi. Kalau Allah mau mengajar Nabi-Nya dengan cara instant pun pasti bisa. Namun, Allah memilih 23 tahun untuk mengajarkan Al-Qur’an. Waktu yang tertentu tidak singkat. Banyak hikmah di dalamnya. Tapi yang terpenting adalah proses panjang dalam menuntut ilmu adalah kemutlakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Proses sangatlah penting. Semakin melelahkan proses yang dilewati seseorang dalam menuntut ilmu, semakin banyak pula ilmu yang diberikan Allah padanya. Karenanya dalam satu wasiat Imam Syafi’i kepada para penuntut ilmu adalah harus bersabar dalam waktu yang panjang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ankabut : 69 sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Menuntut ilmu adalah satu jalan mencari keridhaan Allah yang membutuhkan kesungguhan. Lalu dimanakah&amp;nbsp; letak kesungguhan itu jika kita justru ingin mencari ilmu dengan cara-cara cepat?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-3709591152471655107?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/3709591152471655107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/03/menuntut-ilmu-tidak-bisa-instant.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3709591152471655107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3709591152471655107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/03/menuntut-ilmu-tidak-bisa-instant.html' title='MENUNTUT ILMU TIDAK BISA INSTANT'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-94my2YtX1Tw/TYv_9lFc9wI/AAAAAAAAAXw/dPM5q5JL1gQ/s72-c/ilmu+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-3699242434387615931</id><published>2011-02-07T00:38:00.000+07:00</published><updated>2011-02-07T00:38:12.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAZKIYATUN - NUFUS'/><title type='text'>PERJALANAN SEMENTARA KITA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TU7ccgs4x3I/AAAAAAAAAXQ/X7DDqpMFslQ/s1600/dunia-fana.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TU7ccgs4x3I/AAAAAAAAAXQ/X7DDqpMFslQ/s200/dunia-fana.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dunia dengan segala keindahannya memang tidak sembarangan orang mampu  menghindarinya. Dunia begitu mempesona sehingga mudah sekali membuat  orang berubah. Yang biasanya baik bisa menjadi jahat. Dan yang biasanya  jahat bisa juga berubah menjadi sangat baik. Dunia itu bisa menjadi  indah bukanlah dunia itu sendiri indah. Tapi dunia itu indah karena  manusia yang didalamnya membuat sesuatu itu menjadi indah. Dari pria  tampan, wanita yang cantik, anak-anak yang cerdas, uang di rekening  bank, emas, perak, perkebunan yang berhektar-hektar, mobil mewah, rumah  besar dan hal-hal indah lainnya. Mungkin jika tidak ada manusia, semua  hal-hal itu hanya barang rongsokan belaka.&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hidup di dunia merupakan perjalanan sementara, sebelum  akhirnya semua akan tiba di penghujung batas tujuan, akhirat. Alquran  menyatakan, ''Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan  main-main, dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan.''  (QS Al-Ankabut [29]: 64).  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Al-quran juga memberikan perumpamaan  kehidupan dunia seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para  petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan terlihat warnanya  kuning, kemudian menjadi hancur (QS Al-Hadid [57]: 20).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terlalu  banyak manusia yang silau oleh kemilau dunia, mengejar sesuatu yang  seharusnya tidak dikejar. Saling menyikut dan menjatuhkan dengan  menghalalkan segala cara, demi meraih tahta jabatan, dan harta kekayaan.  Padahal, semua itu hanyalah sementara, tidak setia, dan akan terpisah  darinya saat kematian datang menjemput.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesona dunia kerap membuat seseorang lupa akan hakikat hidup di dunia. Sehingga, menjadikannya lalai dalam melakukan tugas dan kewajiban sebagai seorang hamba, yaitu beribadah kepada Allah SWT. Padahal, kehidupan dunia tak lebih hanya permainan dan senda gurau belaka (QS Muhammad [47]: 36).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tak heran bila kemudian Rasulullah SAW selalu mengingatkan umatnya untuk menyikapi hidup di dunia ini sebagai ladang berbekal, dan sebaik-baiknya bekal adalah takwa kepada Allah SWT. (QS Al-Baqarah [2]: 197).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Oleh karena itu, Ibnu Umar RA mengambil wasiat dari Rasulullah untuk menggunakan setiap kesempatan guna berbekal. ''Jika kamu berada di masa sore, jangan menunggu waktu pagi. Dan jika kamu berada di waktu pagi, jangan menunggu masa sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.'' (HR. Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menjadikan hidup di dunia hanya sebagai ladang berbekal akan menimbulkan perasaan bahwa hakikat diri adalah asing di dunia dan tidak mungkin menetap selamanya. Diri tidak lagi terpikat pada segala sesuatu yang menggoda di tempat persinggahan sementaranya itu. Hatinya hanya terpaut pada tujuan yang akan menjadi tempat kembalinya kelak. Bahkan, dia akan menganggap dirinya seperti 'musafir' yang ingin terus melanjutkan perjalanan hingga batas akhir tujuan, yaitu kehidupan abadi di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memahami kehidupan di dunia ini layaknya musafir, telah diajarkan oleh Rasulullah melalui sabdanya, ''Aku tidak memiliki kecenderungan (kecintaan) terhadap dunia. Keberadaanku di dalam dunia seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkan pohon tersebut.'' (HR. Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oleh karena itu, wajib bagi seorang Mukmin untuk bersegera melakukan kebaikan sebelum dia tidak mampu lagi untuk melakukannya, baik karena menderita sakit atau karena kematian yang menjemput.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dan di saat manusia terhalang untuk melakukan amal kebaikan, maka yang tersisa hanyalah penyesalan dan kesedihan. Dia hanya bisa berandai untuk kembali sehat atau hidup lagi, padahal harapan itu sia-sia belaka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Firman-Nya: ''Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka (orang-orang kafir), dia berkata, 'Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan'. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding hingga hari mereka dibangkitkan. (QS Al-Mukminun [23]: 99-100).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Peringatan dari Allah :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Hai orang-orang yang beriman, janganlah engkau dilalaikan oleh harta dan anak-anakmu untuk berdzikir kepada Allah”&lt;br /&gt;(QS. Al Munafiqun: 9)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dunia ini terlaknat dan isinya penterlaknat pula, kecuali yang  berdzikir kepada Allah serta mengikuti dzikir tadi, juga orang yang  berilmu agama serta orang yang menuntut ilmu agama tadi terbebas dari  laknat”&lt;br /&gt;(HR Turmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk itu janganlah kita mencintai dunia ini secara berlebihan, tapi  cintailah yang memberi dunia itu, karena kepada-Nya-lah kita akan  kembali.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Pada suatu hari dimana harta dan anak-anak tidak berguna lagi kecuali  bagi orang-orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang bersih dan  didekatkan surga bagi mereka yang bertaqwa”&lt;br /&gt;(QS. Asy Syu’ara: 88-90) &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-3699242434387615931?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/3699242434387615931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/02/perjalanan-sementara-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3699242434387615931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3699242434387615931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/02/perjalanan-sementara-kita.html' title='PERJALANAN SEMENTARA KITA'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TU7ccgs4x3I/AAAAAAAAAXQ/X7DDqpMFslQ/s72-c/dunia-fana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-8204764275100696653</id><published>2011-01-06T09:31:00.001+07:00</published><updated>2011-01-06T09:36:29.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAZKIYATUN - NUFUS'/><title type='text'>Hari Ini Milik Anda</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TSUonuJLUdI/AAAAAAAAAWk/SAW0yWg6B5g/s1600/waktu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TSUonuJLUdI/AAAAAAAAAWk/SAW0yWg6B5g/s200/waktu.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;J&lt;/b&gt;ika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dllahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan. Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu', bacaan al-Qur'an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada- Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19.3pt; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;{Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14pt; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 17.3pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;kamu termasuk orang yang bersyukur.}&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(QS. Al-A'raf: 144)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda):Bila hari ini anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah besok nasi basi yang telah anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan anda?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi? Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, "Hanya hari ini aku&amp;nbsp;&amp;nbsp; berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat &lt;span style="color: black;"&gt;tenaga untuk taat kepada &lt;i&gt;Rabb, &lt;/i&gt;akan melaksanakan sholat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunnah &lt;i&gt;nafilah,&lt;/i&gt; berpegang teguh pada Al-Qur’an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; riya', dan buruk sangka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;dan berbakti kepada orang tua. Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, "Wahai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"&lt;i&gt;Hari ini milik Anda&lt;/i&gt;", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan". Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;Referensi : Laa Tahzaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-8204764275100696653?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/8204764275100696653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/01/hari-ini-milik-anda.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8204764275100696653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8204764275100696653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/01/hari-ini-milik-anda.html' title='Hari Ini Milik Anda'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TSUonuJLUdI/AAAAAAAAAWk/SAW0yWg6B5g/s72-c/waktu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-353605757598704894</id><published>2011-01-05T01:59:00.001+07:00</published><updated>2011-01-05T02:06:28.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEMANGAT BERJUANG DAN BELAJAR'/><title type='text'>Sedikitnya Teman Perjalanan, Harga Sebuah Kemuliaan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TSNvptYSD5I/AAAAAAAAAWg/PZbn8nvYc9c/s1600/sedikit-teman.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TSNvptYSD5I/AAAAAAAAAWg/PZbn8nvYc9c/s200/sedikit-teman.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu kali, Umar bin Khathab mendengar seseorang berdoa, “Ya Allah,  jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit (minoritas).” Beliau  bertanya, “Wahai hamba Allah, apa yang kamu maksud dengan golongan  minoritas?” &lt;br /&gt;Orang itu menjawab, “&lt;i&gt;Saya menyimak firman Allah, Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit&lt;/i&gt;.” (QS. Hud: 40), juga firman-Nya, “&lt;i&gt;Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur&lt;/i&gt;.”  (QS. Saba’ 13). Kemudian orang itu menyebutkan beberapa ayat lagi. Lalu  Umar berkata, “Setiap orang memang lebih faqih dari Umar.”&lt;br /&gt;Fragmen ini menjadi pelajaran bagi kita, bahwa untuk meraih derajat  yang tinggi dan mulia, harus bersiap menempuh jalan yang sepi dari  teman. Karena orang kebanyakan tidak sanggup menempuh puncak ketinggian.  Derajat muslim hanya disandang sebagian kecil dari total penduduk bumi  yang luas ini. Di antara sekian banyak muslim, hanya sebagian kecil yang  menduduki peringkat mukmin. Dan di antara sekian banyak mukmin, hanya  sedikit sekali yang mampu meraih derajat muhsin. Dan begitulah, makin  tinggi tujuan, makin sedikit teman perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menyadari Konsekuensi Pilihan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memiliki cita-cita mulia, harus menyadari pilihan ini. Ia  sama sekali tidak terpengaruh atau larut oleh suara kebanyakan. Tidak  pula terwarnai oleh tradisi yang sudah menjadi hegemoni. Baginya, itu  bukanlah ukuran. Sufyan bin Uyainah RHM berkata, ”Tempuhlah jalan  kebenaran, janganlah merasa kesepian dengan sedikitnya teman  perjalanan.”&lt;br /&gt;Fudhail bin Iyadh RHM juga berkata, ”Berpeganglah pada jalan hidayah,  jangan ragu akan sedikitnya orang yang menempuhnya jalannya. Jauhilah  jalan kesesatan, dan jangan tertipu oleh banyaknya jumlah orang yang  bergabung bersama mereka.”&lt;br /&gt;Begitulah semestinya sikap kita dalam memegangi kebenaran, demikian  pula usaha kita dalam meraih cita-cita. Bukankah orang yang masuk jannah  tanpa hisab lebih sedikit dari penghuni jannah yang lain? Bukankah ’&lt;i&gt;imam fid dien&lt;/i&gt;’ (pemimpin dalam agama) lebih sedikit dari pada jumlah makmum yang di belakangnya?&lt;br /&gt;Jika ingin sukses dengan tingginya capaian ilmu dan amal, jangan  menjadikan kebiasaan awam sebagai ukuran. Jika usaha kita setara dengan  orang kebanyakan, kita baru bisa dikatakan sebagai sembarang orang,  belum mencapai kedudukan ’bukan orang sembarangan’.&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud memberi nasihat kepada penyandang al-Qur’an agar berbeda  dengan umumnya orang, ”Sudah sepantasnya bagi penyandang al-Qur’an  menghidupkan malamnya di saat manusia tidur, shaum di siang hari di saat  manusia berbuka, menunjukkan kesedihannya saat manusia  bersenang-senang, menangis di saat manusia tertawa, diam saat manusia  banyak bicara, khusyu’ saat manusia tampak kesombongannya.”&lt;br /&gt;Bahkan Allah juga mengingatkan kepada para istri Nabi agar menjaga  kemuliaan mereka dengan tidak menyerupai orang awam dalam berkata dan  berbuat. Tidak sepantasnya mereka meniru wanita lain, dan justru kaum  wanitalah yang seharusnya menjadikan mereka sebagai panutan. Allah  berfirman,&lt;br /&gt;”&lt;i&gt;Wahai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa.&lt;/i&gt;” (QS. al-Ahzab: 32)&lt;br /&gt;Ibnu Katsier RHM berkata, ”bahwa jika mereka bertakwa kepada Allah  sebagaimana yang Allah perintahkan, maka tak ada wanita yang menyerupai  mereka, dan tak ada wanita yang mampu menandingi kemuliaan dan kedudukan  mereka.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menepis Rasa Keterasingan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menggapai kedudukan tinggi memang harus bersiap menjadi manusia  langka, orang asing dan beda dari yang lain. Adalah manusiawi jika  terkadang dia merasa kesepian. Untuk menepis rasa ini, kita bisa  bergabung dalam kafilah orang-orang yang jauh keutamaannya di atas kita,  meski mereka hidup di zaman sebelum kita. Seperti yang dilakukan oleh  Abdullah bin Mubarak RHM tatkala diajak mengobrol usai shalat beliau  menjawab, ”Aku ingin segera bergabung bersama para sahabat dan para  tabi’in. Aku ingin membaca kitab dan mencatat perkataan mereka.  Sedangkan bila aku nongkrong bersama kalian, apa yang bisa kudapatkan?”&lt;br /&gt;Ini semisal dengan wejangan sebagian salaf yang disebutkan Ibnu  Qayyim al-Jauziyah RHM dalam Madaarijus Saalikin, ”Jika suatu kali kamu  merasa kesepian karena sedikitnya teman, maka lihatlah teman perjalanan  yang telah berada di depan, berusahalah untuk menyusul mereka. Janganlah  pandanganmu terpaku kepada selain mereka (yang lebih lambat dari  jalanmu), karena hal itu tak akan berguna bagimu di sisi-Nya. Jika  mereka menyerumu untuk melambatkan jalanmu, janganlah menoleh kepada  mereka. Karena sekali saja kamu menoleh, mereka bisa mengejarmu. Seperti  perumpamaan kijang dan serigala. Sebenarnya kijang lebih kencang  larinya dari serigala. Hanya saja tabiat kijang selalu menoleh begitu  merasakan sesuatu, dan itu akan memperlambat jalannya. Maka serigala pun  bisa menangkapnya, karena dia hanya fokus dengan apa yang menjadi  tujuannya.”&lt;br /&gt;Penulis juga pernah mendengar, seorang da’i yang melewati hutan  dengan motor, tak sengaja menabrak harimau yang sedang mengejar  mangsanya. Harimau terjatuh, namun itu tidak merubah fokusnya untuk  mengejar hewan yang sejak semula hendak dimangsanya.&lt;br /&gt;Begitulah mestinya pemburu derajat mulia yang sebenarnya. Selalu  fokus dengan cita-citanya yang mulia. Lingkungan ataupun kondisi umumnya  manusia yang suka berlambat dan leha-leha semestinya tidak menghambat  laju geraknya. Sebagai realisasi dari wasiat Nabi SAW,&lt;br /&gt;احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ&lt;br /&gt;“Bersungguhlah melakukan apa yang bermanfaat untukmu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;Tingkat kegigihan, ketegaran dalam menghadapi segala rintangan, dan  optimisme dalam menjawab semua tantangan harus di atas rata-rata umumnya  orang. Waktu belajarnya, melebihi waktu belajarnya orang-orang, dan  tingkat pengorbanannya melebihi pengorbanan orang-orang sembarangan.  Inilah harga yang harus dibayar untuk sebuah kemuliaan, wallahul  muwaffiq. (Abu Umar Abdillah)&lt;br /&gt;http://www.arrisalah.net/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-353605757598704894?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/353605757598704894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/01/sedikitnya-teman-perjalanan-harga.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/353605757598704894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/353605757598704894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2011/01/sedikitnya-teman-perjalanan-harga.html' title='Sedikitnya Teman Perjalanan, Harga Sebuah Kemuliaan'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TSNvptYSD5I/AAAAAAAAAWg/PZbn8nvYc9c/s72-c/sedikit-teman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-8244115038680749164</id><published>2010-12-25T08:28:00.000+07:00</published><updated>2010-12-25T08:28:54.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>Menghindari Kemungkaran di Penghujung Tahun</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TRVIxlV1qtI/AAAAAAAAAWE/uNh3nyObdTE/s1600/lilin.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TRVIxlV1qtI/AAAAAAAAAWE/uNh3nyObdTE/s200/lilin.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ternyata tidak sedikit kaum muslimin yang masih belum mengerti  bagaimana hukum mengucapkan selamat natal atau hari-hari raya orang  kafir lainnya. Hal ini nampak dari banyaknya kaum muslimin yang masih  saja memberikan ucapan selamat, bergembira, dan bahkan ikut merayakan  hari raya yang jatuh pada setiap penghujung tahun masehi tersebut, tidak  terkecuali tahun ini. &lt;br /&gt;Oleh karena itulah, kami akan menampilkan fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah  Lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah Wal Ifta’ dan Asy-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad  bin Shalih Al-‘Utsaimin tentang permasalahan ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1670"&gt;&lt;/span&gt;Tepat sepekan setelah hari natal, ada  momen besar lainnya yang umat Islam sangat rawan untuk terjatuh kepada  kemungkaran dan pelanggaran syar’i di dalamnya, yaitu tahun baru.  Sehingga tidak lupa kami juga menampilkan hukum merayakannya sebagaimana  yang telah difatwakan oleh para ulama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hukum Mengucapkan Selamat Kepada Orang-Orang Nashara pada  Hari Raya Mereka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hukum Islam tentang mengucapkan selamat kepada orang-orang  nashara pada hari raya mereka, karena saya mempunyai paman yang  bertetangga dengan seorang nashrani, dan paman saya ini memberikan  ucapan selamat kepadanya ketika bergembira maupun ketika hari raya. Dan  sebaliknya si nashrani tersebut juga mengucapkan selamat kepada paman  saya ketika bergembira, ketika hari raya, atau pada kesempatan lain.  Apakah ini diperbolehkan: ucapan selamat seorang muslim kepda nashrani  dan nashrani kepada seorang muslim ketika hari raya-hari raya maupun  saat-saat bergembira?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk mengucapkan selamat  kepada orang-orang nashrani ketika hari raya-hari raya mereka, karena  yang demikian itu merupakan bentuk&amp;nbsp;&lt;em&gt;ta’awun&lt;/em&gt; (tolong menolong)  dalam perbuatan dosa dan kita dilarang untuk itu. Allah&amp;nbsp;&lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;  berfirman:&lt;br /&gt;وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” &lt;/em&gt;(&lt;strong&gt;Al-Maidah:  2&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;Sebagaimana juga disebabkan karena padanya (ucapan selamat tersebut)  terdapat unsur kasih sayang kepada mereka, mengharap kecintaan, dan  mengesankan sikap ridha kepada mereka dan syi’ar-syi’arnya, maka ini  tidak diperbolehkan.&lt;br /&gt;Bahkan yang wajib adalah menampakkan permusuhan dan kebencian yang  nyata kepada mereka, karena mereka telah memerangi Allah&amp;nbsp;&lt;em&gt;jalla  wa’ala&lt;/em&gt; dan menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, dan mereka telah  menjadikan (menganggap) bagi Allah (memiliki) istri dan anak. Allah&amp;nbsp;&lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;  berfirman:&lt;br /&gt;لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ  يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ  أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ  كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari  akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah  dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak  atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka itulah orang-orang  yang telah Allah tanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan  mereka dengan pertolongan&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;yang datang daripada-Nya.”&lt;/em&gt;  (&lt;strong&gt;Al-Mujadilah: 22&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;Dan firman-Nya:&lt;br /&gt;قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ  مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا  تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا  وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا  بِاللَّهِ وَحْدَهُ.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada  Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata  kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari  apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari kamu dan telah nyata  antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai  kamu beriman kepada Allah saja.” &lt;/em&gt;(&lt;strong&gt;Al-Mumtahanah: 4&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;Wabillahittaufiq.&lt;br /&gt;وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.&lt;br /&gt;[&lt;strong&gt;Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah Wal  Ifta’ III/313&lt;/strong&gt;]&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hukum Memberikan Ucapan Selamat Natal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin ditanya tentang hukum  mengucapkan selamat natal kepada orang kafir. Dan bagaimana kita  menjawab jika mereka mengucapkannya kepada kita? Apakah diperbolehkan  pergi ke tempat-tempat yang menyelenggarakan perayaan ini? Apakah  seseorang berdosa jika melakukan hal tersebut tanpa disengaja, akan  tetapi dilakukan sekadar basa-basi, karena malu, terpaksa, atau sebab  yang lain? Apakah diperbolehkan menyerupai mereka dalam hal ini?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir dengan ucapan selamat  natal atau ucapan-ucapan lainnya terkait dengan perayaan keagamaan  mereka telah disepakati keharamannya. Sebagaimana dinukil dari Ibnul  Qayyim&amp;nbsp;&lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;dalam kitabnya (&lt;strong&gt;Ahkamu Ahli  Adz-Dzimmah&lt;/strong&gt;), di mana beliau mengatakan:&lt;br /&gt;“Dan adapun ucapan selamat terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran secara  khusus, maka telah disepakati keharamannya. Misalnya mengucapkan selamat  atas hari raya atau puasa mereka dengan mengatakan:&amp;nbsp;&lt;em&gt;‘Hari raya yang  diberkahi bagimu’&lt;/em&gt;atau&amp;nbsp;&lt;em&gt;‘Selamat merayakan hari raya ini’&lt;/em&gt;  dan yang semisalnya. Yang demikian ini, meskipun yang mengucapkannya  selamat dari kekufuran, namun perbuatan ini termasuk yang diharamkan.  Hal ini sejajar dengan ucapan selamat terhadap sujudnya (seorang  nashrani) terhadap salib, bahkan hal ini dosanya lebih besar di sisi  Allah, dan lebih besar kemurkaan-Nya daripada ucapan selamat terhadap  perbuatan minum khamr, bunuh diri, zina, dan yang lainnya, dan banyak  orang yang tidak kokoh agamanya terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan  tersebut dan tidak tahu kejelekan perbuatannya. Sehingga barangsiapa  yang mengucapkan selamat kepada seorang hamba dengan suatu kemaksiatan,  bid’ah, atau kekufuran, maka dia telah mengundang kemurkaan dan  kemarahan Allah.”&lt;br /&gt;-selesai perkataan beliau-.&lt;br /&gt;Haramnya mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir terhadap hari  raya agama mereka, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim  tersebut, karena padanya terkandung pengakuan terhadap syi’ar-syi’ar  kekufuran dan ridha terhadapnya walaupun dia tidak ridha hal itu terjadi  pada dirinya sendiri. Walaupun demikian, seorang muslim diharamkan  untuk ridha terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran atau mengucapkan selamat  terhadap syi’ar-syi’ar tersebut, karena Allah&amp;nbsp;&lt;em&gt;subhanahu wata’ala&lt;/em&gt;  tidak meridhainya, sebagaimana firman Allah&lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى  لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan  (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hambaNya; dan jika kamu  bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;Az-Zumar:  7&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;Dan firman Allah&amp;nbsp;&lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ  نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan  kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;Al-Ma’idah:  3&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;Maka mengucapkan selamat kepada mereka hukumnya haram, sama saja  apakah ikut serta dalam pelaksanaannya ataupun tidak.&lt;br /&gt;Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka kepada kita, maka  kita tidak perlu menjawabnya, karena itu bukan hari raya kita, dan hari  raya itu tidak diridhai oleh Allah&amp;nbsp;&lt;em&gt;subhanahu wata’ala&lt;/em&gt;, karena  itu merupakan kebid’ahan pada agama mereka atau memang itu disyari’atkan  dalam agama mereka akan tetapi sesungguhnya telah di&lt;em&gt;mansukh&lt;/em&gt;  (dihapus) dengan agama Islam yang Allah mengutus dengannya Nabi  Muhammad&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; untuk semua makhluk.  Allah&amp;nbsp;&lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; telah berfirman tentangnya:&lt;br /&gt;وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ  وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka  sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di  akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;Ali ‘Imran : 85&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;Haram hukumnya seorang muslim membalas ucapan selamat dari mereka,  karena ini lebih besar daripada mengucapkan selamat kepada mereka  disebabkan padanya terdapat unsur keikutsertaan dia dalam perayaan  tersebut.&lt;br /&gt;Demikian juga diharamkan bagi kaum muslimin untuk menyerupai  orang-orang kafir dengan mengadakan perayaan-perayaan hari raya, atau  tukar-menukar hadiah, membagi-bagikan gula-gula, piring berisi makanan,  meliburkan kerja dan yang semisalnya, berdasarkan sabda Nabi&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wasallam:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk  golongan mereka.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;HR. Abu Dawud&lt;/strong&gt; dari shahabat  ‘Abdullah bin ‘Umar&amp;nbsp;&lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah&amp;nbsp;&lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; dalam kitabnya&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Iqtidha’  Ash-Shirath Al-Mustaqim Mukhalafah Ash-hab Al-Jahim&lt;/strong&gt;  mengatakan:&lt;br /&gt;“Menyerupai mereka dalam sebagian hari raya mereka akan melahirkan  kesenangan pada hati mereka dengan kebatilan yang ada padanya, … bahkan  bisa jadi ambisi mereka dalam perayaan tersebut untuk dijadikan  kesempatan dalam mengina dan menyesatkan orang-orang yang lemah.”&lt;br /&gt;-selesai perkataan beliau&amp;nbsp;&lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;-.&lt;br /&gt;Barangsiapa melakukan hal-hal tersebut, maka dia berdosa, sama saja  apakah dia melakukannya itu sekadar basa-basi atau karena kecintaan  padanya, karena malu, atau sebab-sebab yang lainnya, karena ini  merupakan sikap menyepelekan agama Allah dan termasuk sebab mantapnya  jiwa orang-orang kafir dan bangganya mereka terhadap agamanya.&lt;br /&gt;Hanya Allah-lah tempat meminta permohonan agar Dia memuliakan kaum  muslimin dengan agama mereka, menganugerahi mereka kekokohan dan  menolong mereka terhadap musuh-musuhnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat  lagi Maha Perkasa.&lt;br /&gt;[&lt;strong&gt;Majmu’ Fatawa Wa Rasa’il III/44 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin&lt;/strong&gt;]&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.assalafy.org/mahad/?p=417"&gt;http://www.assalafy.org/mahad/?p=417&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-8244115038680749164?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/8244115038680749164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/12/menghindari-kemungkaran-di-penghujung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8244115038680749164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8244115038680749164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/12/menghindari-kemungkaran-di-penghujung.html' title='Menghindari Kemungkaran di Penghujung Tahun'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TRVIxlV1qtI/AAAAAAAAAWE/uNh3nyObdTE/s72-c/lilin.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-3246859605104539656</id><published>2010-12-24T14:10:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T14:11:25.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><title type='text'>Jadikan  Al-Quran sebagai Resep Mengelola Kerumitan Hidup</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TRRHUGhtuLI/AAAAAAAAAV8/tAukhAuKcjM/s1600/bacaal-quran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TRRHUGhtuLI/AAAAAAAAAV8/tAukhAuKcjM/s200/bacaal-quran.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Al-Quran tidak cukup dibaca saja. Sekalipun membaca saja memperoleh  pahala, dihitung setiap hurufnya. al-Quran akan menjadi penggugat kita  di hadapan Allah SWT (&lt;i&gt;hujjatu ‘alaina&lt;/i&gt;) manakala tidak diamalkan  isinya. Membaca al-Quran harus dibarengi dengan memahami maknanya dan  mengamalkannya dalam segala aspek kehidupan. Agar lahir kehidupan  pribadi yang berkualitas secara lahir dan batin, keluarga &lt;i&gt;sakinah mawaddah wa rahmah, &lt;/i&gt;masyarakat yang diberkahi, negara yang aman, beberapa negara yang makmur, penuh ampunan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kiat Sukses Berinteraksi dengan Al-Quran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Untuk  mengembalikan kita pada pola interaksi yang benar terhadap al-Quran,  sehingga al-Quran kembali menjadi sumber kekuatan kita untuk membangun  peradaban (iman dan islam), kiat-kiat berikut ini sangat perlu  diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;: &lt;b&gt;Tilawah wa Tartil &lt;/b&gt;(selalu membaca dengan benar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang perlu diperhatikan secara lebih serius antara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dengan membaca al-Quran secara berkesinambungan akan menambah iman kepada Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya  orang-orang yang beriman [sempurna ] ialah mereka yang bila disebut  nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya  bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka  bertawakkal."&lt;/i&gt; (QS. Al Anfal (8) : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Mendatangkan petunjuk, menjadi obat berbagai penyakit di dalam dada, serta rahmat dan nasihat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hai  manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan  penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk  serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."&lt;/i&gt; (QS. Yunus (10) : 57).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Suka membaca indikator mutu keimanan seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Orang-orang  yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan  bacaan yang sebenarnya[tidak merubah dan mentakwilkan sesuka hatinya],  mereka itu beriman kepadanya. dan barangsiapa yang ingkar kepadanya,  Maka mereka Itulah orang-orang yang rugi."&lt;/i&gt; (QS. Al Baqarah (2) : 121).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Membaca secara tekun menambah kebaikan yang banyak, baik dalam keadaan miskin ataupun kaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan  Ini (Al-Quran) adalah Kitab yang telah kami turunkan yang diberkahi;  membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu  memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang  yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya  kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Quran) dan mereka selalu  memelihara sembahyangnya."&lt;/i&gt; (QS. Al Anam (6) : 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;Membaca secara tartil akan mendatangkan perkataan yang berbobot,  melepaskan manusia dari belenggu kesesatan, mencerahkan pikiran dan hati  yang kalut serta merasakan kegembiraan dalam mengelola pasang surut  (fluktuasi) kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat."&lt;/i&gt; (QS. Al Muzzammil (73) : 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Membaca secara berkelompok akan mendatangkan ketenangan dan rahmat serta syafaat pada hari kiamat (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;: &lt;b&gt;Tadabbur &lt;/b&gt;(merenungkan isinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Mentadabburi Al-Quran bisa membuka hati untuk menerima petunjuk Allah SWT&amp;nbsp; dan memperoleh pelajaran yang sangat berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ini  adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah  supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran  orang-orang yang mempunyai fikiran."&lt;/i&gt; (QS.Shad (38) : 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Yang membaca Al-Quran tanpa dibarengi dengan tadabbur (merenungkan kandungannya) akan mendatangkan bencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;: &lt;b&gt;Hifz &lt;/b&gt;(menghafalkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;Al-Quran mudah dihafalkan sekalipun yang melakukannya bukan orang Arab  (‘ajam), karena kata-katanya, huruf-hurufnya, susunan kalimatnya, uslub  (gaya bahasanya) sesuai dengan fithrah manusia.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?."&lt;/i&gt; (QS. Al Qamar (54) : 17, 22, 23, 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp; Biasanya, sulit menghafalkan Al-Quran karena banyak melakukan dosa&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Imam  Syafii mengadu kepada guruku Waki’, atas kejelekan hafalan al-Qurannya.  "Maka ia membimbingku agar meninggalkan masiat. Karena ilmu itu cahaya,  cahaya Allah tiada akan diberikan kepada yang berdosa, " ujar Imam  Syafii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penghafal Al-Quran terhindar dari kepikunan, setelah meninggal jasadnya diharamkan oleh Allah SWT untuk dilukai bumi&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Hafalan Al-Quran akan mengembangkan saraf otak (penelitian di Universitas Munich, Jerman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;: &lt;b&gt;Ta’lim &lt;/b&gt;(mengajarkannya kepada orang lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Generasi yang dekat dengan Allah SWT adalah yang tidak berhenti belajar dan mengajarkan Al-Quran (QS. Ali Imran 3) : 79 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hendaklah  kamu menjadi orang-orang rabbani[sempurna ilmu dan takwanya kepada  Allah SWT], karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu  tetap mempelajarinya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kelima&lt;/i&gt;: &lt;b&gt;Istima’ &lt;/b&gt;(selalu mendengarkannya secara berkesinambungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Yang senang mendengarkan Al-Quran adalah manusia pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Dan  apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al-Quran kepada mereka, mereka  berkata: "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?" katakanlah:  "sesungguhnya aku Hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku  kepadaku. Al-Quran ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu,  petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."&lt;/i&gt; (QS. Al Araf (7) : 203).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah  SWT memberi satu mulut dan dua telinga adalah untuk mendidik manusia  supaya sedikit bicara (hemat kata) dan banyak mendengar (perkataan ahli  hikmah).&amp;nbsp; Kualitas kepemimpinan seseorang diukur tidak dari banyaknya  meriwayatkan (&lt;i&gt;katsratur riwayah&lt;/i&gt;), tetapi banyak melayani yang dipimpin dan mendengarkan aspirasinya (&lt;i&gt;katsratur ri’ayah wal istima’&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;Orang  yang tidak senang mendengarkan Al-Quran cenderung menutup diri,  sehingga dijauhkan dari petunjuk, sebagaimana umat Nabi Nuh as.  Mudah-mudahan,kita bukan dari bagian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penulis adalah kolumnis &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah&lt;/a&gt;, tinggal di Kudus, Jawa Tengah&lt;/i&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-3246859605104539656?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/3246859605104539656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/12/jadikan-al-quran-sebagai-resep.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3246859605104539656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3246859605104539656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/12/jadikan-al-quran-sebagai-resep.html' title='Jadikan  Al-Quran sebagai Resep Mengelola Kerumitan Hidup'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TRRHUGhtuLI/AAAAAAAAAV8/tAukhAuKcjM/s72-c/bacaal-quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-2632075280708068038</id><published>2010-11-24T23:32:00.002+07:00</published><updated>2010-11-24T23:40:08.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEMANGAT BERJUANG DAN BELAJAR'/><title type='text'>ADAB MENUNTUT  ILMU DAN BAHAYA DALAM MENUNTUT ILMU</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TO0_yAM4CcI/AAAAAAAAAVE/bn9AflKWfp4/s1600/ilmu2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TO0_yAM4CcI/AAAAAAAAAVE/bn9AflKWfp4/s200/ilmu2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:Arial;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:Arial;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:223567553; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1366799762 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l0:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;}@list l1 {mso-list-id:1175656645; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:28080414 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l1:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:108.0pt; text-indent:-18.0pt;}@list l2 {mso-list-id:2111310286; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1197837080 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l2:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:72.0pt; text-indent:-18.0pt;}ol {margin-bottom:0cm;}ul {margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;ADAB MENUNTUT ILMU&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Niat yang Ikhlas&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Mensucikan Lahir dan Batin dari Kotoran-Kotoran&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Melapangkan&amp;nbsp;      Hati, menghalau&amp;nbsp; Rintangan,      dan Meninggalkan&amp;nbsp; Kesenangan demi      Memperoleh Ilmu&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Memakan Makanan yang Halal, Wira’i dan Langgeng      dalam berzikir&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Sedikit Makan, Minum, Tidur, dan Berbicara&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Menghindari pergaulan&amp;nbsp; buruk dan Memilih teman yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Memilih Ilmu dan Guru&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Menjaga Sopan Santun kepada Guru dan      Menjadikannya Tauladan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Menjaga Sopan Santun Terhadap Kitab&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;Semangat seorang penuntut Ilmu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Memurnikan niat hanya kepada Allah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Mengetahui urgensitas dan keutamaan ilmu, serta posisi leluhur para penuntut ilmu&amp;nbsp; di sisi Allah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Membaca kisah perjalanan hidup orang-orang shaleh saat menuntut ilmu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Belajar bersama&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Menghadiri majlis taklim dan menuntut ilmu dari ulama&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Meminta nasehat dari orang alim dan orang shaleh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Carikan solusi segala kekurangan , sebelum ia mencemarkan&amp;nbsp; nama baik anda&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Merasa yakin bahwa dakwa tanpa ilmu hanya akan menimbulkan bencana bagi dakwah dan para da’i&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;BAHAYA DALAM MENCARI ILMU&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Menuntut ilmu tidak ikhlas karena Allah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Mendustakan&amp;nbsp; Ilmu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Berbicara tentang Allah tanpa dilandasi Ilmu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Hilangnya ketakwaan kepada Allah dalam Ilmu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Sombong dan Ujub&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Perselisihan, perdebatan dan pertikaian&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Lupa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Menuruti hawa nafsu dengan Fanatik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;Tergesa-gesa dalam berfatwa&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-2632075280708068038?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/2632075280708068038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/11/adab-menuntut-ilmu-dan-bahaya-dalam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/2632075280708068038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/2632075280708068038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/11/adab-menuntut-ilmu-dan-bahaya-dalam.html' title='ADAB MENUNTUT  ILMU DAN BAHAYA DALAM MENUNTUT ILMU'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TO0_yAM4CcI/AAAAAAAAAVE/bn9AflKWfp4/s72-c/ilmu2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-526398140575478922</id><published>2010-10-17T01:32:00.001+07:00</published><updated>2010-11-19T09:19:16.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>MAKNA DI BALIK TSUNAMI ACEH</title><content type='html'>Musibah tsunami telah memisahkanku dengan orangtua dan saudara. Di sisi lain, membuatku dekat dengan Islam dan agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXekDgfLnI/AAAAAAAAAU0/DD3XrQcR994/s1600/tsunami2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXekDgfLnI/AAAAAAAAAU0/DD3XrQcR994/s1600/tsunami2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;NAD, 26 Desember 2004. Pagi itu, langit cerah. Semilir angin dari balik rimbun pepohonan kelapa terasa sejuk menerpa wajah. Dengan langkah sedikit gontai, aku berjalan menuju rumah. Kedua mata yang kelap-kelip, ku buka lebar-lebar. Belajar al-Qur’an di dayah (Pesantren) tadi malam menyisakan kantuk yang amat sangat. Kalau bukan karena janji dengan bapak, aku pasti masih berselimutkan sarung di surau bersama teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak SMP aku punya kebiasaan baru; pisah tidur dari orangtua. Setiap malam, bersama teman-teman, aku menghabiskan waktu dengan belajar dan tidur di dayah yang berada tak jauh dari rumah. Kebetulan, tadi malam aku telat tidur hingga larut malam karena keasikan ngobrol dengan teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak ternyata telah menungguku. Ia beridiri di depan pintu sambil tangan kekarnya memegang kampak besar. Bola matanya yang  tajam tak berpaling sedikitpun dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nur, lekaslah ganti baju. Setelah itu, kau tebang pohon kelapa di pojok halaman sana. Batangnya nanti untuk bikin WC,” ujarnya sambil mengulurkan kampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, pak. Saya ganti baju dulu,” jawabku pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak lalu pergi menuju sumur di samping rumah sambil membawa sabun mandi, sikat gigi dan odol. Handuk kusam dengan warna gelap dililitkan di lehernya. Badan yang kurus dan hitam tapi berotot besar itu hilang di balik anyaman daun kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Byur..byur,” hanya itu yang bisa aku dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat masuk, tiba-tiba kakaku keluar. Sepertinya dia hendak melaut mencari ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau kemana, bang?” tanyaku. “Mau melaut. Sudah lama libur makan ikan,” jawabnya pendek sambil mengusap-usap kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jaga bapak dan ibu, ya” pesannya pendek.  Heran, padahal selama ini, pesan itu tidak pernah diucapkannya. Tapi, entahlah aku tak mau terlalu pusing dengan pesan itu. Aku buru-buru masuk rumah.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau harum nasi goreng terasa menusuk hidung. Ibuku nampaknya sedang memasak kesukaanku. Ayu ku sedang sibuk menggendong si kecil yang baru berumur tiga tahun. Diam. Tak banyak bergerak  si kecil ketika itu. Tak seperti biasanya yang rewel dan suka nangis. Di kursi, di pojok ruang tamu, nenek sedang terpekur memikirkan sesuatu ditemani dua saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menebang pohon kelapa bukan hal sulit bagiku. Sekali pukul, lobang sedalam 5 cm telah menganga. Sekitar sepuluh pukulan batang kelapa yang tingginya kira-kira 15 m itu hampir tumbang. Mungkin, tinggal lima atau tujuh pukulan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ketika kampak hendak aku anyunkan lagi, tiba-tiba badanku bergoyang. Tanah tempat berpijak, bergetar hebat.” Gempa-gempa” teriakku. Untung saja gempa tersebut  hanya terjadi beberapa menit. Entah apa jadinya jika berjam-jam. Mungkin, tanpa ditebang, pohon kelapa akan tumbang sendiri. Kendati begitu, tak terpikir olehku hal buruk akan terjadi. Mungkin hanya gempa bumi biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, aku melanjutkan menebang pohon. Baru satu tebangan, tiba-tiba dari arah laut, sekitar 3 km, terlihat ramai-ramai orang berhamburan berlari. Aku lihat seksama. Antara percaya dan tidak. Ternyata, di belakang mereka gelombang air hitam setinggi 5 m seolah mengejar mereka dan ingin menelan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah, pagar, pohon apapun benda yang ada hancur luluh lantak diterjang. Aku pun langsung berlari kencang menuju rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tsunami, tsunami..!” teriakku. Bapak, ibu, ayu, si kecil, dan nenek ku suruh berlari menyelamatkan diri. Tapi, tidak dengan nenek.  Dia tetap bersikukuh di dalam rumah. Bahkan, dia menyuruhku mengangkat TV. Perintah nenek terpaksa ku abaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo kita pergi, nek! Ada tsunami.” Teriakku. “Nggak, nenek di sini aja jaga rumah,” jawabnya. Terpaksa, nenek aku tinggal sendirian. Menggendongnnya pun tak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak, ibu, ayu dan si kecil telah berlari. Aku kejar mereka. Entah kenapa, di sebuah tikungan kami berpisah. Mereka ke sebelah kanan sedangkan aku ke kiri. Saking takutnya, aku tak menghiraukan apapun. Pokoknya berlari dan terus berlari sekencang-kencangnya. Aneh, sejauh 3 km, saya bisa berlari tanpa henti. Lalu. aku pun berhenti di sebuah tambak dengan nafas masih tersengal-sengal. Gelombang hitam pekat itu masih saja mengejarku. Untung saja, gelombang itu berhenti tertahan oleh pembatas tambak. Saya pun selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana dengan bapak, ibu, nenek, ayu, si kecil saudaraku yang lainnya? Aku hanya bisa berdoa. Esok harinya, betapa sedih dan pedihnya hatiku, ketika ku tahu ternyata bapak, ibu dan dua saudaraku meninggal. Ketika mereka berbelok ke kakan, menuju ke sebuah rumah berlantai dua dan berdiam di sana. Rumah tersebut tidak mampu menahan terjangan gelombang tsunami dan porak poranda. Mereka meninggal di dalamnya. Begitu juga nenek. Nenek meregang nyawa di rumah yang ingin dia selamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja, kakaku yang sedang melaut selamat. Ketika tsunami menerjang, dia memanjat pohon kelapa. Begitu juga dengan ayu dan si kecil. Alhamdulillah, mereka selamat. Ayu memanjat pohon dengan si kecil berada di pundaknya. Subhanallah. Engkau masih sisahkan saudaraku, ya Allah.&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-526398140575478922?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/526398140575478922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/10/makna-di-balik-tsunami-aceh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/526398140575478922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/526398140575478922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/10/makna-di-balik-tsunami-aceh.html' title='MAKNA DI BALIK TSUNAMI ACEH'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXekDgfLnI/AAAAAAAAAU0/DD3XrQcR994/s72-c/tsunami2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-4592295311259251163</id><published>2010-09-27T15:48:00.000+07:00</published><updated>2010-09-27T15:48:05.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><title type='text'>Suka Membodohkan Orang, Tanda Ilmu Tak Bermanfaat</title><content type='html'>Suatu saat beberapa sahabat Al Hasan Al Bashri menyebutkan beberapa definisi tawadhu’, namun beliau diam saja. Saat definisi semakin banyak disebut, beliau mengatakan,”Aku menilai kalian telah banyak menyebut apa itu tawadhu’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka balik bertanya, “Apa tawadhu’ itu menurut Anda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hasan Al Bashri menjawab, “Seorang keluar dari rumahnya, maka ia tidak bertemu seorang Muslim, kecuali mengira bahwa yang ditemui itu lebih baik dari dirinya.” (Az Zuhd, hal. 279)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disebutkan Al Hasan Al Bashri mirip dengan nasihat Imam Al Ghazali mengenai tawadhu’. Beliau mengetakan,”Janganlah engkau melihat kepada seseorang kecuali engkau menilai bahwa ia lebih baik darimu. Jika melihat anak kecil, engkau mengatakan,’Ia belum bermaksiat kepada Allah sedangkan aku telah melakukannya, maka ia lebih baik dariku’. Jika melihat orang yang lebih tua, engkau mengatakan, ‘Orang ini telah melakukan ibadah sebelum aku melakukannya, maka tidak diragukan bahwa ia lebih baik dariku.’ Dan jika ia melihat orang alim (pandai), maka ia berkata,’Ia telah diberi Allah ilmu lebih dibanding aku dan telah sampai pada derajat yang aku belum sampai kepadanya.’ Kalau ia melihat orang bermaksiat, ia berkata, “Ia melakukannya karena kebodohan, sedangkan aku melakukannya dan tahu bahwa perbuatan itu dilarang. Maka, hujjah Allah kepadaku akan lebih kuat.’” (Maraqi Al Ubudiyah, hal. 79)&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seyogyanya kita selalu melihat ke dalam diri kita sendiri dan tidak sibuk menghakimi orang lain, karena disamping bisa jadi sebenarnya mereka lebih baik dari kita, hal demikian bisa menimbulkan sifat ujub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itulah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan,” Jika seorang laki-laki berkata ‘manusia telah celaka’, maka ialah yang paling celaka.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Khattabi menjelaskan bahwa kemungkinan orang yang mengatakan demikian menimbulkan sifat ujub kepada dirinya dan menilai bahwa pada manusia sudah tidak terdapat sifat kebaikan. Dan merasa bahwa dirinya lebih baik dari mereka. Maka pada hakikatnya, orang ini telah celaka. (lihat, Al Adzkar, hal. 574)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik pun berpendapat bahwa kalau pelakunya mengatakan hal demikian karena ujub dan meremehkan manusia terhadap dien mereka, maka itu hal yang dibenci dan yang terlarang. Namun jika mengatakannya karena merasa prihatin, maka hal itu tidak mengapa. (lihat, Al Adzkar, hal. 575)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda Ilmu Bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang menyebabkan seseorang rawan kehilangan sifat tawadhu’nya adalah ilmu yang dimiliki. Karena merasa memiliki ilmu, terkadang seseorang dengan mudah membodoh-bodohkan manusia. Sebab itulah Al Hafidz Ibnu Rajab dalam karya beliau, Fadhl Ilmi As Salaf ala Ilmi Al Khalaf, memberi penekanan khusus tentang hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengatakan, ”Adapun tanda-tanda ilmu tidak bermanfaat adalah, seseorang tidak memiliki kesibukan kecuali takabbur dengan ilmunya di hadapan manusia. Dan menunjukkan kelebihan ilmunya kepada mereka. Serta merendahkan meraka, untuk meninggikan posisinya terhadap mereka. Ini merupakah hal yang terburuk dan paling menjijikkan dari yang diperoleh. Bisa jadi ia menisbatkan para ulama sebelumnya sebagai dengan kebodohan, kelalaian dan kealphaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau mengatakan, ”Adapun tanda-tanda ilmu bermanfaat adalah suudzan terhadap diri sendiri dan husnudzan terhadap para ulama sebelumnya. Mengakui dalam hati dan jiwa terhadap kelebihan para ulama sebelum mereka dibanding dirinya dan ketidakmampuannya menyamai posisi mereka untuk sampai atau mendekati derajat mereka.” (lihat, Shafhat min Shabri Al Ulama, hal. 378)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita semua dianugerahi sifat-sifat tawadhu’ dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela seperti kibr dan ujub, hingga tercatat sebagai dalam golongan orang-orang yang ilmunya bermanfaat.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-4592295311259251163?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/4592295311259251163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/09/suka-membodohkan-orang-tanda-ilmu-tak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4592295311259251163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4592295311259251163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/09/suka-membodohkan-orang-tanda-ilmu-tak.html' title='Suka Membodohkan Orang, Tanda Ilmu Tak Bermanfaat'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-5551693592698455487</id><published>2010-09-15T14:02:00.002+07:00</published><updated>2010-11-19T09:21:08.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><title type='text'>DI HARI YANG FITRI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXfAnIeHCI/AAAAAAAAAU4/lxsjL0rDJfo/s1600/ramadhan-kareem.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXfAnIeHCI/AAAAAAAAAU4/lxsjL0rDJfo/s200/ramadhan-kareem.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Iedul fitri bermakna sebagai hari kemenangan bagi yang puasanya diterima oleh Allah karena telah mampu melawan hawa nafsu selama sebulan penuh dan telah menjalankan ibadah puasa dengan ikhlas hanya karena Allah ta’ala. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa malam Idul Fitri disebut malam pemberian hadiah, pada malam itu Allah berseru kepada malaikatnya: "Aku bersaksi wahai malaikatku bahwa Aku telah memberikan pahala puasa hamba-hambaKu, pahala sholat-sholat mereka. Aku limpahkan kepada mereka ridho dan&lt;br /&gt;ampunanKu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan, apakah puasa kita telah diterima oleh Allah SWT? Jawabnya wallahu’alam. Tapi setidaknya, menurut para ulama ada indikasi-indikasi yang menjadi tolok ukur apakah puasa seseorang diterima atau tidak. Indikasi yang pertama adalah ketika tingkat kualitas kesholehan seseorang bertambah baik, kedua, jiwanya selalu diliputi oleh keimanan dan yang ketiga, keterikatannya terhadap hukum syara’ makin meningkat baik secara individu maupun kehidupan sosialnya.&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iedul fitri juga bermakna sebagai hari kemenangan sejati bagi yang benar-benar melakukan penghayatan dan pengamalan selama bulan romadhon. Sehingga menghantarkan kepada pribadi yang fitri, kembali kepada fitrahnya yang bersih, suci bagai kain putih yang belum terkotori oleh noda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pada detik-detik menjelang iedul fitri ini, para muslimah atau lebih tepatnya para istri atau ibu-ibu disibukkan dengan urusan-urusan rumah tangga yang bersifat duniawi, tapi bukan berarti melalaikan urusan ukhrowinya. Justru disinilah tantangannya.&lt;br /&gt;Muslimah ditantang untuk mampu mengatur waktunya denganbaik sehingga antara kesibukan rumah tangga dan ibadah kepada Allah tetap berjalan seimbang. Jangan sampai momen baik ini terlewatkan tanpa melakukkan aktivitas yang berarti di hadapan AllahSWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempatkan untuk mengevaluasi diri (mutaba’ah) dan mengkalkulasi keburukan diri sendiri dan memikirkan seberapa banyak kebaikan-kebaikan yang belum dilakukan (muhasabah).&lt;br /&gt;Jadikan pula iedul fitri sebagai ajang tasyakur, mengasah kepekaan sosial dan refleksi diri untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri ini, ada tradisi silaturahmi setiap perayaan hari raya iedul fitri. Sebuah tradisi yang layak untuk dilestarikan. Saling mengunjungi, saling bermaaf-maafan dengan sanak saudara, teman sejawat, tetangga, mitra kerja, atasan dan bawahan. Selain menggugurkan dosa-dosa tentunya tradisi ini akan menyambungkan kembali tali silaturahmi, mempererat persaudaraan dan semakin meningkatkan ukhuwah islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan iedul fitri kali ini, menjadikan kita hamba yang lebih baik, mempunyai semangat baru dan lahir sebagai sosok baru seperti kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu yang penuh dengan keindahan taqwa kepada Allah SWT. Amin ya robbal ‘alamin. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-5551693592698455487?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/5551693592698455487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/09/di-hari-yang-fitri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/5551693592698455487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/5551693592698455487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/09/di-hari-yang-fitri.html' title='DI HARI YANG FITRI'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXfAnIeHCI/AAAAAAAAAU4/lxsjL0rDJfo/s72-c/ramadhan-kareem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-8021766756113813011</id><published>2010-08-26T21:19:00.004+07:00</published><updated>2010-11-19T09:21:47.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RAMADHAN'/><title type='text'>Ramadhan Bulan “Jihad”, Bukan “Hari Tidur”</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXfM6toABI/AAAAAAAAAU8/9XI-kNOae-0/s1600/ramadhan-kareem.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXfM6toABI/AAAAAAAAAU8/9XI-kNOae-0/s200/ramadhan-kareem.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;“Mungkin hasil yang dicapai seorang shaaim (yang berpuasa) hanya lapar dan haus semata. Dan bisa jadi hasil yang diperoleh oleh orang yang shalat malam (qiyamul-lail) hanyalah berjaga.” (Riwayat Ahmad dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga fenomena yang menonjol di bulan Ramadhan, yang menggambarkan betapa masih carut marutnya pemahaman umat Islam terhadap ajarannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sebagian besar kaum Muslimin baru mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) setelah datangnya bulan Ramadhan. Selama sebelas bulan penuh mereka menjauhi al-Qur’an, menjauhi masjid, menjauhi kebaikan. Sebaliknya, mereka mendekati tempat-tempat kemungkaran, merapat pada kejahatan, dan melalaikan Allah.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Ramadhan tiba, mereka lalu seolah-olah baru tersentak kaget. Mereka bersiap menyambut puasa dengan mendatangi masjid beramai-ramai, mereka seolah tenggalam dalam kekhusyukan dan kesahduan puasa di bulan Ramadhan. Mereka terlihat bersimpuh, merendahkan diri seolah-olah hendak menipu Allah.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bukankah mereka menyadari bahwa Tuhan pencipta bulan Ramadhan juga pencipta bulan Sya’ban dan Syawwal? Bukankah mereka telah mengetahui bahwa Allah Maha Melihat perbuatan manusia, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan lainnya? Lalu mengapa mereka baru terlihat sibuk beribadah pada bulan Ramadhan saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, Allah senantiasa melihat, mengetahui, dan mencatat semua amalan kita, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan lainnya. Untuk itu, jangan berhenti berbuat baik hanya di bulan Ramadhan saja. Teruskan…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pada malam-malam bulan Ramadhan sebagian kaum Muslimin meramaikannya dengan shalat tarawih berjama’ah. Mereka berdatangan dari segala penjuru hingga masjid-masjid dan mushalla-mushalla penuh sesak bahkan meluber hingga ke jalan-jalan. Pemandangan ini sungguh sangat menggembirakan, tapi pertanyaannya, kemana mereka setelah Ramadhan berakhir? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal shalat tarawih kedudukannya hanyalah sunnah, sedang shalat lima waktu adalah fardhu, yang wajib dilaksanakan secara berjama’ah di masjid (bagi kaum pria yang mampu dan tidak ada halangan).&lt;br /&gt;Pemahaman yang salah kaprah seperti yang dipraktikkan selama ini sudah saatnya diperbaiki. Kaum Muslimin sudah saatnya lebih cerdas dari sebelumnya. Mereka harus tahu bahwa amalan yang wajib harus diutamakan daripada amalan sunnah. Menjalankan shalat fardhu berjama’ah lebih penting dan lebih utama daripada shalat tarawih berjama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kebiasaan buruk selama puasa adalah memperpanjang tidur pada siang hari. Ada sebagian yang meneruskan tidurnya setelah shalat Subuh hingga siang hari dan ada pula yang tidur mulai dari Dzuhur hingga Ashar. Dengan tidur sepanjang itu, dimana kenikmatan menjalankan puasa? Di mana kita berlatih menahan lapar, merasakan pahit getirnya nasib para fuqara dan masakin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ironis lagi jika malam-malam hari Ramadhan dihabiskan untuk begadang dengan melakukan perbuatan yang sia-sia, mendengarkan lagu-lagu lewat radio, menonton televisi hingga larut malam, atau melakukan permainan lainnya, sementara siang harinya justru dipakai untuk tidur. Lalu di mana makna iman di bulan Ramadhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur siang hari memang tidak dilarang, jika dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Tetapi jika dilakukan dalam tempo yang sangat panjang, lalu di mana makna puasa? Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) dan para sahabat memanfaatkan bulan Ramadhan untuk berperang, lalu pantaskah jika kita justru menghabiskannya untuk tidur-tiduran? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-8021766756113813011?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/8021766756113813011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/08/ramadhan-bulan-jihad-bukan-hari-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8021766756113813011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8021766756113813011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/08/ramadhan-bulan-jihad-bukan-hari-tidur.html' title='Ramadhan Bulan “Jihad”, Bukan “Hari Tidur”'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXfM6toABI/AAAAAAAAAU8/9XI-kNOae-0/s72-c/ramadhan-kareem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-5263284908808896039</id><published>2010-08-02T11:52:00.001+07:00</published><updated>2010-08-02T11:52:13.391+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RAMADHAN'/><title type='text'>MENYAMBUT BULAN RAMADHAN (1)</title><content type='html'>&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sudah puluhan kali kita bertemu bulan Ramadhan. Apa yang terbayang di hati kita&amp;nbsp; dengan bulan Ramadhan ini? Mungkin terbayang dengan lezatnya menu berbuka di saat berbuka, atau segala kesibukan dan kemeriahan belanja di pasar? Kalau keinginan nafsu saja yang masih dituruti, di bulan Ramadhan nanti bisa jadi jiwa, hati, dan pikiran kita pun masih terarah ke duniawi saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak ada keraguan lagi bahwasannya diantara nikmat Allah subhanahu wata’ala yang dianugerahkan kepada hamba-Nya adalah bulan Ramadhan yang mulia ini. Allah subhanahu wata’ala menjadikan bulan ini sebagai bulan terkumpulnya segala kebaikan dan kesempatan untuk melaksanakan amalan-amalan shalih. Dan Allah subhanahu wata’ala mencurahkan nikmat kepada hamba-Nya pada bulan ini dengan nikmat-nikmat yang telah lalu, dan nikmat yang terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan ini Allah subhanahu wata’ala menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelas dari Al-Huda dan Al-Furqan. Padanya terjadi perang Badar kubra, dimana Allah subhanahu wata’ala memuliakan Islam dan kaum muslimin serta menghinakan kesyirikan dan para pelakunya, sehingga hari tersebut dinamakan dengan Yaumul Furqon (Hari Pembeda antara yang benar dan yang batil). Padanya pula terjadi Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) yang dengannya Allah mensucikan Baitul Haram dari berhala-berhala, dan umat manusia pun berbondong-bondong masuk ke dalam agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa berpuasa pada bulan ini karena iman dan mengharap ridho serta pahala dari Allah maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang menunaikan Qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mengharap ridho serta pahala dari Allah maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat malam (shalat tarawih) pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap ridho serta pahala dari Allah maka diampuni dosanya yang telah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Shalat tarawih yang kita lakukan di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala sebagaimana yang telah disebutkan di atas, akan mendapatkan keutamaan sebagaimana penjelasan dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;مَنْ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;قَامَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;مَعَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;الإِمَامِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;حَتَّى&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;يَنْصَرِفَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;كُتِبَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;لَهُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;قِيَامَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;لَيْلَةٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai maka dicatat baginya seperti shalat semalam suntuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan nikmat yang besar, tidak sepantasnya bagi seorang mukmin untuk meninggalkannya, bahkan sudah seyogyanya ia menekuninya, serta menjaga shalat tarawih bersama imam dari awal hingga akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mayoritas dari saudara kita, dari para imam masjid mempercepat ruku’ dan sujud di dalam shalat tarawih sehingga memberatkan para makmum yang shalat di belakangnya. Bahkan tidak jarang sebagian para imam sangat cepat (shalatnya) sehingga dapat menghilangkan tuma’ninah. Padahal tuma’ninah itu merupakan rukun shalat, dan tidaklah sah shalat seseorang tanpa adanya tuma’ninah. Kalaupun sekiranya dia tidak meninggalkan tuma’ninah, ia akan menghilangkan kebersamaan gerakan makmum. Karena tidak memungkinkan bagi mereka mengikuti imam secara sempurna karena cepatnya gerakan imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata para ulama -semoga Allah subhanahu wata’ala merahmati mereka- : “sesungguhnya makruh hukumnya bagi seorang imam mempercepat gerakan yang menghalangi makmum untuk mengerjakan perkara sunnah.” Maka bagaimana kalau sekiranya dia sampai menghalangi makmum untuk mengerjakan perkara yang wajib?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka nasehatku, bagi para imam untuk bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala terhadap diri mereka dan kaum muslimin yang shalat di belakangnya, agar mereka menunaikan shalat tarawih dengan penuh tuma’ninah. Hendaknya mereka mengetahui bahwa shalat yang mereka kerjakan itu dalam rangka menghadap kepada maula (Rabb mereka) dalam keadaan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Nya dengan membaca kalam-Nya, bertakbir kepada-Nya, mengagungkan-Nya, memuji-Nya dan berdoa kepada-Nya dengan sesuatu yang mereka cintai dari kebaikan dunia dan akhirat. Mereka akan lebih di atas kebaikan jika mereka ingin menambah seperempat jam atau semisalnya, dan sebenarnya perkara ini sangatlah mudah walhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Allah subhanahu wata’ala telah memberikan kewajiban bagi seluruh kaum muslimin yang mukallaf, yang memiliki kemampuan dan yang bermukim untuk ber-shaum. Adapun bagi anak kecil yang belum baligh, maka tidak ada kewajiban baginya. Berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;رُفِعَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;الْقَلَمُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;عَنْ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;ثَلاَثَةٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; : &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;وَذَكَرَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;الصَّبِي&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;حَتَّى&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="RTL"&gt;يَبْلُغَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah diangkat pena dari 3 golongan, (dan disebutkan diantaranya) Anak kecil sampai ia baligh.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sudah merupakan kewajiban bagi orang tua agar memerintahkan anak-anaknya untuk ber-shaum apabila telah sampai pada batasan yang anak tersebut mampu untuk ber-shaum. Karena hal itu termasuk bagian pendidikan dan latihan baginya untuk mengerjakan rukun-rukun Islam. Dan kami melihat sebagian orang tua membiarkan anak-anaknya, mereka tidak memerintahkan shalat dan puasa, maka ini adalah suatu kesalahan. Sesungguhnya dia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah subhanahu wata’ala. Dalam keadaan mereka menyangka dengan tidak menyuruh anak-anak mereka shaum itu sebagai bentuk kelembutan dan kasih sayang kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada hakekatnya, orang tua yang berlemah lembut dan berkasih-sayang kepada anak-anaknya adalah orang tua yang melatih mereka di atas perilaku kebaikan, bukan orang tua yang mengabaikan tentang pengajaran dan pendidikan yang bermanfaat bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hukum bagi orang yang gila, pikun, dan semisalnya, maka tidak ada kewajiban bagi mereka shaum dan membayar fidyah, karena tidak adanya akal pada mereka. Adapun orang yang lemah tapi bisa diharapkan hilangnya kelemahan darinya, hukumnya seperti orang sakit yang bisa diharapkan kesembuhannya, maka dia menunggu sampai Allah subhanahu wata’ala menyembuhkan-Nya, kemudian ia meng-qadha’ . Berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang sakit atau dalam keadaan safar, maka baginya mengganti di hari-hari yang lain.” (Al Baqarah: 184)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang lemah (tua) yang tidak bisa diharapkan hilangnya kelemahannya seperti orang tua (jompo) dan orang sakit yang tidak bisa diharapkan kesembuhannya, maka tidak ada kewajiban shaum baginya. Namun dalam hal ini ia berkewajiban memberikan makan setiap hari seorang fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun wanita yang haidh dan nifas, maka tidak ada kewajiban untuk ber-shaum. Namun ia meng-qadha’ setelah suci sejumlah hari yang ia tinggalkan. Dan jika haidh atau nifas itu terjadi di siang hari, maka batal shaumnya. Dan wajib baginya untuk mengganti di hari yang lain sejumlah hari yang dia tidak berpuasa karena haidh/nifas. Sebagaimana pula jika berhentinya darah haidh atau nifas di tengah hari bulan Ramadhan, maka wajib baginya untuk menahan diri (tidak makan dan minum) dari sisa waktu shaum. Akan tetapi, ia tidak menganggap itu sebagai shaum yang sempurna, bahkan dia tetap wajib meng-qadha’-nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-5263284908808896039?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/5263284908808896039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/08/menyambut-bulan-ramadhan-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/5263284908808896039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/5263284908808896039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/08/menyambut-bulan-ramadhan-1.html' title='MENYAMBUT BULAN RAMADHAN (1)'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-6599247937785604966</id><published>2010-07-28T19:36:00.009+07:00</published><updated>2010-11-19T09:36:17.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAZKIYATUN - NUFUS'/><title type='text'>HARGA SEBUAH IMPIAN</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXfa7p8nDI/AAAAAAAAAVA/5N8e5MZ1iDA/s1600/harga+sebuah+mimpi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXfa7p8nDI/AAAAAAAAAVA/5N8e5MZ1iDA/s200/harga+sebuah+mimpi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Brush Script MT"; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-alt:Pristina; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-GB; mso-fareast-language:EN-GB;}@page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: small;"&gt;Mempunyai impian atau target hidup merupakan keinginan setiap manusia.Sukses dalam karirny, Sukses dalam bidang yang ditekuni. Sekarang tinggal kita sebagai pelaku atau sang pemilik impian nan indah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: small;"&gt;Apa impianmu sudah diraih ? pertanyaan terbesar sepanjang hidup kita. Tiada kata pasrah dalam mengejar ataupun menjemput impiannya&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;Tidak ada yang bilang bahwa mewujudkan impian itu mudah. Walaupun tidak harus selalu semua hal dibuat susah. Tapi umumnya, perjalanannya berliku, berbatu, terjal, berkerikil&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;Kita sering membaca buku-buku motivasi, self help books. Semua memberikan tips-tips dan berbagai pengertian untuk membuat kita termotivasi maupun terinspirasi. Manusia membutuhkan pasokan motivasi dan inspirasi yang luar biasa untuk bisa terus berproses dalam mewujudkan impiannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang impian yang menjadi pilihan hidup kita hanya dipandang sebelah mata oleh lingkungan kita, oleh teman, keluarga, atau bahkan orang tua kita sendiri. Bahkan, sangat mungkin impian kita tidak ada harganya dimata orang lain.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;Tidak jarang juga yang diantara kita melepaskan impiannya, karena tidak disertai support dari lingkungan, fasilitas, serta strategi dalam mencapainya. Dan mungkin saja, kita tidak memiliki spiritualitas yang cukup untuk kuat mengalami terpaan hidup. Banyak hal yang membuat seseorang mundur dalam mencapai impiannya agar menjadi kenyataan, setiap orang mempunyai tantangan yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt;“ Hanya sekarang inilah kita bisa bertindak, dan hanya sekarang inilah kita bisa membuat arti dalam kehidupan kita.” &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt; --------&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sering kali karena begitu kita menginginkan impian ini menjadi kenyataan, kita jadi lupa berproses. Berpikir bahwa usaha kita sudah maksimal dan lupa ada kekuatan Tuhan yang menentukan perputaran jalannya kehidupan yang akan menentukan juga kapan kita akan berhasil, kita ingin impian tersebut secepatnya jadi kenyataan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;Serta merta, kita ingin menjadi produk instant. Ya kalau jadinya instant, selesainya juga cenderung instant. Umumnya begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya adalah semua orang berhasil di dunia, memiliki perjuangan yang luar biasa dalam mewujudkannya. Tidak jarang mereka frustrasi, tidak jarang mereka menangis, tidak jarang mereka merasa seperti sampah, kesepian, terpuruk dan buntu. Tidak jarang karena idenya, mereka dianggap tidak umum, minoritas, alien dan tidak dimengerti masyarakat atau bahkan keluarga. Tidak jarang mereka di ejek orang-orang terdekatnya dari lingkungan pergaulan hingga ke keluarga, di caci maki, dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitarnya. Seringkali, mereka memperjuangkan impiannya dengan mengorbankan berbagai hal dalam kehidupannya, tidak hanya masa kecil, tapi materi dan energi yang luar biasa tanpa&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;mengenal waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak saat mereka akrab dengan rasa sakit karena kekecewaan bahkan hingga sakit secara fisik karena mewujudkan impian juga membutuhkan banyak aspek fisik yang luar biasa besar. Bagaimanapun juga, rasa sakit, adalah bagian dari pertumbuhan. Orang-orang yang berani mengikuti panggilan hati untuk mewujudkan impian, seringkali menemui dirinya terposisikan menjadi berbeda dan harus keluar dari standarisasi dalam masyarakat, karena mewujudkan apapun selalu ada konsekuensi dan resiko tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak kesuksesan orang lain yang terlihat di mata kita melalui berbagai media, namun begitu sedikit yang tertuang di media tentang betapa setiap manusia sukses atau manusia yang memberi arti dalam kehidupan, harus berproses dalam rasa sakitnya mereka masing-masing dalam jangka waktu yang lama, dalam tantangan yang bertubi-tubi, kekecewaan yang menyayat, rasa frustrasi yang mendera di setiap kali kegagalan dalam berbagai usaha menuju keberhasilan. Media, tidak bisa meliput berprosesnya seseorang dalam dimensi waktu, jadi kita tidak merasakan lamanya perjalanan waktu dalam berprosesnya seseorang. Media juga tidak bisa meliput seratus persen kedalaman gejolak berprosesnya jiwa dan rasa seseorang dalam mewujudkan cita-citanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya berbagai cerita di media apapun tentang bagaimana seseorang yang berhasil mewujudkan impian berrposes dari segi waktu, materi, tenaga, mental, jiwa dan rasa, tidak bisa kita rasakan dan hayati sepenuhnya seratus persen. Namun, setidaknya itu cukup memberikan kita ide atau gambaran tentang apa saja yang di butuhkan untuk menjadi manusia yang berhasil. Pada kenyataannya, pada saat kita jalani perjalanan berprosesnya kita untuk mewujudkan impian kita, semua tentu terasa jauh lebih berat dari apa yang kita baca, tonton atau dengar dari media. Karena yang kita jalani ada sepenuhnya dimensi waktu, rasa dan jiwa yang utuh dan penuh. Nyata senyata-nyatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahamilah bahwa hidup adalah mengenai proses. Dan secantik apapun impian kita, ingatlah untuk lebih banyak berkonsentrasi terhadap langkah apa saja yang bisa kita kerjakan sekarang untuk mewujudkan cita-cita kita. Apa yang kita lakukan sekarang, jauh lebih penting di banding terlalu berkonsentrasi untuk berimajinasi terhadap masa depan nantinya. Terlalu berpikir ke masa depan terkadang membuat kita lupa untuk melakukan apa-apa saja yang bisa kita lakukan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekarang inilah kita bisa bertindak, dan hanya sekarang inilah kita bisa membuat arti dalam kehidupan kita. Perubahan dalam hidup hanya bisa dimulai sekarang, dan sekarang ini saat satu-satunya untuk membuat cita-cita kita tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berproses untuk mewujudkan sebuah impian, selalu ada harganya. Terimalah proses sebagai bagian kehidupan yang alami, walaupun ada bagian yang menyakitkan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersiaplah jika kita mempunyai impian yang ingin diwujudkan menjadi nyata. Ambilah semua konsekuensinya dan jalanilah semua prosesnya. Semua hal dalam hidup ada harganya. Di suatu saat nanti, semua proses itu akan terbayar. Jika Tuhan mengijinkan.&lt;/span&gt;       &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 20pt;"&gt;MAN JADDA WA JADA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 14pt;"&gt;"SIAPA YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH DIA AKAN MENDAPATKAN APA YANG DIINGINKANNYA".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-6599247937785604966?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/6599247937785604966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/07/harga-sebuah-impian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/6599247937785604966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/6599247937785604966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/07/harga-sebuah-impian.html' title='HARGA SEBUAH IMPIAN'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TOXfa7p8nDI/AAAAAAAAAVA/5N8e5MZ1iDA/s72-c/harga+sebuah+mimpi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-7158305674714364715</id><published>2010-06-26T15:06:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T15:09:44.603+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEMANGAT BERJUANG DAN BELAJAR'/><title type='text'>Jangan Jadi Da’i Bermental Kerupuk</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCW1ZOdF4hI/AAAAAAAAASY/fhEhVBlrBIE/s1600/camels.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCW1ZOdF4hI/AAAAAAAAASY/fhEhVBlrBIE/s200/camels.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apa yang akan Anda lakukan jika secara tiba-tiba saat Anda dan beberapa teman yang ikut bersama Anda berdakwah ke jalan Allah di sebuah kampung -yang mayoritas penduduknya orang-orang nonmuslim- beberapa orang dari mereka mendatangi Anda lalu dengan kasar mengusir Anda semua sambil menghujani dengan kata-kata kotor dan menghalau dengan senjata tajam? Apakah setelah itu semangat dakwah Anda menjadi ciut, kendor lalu meninggalkan dakwah karena takut mati, takut menderita dan sebagainya, atau bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;span id="more-555"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang-orang kafir meneriaki atau memaki dan seterusnya seorang atau sekelompok orang muslim yang berdakwah ke jalan Allah itu adalah suatu hal yang biasa, malah bukan suatu hal yang luar biasa jika jalan dakwah tidak penuh onak dan duri, karena dakwahnya para nabi dan rasul tak lepas dari itu. Disanalah ujian kejujuran, ketulusan, keikhlasan, keyakinan, ketakwaan itu dinilai dan derajat seorang hamba dinaikkan. Kita bisa membuka kembali sejarah perjuangan para nabi dan rasul, terutama rasul-rasul ulul azmi (Nuh AS, Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS, Muhammad SAW)................&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah Allah perintahkan kita beriman, lalu beramal saleh, kemudian saling berwasiat pada kebenaran, Allah perintahkan kita untuk saling berwasiat pada kesabaran, kenapa? Karena jalan keimanan, jalan amal saleh, dan jalan berbuat kebenaran memang penuh dengan ujian, godaan, dan onak-duri, disanalah perlu untuk selalu dipupuk jiwa yang teguh dan sabar.&lt;br /&gt;Dan kalau orang muslim ikut-ikut pula meneriaki/ memaki/ menertawakan/ mencemooh/ dll. saudara-saudaranya seislam yang menyampaikan dakwah, itu memang aneh. Keimanan di hatinya mungkin perlu ia cermati dan kaji ulang. Bukankah ketika ia mendapatkan saudara-saudaranya berlaku khilaf, misalkan, diluruskan dengan cara yang bijaksana.&lt;br /&gt;Dalam hal penilaian tentang sebuah amalan, Allah telah sangat jelas menyebutkan dalam al-Quran, bahwa Allah memerintahkan kita untuk beramal, dan biarkan Allah, Rasul dan orang-orang yang beriman yang melihat amalan itu. Apakah semua orang yang mengatakan dirinya beriman dengan lisan mereka? Tentu tidak!! Orang yang beriman dengan hati, dengan lisan dan dengan amalan mereka.&lt;br /&gt;Adapun orang kristen dan orang yahudi, yang di dalam hati mereka telah tertanam kebencian terhadap kaum muslimin, tidak akan pernah ridha sedikitpun dengan apapun yang dilakukan orang muslim, sampai kaum muslimin mengikuti ajaran mereka, dan hal ini tentu telah maklum bagi kita sebagaimana termaktub dalam Alqur`an.&lt;br /&gt;Lalu apa sebab pengusiran juru dakwah yang mungkin banyak terjadi? Mungkin karena satu hal sebelumnya yang membuat orang kampung itu marah dan mungkin juga memang orang kampung itu tidak suka dengan kehadiran mereka karena diprovokasi pihak tertentu, wallahu a`lam.&lt;br /&gt;Kalau mereka diusir dan diteriaki dengan ungkapan di atas tanpa sebab yang jelas, karena faktor benci, tidak suka, dsb (misalkan), ya itu hal yang lumrah dalam jalan hidup seorang da`i, tidak hanya manusia biasa, nabi dan rasul saja dikatakan gila, penyihir dll, bahkan Allah SWT yang telah menciptakan dan mencurahkan nikmat-Nya pun tak luput menjadi objek pelecehan orang-orang kafir.&lt;br /&gt;Bahkan Nabi saja sewaktu berdakwah ke Thaif juga ditolak, diperlakukan secara kasar, biadab, sampai beliau diusir dari sana oleh penduduk Thaif sambil melempari beliau dengan batu dan kata-kata penuh ejekan. Lemparan batu yang mengenai Nabi Saw demikian hebat sehingga tubuh beliau berlumuran darah. Dalam perjalan pulang Rasulullah Saw menjumpai suatu tempat yang dirasa aman dari gangguan orang-orang jahat tersebut, kemudian beliau berdoa,&lt;br /&gt;“Wahai Tuhanku, kepada Engkaulah aku adukan kelemahan tenagaku dan kekurangan daya upayaku pada pandangan manusia. Wahai Tuhan Yang Maha Rahim, Engkaulah Tuhannya orang-orang lemah dan Engkaulah Tuhanku. Kepada siapa Engkau menyerahkan diriku? Kepada Musuh yang akan menerkam aku atau kepada keluarga yang keluarga yang Engkau berikan kepadanya urusanku, tidak ada keberatan bagiku asalkan Engkau tidak marah kepadaku. Sedangkan afiat-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya muka-Mu yang mulia yang menyinari langit dan menerangi segala yang gelap dan atas-Nyalah teratur segala urusan dunia dan akhirat Dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahan-Mu atau dari Engkau turun atasku azab-Mu. Kepada Engkaulah aku adukan halku sehingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan Engkau.”&lt;br /&gt;Demikian sedihnya doa yang dipanjtakan kepada Allah oleh Nabi Muhammad Saw sehingga Allah mengutus malaikat Jibril untuk menemui beliau. Setibanya di hadapan Nabi, Jibril memberi salam seraya berkata, “Allah mengetahi apa yang terjadi padamu dan orang-orang ini. Allah telah memerintahkan malaikat di gunung-gunung untuk menaati perintahmu.” Sambil berkata demikian Jibril memperlihatkan para malaikat itu kepada Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Malaikat itu berkata, “Wahai Rasulullah kami siap untuk menjalankan perintah tuan. Jika Tuan mau, kami sanggup menjadikan gunung di sekitar kota itu berbenturan, sehingga penduduk yang ada di kedua belah gunung ini akan mati tertindih. Atau apa saja hukuman yang engkau inginkan, kami siap melaksanakannya.”&lt;br /&gt;Mendengar tawaran malaikat itu Rasulullah Saw dengan sifat kasih sayang nya berkata, “Walaupun mereka menolak ajaran islam, saya berharap dengan kehendak Allah keturunan mereka pada suatu saat nanti akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.” Sungguh sebuah sikap yang patut untuk diteladani seorang dai yang senantiasa mengajak manusia ke jalan Allah.&lt;br /&gt;Tapi kalau kesalahan itu terletak pada diri dai`-nya janganlah pula kita ikut menertawakan mereka, orang-orang beriman itu bersaudara, satu tubuh, satu jasad, perbaikilah kesalahan mereka dengan penuh cinta, kasih sayang dan penuh hikmah. Dan tunjukanlah mereka jalan dakwah dan metode dakwah yang tepat dan akan diterima itu bagaimana. Dakwah yang dicontohkan oleh Rasul SAW.&lt;br /&gt;Itu jugalah tantangan kita selaku umat islam. Terutama yang tengah menuntut ilmu agama. Bagaimana ketika kita kembali ke tengah masyarakat nanti mampu menghadirkan dakwah yang menyejukkan hati masyarakat, melembutkan hati mereka, mencerdaskan mereka, semakin mengikat silaturahmi diantara mereka, dan memperkuat keimanan mereka.&lt;br /&gt;Karenanya kita perlu persiapkan bekal yang cukup. Bekal ilmu dan metode dakwah. Bekal iman dan takwa, bekal ikhlas, bekal mental, dan bekal-bekal penting lainnya. Ilmu yang mencakup segala sisi dan dimensi kehidupan beragama, berbangsa, bernegara, mencakup dunia dan akhirat, dan utamanya tentu pengusaan kita di bidang kita masing-masing. Seperti bidang hadits, tafsir, fiqh, sejarah, dakwah, aqidah, dst. Jika saja setiap tahun Universitas-universitas Agama di Indonesia dan luar negeri melahirkan 100 bahkan 1000 sarjana yang betul-betul mengusai bidangnya masing-masing (poinnya disini adalah: menguasai, karena nilai mungkin bisa dikejar dan didapat dengan SKS( sistim kebut semalam atau seminggu atau sebulan), tapi penguasaan itu tentu harus melewati lorong-lorong proses yang cukup panjang, melelahkan, menguras keringat, tenaga, menguji keikhlasan, dan kesabaran untuk tidak cepat-cepat naik di pentas kepopuleran, ilmu yang fiss-shuduur la fis-sutuur, serta adanya taufik dan inayah dari Allah Sang Pemilik Ilmu ), insya Allah sekembalinya mereka ke masyarakat, mereka akan memberi pencerahan pada masyarakat kelak. Apalagi jika sudah menyabet gelar MA dan DR.&lt;br /&gt;Pada Intinya seorang dai harus betul-betul menyadari bahwa tugas dakwah itu adalah tugas yang cukup berat, tugas yang memerlukan energi ketegaran yang cukup tangguh menghadapi berbagai ujian dan cobaan di jalan dakwah. Betapa banyak orang yang terjatuh dan meninggalkannya. Dan betapa banyak pula yang tetap istiqamah walau badai cobaan menghadang, walau kemiskinan, kesulitan menghambat, tapi hati telah teguh dan mantap seteguh karang di lautan yang akan senantiasa kokoh walau diterjang apapun, sampai ia meninggal di jalan dakwah. Tinggal kita mau pilih yang mana, mau pilih mental seteguh batu karang atau mental kerupuk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-7158305674714364715?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/7158305674714364715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/06/jangan-jadi-dai-bermental-kerupuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7158305674714364715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7158305674714364715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/06/jangan-jadi-dai-bermental-kerupuk.html' title='Jangan Jadi Da’i Bermental Kerupuk'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCW1ZOdF4hI/AAAAAAAAASY/fhEhVBlrBIE/s72-c/camels.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-6459428991327220489</id><published>2010-06-15T18:21:00.001+07:00</published><updated>2010-06-22T08:32:26.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAZKIYATUN - NUFUS'/><title type='text'>EMPAT RACUN HATI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TBdiNCJ7aOI/AAAAAAAAAOg/2EjfLaVHiJY/s1600/heart1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TBdiNCJ7aOI/AAAAAAAAAOg/2EjfLaVHiJY/s200/heart1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sesuatu yang paling  mulia pada diri manusia adalah hatinya. Peran hati terhadap seluruh  anggota badan ibarat raja terhadap para prajuritnya. Semua bekerja atas  dasar perintahnya dan tunduk kepadanya. Di kemudian hari hati akan  ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu bertanggung  jawab atas yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu&amp;nbsp; SAW bersabda : Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada  segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan  apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah  hati.(HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu  berkata: Hati adalah raja anggota tubuh, dan anggota tubuh adalah para  prajuritnya. Apabila raja baik maka baik pulalah para prajuritnya dan  apabila raja busuk maka busuk pulalah para prajuritnya..........&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hati  adalah raja. Seluruh tubuh adalah pelaksana semua titahnya yang selalu  siap untuk menerima arahannya. Aktivitasnya tidak dinilai benar jika  tidak diniatkan dan dimaksudkan oleh sang hati. Dikemudian hari, hati  akan ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu  bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, memperhatikan dan  meluruskan hati merupakan perkara yang paling utama untuk diseriusi oleh  orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  Demikian pula dengan mengkaji penyakit-penyakit hati dan metode  mengobatinya merupakan bentuk ibadah yang utama bagi ahli ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan  hati itu seperti sebuah benteng. Sedangkan syetan adalah musuh yang  hendak masuk ke dalam benteng itu, hendak menguasai dan merebutnya.  Benteng tidak akan terlindungi kecuali dengan menjaga pintu-pintunya.  Orang yang tidak mengetahui pintu-pintu itu tidak akan bisa menjaganya.  Jadi seseorang tidak bisa mengusir syetan kecuali dengan mengetahui  pintu-pintu masuk yang dilewati syetan. Pintu-pintu masuk itu adalah  sifat-sifat manusia yang jumlahnya sangat banyak, dan kami akan sebutkan  empat pintu masuk syetan yang paling banyak tersebar dan berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah,  hati dapat rusak sebagaimana halnya badan dan setiap kemaksiatan adalah  racun hati. Ia menjadi penyebab sakit dan kehancurannya, memalingkan  dari kebaikan, dan menambah parah penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati adalah pusat  ilmu dan ketakwaan, cinta dan benci, keragu-raguan dan bencana. Dialah  yang tahu tentang Allah Subhanahu Wa Ta?ala, yang menuju kepadaNya, dan  anggota tubuh ini tidak lain hanyalah mengikuti dan berkhidmat  kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salaf memperoleh kemenangan yang besar dan sangat  unggul tidak lain karena kualitas mereka dalam ibadah-ibadah hati.  Keistimewaan mereka dalam hal ini tidak ada tandingannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  bin Mubarak Rahimahullah berkata:&lt;br /&gt;Kulihat dosa-dosa itu mematikan  hati&lt;br /&gt;Membiasakannya mengakibatkan kehinaan&lt;br /&gt;Meninggalkan dosa  adalah kehidupan bagi hati&lt;br /&gt;Selalu menjauhinya adalah yang terbaik  bagi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : Adalah hari  (kiamat) yang mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang  yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.&amp;nbsp; (Q.S. Asy-Syu?ara  :88-89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang sehat adalah hati yang selamat. Hati yang  selamat didefinisikan sebagai hati yang terbebas dari setiap syahwat,  keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah SWT dan dari setiap  syubhat, ketidakjelasan yang menyeleweng dari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  barangsiapa menginginkan keselamatan dan kehidupan bagi hatinya,  hendaklah ia membersihkan hatinya dari pengaruh racun-racun itu.  Kemudian menjaganya jangan sampai ada racun lain mengotorinya. Adapun  jika tanpa sengaja ia mengambil salah satunya, ia mesti bersegera untuk  membuangnya dan menghapus pengaruhnya dengan cara bertaubat,  beristighfar dan mengerjakan amal shalih yang dapat menghapus kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  dimaksud dengan empat racun hati adalah:&lt;br /&gt;-banyak bicara&lt;br /&gt;-banyak  memandang&lt;br /&gt;-banyak makan dan minum&lt;br /&gt;-banyak bergaul dengan sembarang  orang    &lt;br /&gt;Keempat racun ini adalah yang paling banyak tersebar dan  paling berbahaya bagi kehidupan hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-6459428991327220489?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/6459428991327220489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/06/empat-racun-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/6459428991327220489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/6459428991327220489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/06/empat-racun-hati.html' title='EMPAT RACUN HATI'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TBdiNCJ7aOI/AAAAAAAAAOg/2EjfLaVHiJY/s72-c/heart1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-269823752039300051</id><published>2010-06-13T11:36:00.003+07:00</published><updated>2010-06-22T08:32:54.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><title type='text'>CINTA DUNIA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TBSPH9StkBI/AAAAAAAAAOY/UzTAi5I5AIY/s1600/CINTA+DUNIA.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TBSPH9StkBI/AAAAAAAAAOY/UzTAi5I5AIY/s200/CINTA+DUNIA.jpg" width="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Cinta dunia adalah ujung dari segala bentuk perilaku menyimpang. Allah SWT berfirman " ketahuilah, bahwa sesugguhnya kehidupan&amp;nbsp; dunia hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-bangga dengan banyaknya harta dan ank, seperti hujan yang membuat para petani terkagum-kagum dengan tanaman-tanamannya,kemudai tanaman itu menjadai kering dan kamu lihat warnanya menguning lalu hancur. dan diakhirat kelak ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhoanNya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Al-Hadid:20)....................&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hal ini membuat beberapa orang shaleh dan bijak mendefinisikan kehidupan dalam beberapa gambaran :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;a.&amp;nbsp; Hidup adalah mimpi, layaknya bunga tidur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;b.&amp;nbsp; Nabi Nuh as. ketika mengecap hidup selama seribu tahun, orang - prang bertanya kepadanya , bagaimana Anda melihat hidup? Ia menjawab, " Hidup bagaikan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; rumah yang memiliki dua pintu, dimana aku masuk di satu pintu dan keluar lewat pintu yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;c. Ketika orang sholeh dan bijak ditanya " Jelaskan kepada kami dunia itu!" Ia menjawab, "Dunia ibarat orang tua yang telah beruban dimana indera penerimanya dan penciumannya sudah tidak berfungsi dengan baik."&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;d.&amp;nbsp; Dunia laksana pencuri bulukan dan ular berbintik-bintik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Imam Ahmad berkata,"&amp;nbsp; Dunia ini memang ajaib. Ketika kita berada bersama anak-anak, tiba-tiba ia mampu memisahkan kita." Oleh karena itu, Al- Muntanabbi dalam syairnya menggungkapkan ,,,, &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Dimanakah para penguasa yang berpengalaman&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menimbun kekayaan, tapi tak ada yang abadi, kami maupun mereka&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Dari semua menyesaki cakrawala dengan bala tentaranya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hingga akhirnya ia dimakamkan dan diselubungi dengan dinding yang sempit&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Konon katanya, sebelum khalifah Harun Ar-Rashid ajal datang menjemput,ia sempat mengatakan, " Siapkanlah satu pasukan untukku!" Tak lama kemudian, bawahannya menyiapkan pasukan dan para komandan. Kemudian ia keluar menemui pasukannya dan berujar, " Duhai Tuhan yang kerajaannya tak pernah hancur, rahmatilah orang-orang yang kerajaannya telah hancur." Dan selanjutnya, beliau meneruskan dengan memanjatkan doa,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;" Ya ALLAH, sesungguhnya aku ini bukanlah orang yang baik, maka ampunilah diriku dan aku ini bukanlah orang yang kuat, maka berilah kemenangan. Ya Allah, terimalah diriku bersama hamba2 yang Engkau terima amal kebaikannya."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lain halnya dengan khalifah Al-Wadid bin Abdul Malik,meronta -ronta diatas tanah sembari menangis pada saat sakaratul maut dan berkata " Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku" ( Al- Haqqah[69]: 28-29)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cinta dunia adalah sikap hidup yang mampu memutuskan hubungan silahturahmi , orang-orang yang dicintai dan karib kerabat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cinta dunia adalah sikap yang menyebabkan manusia meninggalkan sholat jamaah, kajian ilmu dan mengingat ALLAH swt.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cinta dunia adalah sikap yang mampu membuat hati menjadi keras dan menyia-yiakan waktu untuk maksiat. Dan jika tidak,&amp;nbsp; maka dunia bagi anda hanya sebatas apa yang dimakan , lalu membusuk, apa yang anda sedekahkan, kemudian dibagikepada orang lain atau apa yang anda kenakan, lalu lenyap.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Perlu diketahui seyakin-yakinnya, bahwa perkara terbaik yang anda persiapkan adalah amal sholeh. Kerna semua yang ada pasti akan musnah, keculai bekal yang dipersiapkan oleh hamba untuk kehidupan akheratnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;{ sumber : buku "senandung cinta Al Qorny}&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-269823752039300051?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/269823752039300051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/06/cinta-dunia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/269823752039300051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/269823752039300051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/06/cinta-dunia.html' title='CINTA DUNIA'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TBSPH9StkBI/AAAAAAAAAOY/UzTAi5I5AIY/s72-c/CINTA+DUNIA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-1635733125699447004</id><published>2010-06-08T15:21:00.001+07:00</published><updated>2010-06-08T15:21:11.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><title type='text'>ILMU KUNCI KEBAHAGIAN</title><content type='html'>&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Rasulullah SAW pernah menyampaikan kepada Abu Dzar al-Ghifari, “ Hai Abu Dzar, jika engkau pergi lalu mempelajari satu ayat dari kitab Allah adalah lebih baik bagimu daripada sholat seratus rokaat. Jika kamu pergi lalu mempelajari satu bab ilmu yang dapat diamalkan adalah lebih baik bagimu dibandingkan dengan kamu sholat seribu rokaat”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TA38NF7nglI/AAAAAAAAAOI/H5KHQak94WE/s1600/kunci_sukses.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="177" src="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TA38NF7nglI/AAAAAAAAAOI/H5KHQak94WE/s200/kunci_sukses.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ilmu merupakan jendela dunia ? Benar, sebab&amp;nbsp; untuk sukses&amp;nbsp; di dunia denga ilmu bahkan, untuk mendapatkan kebahagian akherat juga dengan ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ilmu sebagai jendela dunia, karena dengan ilmu&amp;nbsp; manusia mampu memahami tanda-tanda dari Ilahi dan memahami tujuan hidupnya. Dengan ilmu dia mampu menyikapi setiap permasalahan dengan baik dan benar, sehingga bisa mendapat apa diinginkannya. Dengan ilmu, dia bisa hidup berbahagia dan mampu hidup dimana saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ilmu adalah jendela dunia. Adapun tuntunan dan proses menuju kepada ilmu adalah dengan melalui belajar, baik dengan cara membaca, mendengar ataupun menganalisa ayat-ayat Qur’aniyah yang tertuangan&amp;nbsp; di dalam kitab Al-Qur’an&amp;nbsp; maupun ayat-ayat kauniyah yag terhampar pada dunia ini..............&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan belajar, manusia akan menjadi lebih baik, lebih cerdas, bijaksana, dan adil. Dia mampu untuk menjadikan hidupnya lebih bermanfaat, tidak terjebak pada kesalahan dan kegagalan&amp;nbsp; yang sama dan lebih penting dari itu semua. Menigkatnya ketaatan kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;SETIAP WAKTU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setiap seorang muslim, belajar adalah proses tanpa henti yang dapat dilakukan di setiap ruang dan waktu. Seorang muslim diharapkan memegang kunci peting untuk membuka jendela dunia sekaligus&amp;nbsp; kebahagian akherat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan kunci berupa ilmu itulah dia akan mampu memikul amanah Allah menjadi hamba dan kholifah-Nya sekaligus dapat meraih apa yag dicita-citakan berupa kebahagian hidup dunia maupun akherat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak ada lagi rasa malas dan rendah motivasi dalam belajar bagi setiap muslim, karena dia memahami betapa pentingnya posisi ilmu bagi dirinya dan sebuah kewajiban yang mutlak karena sebagai kunci yang membuka kesuksesan hidup dunia maupun akherat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;MOTIVASI BELAJAR &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemahaman Islam mengenai ilmu dan belajar sangatlah berorentasi pada motivasi internal. Ini berangkat dari beberapa ayat dan hadits, di antaranya adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CEarth%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CEarth%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CEarth%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:"\(normal text\)";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-alt:"Times New Roman";	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:auto;	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CEarth%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CEarth%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CEarth%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:"\(normal text\)";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-alt:"Times New Roman";	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:auto;	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan “ Tuntutlah ilmu mulai dari buaian ibu sampai ke liang lahat”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pemahaman ini kemudian disajikan konsep untuk mengiatka belajar seumur hidup ( &lt;i&gt;Long Life Education )&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CEarth%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CEarth%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CEarth%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:"\(normal text\)";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-alt:"Times New Roman";	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:auto;	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mengapa&amp;nbsp; seorang muslim mau belajar seumur hidup ? karena belajar itu termasuk ibadah da jihad serta sebagai sarana untuk bisa melakukan pengabdian kepada Allah secara baik dan benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jadi, belajar harus kita lakukan seumur hidup, dan sama sekali bukan untuk sekedar mencari sebuah pekerjaan.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-1635733125699447004?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/1635733125699447004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/06/ilmu-kunci-kebahagian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/1635733125699447004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/1635733125699447004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/06/ilmu-kunci-kebahagian.html' title='ILMU KUNCI KEBAHAGIAN'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TA38NF7nglI/AAAAAAAAAOI/H5KHQak94WE/s72-c/kunci_sukses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-7622099707025992810</id><published>2010-06-08T15:10:00.003+07:00</published><updated>2010-06-22T08:58:14.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>IMAN, AMAN DAN AMANAT</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;style&gt; &lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Iman secara etimologis berarti kepercayaan atau kenyakinan. Secara Epistemologis, iman bermakna iktiqad , yaitu, sesuatu yang memikat seseorang dengan iman dan yakin secara totalitas kepada Allah SWT dengan segala konsekuensinya. Dalam Al-Qur’an, iman itu disebut sebagai cahaya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face {font-family:"\(normal text\)"; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:auto; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Iman itu awalnya diucapkan secara lisan (qaulun bi al-Lisan), kemudian disertai dengan keyakinan di dalam hati (I’tiqadu bi al-Janan), dan lantas konsekuensi logisnya dilanjutkan dalam bentuk amalan ( a’malun bi al-Arkan)...............&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dari akar “iman” ini pula ada kosakata “aman” yag mengisyaratkan bahwa iman itu aka menghasilkan rasa aman, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Iman dan aman, ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aman, rasa aman, dan keamanan adalah sesuatu yang amat penting dalam kehidupan setiap insan, sebab, tidaklah beriman seseorang yang tidak mampu memberikan rasa aman kepada orang lain, keamanan bukan segalanya, namun kehilangan rasa aman, orang bisa kehilangan segalanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemudian, dari akar kata”aman” ini juga ada istilah “amanat”. Artinya seorang yang beriman sudah pasti dituntut harus berlaku amanat(jujur). Antonim amanat adalah khianat(tidak jujur), yang tentu tidak senyawa dengan sifat amanat yang baik dan membaikan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apa yang terjadi saat ini di negeri kita adalah sesuatu yag sangat memprihatinkan. Karena pendidikan keimanan gagal, rasa aman hilang di tengah-tengah kita. Di mana-mana telah terjadi kerusuhan dan keonaran. Musibah berupa banjir, longsor, gempa bumi, ataupun kebakaran, membuat ketakutan semakin mencekam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena iman yag tipis pula, amanat berupa menjadi khianat. Mereka yang diberi kesempatan, bahkan kehormatan untuk mengelola bumi, ternyata telah melakukan pelanggaran keimanan dengan berlaku tidak jujur. Korupsi dan penyelewengan terjadi di sana-sini. Rakyat kecil yang tidak berdosa terkena imbasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rasulullah SAW bersabda, orang yang khianat dan curang itu akan kehilangan agama. (HR. Abu Dawud). Dan, sifat pengkhianat berarti merusak iman (HR Muslim). Karena itu, Rasul menganjurkan umatnya untuk senantiasa bersyukur dalam kondisi apa pun, karena hal itu merupaka bagian dari iman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-7622099707025992810?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/7622099707025992810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/06/iman-secara-etimologis-berarti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7622099707025992810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7622099707025992810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/06/iman-secara-etimologis-berarti.html' title='IMAN, AMAN DAN AMANAT'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-7165934731397348673</id><published>2010-05-29T09:18:00.002+07:00</published><updated>2010-06-22T09:01:44.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAZKIYATUN - NUFUS'/><title type='text'>Menghitung Harga Nafas Kita</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCAZfryJN4I/AAAAAAAAAPA/Mj1JNCDWrIg/s1600/breathe_7.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="154" src="http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCAZfryJN4I/AAAAAAAAAPA/Mj1JNCDWrIg/s200/breathe_7.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sekali bernafas, manusia memerlukan 0,5 liter udara. Pernahkah kita  merenungkan, minimal merasakan rasa syukur? &lt;br /&gt;Bernafas, mungkin sudah dianggap biasa dan tak lagi menarik  dibahas oleh sebagian orang. Pasalnya, sejak bangun tidur sampai  terlelap, manusia tak lepas dari kegiatan mengambil udara di alam bebas  ini. Namun, pernahkah Anda memperhatikan bagaimana nikmat Allah ini  sebenarnya bernilai miliaran rupiah? Tak perlu menghitung kegiatan  bernafas secara keseluruhan yang melibatkan berbagai organ tubuh, cukup  kiranya menjumlah rupiah dari setiap udara yang dihirup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali  bernafas, umumnya manusia memerlukan 0,5 liter udara. Bila perorang  bernafas 20 kali setiap menitnya, berarti udara yang dibutuhkan sebanyak  10 liter. Dalam sehari, setiap orang memerlukan 14.400 liter udara..............&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Lalu,  berapa nilai tersebut bila dirupiahkan? Sebagaimana diketahui, udara  yang dihirup manusia terdiri dari beragam gas semisal oksigen dan  nitrogen. Keduanya, berturut-turut 20% dan 79% mengisi udara yang ada di  sekitar manusia. Bila perbandingan oksigen dan nitrogen dalam udara  yang manusia hirup sama, maka setiap kali bernafas manusia membutuhkan  oksigen sebanyak 100 ml dan 395 ml lainnya berupa nitrogen. Artinya,  dalam sehari manusia menghirup 2880 liter oksigen dan 11.376 liter  nitrogen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika harga oksigen yang dijual saat ini adalah Rp  25.000 per liter dan biaya nitrogen per liternya Rp 9.950 (harga  nitrogen $ 2.75 per 2,83 liter, data nilai tukar dollar &lt;a href="http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kurs+Bank+Indonesia/Kurs+Transaksi/" mce_href="http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kurs+Bank+Indonesia/Kurs+Transaksi/"&gt;Bank  Indonesia&lt;/a&gt; pada 9 November 2009), maka setiap harinya manusia  menghirup udara yang sekurang-kurangnya setara dengan Rp 176.652.165.  Dengan kata lain, bila manusia diminta membayar sejumlah udara yang  dihirup berarti setiap bulannya harus menyediakan uang sebesar 5,3  Miliar rupiah. Dalam setahun, manusia dapat menghabiskan dana 63,6  Miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya jumlah uang yang diperlukan dalam setahun.  Bila dihitung seluruh kebutuhan seumur hidup, pastilah nilainya lebih  mencengangkan lagi. Sungguh, Allah maha pemurah atas segala karunia-Nya.  Tak terkecuali nikmat Allah dari udara yang digunakan manusia sebagai  bahan bernafas setiap saatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara yang melimpah ruah di alam  adalah bukti kasih sayang Allah yang luar biasa. Sekumpulan gas  tersebut diberikan Allah kepada manusia dengan cuma-cuma. Tak sepeser  pun dipungut dari manusia atas nikmat yang amat penting tersebut. Oleh  karenanya, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Sang Pencipta.  Dia-lah Rabb yang mengurus kita di siang dan di malam hari sebagaimana  firman Allah,&lt;i&gt;&lt;b&gt; “katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di  waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah?’…”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;(QS  Al Anbiyaa’ 21: 42).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-7165934731397348673?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/7165934731397348673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/menghitung-harga-nafas-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7165934731397348673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7165934731397348673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/menghitung-harga-nafas-kita.html' title='Menghitung Harga Nafas Kita'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCAZfryJN4I/AAAAAAAAAPA/Mj1JNCDWrIg/s72-c/breathe_7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-4201542447665606217</id><published>2010-05-26T10:12:00.001+07:00</published><updated>2010-06-22T09:02:26.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CYBER IT'/><title type='text'>Akhirnya, Situs Penyelenggara Lomba Gambar Kartun Nabi Dihack</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCAZqM5A1wI/AAAAAAAAAPI/Z7IoqCT25FE/s1600/hack_7.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCAZqM5A1wI/AAAAAAAAAPI/Z7IoqCT25FE/s200/hack_7.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Website pelaksana gerakan "menggambar nabi  Muhammad" yang beberapa waktu terakhir ramai diberitakan, saat ini tidak bisa diakses. Situ dengan  alamat http://www.drawmohammed.com/ jika dibuka saat ini hanya akan  tampil halaman berwarna hitam dengan beberapa pesan.  &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cyber-Warior TIM For ISLAM, nama kelompok hacker tersebut. Sepertinya  mereka berasal dari Turki, dan tidak rela terhadap diadakannya kegiatan  "menggambar nabi Muhammad" yang akan dilaksanakan mulai hari ini tanggal  20 Mei 2010 secara global.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;Seperti ramai diberikatan sebelumnya, di situs jejaring sosial  Facebook.com muncul grup baru yang mendukung kegiatan melecehkan Islam  dengan menggambar nabi Muhammad. Grup bernama "Everybody Draw Muhammad"  tersebut sudah mendapatkan banyak pengikut. Namun disitu banyak juga  yang menyampaikan protes serta makian terhadap dibukanya grup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, jika situs http://www.drawmohammed.com/ diklik, maka  pengunjung akan mendapati halam hitam dengan beberapa pesa berbahasa  Inggris :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;"While All Islam World regard with reverence to your prophet and address  him as Hz. ISA A.S ( Christ ) ( putting a holy prefix in front of his  name ), ou keep abusing, Islam's almighty Prophet with disgusting and  disgraceful cartoons using excuses of freedom of speech. o doubt, Hz.  Isa ( Christ ) would dislike and hate your nation.&lt;br /&gt;Be God's Curse On You !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We Will be Your Curse on Cyber World !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa saat, halaman tadi akan me-redirect (mengarahkan secara  otomatis) browser anda ke situs http://www.lastprophet.info/en/?lang=en.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak aksi hacker Turki ini adalah sebagai salah satu cara mereka  membela nabi Muhammad.&lt;br /&gt;dikutip dari : http://alislamu.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-4201542447665606217?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/4201542447665606217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/akhirnya-situs-penyelenggara-lomba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4201542447665606217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4201542447665606217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/akhirnya-situs-penyelenggara-lomba.html' title='Akhirnya, Situs Penyelenggara Lomba Gambar Kartun Nabi Dihack'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCAZqM5A1wI/AAAAAAAAAPI/Z7IoqCT25FE/s72-c/hack_7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-4867328959887761351</id><published>2010-05-25T11:52:00.000+07:00</published><updated>2010-05-26T11:53:18.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><title type='text'>Hidup Mulia dengan "Cinta"</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Cinta adalah kekuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Yang Mampu Mengubah Duri Menjadi Mawar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengubah Cuka Menjadi Anggur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengubah Malang Menjadi Beruntung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengubah Sedih Menjadi Riang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.............................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengubah Iblis Menjadi Malaikat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengubah Sakit Menjadi Sehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengubah Kikir Menjadi Dermawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengubah Kandang Menjadi Taman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengubah Penjara Jadi Istana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dalam  pandangan Islam, cinta adalah anugerah yang diberikan oleh Allah kepada  anak manusia. Firmannya, &lt;i&gt;“Dijadikan indah dalam pandangan manusia  cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan,  anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda  pilihan, hewan ternak dan sawah dan ladang. Itulah kesenangan hidup di  dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.”&amp;nbsp; &lt;/i&gt;(surat  Al-Imron: 14).&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta adalah penganugerahan, kita harus  menyelaraskan ‘iramanya’ sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan  oleh sang-penganugerah cinta, yaitu Allah. kalau tidak, alih-alih cinta  itu akan mengubah kandang menjadi taman, tapi justru ia akan membuat  kita terpenjara dalam kandang itu sendiri.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah perjalanan  cinta keturunan pertama Nabiullah Adam a.s, Qobil, telah memberikan kita  pelajaran yang sangat gamblang. Betapa cinta itu bisa mematikan mata  hati. “Love is blind,” kata orang Inggris. Karena buta, akibatnya apapun  atau siapapun, akan dianggap musuh, ketika mencoba menghalangi  langkah-langkahnya dalam merengkuh pujaan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan,  siapakah Habil itu? Beliau tidak lain adalah adik kandung dari Qobil  sendiri. Tapi karena menganggap Habil sebagai hambatan bagi dirinya  untuk menikah dengan kembarannya sendiri, yang secara fisik lebih  memukau dari pada kembarannya Habil yang dijodohkan dengannya, maka,  Habil akhirnya dimusnahkan dari permukaan bumi. Inilah kisah pembunuhan  pertama Bani Adam, yang sebenarnya sempat dikhawatirkan oleh para  Malaikat. Dan salah satu di antara penyebab terjadinya pembunuhan  tersebut adalah masalah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang coba kita tarik  permasalahan di atas dengan kontek kekinian. Sepertinya, problem cinta  yang menimbulkan mafsadat macam Qobil, tengah merambat di sekitar kita.  Cinta tidak lagi menjelma menjadi kekuatan yang mampu mengubah lawan  menjadi kawan, kikir menjadi dermawan, dan selain sebagainya. Yang  terjadi saat ini justru sebaliknya, cinta justru melahirkan permusuhan,  kekikiran, kebobrokan moral, keangkuhan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah,  bukankah wabah korupsi di negeri ini terjadi karena dilandasi rasa  cinta terhadap harta yang salah (berlebihan)? Mereka (para koruptor)  telah tergila-gila pada harta benda, sehingga mematikan mata hati  mereka. Hak rakyat yang harusnya mereka nikmati, justru mandek di  kantong mereka. Padahal jelas, perbuatan macam ini sangat tidak  diperkenankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap kasus-kasus yang lain, seperti zina,  perselingkuhan, suap, judi, mencuri, pun tidak lepas dari landasan yang  serupa. Memang benar, ”love is blind”. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Tauladan Yusuf a.s&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai agama yang sempurna, telah mengatur segalanya,  termasuk masalah cinta dengan begitu indah, sehingga, ia tidak  menjerumuskan pemiliknya kepada kebinasaan, sebagaimana telah  digambarkan di atas. Dalam Al-Quran, terdapat sosok suri tauladan bagi  kita, yang mampu mengelola cintanya dengan benar, sesuai dengan apa yang  dikehendaki oleh Allah. Beliau adalah Nabiullah Yusuf ‘Alaihissalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  sekian banyak kisah Nabi yang tertera dalam Al-Quran, kisah Nabi Yusuf  merupakan kisah yang paling unik, sebab kisahnya memiliki ‘page’  tersendiri dalam Al-Quran, yang berbeda dengan para nabi yang lain.  Tengoklah surat Yusuf,&amp;nbsp; yang secara keseluruhan mengisahkan tentang  beliau, mulai dari awal surat, hingga akhirnya. Hal ini tentu saja,  karena di dalam diri beliau&amp;nbsp; terkandung uswah hasanah, yang sangat  penting, yang harus kita teladani. Dan salah satu di antara perilaku  terpuji tersebut adalah tauladan cinta yang mengiringi perjalanan hidup  beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Yusuf adalah sosok pemuda yang elok rupanya, lagi  berbudi pekerti luhur. Karena ketampanan parasnya ini, tak sedikit  wanita yang tertarik untuk menaklukkan hatinya, tak terkecuali&amp;nbsp;  Zulaikha, istri majikan beliau. Namun, karena kesucian hatinya, dan  kemurnian cintanya, sekuat apapun Zulaikha merayu, tetap beliau  berpegang teguh untuk tidak mencemari kesucian cinta beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Bahkan,  pada puncaknya, Yusuf lebih memilih untuk dipenjara, dari pada harus  mengikuti rayuan istri-istri pembesar saat itu. Ucap beliau yang  diabadikan dalam Al-Quran, &lt;i&gt;”Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku cintai  daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Kau hindarkan dari tipu  daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk mengikuti ajakan mereka  dan aku termasuk orang yang bodoh.&lt;/i&gt; (Yusuf : 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Pilihan  hidup macam ini tidak serta merta menghinakan Nabi Yusuf. Yang terjadi  justru sebaliknya, diliputi dengan kemuliaan dan keagungan. Dan itu  terjadi, setelah para perempuan (yang pernah merayu beliau), mengakui  kesalahan mereka di depan raja, dan memuji keteguhan hati Yusuf untuk  tidak tunduk pada kehendak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, &lt;i&gt;”Dia  (raja) berkata (kepada perempuan-perempuan itu), ”bagaimana keadaanmu  ketika kalian menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya?” Mereka berkata,  ”Maha Sempurna Allah, kami tidak mengetahui keburukan dari dirinya.”  istri Al-Aziz berkata, ”sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang  menggoda dan merayunya, dan dia termasuk orang yang benar”&lt;/i&gt; (Yusuf :  51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dan dari penjelasan para wanita ini, raja mengangkat yusuf  menjadi salah satu pegawai di kerajaannya. Dia berkata, &lt;i&gt;”bawalah dia  (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) ke  padaku.” Ketika Raja telah bercakap-cakap dengannya, dia (raja) berkata,  ”sungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi orang yang berkedudukan  tinggi di lingkungan kami dan dipercaya” &lt;/i&gt;(Yusuf : 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Subhanallah,  lihatlah bukti sejarah, betapa cinta yang suci telah memberikan  anugerah yang baik bagi perjalanan Yusuf. Cinta macam ini bukanlah cinta  buta, yang mampu membutakan mata hati. Cinta model inilah yang telah  melahirkan kekuatan, yang mampu mengubah kandang menjadi taman, penjara  menjadi istana. Pertanyaannya, bagaimana membangun cinta yang demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta  Suci, itu berhirarki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dalam Islam adalah salah satu  syarat dari keimanan seorang. Tidaklah termasuk orang yang beriman, apa  bila ia tidak memiliki rasa cinta, terlebih terhadap sesama mukmin.  Sabda Rasulullah, &lt;i&gt;”Tidaklah beriman di antara kalian hingga mencintai  saudaranya, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” &lt;/i&gt;(Al-Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap  harta, istri, keluarga, pun harus demikian. Namun,&amp;nbsp; agar cinta tidak  mengarahkan kita kepada kenistaan hidup, sebagaimana kasus-kasus di  atas, maka cinta terhadap kesemuanya itu harus berada di bawah&amp;nbsp; cinta  kepada penganugerah cinta itu sendiri, yaitu Allah. Kenistaan tidak akan  didapati, ketika cinta berjalan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis,  Rasulullah menjelaskan bahwa ada tiga hal yang bisa membuat seorang  hamba akan merasakan manisnya keimanan, di antaranya adalah mencintai  Allah di atas segalanya. Lengkapnya hadits tersebut berbunyi, ”Ada tiga  hal, yang jika tiga hal itu ada pada seseorang, maka dia akan merasakan  manisnya iman. (Yaitu); Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada  selain keduanya; Mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali  karena Allah; Benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah  menyelamatkan darinya, sebagaimana bencinya jika dicampakkan ke dalam  api." (Muttafaq ‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis ini pula kita bisa mengambil  benang merah, cinta kepada Allah menuntut kita untuk mencintai segala  hal apa yang dicintai-Nya, dan membenci apa/siapapun yang dibenci-Nya.  Akan timbul keraguan akan ketulusan cinta yang dimiliki, apabila dia  tidak menunjukkan ketaatan kepada yang ia cintai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini  Allah juga berfirman, &lt;i&gt;”Katakanlah Muhammad, jika kamu mencintai  Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampunimu...”  &lt;/i&gt;(Al-Imron: 31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad adalah kekasih Allah.  Sebabnya, untuk menunjukkan cinta kepada Allah, kita pun harus mencintai  beliau, dan terhadap apa yang diajarkannya. Cinta model ini, juga telah  mengantarkan Umar bin Khathab, menjadi sosok yang mulia, yang  sebelumnya merupakan sosok yang bengis. Al-kisah, pada suatu hari  Rasulullah menanyai tentang besar cintanya terhadap beliau. Umar  menjawab, &lt;i&gt;“Aku mencintaimu ya Rasulullah melebihi cintaku kepada  semua yang lain, kecuali diriku sendiri”.&lt;/i&gt; Mendengar jawaban  demikian, Rasulullah akhirnya menimpali, &lt;i&gt;“Tidak wahai Umar! Sampai  aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika cinta  telah mengikuti hirarki demikian, maka, cinta kita terhadap yang lainnya  akan lurus. Cinta terhadap istri, anak-anak, keluarga, harta benda,  jabatan, akan menjadi lurus kalau ia berada dalam ruang besar yang  bernama cinta kepada Allah. Tidak akan ada cerita tentang penyelewengan  cinta, yang dilakukan Bani Adam, ketika cinta mereka telah menapaki  jejak cinta yang telah ditetapkan oleh Allah. sikap &lt;i&gt;sami’na wa  atha’na&lt;/i&gt; (kami dengar dan kami taati) terhadap apa yang telah menjadi  ketetapan Allah dan Rasulnya (tanpa harus mendiskusikannya terlebih  dahulu), juga menjadi ciri akan kemurnian cinta kepada&lt;i&gt; Ilahi Rabbi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya,  untuk meraih kemuliaan hidup dengan cinta, maka kita harus memposisikan  cinta sesuai dengan hirarki yang telah dipaparkan di atas.  Mudah-mudahan, Allah mencatat kita termasuk golongan orang-orang yang  telah menapakkan cinta sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh  Yusuf&lt;i&gt;&amp;nbsp; ‘Alaihi Wassalam&lt;/i&gt;, ataupun Umar bin Khathab.&amp;nbsp; &lt;i&gt;Wallahu’alam  bis-shawab.&amp;nbsp;&lt;/i&gt; [&lt;b&gt;Robin Sah/hidayatullah.com&lt;/b&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-4867328959887761351?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/4867328959887761351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/hidup-mulia-dengan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4867328959887761351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4867328959887761351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/hidup-mulia-dengan-cinta.html' title='Hidup Mulia dengan &quot;Cinta&quot;'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-3472218042356053062</id><published>2010-05-23T18:44:00.000+07:00</published><updated>2010-05-23T18:44:05.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='VISIONER'/><title type='text'>ASPIRASI</title><content type='html'>Dua anak kura-kura saling bertatapan ketika orang yang memeliharanya  menempatkan mereka di akuarium kering. Padahal, dua kura-kura kecil itu  tergolong kura-kura air. Kontan saja, mereka blingsatan. &lt;br /&gt;“Dasar, manusia kurang pengetahuan!” suara kura-kura yang agak lebih  besar. “Iya, kenapa manusia ini tidak belajar dulu tentang kita?” sahut  yang kecil menimpali.&lt;br /&gt;Tak lama, keduanya pun merasakan siraman air. Byurr! Dua anak  kura-kura menyambut gembira. Tapi, kegembiraan itu tak lama. Karena air  yang tersiram begitu banyak, melebihi batas jangkauan leher kura-kura  yang butuh nafas di udara bebas.&lt;br /&gt;Lagi-lagi, dua anak kura-kura itu blingsatan. Keduanya tampak mulai  pucat karena tak mampu menjangkau permukaan air untuk mengambil nafas.  Kalau saja bisa terdengar, mungkin si pemelihara kura-kura akan kaget  dengan omelan dua kura-kura kecil itu: “Hei, belajar dulu, dong! Baru  ngurusin kita!”&lt;br /&gt;Melihat keanehan itu, si pemelihara kura-kura mulai sadar. Air pun ia  kurangi. Dan, wajah puas pun terlihat ketika si pemelihara kura-kura  mendapati hewan-hewannya sudah bertingkah normal.&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, si pemelihara kura-kura menyeburkan beberapa sobekan  roti kedalam akuarium. Ia berharap, kalau peliharaannya akan berebut  melahap roti. Tapi, kedua anak kura-kura itu tak peduli.&lt;br /&gt;Kalau saja si manusia pemelihara kura-kura itu mendengar ucapan hewan  peliharaannya, ia akan mendengar ucapan ini. “Aduh, gimana sih. Orang  butuh cacing air dikasih roti!” &lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Kehidupan mendudukkan manusia pada posisi yang unik. Manusia  berkesempatan dan berkemampuan menjadi pemimpin. Manusia punya kemampuan  memimpin hewan, tumbuhan, bahkan sesama manusia lain. Saat itulah,  manusia bisa menjadi pengendali.&lt;br /&gt;Masalah akan timbul ketika sang pemimpin punya ego yang ingin  dipaksakan. Atau, ia memang tidak paham dengan makhluk-makhluk yang ia  pimpin: kapasitas, selera, kecenderungan, budaya, dan berbagai hal lain.&lt;br /&gt;Jangan sampai ia seperti pemelihara kura-kura yang buta dengan semua  aspirasi hidup yang ia pimpin. Karena didengar atau tidak, mereka yang  dipimpin akan mengatakan, “Gimana sih. Orang butuh ini dikasih itu!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-3472218042356053062?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/3472218042356053062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/aspirasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3472218042356053062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/3472218042356053062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/aspirasi.html' title='ASPIRASI'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-609547960427014239</id><published>2010-05-18T16:29:00.002+07:00</published><updated>2010-05-22T18:28:05.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><title type='text'>Berharap pada Guru " Kehidupan"</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.3pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/S-_Okaeve7I/AAAAAAAAANU/eITNCPOUvU0/s1600/GURU.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/S-_Okaeve7I/AAAAAAAAANU/eITNCPOUvU0/s320/GURU.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:33.3pt 6.65pt 21.3pt 33.3pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}@page Section2 {size:612.0pt 792.0pt; margin:33.3pt 6.65pt 18.65pt 33.3pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section2 {page:Section2;}@page Section3 {size:612.0pt 792.0pt; margin:33.3pt 6.65pt 33.3pt 33.3pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section3 {page:Section3;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Hampir setiap pergantian kepemimpinan di Departemen Pendidikan, pemerintah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;disibukkan dengan berubahnya peraturan pendidikan. Baik menyangkut&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt; kurikulum maupun pada setiap regulasi yang sekecil-kecilnya. Arah kebijakan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt; pendidikan nasional berupa anggaran pendidikan dan penyempurnaan sistem&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt; pendidikan nasional rasanya saat ini belum menemukan titik kesempurnaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Pemerintah Indonesia kurang berani memprioritaskan anggaran pendidikan yang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt; cukup untuk mengembangkan pendidikan. Kita makin jauh tertinggal dari&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt; Malaysia dan Singapura.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 9pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.3pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Pada tataran sistem pendidikan, pemerintah masih disibukkan dengan standardisasi, kurikulum, UN, kompetensi guru, dan masalah lainnya. Di sisi lain,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Section1"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.65pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;para guru "menjerit dalam hati" meminta keadilan tentang kesejahteraan mereka &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.3pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;yang selama ini terabaikan. Tidak hanya itu, kualitas para guru juga patut di &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;pertanyakan. Karena ketergantungan terhadap sistem lama yang kurang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;memuaskan perihal peningkatan kemampuan guru. Baik dalam mengajar &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;maupun aspek pengetahuan dirinya sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10.65pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.3pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 10pt;"&gt;Guru adalah sosok yang dianggap oleh murid sebagai seseorang yang serbatahu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;sebagai seseorang yang patut dicontoh, dan cerminan murid dalam melakukan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;beragam tindakan. karena itu, guru memiliki tanggung jawab sosial, sehingga &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;peran dan fungsinya sangat dibutuhkan dalam menjalankan estafet perjuangan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;bangsa. Walaupun sebetulnya tidak sepenuhnya guru serba tahu dan mengerti &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;segala-galanya. Selama ini kita selalu berkutat pada masalah kesejahteraan guru &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;dan kurikulum pendidikan. Dua wilayah ini memang membingungkan. Pada satu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;sisi, para guru terlantar dan sulit mendapatkan kesejahteraan, di sisi lain mereka &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;harus bertindak profesional. Tidak meninggalkan pekerjaan mengajar yang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;seharusnya menjadi tugas utama mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10.65pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.3pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Pengamat pendidikan, Hernowo, mencatat bahwa apakah benar dengan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.3pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;meningkatkan gaji guru, para guru lantas benar-benar berdaya? Karena &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.65pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;perkembangan diri seseorang itu berangkat dari dirinya sendiri, bukan orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="Section2"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19.3pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Pihak lain hanya memberikan rangsangan, tapi tindakan itu datang dari diri guru &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;itu sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 23.3pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Bukan hanya guru, setiap manusia mengalami keadaan yang sama seperti itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Bahkan, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika mereka tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 10pt;"&gt;mengubah diri mereka sendiri. Kesadaran untuk melakukan perubahan terhadap &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;diri seorang guru harus tertanam, sehingga guru tidak hanya sekadar &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;mengajarkan kepada murid, tapi ia tampil sebagai sang inovator yang inovatif &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Sehingga, guru tidak hanya berkutat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;pada buku atau text book, tapi dapat mengemas semuanya menjadi suatu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;pembelajaran yang menarik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10.65pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.3pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Terjebaknya para guru dengan hanya mengandalkan kurikulum, juga memilik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;dampak yang serius dalam mengelola pendidikan Indonesia. Persoalan kurikulum &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;seolah-olah tidak ada habisnya. Setiap tahun kurikulum bisa saja berubah, tapi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;apakah pengetahuan anak dapat diharapkan mampu dalam menjawab semua &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;tantangan yang ada, jika tidak di mbangi dengan kemampuan guru dalam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;mengelola kelasnya. Kreativitas guru dalam mengelola kelas sangat membantu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;pemahaman murid dalam memahami sesuatu hal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10.65pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.3pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Ruang kelas hanyalah tempat singgah sementara, karena peran lebih besar &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;adalah ketika anak-anak berada di luar kelas. Anak-anak lebih banyak &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;bersentuhan dengan dunia luar kelas, sehingga pengalaman, pengetahuan, dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;aspek pembelajaran mereka lebih banyak didapatkan dari aktivitas yang tanpa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;sengaja dilakukan atau dengan bermain-main dengan teman-teman lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.3pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Ruang kelas hanyalah tempat untuk mengevaluasi dan proyeksi ke depan, atau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.65pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;lebih kepada penekanan atas apa yang mereka dapatkan di rumah, lingkungan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.3pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;sekitar, atau di sekolah sekalipun. Karena, dengan interaksi yang dilakukan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;dengan sesama teman lebih memudahkan mereka untuk memahami kondisi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;yang ada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10.65pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.3pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Idealnya, para guru adalah sahabat para murid, yang memberikan jawaban apa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;yang seharusnya anak-anak dapatkan ketika mereka belajar dan berinteraksi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;dengan yang lainnya. Sehingga, guru menjadi partner dalam mempelajari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;kehidupan. Ia belajar bagaimana menjalani kehidupan, bukan mempelajari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;kurikulum semata tapi luas dari pada itu. Ia tidak diperdaya, tapi mampu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;memberdayakan dirinya tentang bagaimana mengajar dan belajar, penguasaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;emosi, kemampuan membaca dan menulis, serta menjadi sang motivator ulung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10.65pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.3pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Hernowo menggaris bawahi tentang apa yang dimaksud dengan "guru &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;kehidupan" dan "guru kurikulum". "Guru kehidupan" benar-benar mau dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;mampu mengajarkan sesuatu yang bermakna. Dan, makna yang diajarkan itu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;bukan merupakan "makna yang dirumuskan" sebagaimana yang sering diajarkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19.3pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;oleh "guru kurikulum".&amp;nbsp; Guru kehidupan lebih menekankan untuk mengajarkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;"makna yang dihayati", yaitu makna yang tidak sekadar tercantum di kurikulum &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.3pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;atau buku, tetapi makna yang bersentuhan dengan kehidupan sejati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.3pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Saatnya kita menyadari bahwa di sekolah anak-anak semestinya tidak hanya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;mempelajari tentang pengetahuan, tapi juga belajar tentang kehidupan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Mungkin, frame tentang ini yang belum tersosialisasikan kepada masyarakat,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;sehingga orang tua murid juga belum memahami sepenuhnya tentang arti &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;sekolah yang seharusnya. Namun pada sisi lain, banyak orang tua yang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;memprotes tentang sistem pendidikan yang mengabaikan moral, anak didik kita &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;bina untuk mengerti sopan santun, berakhlak mulia dan mampu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.3pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Yang menjadi persoalan, penganggapan guru sebagai seorang yang serbatahu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;dan anak diserahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk dididik, sedangkan di &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;dalam ruang terkecil, yakni keluarga, anak terlepas dari pengawasan orang tua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Seharusnya, orang tua murid adalah guru pertama bagi sang anak, yang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;mencurahkan waktu lebih banyak terhadap anak. Guru di sekolah adalah guru &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;kedua, yang membantu sang orang tua untuk mendidik anak-anaknya sehingga &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;mereka mampu mempelajari semua persoalan yang ada dari sudut pandang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;mereka sebagai seorang yang terdidik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.3pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Mempelajari kehidupan lebih sulit daripada mempelajari pengetahuan. Maka, kini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;kita butuh guru kehidupan, yang membimbing para murid menuju pengetahuan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;yang lebih luas tentang kehidupan, baik dari aspek pribadi maupun aspek sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.3pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;Memahami dirinya baik sebagai aku diri, aku ideal dan aku sosial. Tidak &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16.65pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;melepaskan diri dari pergaulan inteligensia, baik dengan memperluas wawasan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.3pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;akademis (IQ), emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (ESQ). Karena, pada &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;dasarnya setiap sekolah memiliki ciri yang beda dan guru yang mempunyai &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;pengajaran yang berbeda. Namun, perbedaan itu bukan persoalan ketika kita &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;memiliki keinginan dan kemauan untuk mengajarkan dan menjadi "guru &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;kehidupan". Tidak hanya bagi anak murid, tetapi bagi siapapun dia yang menjad &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;tanggung jawab kemanusaiaan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 16pt; margin-left: 146.65pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;sumber : Lampung Post, Kamis, 3 Mei 2007&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-609547960427014239?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/609547960427014239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/berharap-pada-guru-kehidupan_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/609547960427014239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/609547960427014239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/berharap-pada-guru-kehidupan_18.html' title='Berharap pada Guru &quot; Kehidupan&quot;'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/S-_Okaeve7I/AAAAAAAAANU/eITNCPOUvU0/s72-c/GURU.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-4855088656877934232</id><published>2010-05-14T21:35:00.004+07:00</published><updated>2010-06-22T09:06:27.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DAKWAH'/><title type='text'>Tidak Sabar Lalu Putus Asa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/S-1fVjyLbII/AAAAAAAAAM8/qiNGZs6o_E8/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/S-1fVjyLbII/AAAAAAAAAM8/qiNGZs6o_E8/s200/images.jpg" width="142" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Fenomena tidak sabar, putus asa dan menyerah berhadapan dengan lawan, dalam meniti perjuangan di jalan Allah akhir-akhir ini kian menggejala di negeri ini. Tak hanya terjadi pada individu Muslim, tapi juga pada lembaga, organisasi, gerakan hingga partai politik Islam. Semuanya seakan kelelahan mengusung idealisme Islam. &lt;br /&gt;Allah, Rabb Yang Maha Perkasa telah memperingatkan kejadian di atas akan dialami pada tiap kurun zaman. &lt;i&gt;“Andaikan seruanmu itu menghasilkan keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan itu pendek pastilah mereka mengikutimu, akan tetapi perjalanan ini teramat jauh&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Mereka akan bersumpah atas nama Allah: ‘Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersamamu ...,” &lt;/i&gt;(Qs at-Taubah: 42).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di depan mereka betebaran umpan duniawi yang memukau dan ranjau kenikmatan yang membinasakan. Apalagi, jika mereka sendiri menyimpan ambisi-ambisi pribadi, akhirnya mereka pun rela melakukan apa saja. Melepas yang paling berharga, identitas keislamannya yang mereka punya.&lt;br /&gt;Merujuk sejarah Rasul Saw, dalam perang Uhud, terdapat orang-orang yang tak sabar melihat umpan &lt;i&gt;ghanimah&lt;/i&gt;. Mereka turun dan memperebutkannya. Sekarang, kelompok seperti ini bukan mengambil &lt;i&gt;ghanimah&lt;/i&gt;, tapi menghalalkan praktik haram (&lt;i&gt;risywah&lt;/i&gt;), menjual ideologi, menjadi broker politik, merayu beberapa pihak, menekan pihak lain, untuk mendapatkan keuntungan dunia sebanyak-banyaknya. Mereka pun layak disebut “pelacur ideologi.”&lt;br /&gt;Apakah sudah separah itu perilaku aktivis Islam kekinian? Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Untuk menjawab semua ini Herry Nurdi&lt;b&gt; &lt;/b&gt;melakukan obrolan dengan Pembantu Rektor III Institut Daarusalam Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi dan Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), berikut petikannya:&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalam mengadopsi nilai-nilai luar, gerakan Islam terkadang justru menurunkan standar keislaman yang selama ini diperjuangkan? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara konseptual ada di dalam al Qur’an. Tapi antara realitas dengan konsep ada gap, jurang yang panjang. Misalnya, ketika seorang Muslim mengembangkan politik, organisasi dan lainnya. Persoalannya, bagaimana ia mendedikasi konsep yang ada di al Qur’an ke dalam gerakan. Ini yang memerlukan diskursus panjang. Saya ingin mengatakan, al Qur’an itu mempunyai konsep yang universal dan menyeluruh dalam aspek kehidupan.&lt;br /&gt;Persoalannya, apakah orang-orang dalam kelompok itu dapat menyerap keseluruhan kandungan al Qur’an itu. Kalau dia tidak mampu, ini akan menjadi &lt;i&gt;background&lt;/i&gt; dia dalam menangkap ide-ide yang akan diaplikasikan di dalam organisasinya. Jika secara konseptual tidak memahami, bagimana ia bisa mengaplikasikan dalam bentuk kegiatan, moralitas individual, sosial, lembaga dan gerakan? Ini sangat fundamental dalam gerakan Islam, apakah bisa menyerap al Qur’an?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana cara mengidentifikasinya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita memahami penafsiran dari ayat itu menjadi sebuah konsep yang praktis, sehingga kita bisa melacak apakah seorang itu jujur atau tidak. Bisa dikembalikan kepada konsep-konsep dalam al Qur’an atau hadist. Para sahabat mengidentifikasikan, salah satu ciri orang yang jujur adalah shalat subuh. Itu standar ukurnya, jadi bisa terbukti. Jum’atan shalat, tapi Subuh tidak shalat. Dia layak dicurigai menyembunyikan sesuatu di masyarakat. Standarnya Subuh. Itulah standar kejujurannya.&lt;br /&gt;Ketika Nabi mewanti-wanti jangan seperti orang yang khusyu dalam ibadah, tapi ketika melihat harta dia melonjak. Ini problem besar. Sekarang ini, kalau kita kaitkan dengan ayat &lt;i&gt;mankana ghaniyan fal yas tasqib&lt;/i&gt;.....&lt;i&gt;siapa yang kaya sebaiknya menahan diri&lt;/i&gt;, jangan foya-foya. &lt;i&gt;barang siapa yang fakir, supaya makan dengan makaanan yang baik&lt;/i&gt;. Orang kaya kan biasa aja dalam Islam. Apa yang bisa dia lakukan dengan uang, semuanya itu untuk kepentingan ibadah. Punya uang 10 miliar, terus dia punya program yang nilainya hanya dua miliar, dia pasti akan mengada-ada. Orang tidak bisa melakukan amal yang besar kalau tidak punya ilmu yang tinggi. Ini yang perlu kita perhatikan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadi selalu ada korelasi kuat antara ilmu dan amal?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebesar apa ilmu kita, setinggi itu amal kita. Sekarang, ilmu kita pas-pasan, tapi menangani sebuah negara yang besar. Apa yang kita lakukan? Itu akan mengada-ada. Tugas sebuah partai politik Islam banyak sekali, bagaimana menegakkan keadilan. Membuat konsep keadilan dalam konteks Indonesia. Bagaimana menciptakan konsep pemerataan sosial, meningkatkan konsep moralitas bangsa. Persoalannya begitu rumit dan tidak sederhana. Bagaimana memberantas korupsi dengan sebuah UU. Bagaimana mengkonsep hukum, peraturan dan kebijaksanaan. Saya tidak &lt;i&gt;under estimate&lt;/i&gt; dengan seluruh tokoh umat Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya merasa bahwa sistem yang kita jalani sudah merisaukan. Pendidikan yang mewariskan kolonialisme, berorientasi dalam lingkup yang sangat kapital. Bahkan ketika berjuang, demokrasi pun menjadi kepanjangan tangan dari penjajahan. Seolah-olah berjuang dalam jebakan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya betul. Tapi sebenarnya bukan dalam jebakan. Dia sudah terhegemoni dalam pandangan hidup yang bukan Islam. Pandangan hidup menurut saya sama dengan paradigma science. Anda harus mempunyai metode yang jelas, nilai yang jelas, pendekatan yang jelas, dan asumsi yang jelas. Dalam Islam juga begitu. Konsep Anda tentang Tuhan, realitas dan manusia, akan Anda gunakan dalam bekerja. Kalau konsep Tuhan tidak jelas, moralitasnya tidak jelas juga. Jadi bagi dia, moralitas adalah sesuatu fenomena sosial.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Anda pernah mengeluarkan pernyataan, bahwa gugatan tentang negara Islam ini sebagai &lt;i&gt;silly question&lt;/i&gt;, maksudnya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena institusi di dalam Islam tidak mesti dicari dalam bentuk teknis. Kita tidak bisa mencari sebuah perintah untuk mencari apakah sebuah amal dalam Islam itu ada perintahnya secara langsung atau tidak. Berarti jika tidak ada perintah dari Allah, logikanya bertentangan. Apakah mengadakan shalat tarawih berjamaah itu bertentangan, perintah atau bukan? Ia bukan perintah. Berarti tidak boleh melakukan shalat tarawih berjamaah. Padahal, jika dilihat dari hukum syariah merupakan sebuah &lt;i&gt;fadhilah&lt;/i&gt; (keutamaan) dan &lt;i&gt;wasilah&lt;/i&gt; (perantara), untuk ukhuwah, jamaah dan lain-lain.&lt;br /&gt;Ini bisa dikiaskan untuk membentuk negara Islam tadi. Tidak ada perintahnya memang, tapi perintah untuk membuat sebuah struktur kekuasaan di dalam Islam itu ada. Harus ada &lt;i&gt;syura bainahum, &lt;/i&gt;harus ada &lt;i&gt;amir. &lt;/i&gt;Jika ada amir berarti harus ada anggota. Jika ada anggota berarti harus ada peraturan. Jadi, hal ini adalah pertanyaan yang mengada-ada. Sama halnya dengan, apakah ada perintah langsung dari al Qur’an untuk mendirikan universitas? Tidak ada kan? Jadi &lt;i&gt;ngapain&lt;/i&gt; mendirikan universitas? Ini kan dosa besar.&lt;br /&gt;Tapi kita tidak bisa bersikap seperti itu. Dalam konteks peradaban Barat, mendirikan negara Islam itu bisa. Inilah yang saya sebut &lt;i&gt;multy imposible&lt;/i&gt; yakni, masuknya pandangan hidup Barat secara &lt;i&gt;hegemony &lt;/i&gt;ke dalam pola pikir kita. Lalu mengikat pikiran-pikiran kita sehingga kita mengutamakan yang asing dan mengesampingkan yang dari Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;Tapi bagaimana konsep ukhuwah Islamiyah ini bisa kompatibel dengan konsep ukhuwah insaniah. Ini harus ada kejelasan. Sikap kita terhadap orang Islam dan sikap kita kepada non Muslim &lt;i&gt;kan &lt;/i&gt;berbeda. Bagaimana cara ber-&lt;i&gt;ta ’awanu ’ala birri waa takwa &lt;/i&gt;(saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan) dengan orang yang tidak bertakwa? Bagaimana kita bersanding dan bekerjasama dengan non Muslim?&lt;br /&gt;Sekarang, pertanyaanya harus diajukan kepada para pemimpin dan intelektual kita yang bekerjasama dengan non-Muslim.&amp;nbsp; Motivasinya bekerjasama dengan non Muslim itu apa?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ada ketidakjujuran motivasi di sini. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya, mereka tidak mau menyebutkannya secara terus terang. &lt;i&gt;Ta ’awanu &lt;/i&gt; atas apa? Berarti, ada perbedaan antara Ukhuwah Islamiyah dengan Ukhuwah insaniah. Batas ini mesti harus dibuat. Tapi, malah sedang dicoba agar tidak ada batasnya lagi. Orang Islam sendiri yang justru menjustifikasi konsep-konsep yang berasal dari luar yang tidak islami, tapi mereka katakan islami.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menurut Anda, apa motivasi mereka melakukan justifikasi terhadap konsep-konsep Barat itu?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Faktornya bisa banyak. &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; motivasi jangka pendek yang terkait dengan materi dan keduniaan. &lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; terkait persoalan ilmu. Konsep-konsep dalam pandangan hidup mereka tidak sekuat dengan konsep asing yang masuk ke dalam pikirannya. Soal ilmu ini bukan sesuatu yang sifatnya emosional, tapi persoalan &lt;i&gt;pure&lt;/i&gt; intelektual. Mereka tidak memahami secara utuh konsep-konsep Islam sehingga konsep-konsep Barat yang akhirnya diterima.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika kemudian Rasulullah melakukan hijrah ke Madina, kemudian berdiri sebuah sistem, sebenarnya apa yang ingin diajarkan pada umat Islam? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, ada perubahan tahapan pandangan hidup yang diberikan oleh al Qur’an pada umat manusia. Ketika di Makkah, masih dalam tahap penanaman ketuhanan, kenabian dan meninggalkan syirik. &lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; meningkat&amp;nbsp; pada tahap penanaman ibadah dan memaknai ibadah secara individu. Sedangkan di Madinah, sudah memasuki pada tahap ibadah sosial. Ketika berbicara masalah jihad, ukhuwah Islamiyah, menjalin hubungan dengan bangsa lain dan non Muslim, ini sudah masuk dalam tahap ibadah sosial.&lt;br /&gt;Kemudian, ketika sudah terlibat dan melaksanakan struktur pemerintahan dalam suatu negara, umat Islam sudah bersentuhan dengan komunitas lain. Orang Arab, Kristen, Yahudi dan suku-suku pedalaman di jazirah Arab. Dalam konteks inilah, kemudian dimaknai sebagai konsep pluralisme dalam Islam. Padahal, pada saat itu, Nabi Saw berada dalam posisi yang berkuasa, sebagai pemimpin sekaligus Rasul. Jika pada saat itu Nabi Saw bukan seorang Rasul dan tidak menggunakan kerasulannya, pada kenyataannya Nabi tetap memegang kendali kepemimpinan di Madina dan jazirah Arab.&lt;br /&gt;Jadi, pada saat itu, tidak masalah jika orang-orang Nasrani dan Yahudi tidak mengakui Muhammad sebagai Rasulullah. Tapi mereka harus mengakui dan tunduk pada peraturan yang diciptakan oleh Nabi sebagai pemimpin negara. Jadi, Nabi berbicara bukan pada tingkat institusi atau simbol-simbol, tapi lebih kepada konsep. Dalam waktu bersamaan, konsep tentang ketuhanan juga sudah selesai dan tidak ada kerancuan lagi.&lt;br /&gt;Inilah yang disebut sebagai Finalitas Karakteristik Teologi Islam. Tidak ada teologi di dunia ini yang final selain teologi dalam Islam. Bisa dikaji ini. Nama Tuhan dalam Islam sudah jelas, nama agamanya jelas, cara kita beribadah dan mendekatkan diri pada Tuhan juga jelas.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Muslim Indonesia ini seolah selalu dibenturkan antara ide, menjadi nasionalis atau religius. Jadi selalu berhadap-hadapan, antara jati dirinya dengan orientasi hidup. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada contoh yang harus kita kaji bersama, seperti fenomena Hizbut Tahrir Indonesia yang mengusung Khilafah Islamiyah. Saya melihatnya, sebagai sebuah gerakan peradaban yang sangat besar, dengan persiapan konsep yang sangat minim. Jika tidak dalam tingkat konsep, HTI akan terkendala pada tingkat SDM. Keduanya berkaitan. Mereka harus bertahan sebagai sebuah komunitas yang mempunyai kekuatan ilmu, bukan ideologi saja. Yakni, kekuatan ilmu yang bisa berhadapan dengan kekuatan asing yang sangat sistemik, sangat filosofis dan &lt;i&gt;scientific. &lt;/i&gt;Saat ini sistem kapitalisme dan demokrasi sudah sangat terstruktur, sistematis dan rapi.&lt;br /&gt;Tidak saja HTI, apakah gerakan-gerakan Islam saat ini sudah memiliki landasan konseptual dari sisi keilmuwan yang kuat? Jika memang sudah kuat, apakah sudah dimiliki secara merata oleh para kadernya. Dalam sejarah terbukti, ternyata orang-orang yang sekolah di madrasah itulah yang bisa mempertahankan peradaban Islam. Bukan sederhana itu. Orang yang sekolah di madrasah pada zaman Nizamiyah di Baghdad, kualifikasi keilmuwannya setara dengan doktor dan profesor pada zaman sekarang.&lt;br /&gt;Orang-orang yang sekolah di Madrasah Nizamiyah inilah yang justru mempertahankan dan membela peradaban Islam, ketika Islam diserang dalam Perang Salib dan seragan orang-orang Hulaghul. Jadi, meski negara Islam sudah dihancurkan oleh orang-orang Hulaghul dan orang-orang Kristen, tapi peradaban Islam masih tetap bertahan hingga sekarang. Lantas apa yang membuat Islam bisa bertahan? Para ulamanya, SDM-nya.&lt;br /&gt;Dalam konteks Indonesia sekarang ini, ketika politik tidak lagi berdasarkan pada Islam, Partai Politik Islam yang ingin eksis seharusnya membawa kekuatan Islam seperti yang dikerjakan oleh Madrasah Nizamiyah itu. Dan, ini &lt;i&gt;nothing wrong, &lt;/i&gt;jika mereka bisa membawa komunitas yang sangat besar, solid dan kuat yang tak terbantahkan. Nilai-nilai moralitas juga menjadi sebuah kekuatan. Jika ada partai Islam yang seperti ini, insya Allah akan eksis sepanjang zaman. Orang masih akan tetap menghargainya.&lt;br /&gt;dikutip http://www.sabili.co.id/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-4855088656877934232?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/4855088656877934232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/fenomena-tidak-sabar-putus-asa-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4855088656877934232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4855088656877934232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/fenomena-tidak-sabar-putus-asa-dan.html' title='Tidak Sabar Lalu Putus Asa'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/S-1fVjyLbII/AAAAAAAAAM8/qiNGZs6o_E8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-7341870706336150708</id><published>2010-05-05T20:12:00.000+07:00</published><updated>2010-05-05T20:12:40.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPTEK'/><title type='text'>Uniknya Otak Manusia</title><content type='html'>&lt;div style="clear: left; color: #663300; float: left; font-weight: bold; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="200" src="http://www.insight-magazine.com/indo/edisi_3/bra1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: bold;"&gt;Tidak hanya penuh dengan misteri yang belum bisa diungkapkan oleh para ilmuwan hingga saat ini, otak manusia pun memiliki berbagai keunikan yang bvelum banyak diketahui orang. Inilah keunikan tersebut:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;strong style="color: black; font-weight: bold;"&gt;Otak Pengkomsumsi Energi Terbesar&lt;/strong&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: bold;"&gt; Walaupun hanya memiliki berat sebesar 2% dari semua berat badan kita, otak membutuhkan 15% dari keluaran jantung dan 20% dari total asupan oksigen ke dalam tubuh. Menariknya, walaupun otak sedang beristirahat, namun kebutuhan akan oksigen tetap ada. Oksigen disuplai oleh tiga arteri utama. Jika salah satunya tersumbat, maka kita akan terkena stroke. Toidak hanya itu, otak juga butuh tengkorak yang khusus dan berukuran besar jika dibandingkan dengan tengkorak lainnya.&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="color: black; font-weight: bold;"&gt;Otak Tumbuh Sempurna di Usia 7 Tahun&lt;/strong&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: bold;"&gt; Pada usia tujuh tahun, ukuran otak telah mencapai 95% ukuran otak orang dewasa. Sejak usia 2 tahun, energi yang dibutuhkan oleh otak sama dengan energi yang dibutuhkan pada orang dewasa. Otak pria juga lebih besar daripada otak wanita. Tapi, bukan berarti bahwa ada keuntungan tertentu bagi mereka yang punya otak lebih besar. Misalnya wanita mempunyai hippocampus yang lebih besar, yang ada kaitannya dengan bau dan ingatan, sementara pria, cenderung punya amygdala dan hypothalamus yang lebih besar, namun tidak diketahui efeknya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;strong style="color: black; font-weight: bold;"&gt;Otak Tidak Merasa Sakit&lt;/strong&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: bold;"&gt; Ada operasi yang dilakukan pada otak tanpa harus menggunakan bius. Otak ternyata tidak mempunyai reseptor sakit. Sementara itu sakit kepala bukan karena adanya rangsangan terhadap reseptor sakit di otak, tapi di selaput otak, yang disebut durameter, yang dipenuhi dengan reseptor rasa sakit, dan durameter inilah yang merasakan sakit pada saat kita pusing.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;strong style="color: black; font-weight: bold;"&gt;Berapa Persen Otak yang Digunakan?&lt;/strong&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: bold;"&gt; Anggapan kita hanya menggunakan 10% otak sama sekali tidak benar. Berbagai teknik penjejakan otak menunjukkan bahwa sebagian besar otak tidak hanya diam. Berbagai aktifitas rumit yang ada akan menggunakan sebagian besar otak ini. Dengan mengamati efek trauma kepala, diperlihatkan juga bahwa tidak ada area dalam otak yang dapat menderita kerusakan tanpa adanya efek. Kerusakan sekecil apapun, efeknya akan besar, jadi dengan kata lain, sebenarnya kita menggunakan sebagian besar otak kita, bahkan mungkin semuanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;strong style="color: black; font-weight: bold;"&gt;Sel Otak Beregenerasi&lt;/strong&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: bold;"&gt; Mitos yang berkembang selama beberapa abad terakhir menunjukkan bahwa sel otak tidak beregenerasi. Tapi, selama satu dekade belakangan, diketahui bahwa sel otak dapat dan bisa dibantu untuk memperbaiki diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;span style="color: black; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2 style="color: black; font-weight: bold;"&gt;Berbagai Potensi Daya Pikir&lt;/h2&gt;&lt;div style="color: #663300; font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Teori probabilitas kejadian&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Probabilitas merupakan angka kemungkinan yang memiliki rentang nilai dari 0 – 1. Semakin probabilitas mendekati 1 maka dikatakan semakin mungkin sesuatu pasti terjadi. Begitu pula sebaliknya. Para ahli probabilitas membagi daerah kemungkinan dalam dua wilayah besar yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kurang dari 0.5 = tidak mungkin terjadi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di atas 0.5 = mungkin terjadi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;0.5 = batas ambang antara tidak mungkin dan mungkin&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bisa dikatakan bahwa orang-orang yang “bermain” di wilayah probabilitas di atas 0.5 adalah orang-orang yang lebih mengandalkan logika. Sedangkan yang sebaliknya, adalah orang-orang yang lebih mengandalkan naluri. Bagaimana dengan yang “bermain” di wilayah batas ambang ? Ini barangkali yang dikatakan “orang bingung, ragu, dll” ……&lt;img alt="takbole" class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/68.gif" title="takbole" /&gt;&lt;img alt="takbole" class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/68.gif" title="takbole" /&gt;&lt;img alt="takbole" class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/68.gif" title="takbole" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Probabilitas di atas 0.5&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konon, manusia yang memiliki struktur otak kanan yang lebih besar dari otak kirinya, akan memiliki kemampuan logika yang (semestinya…) luar biasa. Artinya, kemampuan cara berpikirnya lebih banyak dipengaruhi oleh gejala-gejala alam yang bersifat logis dan pasti. Sedangkan gejala-gejala alam yang bersifat ketidakpastian, mungkin dan tidak mungkin, biasanya dinomor-duakan. Khususnya gejala-gejala yang bersifat kemungkinan, biasanya masih digunakan selama memiliki tingkat probabilitas yang mendekati kepastian (di atas 0.5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Potensi positif dari wilayah ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Cara berpikir yang logis, rasionalis, praktis, dengan didukung oleh data dan informasi yang (biasanya dan seharusnya) valid dan uptodate.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebih percaya diri dalam menghadapi hidup di dunia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak gampang menyerah dalam menghadapi masalah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Potensi negatif dari wilayah ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak mudah menerima hal-hal yang bersifat tidak logis, irrasional, non-praktis. Padahal pada kenyataannya di dunia ini hal-hal seperti di atas tidak dapat dihindari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sikap percaya diri yang berlebihan dapat menimbulkan sifat sombong,  arogan, ambisius.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekuatan logika yang dijadikan pedoman, pada level tertentu akan menjadi “keyakinan”, “way of life”, atau bahkan “agama” baru bagi dirinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada saat menghadapi masalah yang sarat dengan gejala-gejala irrasional dan tidak logis, biasanya akan menghadapi “pertarungan hebat” di dalam dirinya. Bila hal ini berlanjut pada level tertentu akan berakibat fatal bagi dirinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-7341870706336150708?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/7341870706336150708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/uniknya-otak-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7341870706336150708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/7341870706336150708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/05/uniknya-otak-manusia.html' title='Uniknya Otak Manusia'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-8357767425098222335</id><published>2010-04-27T07:48:00.006+07:00</published><updated>2010-06-22T08:48:45.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><title type='text'>Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut</title><content type='html'>&lt;div style="color: black;"&gt;“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:5&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCAWFx44lvI/AAAAAAAAAOo/3Q1G3G970nc/s1600/seungai-di-dalam-laut2_5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCAWFx44lvI/AAAAAAAAAOo/3Q1G3G970nc/s320/seungai-di-dalam-laut2_5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;( klik aja judul untuk baca selengkapnya.......)&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak&lt;br /&gt;ditemukan mutiara.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam&lt;br /&gt;akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;script src="http://widgets.fbshare.me/files/fbshare.js"&gt;&lt;/script&gt;Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak&lt;br /&gt;ditemukan mutiara.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam&lt;br /&gt;akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;di kutip : http://www.juhadi.co.cc/2010/03/foto-sungai-di-dalam-laut-yang-sangat.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-8357767425098222335?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/8357767425098222335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/04/maha-suci-allah-yang-maha-menciptakan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8357767425098222335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8357767425098222335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/04/maha-suci-allah-yang-maha-menciptakan.html' title='Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/TCAWFx44lvI/AAAAAAAAAOo/3Q1G3G970nc/s72-c/seungai-di-dalam-laut2_5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-806176332408458249</id><published>2010-04-24T10:59:00.001+07:00</published><updated>2010-05-22T18:46:29.520+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAZKIYATUN - NUFUS'/><title type='text'>Jauhkan Rumahmu Menjadi Nerakamu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/S9JsfUWm8sI/AAAAAAAAAMk/t02kILP8SIQ/s1600/keluarga2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/S9JsfUWm8sI/AAAAAAAAAMk/t02kILP8SIQ/s200/keluarga2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;RUMAH dalam istilah bahasa Arab disebut ‘sakan’. Tempat yang menenangkan pikiran dan hati penghuninya. Tempat untuk membaringkan badan, dari kepenatan kehidupan. Tempat untuk mengurai kerumitan kehidupan yang dihadapi di luar. Tempat berlabuh secara lahir dan batin. Tempat untuk beristirahat, menyusun kekuatan baru. Bukan sebatas adress (alamat resmi) atau home (tempat tinggal atau tempat perlindungan).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Rumah merupakan padang jiwa yang luas dan nyaman. Tempat menumpahkan sisi kepolosan dan kekanak-kanakan kita untuk bermain dengan lugu dan merdeka. Saat kita melepaskan kelemahan-kelemahan kita dengan aman. Saat kita merasa bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Saat kita menjadi bocah besar, berkumis. Di telaga kedalamannya kita menyedot energi spiritual dan ketajaman emosional. Tetapi, pada saat yang sama di sana kita menyiapkan pahlawan untuk memenuhi panggilan zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ideolog ormas Islam terbesar di dunia, Syaikh Said Hawa mengatakan: “Sesungguhnya zaman kita ini didominasi dan terhegemoni &lt;i&gt;syahwat&lt;/i&gt; (kecintaan kepada hawa nafsu) dan &lt;i&gt;syubhat&lt;/i&gt; (salah paham terhadap kebenaran), serta &lt;i&gt;ghoflah&lt;/i&gt; (melalaikan misi kehidupan). Benteng terakhir untuk mempertahankan iman, ibadah, dan akhlak, adalah rumah dan masjid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari statemen yang bijak di atas dipahami bahwa rumah yang berkualitas memiliki sumbangan yang terbesar dalam mengantarkan penduduk dunia meraih kebahagiaan di dunia&amp;nbsp; dan keselamatan di akhirat. Sebaliknya, rumah yang bermasalah akan melahirkan prahara kehidupan. Rumah yang semula menjadi tumpuhan harapan kebahagiaan penghuninya, berubah menjadi sumber malapetaka, ketika ia dibangun dari sumber yang tidak halal. Misalnya; rumah didirikan berasal dari hasil korupsi, kolusi, dan nepoteisme (KKN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah menjadi lubang kehancuran reputasi pemiliknya, ketika rumah itu hanya menonjolkan asesoris dan atribut kemegahan, tetapi tidak ada ruang untuk membangun sandaran spiritual, tempat untuk berbagi &lt;i&gt;(sharing)&lt;/i&gt;, tempat untuk saling memberi dan menerima. Bukan tempat untuk mengambil, menuntut, pantang berkurban. Bahkan kalau perlu mengurbankan kepentingan bangsa dan negara untuk memperkaya diri dan mempertahankan status quo. Dalam keadaan demikan, rumah yang sejatinya menjadi taman surga, berubah menjadi lubang neraka. Sehingga tampak sunyi, sempit, dan senyap, bagaikan kuburan. Rumahmu laksana nerakamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah arti bangunan yang menjulang tinggi, tata letak yang indah dan strategis, taman yang tertata rapi, halaman yang luas, panorama lampu yang terang, pohon yang rindang, jika pemiliknya berjiwa kerdil, mementingkan diri sendiri (&lt;i&gt;ananiyah&lt;/i&gt;, egois). Sehingga pintu pikiran, hati pemiliknya, serta pintu rumahnya tidak ada ruang yang terbuka untuk bersinergi dengan tetangga dan kerabat. Jika orang-orang yang terdekat di rumah itu tidak mencintainya, mustahil bisa membangun komunikasi dengan lingkungan sosial yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;َ&lt;span dir="ltr" lang="EN-US" style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاء كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Ankabut (29) : 41).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam koran &lt;i&gt;Suara Merdeka&lt;/i&gt; (edisi Minggu Kliwon, 28 Maret 2010), rubrik Parodi (lakon yang mengandung sindiran) oleh Prie GS, menjelaskan prahara rumah. Rumah yang semula tempat kembali, dikosongkan karena mengalami disfungsi. Para kuli tinta mengerumuninya bukan untuk mengaguminya, tetapi untuk dijadikan alat bukti kejahatan yang dilakukan oleh pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang berbondong-bondong mendatanginya bukan untuk memberikan acungan jempol, memujinya, tetapi mencerca dan mengutuknya. Rumah yang seharusnya menjadi sumber barakah (tambahan kebaikan) bagi siapa saja yang pernah menghampirinya, berubah menjadi laknat (dijauhkan dari kebaikan). Rumah yang asri secara lahiriyah, tetapi sempit secara non-fisik. Setiap orang yang melihatnya mencibirkannya. Khalayak ramai mendatanginya bukan untuk bertamu, tetapi menggerutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh keindahan bangunannya, air mancur, kebun bunga, megahnya bangunan, luasnya halaman, bertingkat, bukan menjadi contoh dan gambaran rumah yang ideal. Tetapi rumah itu akhirnya menjadi rumah kutukan, rumah cibiran, rumah cercaan, rumah yang mengalami krisis makna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-806176332408458249?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/806176332408458249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/04/rumah-dalam-istilah-bahasa-arab-disebut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/806176332408458249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/806176332408458249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/04/rumah-dalam-istilah-bahasa-arab-disebut.html' title='Jauhkan Rumahmu Menjadi Nerakamu'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/S9JsfUWm8sI/AAAAAAAAAMk/t02kILP8SIQ/s72-c/keluarga2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-4260871628839099337</id><published>2010-04-24T10:42:00.001+07:00</published><updated>2010-04-24T11:10:04.546+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAZKIYATUN - NUFUS'/><title type='text'>Ketundukan Alam Kepada Kita Tidak Gratis</title><content type='html'>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;a href="http://hidayatullah.com/images/stories/khalifah_thumb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img align="right" border="0" height="142" mce_src="/images/stories/khalifah_thumb.jpg" src="http://hidayatullah.com/images/stories/khalifah_thumb.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;SESUNGGUHNYA&lt;/b&gt; kehadiran manusia di muka bumi ini di samping sebagai &lt;i&gt;abdullah&lt;/i&gt;, pula sebagai &lt;i&gt;khalifatullah &lt;/i&gt;(mandataris Allah SWT). Tugas pertama menegakkan nilai-nilai agama (&lt;i&gt;iqamatud din&lt;/i&gt;). Tugas ini jika berjalan dengan baik, berefek pada kehidupan yang berkualitas secara lahir dan batin, dalam skala kehidupan individu (&lt;i&gt;hayatan thayyibah&lt;/i&gt;), keluarga (&lt;i&gt;sakinah, mawaddah wa rahmah&lt;/i&gt;), masyarakat (&lt;i&gt;qaryah mubarakah&lt;/i&gt;), negara (&lt;i&gt;baladan amina&lt;/i&gt;), dan kumpulan beberapa negara (&lt;i&gt;global state&lt;/i&gt;) (&lt;i&gt;baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam hadir menjaga enam kebutuhan primer manusia. Yaitu menjaga jiwa, akal, harta, agama, keturunan, dan kehormatan diri dari kontaminasi penyimpangan. Islam bersahut-sahutan dengan fitrah manusia. Fitrah manusia senang dengan sesuatu yang dikenali hati (&lt;i&gt;ma’ruf&lt;/i&gt;), kejujuran, kesantunan, kesejukan, dan lain-lain. Dan mengingkari sesuatu yang diingkari hati (&lt;i&gt;mungkar&lt;/i&gt;), kebohongan, kepalsuan, kekerasan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas yang kedua adalah sebagai wakil Allah SWT (khalifah), untuk mengelola dan memakmurkan alam semesta dan isinya (&lt;i&gt;siyastud dunya&lt;/i&gt;) agar berjalan secara harmonis. Bersahabat, bahkan tunduk kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita merujuk Al-Quran dan Al-Hadits, ada beberapa istilah kepemimpinan, yang menunjukkan fungsi yang diembannya sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Imam&lt;/i&gt;. Dari kata&lt;i&gt; imam&lt;/i&gt; berkembang menjadi &lt;i&gt;umm&lt;/i&gt; (yang dirujuk, diteladani, induk). Kemudian lahir kata &lt;i&gt;amam&lt;/i&gt; (yang selalu berada di depan). Istilah pertama mengajarkan sejatinya menjadi pemimpin itu dituntut mengedepankan keteladanan. Kemudian lahir pula kata ummat. Berarti pemimpin yang&lt;i&gt; legitimed i&lt;/i&gt;tu bukan sebatas konstitusional formal, juga berpihak kepada masyarakat bawah. Sehingga keberadaannya dirindukan dan dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;,&lt;i&gt; Khalifah&lt;/i&gt;. Dari istilah ini menggambarkan bahwa pemimpin yang ideal itu memiliki komitmen untuk menggulirkan proses regenerasi. Tidak mempertahankan status qua. Hal ini karena umur pemimpin itu hanya seputar 60-70 tahun. Jika terlambat dalam mewariskan nilai dan amal kepada generasi pelanjut, akan terjadi kemandekan, stagnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;waliyyul amr&lt;/i&gt;. Wali artinya mencintai dan melindungi. &lt;i&gt;Amr &lt;/i&gt;maknanya urusan penting bawahannya. Istilah ini melukiskan bahwa pemimpin itu mencintai yang dipimpinnya dan melayani (&lt;i&gt;berkhidmah&lt;/i&gt;) serta memetakan dan mengurai kerumitan urusan yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Keempat&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;ra’in&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Rain&lt;/i&gt; secara kebahasaan artinya menggembala. Artinya, kualitas kepemimpinan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh seringnya berdiplomasi dan berorasi (&lt;i&gt;katsratur riwayah&lt;/i&gt;), tetapi diukur dari &lt;i&gt;katsratur ri’ayah&lt;/i&gt; (mutu pelayannanya), dan&lt;i&gt; katsratul istima’&lt;/i&gt; (banyak mendengar keluhan yang dipimpinnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Taskhir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat fungsi kepemimpinan di atas jika diimplementasikan dalam lingkungan sosial, akan melahirkan &lt;i&gt;taskhir&lt;/i&gt; (ketundukan yang dipimpinnya). Ketundukan (&lt;i&gt;sam’an wa tha’atan&lt;/i&gt;) lahir, berbanding lurus dengan keadilan dan kasih sayang pemimpin. Jadi, ketundukan itu tidak datang secara tiba-tiba (instan), tetapi melalui proses yang panjang (konstan). Taskhir (ketundukan alam semesta kepada manusia) sebagai khalifah, terdapat dalam al-Quran surat al-Hajj (22) : 65 juga bersyarat.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep taskhir pada ayat di atas perlu dijadikan pelajaran moral. Karena akhir-akhir ini kita kenyang dengan bencana yang bersumber dari udara, laut dan darat, bahkan di perut bumi (dengan kejadian tanah longsor). Akhirnya dalam hati kita menyisakan pertanyaan penting, di manakah letak ketundukan alam terhadap tuannya (manusia)? Mengapa akhir-akhir ini alam berubah menjadi tidak bersahabat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata,&lt;i&gt; taskhir &lt;/i&gt;dalam Islam tidak lahir secara instan (kebetulan), tanpa syarat. Ketundukan alam kepada manusia, tidak secara cuma-cuma (gratis). Alam semesta ini tunduk selama manusia menjalankan fungsi kekhalifahannya dengan cara yang benar. Manakala manusia tidak mengelola alam dengan baik, bahkan mengeksploitasinya secara berlebih-lebihan tanpa mengindahkan rambu-rambu, bahkan menumpahkan darah dan air mata, maka tidak ada jaminan alam mempertontonkan ketundukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” &lt;/i&gt;(QS. Ar Rum (30) : 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;i&gt;Shofwatut Tafasir &lt;/i&gt;oleh Syaikh Ali Ash Shabuni, yang dimaksud dengan kalimat &lt;i&gt;“bimaa kasabat aidinnas” &lt;/i&gt;adalah disebabkan oleh dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketundukan kita kepada ketentuan Allah SWT yang tertulis (&lt;i&gt;kalimatullah&lt;/i&gt;) akan berefek pada keharmonisan lingkungan sosial kita (&lt;i&gt;khalqullah&lt;/i&gt;). Suka bersedekah bisa dicintai yang diberi dan menolak bencana. Banyak membaca Al-Quran bisa menghindarkan kepikunan di masa tua. Tua-tua berbudi, makin tua makin mengabdi. Yang senang silaturrahim memiliki umur kedua dan kekayaannya berlimpah. Suka main perempuan mempercepat ketuaan. Yang suka memberi akan mendapatkan ganti yang lebih baik. Yang menanam kebaikan akan memanen. Yang senang beramal shalih akan meninggikan derajat pemiliknya, menghapus dosanya, membantunya dalam mengurai kerumitan hidup.Yang suka minum-minuman keras, syaraf-syaraf otaknya mengalami disfungsi. Yang senang berjudi, melahirkan mental pemalas, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala para pemimpin, pejabat, penggede negeri, dimana pun dan kapan saja, tidak lagi memihak kepada umat (akar rumput), tidak mengedepankan keadilan, kemaslahatan publik, mengabaikan akal sehat dan hati nurani, para pebisnis menghalalkan segala cara, para ulama dan umara sudah kehilangan obyektifitas, dan mempertontonkan subyektifitas untuk kepentingan pemodal dan yang memiliki akses khusus dengan kekuasaan, saat itu bencana akan mengintai manusia, baik pada pagi malam hari ketika istirahat, pada pagi hari ketika sedang bermain-main, pada siang hari ketika berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalah naik ketika mereka sedang bermain?”&lt;/i&gt; (QS. Al Araf (7) : 97-98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana wabah kerapkali dipicu oleh berbagai penyimpangan, pelanggaran pola pikir dan perilaku manusia. Perilaku alam raya makrokosmos berbanding lurus dengan perilaku manusia mikrokosmos. Kehancuran bangsa-bangsa besar yang pernah jaya pada zaman dahulu disebabkan oleh pelanggaran yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Ummat Nuh yang keras kepala ditimpa bencana banjir.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka.”&lt;/i&gt; (QS. An Najm (53) : 52).&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur [*] telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” &lt;/i&gt;(QS. Hud (11) : 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan dapur ialah permukaan bumi yang memancarkan air hingga menyebabkan timbulnya taufan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Saba’ yang semula makmur, tetapi tidak pandai mensyukurinya, diganti oleh Allah SWT dengan banjir besar. Pohon yang menghasilkan buah yang ranum diganti dengan pohon cemara dan bidara.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun". Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar [meruntuhkan bendungan Ma’rib] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr [Atsl sejenis pohon cemara, Sidr sejenis pohon bidara].”&lt;/i&gt; (QS. Saba (34) : 15-16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Umat Nabi Shalih yang hedonistik dan menerapkan pola hidup serba boleh, ditimpa virus yang ganas dan gempa bumi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman, Di dalam kebun-kebun serta mata air, Dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin.”&lt;/i&gt; (QS.Asysyu’ara’ (26) : 146-149).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ummat Luth yang hobi perilaku homoseksual ditimpa gempa yang dahsyat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji [homoseksual]. Luth berkata: "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih Suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. tidak Adakah di antaramu seorang yang berakal?."&lt;/i&gt; (QS. Hud (11) : 78).&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab: "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa Kami tidak mempunyai keinginan [syahwat terhadap wanita ] terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya Kami kehendaki."&lt;/i&gt; (QS. Hud (11) : 79).&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”&lt;/i&gt; (QS. Hud (11) : 82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula kaum ‘Ad, mereka terpuruk, ketika kejahatan yang mereka lakukan mencapai grafik yang tinggi, pemimpin mereka terdiri dari orang-orang yang zhalim dan berbuat kerusakan di negeri, tiada seorang pun yang merdeka melakukan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Dan itulah kisah kaum ‘Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah, Tuhan mereka, dan mereka mendurhakai para rasul-Nya dan mematuhi perintah para penguasa mereka yang berlaku sewenang-wenang lagi menentang kebenaran.”&lt;/i&gt; (QS. Hud (11) : 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Bani Israil yang suka membangkang, berbuat kriminal, memalsu kitab suci, ditimpa berbagai bencana, kehinaan di dunia ini dalam waktu yang lama. Ketika kesewenang-wenangan Fir’aun telah mencapai puncaknya, berlakulah kuasa Allah untuk menghancurkan kesulitan mereka dan mengangkat martabat bangsa ini (Israel) yang selama ini mereka hinakan. Kehendak Allah pun terwujudlah melalui kelahiran seorang anak laki-laki yang bernama Musa di kalangan Bani Israil. Dan kehendak dan pengaturan Allah pula manakala anak ini mesti dibesarkan oleh keluarga Fir’aun dan dididik di istananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Maka ketika ia diangkat menjadi Rasul, Allah menetapkan janji agar ia menyelamatkan kaumnya dari perbudakan yang dilakukan oleh bangsa Mesir itu. Musa pun lalu memberi advis kepada Fir’aun dengan lemah lembut, namun Fir’aun ternyata tidak sudi dinasehati. Selanjutnya datanglah peringatan Allah secara berulang-ulang kepada Fir’aun dan kaumnya yang diikuti dengan munculnya bahaya kelaparan, badai dan topan, banjir darah, merajalelanya belalang yang memangsa ladang-ladang mereka, serta munculnya wabah berupa kutu dan katak yang amat merepotkan mereka. Kendatipun demikian, semuanya itu ternyata tidak mengurangi pembangkangan dan kesombongan mereka sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.”&lt;/i&gt; (QS. Al Araf (7) : 133).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Ketika hujjah (argumentasi) yang disampaikan kepada mereka itu telah dianggap cukup, maka turunlah adzab Allah. Musa as berhasil keluar dari Mesir dengan izin Allah, sedangkan Fir’aun bersama kaumnya ditenggelamkan di lautan, dan sejak itu terbawa tenggelam pula keperkasaan bangsa Mesir yang telah berjalan berabad-abad itu tanpa mampu tegak kembali.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Maka Kami hukumlah Fir`aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.”&lt;/i&gt; (QS. Al Qashash (28) : 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu datanglah masa-masa kejayaan bagi Bani Israil. Sesudah mereka memperoleh kemenangan atas bangsa Mesir ini, kekuasaan atas dunia inipun kini berada di tangan mereka – suatu kekuasaan yang mereka peroleh setelah sekian lamanya mereka dihina dan dilecehkan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir`aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” &lt;/i&gt;(QS. Al Araf (7) : 137).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah pun telah melebihkan mereka atas umat-umat yang lain. Dan Kami lebihkan kamu sekalian atas seluruh penghuni alam semesta ini, tetapi pewarisan dan kelebihan yang diberikan kepada mereka itu disertai dengan persyaratan agar mereka tetap berbuat baik. Allah Swt berfirman melalui ucapan Musa as: Kamu sekalian akan diberi pusaka di bumi ini, tetapi Allah akan mencermati apa yang akan kalian lakukan. Ini merupakan persyaratan yang tidak saja berlaku atas Bani Israil, melainkan berlaku pula atas semua bangsa yang dipusakai kejayaan di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kemudian Kami jadikan pengganti-pengganti mereka di muka bumi sesudah mereka, untuk Kami lihat apa yang akan kalian lakukan.”&lt;/i&gt; (QS. Yunus (10) : 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika mereka mengingkari perintah Tuhan mereka dengan melakukan manipulasi Kalam Allah, mengganti yang haq dengan kebatilan, mengikuti perilaku para pendusta, berkhianat, memakan barang haram, merusak janji, mendewasakan emas dan perak, rakus dan tamak, pengecut, senang berfoya-foya membunuh Nabi-nabi mereka tanpa hak, menentang orang-orang yang menyerukan kebenaran, dan lebih mentaati orang-orang yang mengajak kejahatan daripada para pemimpin yang menyeru kebajikan, Allah pun mencabut pertolongan-Nya kepada mereka dan mengambil kembali pusaka itu, sehingga mereka pun menjadi sasaran anak panah penguasa-penguasa Iraq, Yunani dan Romawi, serta terusir dari negeri mereka, untuk kemudian selamanya terlantar di belahan bumi yang manapun: putus asa dan menderita, dan bahkan tidak akan lagi bisa menetap dengan aman di bagian bumi yang manapun untuk selamanya. Satu di antara laknat Allah yang ditimpakan kepada mereka semenjak seribu tahun ini mereka belum pernah sekalipun menemukan tempat yang baik untuk mereka diami. Sehingga, sekarang ini mereka berusaha merampok bumi Palestina.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Alam Menjadi Ganas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan yang tadinya sebagai sumber air bersih dan pembawa rahmat, tiba-tiba menyebabkan banjir yang melululantahkan areal kehidupan manusia. Rahmat, yang mendatangkan kebaikan berbalik menjadi laknat, menjauhkan dari maslahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berima&lt;/i&gt;n (QS. Al Anam (6) : 99).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik.”&lt;/i&gt; (QS. Al Baqarah (2) : 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin yang semula berperan dalam proses penyerbukan dalam dunia tumbuh-tumbuhan dan mendistribusi awan, tiba-tiba tampil ganas membabat segala sesuatu yang dilewatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”&lt;/i&gt; (QS. Al Baqarah (2) : 164).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.” &lt;/i&gt;(QS. Fushshilat (41): 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut yang tadinya jinak (harmonis) melayani dan tunduk terhadap mobilitas manusia, tiba-tiba mengamuk dan menggulung apa saja yang dilewatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. dan dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.”&lt;/i&gt; (QS. Al Hajj (22) : 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan apabila lautan dijadikan meluap&lt;/i&gt; (QS. At Takwir (81) : 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disparitas flora dan fauna yang tadinya tumbuh berkembang mengikuti hukum-hukum ekosistem, tiba-tiba berkembang menyalahi pertumbuhan deret ukur kebutuhan manusia, sehingga kesulitan memenuhi koposisi kebutuhan karbohidrat dan proteinnya secara seimbang. Ini semua menjadi isyarat bahwa taskhir tidak sepatutnya membuat manusia congkak dan arogan. Taskhir hanyalah titipan dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Mereka berkata: "Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada Kami untuk menyihir Kami dengan keterangan itu, maka Kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu."&lt;/i&gt; (QS. Al Araf (7): 132).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli hikmah mengatakan : Apabila kamu menggotong mayat ke kuburan, ingatlah suatu saat kamu akan digotong. Dan apabila kamu diserahi urusan kamu, ingatlah suatu saat engkau akan dimakzulkan (dilengserkan). Dari perkataan bijak tersebut mengajarkan, ternyata kehidupan di dunia ini, jabatan yang melekat, termasuk jiwa manusia, hanya hak guna (tidak permanen), ada masa akhir. dikutip: &lt;b&gt;Shalih Hasyim&lt;/b&gt;.[&lt;b&gt;Kudus, April 2010/www.hidayatullah.com&lt;/b&gt;]&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-4260871628839099337?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/4260871628839099337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/04/ketundukan-alam-kepada-kita-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4260871628839099337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/4260871628839099337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/04/ketundukan-alam-kepada-kita-tidak.html' title='Ketundukan Alam Kepada Kita Tidak Gratis'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-8375182312900979544</id><published>2010-04-19T18:43:00.001+07:00</published><updated>2010-04-19T18:46:43.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TARBIYAH'/><title type='text'>Menyembah dengan Maksud Menghormat</title><content type='html'>&lt;div id="ja-current-content"&gt;&lt;div class="article-content"&gt;Apakah diperbolehkan menurut Islam kita menyembah orangtua semata-mata dengan maksud menghormat seperti dengan cara berlutut (sungkem) dan menepuk dua belah tangan diangkat ke ujung hidung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.sabili.co.id/images/stories/demo/gallery/gl-7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img align="left" alt="fatawa" border="0" class="caption" height="130" src="http://www.sabili.co.id/images/stories/demo/gallery/gl-7.jpg" title="fatawa" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menghormat dengan cara menyembah seperli yang ditanyakan penanya itu sudah bercorak keagamaan, seperti penyembahan kepada dewa, berhala atau penguasa yang dipuja. Sembah jongkok, sembah bongkok, sembah ruku atau sujud dengan mencium lutut dan sebagainya itu berlaku pada masyarakat feodalis dan penganut agama polytheis serta alam takhayul dan khurafat. Karena kehilangan akal dan iman, orang lalu takut dan mengharap yang gaib dari manusia yang dipuja seperti uskup, pendeta, habib keramat, mbah sakti dan lain-lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Awal abad ke-20, Syarikat Islam, Al-Irsyad dan Muhammadiyyah merintis jalan memberantas penyembahan feodalisme ini, sekaligus mencabik-cabik gelar-gelar feodalis dan mencampakkannya ke keranjang sampah, dalam rangka melepas belenggu masyarakat awam dari perhambaan berkedok agama dan memberi harga diri kepada masyarakat yang tengah dibelenggu kolonialis Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang telah bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, seorang dari kami bertemu saudaranya (kawannya). Apakah dia harus membungkuk? Dijawab, "Jangan!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah dia harus memeluknya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah dia harus berjabatan tangan?" Dijawab, "Ya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah dalam kitabnya al-Fatawa Juz I halaman 116, antara lain menulis: Sesungguhnya mencium tangan dan menundukkan kepala dan sebagainya yang menyerupai sujud yang sering dikerjakan untuk menghormati para ulama atau para pembesar dan raja-raja tidak diperbolehkan, malah dilarang juga berjongkok yang menyerupai ruku' sebagaimana yang telah tercakup dalam jawaban Rasulullah saw kepada seorang penanya: &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;"Janganlah membungkuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Muadz kembali dari negeri Syam, dia menemui Rasulullah saw dan bermaksud untuk bersujud kepadanya. Beliau bertanya, "Apa ini, Muadz?" Muadz menjawab, "Aku melihat kaum Nasrani di negeri Syam berlutut untuk uskup-uskup mereka. Menurut keterangan mereka, cara demikian dipandang perlu untuk para Nabi mereka." Maka Rasulullah saw menjawab, "Mereka dusta! Seandainya aku hendak memerintah atau boleh memerintah orang untuk bersujud, pastilah aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya karena besarnya hak suami. Hai, Muadz! Tidaklah diperbolehkan orang bersujud selain kepada Allah Yang Maha Esa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah menentukan cara penghormatan yang khusus, yaitu dengan mengucapkan: "Assalamu'alaikum warahmatullaaahi wa barakaatuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan ini sebagai salam penghormatan, mengandung doa agar Tuhan memberi keselamatan, rahmat dan kesejahteraan serta kebahagiaan kepada orang yang dihormati itu. Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ya, Anas! Apabila engkau berkunjung ke keluargamu, ucapkanlah "as-salam", karena "as-salam" itu akan membawa berkah bagimu dan bagi keluargamu. Sedang Allah SWT berfirman pada surah an-Nuur ayat 61: "Maka apabila kamu memasuki rumah, hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya (yang juga berarti memberi salam kepada dirimu sendiri), salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (hukum-hukumNya) bagimu, agar kamu memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;"Demi Dzat yang menguasai jiwaku, tidak akan kamu masuk surga hingga kamu saling mencintai dan berkasih sayang. Maka ada baiknya kalau aku tunjukkan kepada kamu sesuatu yang jika kamu kerjakan niscaya kamu saling cinta-mencintai, yaitu siarkanlah salam di antara kamu," (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman-Nya dalam surah an-Nisaa' ayat 86: "Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah selalu membuat perhitungan atas tiap-tiap sesuatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;"Orang berkendaraan harus memberi salam lebih dahulu kepada orang yang berjalan kaki. Yang berjalan kaki kepada yang duduk. Dan jamaah yang sedikit memberi salam kepada jamaah yang lebih banyak," (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;"Jika seorang dari kamu masuk ke tempat jamaah berkumpul, ucapkanlah salam, begitu pula kalau hendak keluar. Sesungguhnya salam penghormatan tak lebih utama dari salam penghormatan kedua," (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;"Termasuk dari penyempurnaan salam ialah menjabat tangan saudaramu," (HR Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6360263490701257672-8375182312900979544?l=saydina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saydina.blogspot.com/feeds/8375182312900979544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/04/menyembah-dengan-maksud-menghormat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8375182312900979544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6360263490701257672/posts/default/8375182312900979544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saydina.blogspot.com/2010/04/menyembah-dengan-maksud-menghormat.html' title='Menyembah dengan Maksud Menghormat'/><author><name>Saydina Selian</name><uri>https://profiles.google.com/110335414977676833346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-KZbq4DAzmEc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/9SujVMChNJY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6360263490701257672.post-7248831089944814911</id><published>2010-04-19T18:22:00.000+07:00</published><updated>2010-04-19T18:22:35.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPTEK'/><title type='text'>Air Embun yang Menyembuhkan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/S8w84q_uTAI/AAAAAAAAAME/_bJMHzDyI6g/s1600/embun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="135" src="http://3.bp.blogspot.com/_1s6bG8F55v4/S8w84q_uTAI/AAAAAAAAAME/_bJMHzDyI6g/s200/embun.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Air minum embun dalam botol (purence dew drinking water) yang dihasilkan dari kelembaban udara dengan teknologi syatemized dew process (SDP) akan mampu mengatasi gangguan sirkulasi darah, kata peneliti dari Badan Litbangkes Kemenkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Seminar Upaya Preventif dan promotif tentang mengatasi gangguan sirkulasi darah di Jakarta, Rabu, Dra Lucie Widowati, Apt, MS dari Badan Litbangkes itu mengatakan, air minum embun Purence merupakan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi sehingga dapat terditribusi dengen lebih efisien dan efektif untuk membuang racun dari dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, katanya, sel-sel dan jaringan tubuh terpelihara dengan baik sehingga tubuh manusia akan dapat lebih tahan terhadap serangan penyakit, sangat baik untuk pencernaan, dan metabolisme tubuh, menjaga vitalitas tubuh dan melembabkan kulit sehingga wajah tampak awet muda dan cerah.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil uji pra-klinis yang dilakukan oleh Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Badan Litbangkes bekerja sama PT Divine Eternair Water Indonesia pada Maret- November 2009 bahwa terapi air embun (Purence Dew Therapy) mampu menurunkan koleterol dan LDL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air embun juga mampu mencegah dan membantu menyembuhkan atherosclerosis (penebalan dinding arteri dikarenakan penumpukan lemak, seperti kolesterol) yang akan menyumbat sirkulasi darah, membantu mengencerkan darah sehingga mencegah dan mengurangi risiko stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mampu mengatasi dan menecegah sembelit, membantu mencapai berat badan yang ideal, membuang racun dan garam dari tubuh secara efektif, serta men
